19 May 2005

Akhwat di YahooNews :)

Filed under: Ragam — hericz @ 1:44 am



YahooNews adalah media milik Yahoo yang mengetengahkan topik-topik yang lagi ‘hot’ di search engine miliknya. Yang dimaksud topik ‘hot’ adalah kata atau frase dengan pencarian paling tinggi, yang ditampilkan dalam Yahoo! Top Web-Search, dalam beberapa waktu terakhir.

Topik yang hangat kali ini adalah kasus penghinaan yang dilakukan tentara AS di Guantanamo Bay. Seperti halnya jutaan ummat muslim di seluruh dunia, saya sendiri merasa marah dengan tindakan ini. Tindakan ini adalah penghinaan dan penyerangan yang nyata pada umat muslim sedunia. Mungkin pelaku tidak tahu, bahwa umat muslim sendiri tidak diperbolehkan membawa Al-Quran kedalam kamar mandi, membaca Al-Qur-an ke kamar mandi, apalagi memasukkan ke toilet. Astaghfirullah .

Tapi kenapa yang ditampilkan sama Yahoo!News kok akhwat2 yang lagi demo yah?

17 May 2005

Cooling down

Filed under: Personal — hericz @ 1:43 am

Yang namanya kehidupan, ya begini ini, kadang senang kadang susah. Kadang sehat kadang sakit, kadang untung kadang rugi. Tapi ada kalanya kita merasa ’stucked’, terpojok, tersesat dalam peta yang tak jelas arahnya.
Feeling Lost

Agar tidak menemui keadaan itu lagi, ada 2 tips2 menarik nih :

1. Cukup istirahat
Cukup Istirahat

2. Cukup refreshing, cooling-down
Cooling down

Hmm.. gimana menurutmu?

Jakarta, Mei 05

11 May 2005

Lumpuh layuh

Filed under: Ragam — hericz @ 1:42 am

terdengar langkah-langkah mendekat, pintu digedor… ibukmu berpesan “jaga adikmu” kemudian keluar perlahan-lahan. Dari dalam kau dengar “Ndak usah pak dokter, nanti anak-saya malah jadi panas, ndak usah ya… ndak usah…”

Bayangkan…!!!

Kau punya adik berumur 1.5 tahun, dia sangat lucu dan lincah, kulitnya putih, wajahnya mirip2 kamu waktu kecil (kata orang sih), rambutnya masih tipis kemerahan, giginya sudah tumbuh semua, sudah bisa makan yang aneh-aneh, bisa berjalan kian-kemari sambil tertawa-tawa, tidak mau pakai celana, belum bisa ngomong jadi cuma bilang “maa.. maa.. paa..paa”. Ayah-ibu dengan bangga ‘mengeluhkan’ kebandelannya didepan orang2, “adik ini nggak mau diam.. bikin repot aja”, “makannya banyak”. Paman2/tante2 sangat suka pada adikmu, berebutan menggendong, tapi adikmu lebih suka telanjang sambil lari2 kesana-kemari sampai kecapekan dan akhirnya menangis. Dia baru mau diam ketika digendong ibu, diberi ‘mimik’ susu, dan akhirnya tertidur…

Bayangkan…!!!

Tiba-tiba adikmu terkena penyakit ‘aneh’, badannya panas dingin, kadang sampai kejang-kejang. Berulang-ulang tiap hari. Adikmu tak lagi berlari2an, dia memilih tidur di balai2 bambu yang kelihatan tua sekali. Balai-balai itu salah satu kakinya sudah patah dan diganjal dengan batu bata agar tetap datar. Ibu-mu terlihat panik, bapakmu tampak berusaha menyembunyikan kesedihannya. Mereka bilang “.. walah cah, bocah, mau diperiksa pakai apa?wong kita nggak punya duit, kita pasrah aja, mau diapakan lagi…”, saat kau tanya “kenapa nggak dibawa ke puskemas pak?”. Pertanyaan yang kau tanyakan setelah orang-orang mulai berbisik-bisik, “adikmu kena polio nak, lumpuh, harus segera diobatin”, “biaya polio dua ribu rupiah lho”.

Bayangkan…!!!

Pagi-pagi, matahari sudah setengah tinggi, bapakmu sudah 2 jam lalu pergi bekerja, menjajakan Es punya juragan yang punya rumah gedong di desa sebelah. Engkau sedang di depan rumah, membantu ibukmu menyusun daun-daun pisang agar bisa dijual ke tukang tempe siang ini. Adikmu -seperti biasa- terbaring dibalai-balainya. Tiba-tiba dari jauh kelihatan serombongan orang berseragam putih-putih. Ibukmu langsung berseru “wah ciloko nak”, dan langsung masuk rumah, mengunci semua pintu, dan jendela (sebentar-sebentar, hmmm.. tidak ada jendela di rumahmu). “Kita nggak punya duit nak, itu pasti dokter2 dari puskesmas mau imunisasi adikmu, kita nggak punya duit nak… kita nggak punya duit…dua ribu kan banyaak” ibumu tampak gemetaran ketakutan… Sayup-sayup terdengar langkah-langkah mendekat, pintu digedor…

Bayangkan…!!!

Di saat yang sama, beberapa orang sedang berada di sebuah kantin di lantai 85 sebuah gedung pencakar dan penjilat langit. Mereka mengeluh, “aku adalah orang paling sial di muka bumi, bulan ini aku nggak dapet bonus, jadi aku nggak jadi beli Avanza”, “anakku minta disekolahin di luar negeri”, “Istriku minta kalung di Felice lagi tuh”, sementara yang wanita bilang “.. aah, mosok lipstik cuma 50ribu, pasti jelek nih”. Sementara yang lain, sambil nyruput kopi 30ribu segelas, baca koran, “Imunisasi Polio Gratis, Penduduk Menolak Karena Takut Anaknya jadi sakit”, aah..dasar orang ndeso ada-ada saja kelakuannya..

10 May 2005

Berpikir terlalu jauh

Filed under: Ragam — hericz @ 1:41 am

Mati Lampu alias Lampu MatiBeberapa waktu yg lalu, menjelang maghrib listrik di kantor tiba2 mati. Karuan saja semua kegiatan dihentikan. Semua orang sibuk nyari lilin, atau nongkrong di taman di sebelah -aku ikut yg nongkrong ini-. Orang2 berkerumun di luar sambil membicarakan betapa hal ini sangat jarang terjadi, daerah ini sangat dijaga pasokan listriknya oleh PLN, dan ini mati listrik pertama sejak beberapa tahun terakhir.. bla bla bla..

Setelah sholat maghrib gelap-gelap, aku memutuskan untuk pulang, lha wong peteng, ra iso ngopo-ngopo. Paling cuma gitaran gak jelas di dalam kantor, mau nerusin nongkrong di luar banyak nyamuk.

Selang berapa hari, aku tanya temenku yg kerja di PJB dan benar, katanya pembangkit di bagian dia bertugas pas nge-trip (red : modhar) sehingga pasokan listrik untuk jakarta timur agak kurang.

Selang 3 hari kemudian, setelah sholat dzuhur (jam setengah 1), tiba2 listrik mati lagi. Saat itu di kantor hanya ada 4 orang terdiri dari 1 sarjana Teknik Elektro, 2 Sarjana Teknik Mesin, dan 1 orang pensiunan PLN (yg laen lagi keluar kantor).Air-Bed alias Kasur udara, bukan Water-Bed alias Ciranjang Tengak-tengok sebelah, sepertinya semua juga mati, dan suasana lagi sepi, jadi nggak ada yg bisa ditanyain. Lalu kami semua mengambil kesimpulan bersama, “Wah, pembangkit pasti mati lagi nih”, terus sambil menunggu listrik nyala lagi, kita bicarakan masalah2 yg bikin Pembangkit sering mati. Baru ngobrol setengah jam, eh.. udah pada ngantuk .. jadilah kita tidur beramai2, ada yg nggelar kasur gulung, ada yg mompa kasur udara. Dan kita semua tidur tanpa AC, tanpa kipas angin …zzzz..zzz..zzz.. panasnya..

Setelah ‘lelah’ setelah sekian lama tidur, sekitar jam 3 kita bangun, dan mendapati mbak Siti (yg biasa bersih2 di kantor) sudah bertugas dengan semangat tinggi. Kita pun bangun dan menyapanya sambil lewat mau ke cuci muka di kamar mandi. Iseng2 kita tanya, “mBak kok matinya agak lama yah?kayaknya kemaren nggak lama2 amat matinya”. Terus mBak siti jawab “Wah, nggak tahu mas, jarang banget kok mati listrik, terakhir yg kemarin itu”. Pembicaraan berakhir. Seperempat jam berlalu mbak Siti sudah menyelesaikan tugasnya dan bergegas pulang, beberapa saat kemudian beliau mbalik lagi, sambil bilang “Mas, di sebelah hidup kok, kayaknya cuma disini aja yang mati”. Miniature Circuit Breaker gitu lohHeh..?langsung kang Rudy memeriksa MCB, dan benar, ternyata MCBnya njeglek (baca: Miniature Circuit Breakernya menjeglek). Setelah di-rejeglek-kan, listrik kembali nyala, lampu2 kembali bersinar, AC kembali mendinginkan suasana.

Hmm.. 1 Sarjana Elektro, 2 Sarjana Mesin, 1 Pensiunan PLN, berpikir terlalu jauh, dan dikalahkan oleh seorang mBak Siti… dengan metode social engineering-nya..

Bukan hari yg indah untuk dikenang, tapi hari yang penuh makna.. hua ha ha ha..

Next Page »