29 June 2005

Cekrah-cekreh

Filed under: Ragam — hericz @ 8:55 am

‘Mensana in Corpore Sano’
didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat

Nggak tahu kenapa, kok aku sakit gak selesai-selesai. Pertama sakit kepala, setelah sembuh terus gak berapa lama jadi demam, udah sembuh bahkan sempat jalan-jalan ke jogja eh, malah sekarang jadi batuk-batuk.

Batuk, menurutku, adalah penyakit yang merugikan baik diri sendiri maupun orang lain, karena selain pesakitan tersiksa karena batuknya, orang lain juga terganggu oleh berisik suaranya (sekaligus berpotensi pada akhirnya ikut tertular).
Sudah beberapa obat aku minum, antara lain decolsin, dan kom*k, tapi tidak juga kunjung reda. Malah tadi sore baca blognya fahmi, jadi tahu kalau ternyata dia juga batuk-batuk dan malah di paru-parunya, kata dokter, penuh lendir . Karena nggak kuat lagi menahan batuk gak jelas ini, dan takut kondisi makin parah, akhirnya aku ke dokter juga.

Di klinik, setelah dokter menyorot mulutku dengan senternya (yang kayaknya batrenya hampir habis) terjadilah percakapan singkat berikut:

Dokter : “Ini tenggorokanmu udah meradang, kayaknya sudah terlalu lama batuknya”
Aku : “iya dog dok, udah seminggu”
Dokter : “Iya, memang lagi musim kok. Btw, ini kalau saya tawarkan obat batuk yang bagus, tapi agak mahal, mau nggak?biar cepet sembuhnya”
Aku : “Berapa dok?”
Dokter : “XX ribu”
Aku : “Oh, gak papa
dok
Dokter : “Jadi obatnya ini, vitamin dan obat batuk sirup”
Aku :” gak dikasih antibiotik
dok?”
Dokter : “Iya, ini udah, maksudnya antibiotik, multivitamin dan obat batuk. Sekarang gak boleh minum es, ngerokok nggak?”
Aku : “nggak”
Dokter : “Bagus, dibanyakin minum air hangat untuk membantu penyembuhan radangnya”
Aku : “OK
dok, sip”
Dokter : “Ada pertanyaa lain?”
Aku : “Nggak ada
dok”

Terus aku keluar dari ruang periksa, ambil obat, bayar 70 ribu rupiah, keluar dari klinik. Obatnya :
1. Comtusi (Oxomemazine 1.65mg/5ml, Glyceryl Guaiacolate 33.3mg/5ml), 3x sehari.
2. Amoxicillin, antibiotik standar yang seharusnya gak boleh diberikan terlalu sering, tapi karena dalam jangka pendek cukup manjur dokter suka ngasih ini. Obat diminum 3x sehari sampai habis.
3.Therabex, multivitamin buatan Chombipar, gak tahu ini isinya vitamin apa aja. Obat diminum 1 hari sekali.

OK, terimakasih pak dokter. Ssekarang udah minum obat, tak tidur dulu

3 Responses to “Cekrah-cekreh”

  1. gravatar lita Says:

    halah heri… batuk dikasi antibiotik kok mau tho.. paling infeksi virus kan? virus mah gak mempan antibiotik. manjur sepertinya lebih krn sugesti pasien.. (sugesti itu obat/penyakit yg manjur lho).
    gini deh penyakit dokter di indonesia, dikit2 ngasi antibiotik… aku sampe hampir berantem ama dokter yg ngasi anakku antibiotik. abis ISPA kok dikasi antibiotik.. duuuh, dokter indonesiaku…

  2. gravatar panji Says:

    Memang paling banyak batuk disebabkan oleh virus tetapi untuk virus perjalanan penyakitnya biasanya sembuh dalam jangka waktu paling lama 5 hari. Untuk batuk yang lebih dari 5 hari maka harus dicurigai penyebab lain seperti sudah dimulai adanya infeksi sekunder oleh bakteri yang bisa disebabkan karena status imun pasien yang turun (infeksi virus bisa menyebabkan ini), atau penyebab lain seperti alergi. Mungkin atas dasar pemeriksaan fisik dokter mencurigai penyebab yang paling mungkin adalah bakteri sehingga meresepkan antibiotik. Banyak sekali hal yang mungkin jadi lebih baik kalau kita jangan langsung mengambil kesimpulan dan menjatuhkan citra seorang dokter padahal kita tidak memiliki informasi yang cukup dan keilmuan yang memadai.

  3. gravatar Yusuf Alam Romadhon Says:

    he! Men Sana In Corpore Sano sudah tidak up to date! mana mungkin orang sehat jiwanya pasti sehat.. tuh lihat di RSJ atau Lembaga Pemasyarakatan.. orangnya secara fisik sehat tetapi jiwanya TIDAK SEHAT!

    salam kenal saya seorang ayah, seorang suami dan seorang dokter..yang hanya berusaha menjadi orang yang baik..

Leave a Reply