27 June 2005

Pesta Buku Jakarta

Filed under: Ragam — hericz @ 3:08 pm

The man who does not read good books has no advantage over the man who can’t read them. ~Mark Twain, attributed

Masih dengan kondisi yang agak batuk-batuk, sabtu kemarin aku menyempatkan diri jalan-jalan ke Pesta Buku Jakarta di Istora Gelora Bung Karno Senayan. Ini adalah sebuah pameran buku yang melibatkan lebih dari 150 gerai yang berisi lebih dari 150 penerbit, toko buku, maupun perpustakaan. Gerai-gerai tersebar di sekeliling lobi (atau apa namanya) di lantai dasar dan lantai atas. Jangan lupa, di dalam (di tempat lapangan badminton), juga masih ada banyak stand, termasuk penerbit gramedia dan penerbit-penerbit besar lainnya.

Selain penerbit buku seperti mizan, serambi, penerbit media massa seperti kompas, koran tempo, republika juga ikut berpartisipasi. Selain itu, masih ada penerbit buku-buku pelajaran sekolah serta software pendidikan, bahkan bisa ditemui pula gerai mainan pendidikan anak (hani bani toys). Yang cukup membuat bangga (atau apa ya namanya), adalah adanya gerai Penerbit ITB yang menggunakan tempat cukup luas, dan de-javu, di gerai ini ditampilkan diktat-diktat pelajaran kuliah tempoe-doeloe yang sehari-hari jadi buku pegangan (aku masih eneg lihat diktat Medan Elektromagnetik II dan Antena dan Propagasi).

Sebagai konsumen, hal yang sangat menarik pada pameran ini, selain dapat menemukan semua jenis buku dalam satu tempat, adalah DISKON. Hampir semua gerai memberikan diskon yang cukup menggiurkan, mulai dari 10%, 20%, 25% sampai 70%, dan dari diskon ini masih bisa pula ditawar (lihat-lihat kondisi lah). Ada pula buku-buku yang dijual dengan harga murah, 5 ribu-an atau 10 ribuan.

Salah satu gerai yang cukup diminati pengunjung adalah Java Book sebuah penerbit buku-buku asing, disana ditawarkan sale besar-besaran terhadap buku-buku dan majalah koleksi lama. Saking ramenya, pengunjung berjubel seperti belanja baju di Matahari Sale sebelum lebaran, tapi disini mereka berebut buku. Tentu saja aku ikut bergabung dan mendapatkan buku Indonesia From The Air (30 ribu), dan Diving Indonesia (10ribu), yang harus diingat : jangan panik di gerai ini, soalnya banyak buku yang bagus-bagus tapi berbahasa aneh (baca : bukan bahasa inggris maupun bahasa indonesia), dan pilih yang kondisinya bagus soalnya banyak yang cacat minor seperti lengket di beberapa halaman.

Gerai lain yang cukup menarik adalah gerai Samudera Ilmu, disana dipajang buku-buku koleksi lama (dalam arti sebenarnya), buku-buku yang benar-benar jadul pisan. Dapat ditemukan buku karangan HB Jassin, Hamka, karangan DN. Aidit (Jadilah Komunis Jang baik, dan Lebih Baik Lagi), dan buku-buku lain yang dulu hanya kita baca di pelajaran bahasa indonesia SMP/SMA. Sebagian besar koleksi ini ditampilkan dalam lemari kaca, mungkin kalau disentuh sudah ambyar lembaran-lembarannya, sementara koleksi yang masih cukup bagus diletakkan di meja pajang.

Menurut informasi, selain pameran buku juga dilakukan seminar, bedah buku, peluncuran buku baru, serta jumpa penulis, tapi biasanya bayar :( , kalau duit cepak mending buat beli buku aja deh.

Kalau mau kesana, jangan lupa siapkan makanan/minuman, capek banget muter-muter dan gak ada yang jualan makanan di dalam. Selain itu, asyik banget istirahat di kursi penonton (ingat, ini kan gedung olahraga) sambil baca buku yang baru dibeli sambil lihat orang hilir mudik dibawah. Jangan lupa juga bawa duit, di sana tidak ada ATM, ATM terdekat di BEJ (seberang istora). Pameran masih berlangsung 25 Juni sampai 3 Juli, pinter banget kan yang bikin acara, dipas-pasin ama tanggal gajian.

Setelah capek muter-muter aku pulang, dan baru sadar kalau ternyata beli 9 buku. Wah, yang beli di pameran buku minggu kemaren aja belum terbaca, kok udah beli lagi.

2 Responses to “Pesta Buku Jakarta”

  1. gravatar Sianni Says:

    hi, sebenernya bukan comment tapi mau nanya nih. tau nggak e-mailnya or website-nya penerbit java book? thanks berat yach … Kalo tidak berkeberatan tlg di email ke sy donk. Thanks again.

  2. gravatar dani Says:

    sebenernya ada kok tempat makan, mulai dari warung padang sampe kafe malah ada minimarket juga…tapi emang gak banyak.

Leave a Reply