Gie : Catatan Seorang Demonstran
Gie: Catatan Seorang Nicholas Demonstran

Senin kemarin, 18 Juli 2005, aku diajak nonton bareng cintah dan temennya, Nia, nonton film baru-nya Riri Reza, GIE. Tidak disangka-sangka, ternyata penonton berjubel juga. Aku datang ke loket 1.5 jam sebelum film diputar dan sudah dua per tiga lebih tiket terjual, jadi mau tidak mau kebagian kursi agak depan.
Film ini dibuat berdasarkan interpretasi Riri Reza (dan team) terhadap buku Catatan Seorang Nicholas Demonstran, buku harian Soe Hok Gie. Buku ini pernah diterbitkan pada tahun 1983, dan sekarang di terbitkan ulang oleh miles production dengan disponsori A-mild dengan sampul depan bergambar Nicholas Saputra.
Scene dimulai dengan pengkondisian penonton pada suasana tahun 1950 sampai 1960-an: rumah-rumah tua, mobil-mobil kuno, baju-baju tempoe doeloe, sepeda motor dan sepeda onthel berkeliaran, toko-toko dengan nama jadoel serta ditulis dengan font yang khas, dibumbui suasana ketika orang-orang tergila-gila dengan REVOLUSI. Wah, kata orang-orang tua sih, kayak kembali ke Jakarta Tempoe Doeloe.
Alur cerita diawali dari masa kecil Soe Hok Gie yang pemberontak, idealis, kutu buku, tiap hari berkeliaran di perpustakaan membaca biografi tokoh-tokoh dunia, setiap hari pula menuliskan hal-hal yang dialami di buku hariannya. Tapi ditunjukkan pula bahwa Soe Hok Gie bukan anak yang dekat dengan keluarganya sendiri walaupun dia mempunyai sahabat-sahabat yang sangat dekat dengannya.
Ketika beranjak remaja, GIE muda kuliah di fakultas sastra UI. Waktunya dihabiskan untuk aktivitas kampus, naik gunung, bikin artikel di koran, nonton film perjuangan, rapat-rapat kemahasiswaan, dan baca buku.
Karena waktu film yang cuma 2 jam, penggambaran situasi politik yang melatar belakangi tidak digambarkan secara jelas, hanya sepotong-sepotong dan itupun hanya dari sudut pandang GIE, wajar dong, sesuai judulnya.
Sepanjang film banyak diselipkan kondisi masyarakat yang begitu menderita: orang-orang hidup di jalan, antrian panjang untuk beli minyak tanah, kericuhan karena tarif bis kota yang naik. Hmm, kok mirip dengan kondisi 40 tahun kemudian yah.
Penataan sinematik, tata suara, dan alur cerita benar-benar memukau. Keberanian mengambil adegan dengan di alam bebas (gunung gede), atau scene dengan cahaya-cahaya minim menimbulkan kesan artistik yang tidak ditemui pada sinetron-sinetron buatan Tak Ada Rotan Raam Punjabi Production. Tata suara yang bagus, salah satu soundtrack yang digarap Erros Sheila on 7 cukup enak didengar dan memberi semangat pada film. Soundtrack lain adalah Donna-donna, lagu Joan Baez yang dinyanyikan ulang oleh Sita (dulu anggota Rida Sita Dewi), yang ternyata memang lagu yang memberi inspirasi pada Soe Hok Gie. Ada lagi lagu genjer-genjer, yang terus terang aku baru pertama kali dengar di film GIE ini. Sita sendiri juga berperan sebagai Ira, sahabat GIE dalam aktivitas di kampus dan naik gunung.
Pemeran pembantu pada film ini juga mantap, ada Wulan Guritno, Happy Salma, dll (dan lainnya lupain aja).
Kesimpulannya, nonton film ini sangat direkomendasikan!
Review tentang GIE juga sudah ditulis oleh Oom Aris.
Satu hal yang bikin gondok film ini adalah, kenapa Happy Salma cuma muncul 15 detik?
July 19th, 2005 at 10:39 am
efek lain yang lebih dasyat dari film ini adalah paginya bangun jam 8 dengan tenang, liat jam, terus sms boss bilang klo telat, keluar kamar ngobrol sama temen, baru mandi, sampe kantor jam 9 (harusnya jam 8 teng)…..dengan tenang….serasa pegawe negeri (bebas euy….)
July 19th, 2005 at 12:55 pm
satu yang kurang adalah Gie pernah melakukan studi banding kemahasiswaan ke luar negeri, ke Amerika dan ke Australia, di bandara Sydney piringan hitam Joan Baez-nya sempat ditahan karena Joan Baez dianggap berhaluan kiri melalui lirik-lirik lagunya.
juga kiriman paket berisi ‘ayam dan kosmetik’ untuk para menteri korup tidak ada, padahal itu ide Gie
July 19th, 2005 at 1:45 pm
huq! bareng ama cintah, weleh..
betul tu kata um jay, emang ada yang kurang.. harusnya diceritain juga gie ke luar negeri, kan jadi panjang durasinya.. he..he…23xâ„¢ trus kado kiriman buat para koruptor juga gak ada, huq!
nonton hari pertama sepi, paling tiga baris terisi.. tenang…
July 19th, 2005 at 7:24 pm
#2&3 yang kiriman kado itu kan udah diwakili dengan mengarak menteri keluar kantor, terus dinyanyikan lagu “Mentri goblok mentri goblok”… tak pikir itu sudah cukup menggantikan ’sadisnya’ GIE terhadap pejabat.
#1 : Halo cintah
July 20th, 2005 at 12:56 am
Moga-moga ada sequelnya, yang mengisahkan GIE di Amerika. Eh kalau sequel kan cerita sesudahnya, prequel cerita sebelumnya. Kalau menceritakan sesuatu ditengahnya apa ya? midquel kali.
July 20th, 2005 at 3:55 pm
hericz kapan di film kan?
ak wis nonton kang.. dadine utange lunas..
he..he..he..
July 21st, 2005 at 12:42 am
hihihi……….. si om…
kenapa happy salma?? pan ada wulan guritno?
July 21st, 2005 at 7:15 am
Aku belon sempat nonton filmnya nih…. Wiken kmrn mo nonton ini eh malah jadinya nonton Fantastic Four
July 23rd, 2005 at 3:37 am
tata suara bagus atau LAGunya yg bagus?
tata suara keseluruhan sih menurut gw JELEK banget!
July 23rd, 2005 at 4:23 am
#9 : haha.. maksudnya soundtracknya om Ben.. Kalo tata suaranya emang agak kacau.. Wah, slaah keitk
yah
July 30th, 2005 at 3:02 am
aku nyadar kalo itu sekedar film yang pasti di sana-sini banyak kekurangannya. arif budiman, saudaranya gie, waktu nonton di 21 citraland aja mengakui kekurangan film ini. tapi, yang pasti aku mengakui ide riri reza and crew yang berani mengangkat kisah “pemberontakan” gie.
pertanyaannya, kapan kita bisa meniru gie?
its more important
August 7th, 2005 at 2:10 pm
wadoi….. di batam blom smp
malang nya nasep gw di batam ene
…… tapi gw dah liat flim dokumter nya GIE …. gw suka pemberontak, idealis. Gw tunggu Flim gie di batam
…. eh… ada yang tau ga kuburan gie sekarng sapa yang ngurus 
August 13th, 2005 at 5:53 pm
gue rasa bagus nih film…!!! pakoknya bagus!!! qlo RIRI REZA bikin film ttg pemberontak yang lain..!!! GIE GUE BANGET gt loh.!!!!
August 14th, 2005 at 7:19 am
gw udah nonton film Gie. tapi gw ga terlalu suka. seperti potongan-potongan. tapi gw suka Gie dihidupkan kembali. Semangatnya itu loh!!!! oh iya gw juga suka lagu Donna-Donna-nya. Sita membawakannya dengan keren sekali.
September 21st, 2005 at 10:11 am
Huy…Film GIE adalah sebuah inspirasi bagi semua mahasiswa.GIE adalah idealisme coy…!!
December 20th, 2005 at 10:59 am
Filmnya lumayan buat film alternatif daripada film hedonis melulu
December 20th, 2005 at 11:02 am
Filmnya lumayan buat film alternatif daripada film hedonis melulu
January 17th, 2006 at 8:23 pm
Resensi Filem Soe Hok Gie
Setelah menulis tentang Soe Hok Gie akhir tahun lalu sebagai rasa hormat saya atas buah pikirannya, akhirnya saya menonton juga film Gie yang dibuat oleh Miles Production. To the point saja, apa yang tertulis dalam buku “Catatan Seorang Demonstr…
February 16th, 2006 at 11:59 pm
adoeh akoe oedah ketinggalan banget, masak baru bulan februari 2006 nontonnya itupun ngopy cd punya temen, maklum gak poenya duit.sori banget nich mbajak,tetapi aku mbajak tidak aku salah gunakan.cd bajakan itu nantinya buat arsip aku.mungkin didalam kisah gie aku seperi orang yang makan kulit semangka kemudian dikasih uang sama gie.malangnya nasibku………….
February 18th, 2006 at 12:20 am
this message is for Riri Reza:
I’ve been reading about your work, and am really impressed about it. I’m an indonesian girl who lives in Belgium for more than ten years, which i can speak bahasa indonesia as well, and of course dutch (bahasa belanda) and a bit french. Well, i know you’re a very good movie director and i suppose you look others new talents or actors for your movies, in that case, i would like to introduce myself, and hoping that you give me a chance to work for you as a new talent for acting. It’s always been a dream for me,to act in my country. If u may have something,in the near future, please let me know. I can send you a few pictures or a resume. But first, i might need your email addrress. Thank you and hoping to hear you soon..
June 7th, 2006 at 2:50 pm
GIE… Film’na keren… dari pemaen, penyutradaraan ampe detail2na d semua bagus…
Buku’na juga uda De baca..
cuma napa y kq cover depan tampang Nicholas? kq Gie malah dbelakang?
August 19th, 2006 at 12:29 am
gw gak tau dimana bagusnya film ini, mungkin karena nih film breakthru (bukan albumnya nidji) bertemakan tokoh nasional di era reformasi.
Gw salut ma mila n riri, selalu selangkah lebih maju membuat tema filmnya, ditengah film2 indonesia yang isinya horor n abg.
tapi setelah gw nonton, gw gak bisa nemuin sosok gie dalam diri nicholas, mungkin karena gw dah baca bukunya sebelum nonton filmnya. Nicholas terlalu Nicholas untuk menjadi seorang Gie.
Bahasa gambarnya minim banget, kbanyakan diambil dengan short angle…mungkin karena susah nyari angle yang berlatar 50-60 an di jaman sekarang.
gw liat blooper yg berulang2, seperti motor BSA (or HArley) yang gw itunbg melintas 3 kali, padahal itu motor yg sama.
dan vespa…hmm, seingat gw vespa itu ikon mahasiswa early 70-an deh. secara pada saat itu kebanyakan mhs-wa naek kereta angin ato naek bus kota.
mungkin karena film ini diambil dari buku gie, maka serba tanggung dalam membentuk karakter peran pendukungnya, seperti aristides dll…
but, gw tetep salut ma film ini. tetap ide brilian n nambah khasanah perfilm-an indonesia dimasa kebangkitan kembali-nya,
August 26th, 2006 at 1:10 pm
filmnya bagus, apalagi gie merupakan aktivis yang berusaha menentang tirani, layak dijadikan panutan bagi kaula muda, yang sekarang ini malah terjerumus pada dunia hedonisme!!!
February 15th, 2007 at 12:51 pm
hai cintah..
sumpeh keren abizzzzzzzzzzzzz!!!!!
jujur,klo gie bisa jd inspirasi bgi para mahasiswa skrng to tidak takut dan berani mengatakan dan berbuat apa yang memang benar…Benar adalah benar dan salah adalah salah……
March 8th, 2007 at 5:35 pm
gie is the best political person that i ever know.
March 9th, 2007 at 7:58 am
GIE,satu kata yang seeeeep,menggambarkan luka yg dalam yg ingin dilawannya.
“AKU BERSAMAMU ORANG-ORANG MALANG”
salam kenal yah.yuuuuuuuuuuuu
March 9th, 2007 at 10:28 pm
gie
gie
gie
gie
“lebih baik mati bersama GIE, dari pada hidup tiada arti”
March 23rd, 2007 at 9:40 am
gie memang sorang tokoh yang bisa jadi panutan
gie juga seorang yang romantis,juga ngargain hobynya
gie
gie
kamu pahlawan buat mahasiswa
May 21st, 2007 at 12:10 pm
ada yang taw liriknya donna donna??
kirim ke email gw yah.
thx
February 1st, 2008 at 5:08 pm
waduh………gw salut banget dengan cerita GIE,bikin gw semangat dalam segala hal….apa lagi…..dalam cerita itu sosok GIE bukan orang yang mendapatkan dukungan penuh dari keluarganya tapi apa yang ia lakukan semuanya brilliant banget.
tahnks to Riri Reza yang udah bangkitin semangat generasi muda.
July 10th, 2008 at 10:32 am
filmnya bagus tapi bukunya sangat2 bagus lebih bagus dri filmnya!
wajib diliad ma anak muda jaman sekarang!
but over all, salut gw buat semua kru film niy..bsa pas mirip jaman dlu kata bokap gw!