17 July 2005

Teknik Menjahit Pakaian Sendiri

Filed under: Tutorial — hericz @ 5:57 am

Kawos bolongApa yang akan anda lakukan jika tiba-tiba pakaian yang baru anda dapatkan dana sangat anda sayangi tiba-tiba sobek? Jawabannya mungkin menyerahkan kembali ke distributor atau pembuatnya, menyerahkan ke tukang jahit, tetap memakainya walaupun sobek, atau akan anda jahit sendiri.

Jika anda memilih jawaban terakhir, maka ini panduan yang tepat untuk anda, panduan/tutorial menjahit pakaian sendiri.

Kali ini yang akan dijahit adalah kaos id-gmail, yang baru dibagikan beberapa saat yang lalu.

Alat dan bahan:
Alat-alat yang diperlukan
1. Benang jahit, usahakan warnanya sama atau mirip dengan warna pakaian yang akan dijahit
2. Jarum jahit, ada beberapa ukuran dari yang kecil sampai yang besar (biasa untuk menjahit karung goni). Pilih ukuran yang sesuai.
3. Gunting, untuk menggunting benang (supaya mudah dimasukkan ke dalam jarum).
4. Alat-alat lain, tergantung kebutuhan.

Algoritma :
1. Masukkan benang ke dalam jarum, jika pandangan mata udah lemah, gunakan loupe.
2. Potong benang kira-kira 4-5 kali panjang bagian yang akan dijahit, jangan lupa mem-bundel ujung benang agar tidak lepas. Anda bisa menggunakan kalkulator jika lemah dalam berhitung.
3. Rapikan bagian yang akan dijahit, dan mulailah menjahit dari sisi sebelah kanan target operasi. Pastikan anda menjahit pada bagian dalam pakaian!
4. Masukkan jarum kira-kira 1-2 cm sebelah kanan target, arah jarum dari bawah ke atas (atau ke depan).
Mulai menjahit
5. Putar jarum dan benang ke arah kiri (seperti arah jarum jam), dan masukkan jarum 4-5 mm di sebelah kiri langkah 4. Setelah keluar, jarum harus berada diatas benang sebelumnya agar benang saling mengikat.
memutar jarum dan benang
6. Ulangi langkah 5 sampai bagian yang sobek terjahit semua, dan tambahkan 1-2 cm lagi di sebelah kirinya.
memutar jarum dan benang
7. Potong benang, dan lihatlah hasilnya. Jika tidak puas, gunakan gunting untuk membongkar jahitan anda dan ulangi langkah 1, hal ini biasa untuk pemula.
memutar jarum dan benang

Tips :
1. Hindari penggunaan benang layangan yang sudah digelas, karena dapat melukai diri sendiri
2. Siapkan obat anti infeksi untuk mengantisipasi jari tercoblos jarum
3. Makan dulu sebelum menjahit, bisa mengurangi efek ’shake’ pada tangan anda.

15 July 2005

Tentang Telo

Filed under: Ngedumel — hericz @ 3:29 pm

Tentang TeloKata telo dalam bahasa jawa memiliki beberapa makna yang berbeda. Telo jendral, atau telo kaspo adalah nama lain dari ketela pohon. Telo gantung adalah nama lain dari pepaya yang masih mentah, sedangkan yang sudah matang dinamakan kates. Sedangkan telo pendem (gambar disamping), adalah ketela rambat atau sering disebut ubi jalar karena tumbuh dengan cara merambat di permukaan tanah.

Beberapa hari yang lalu, setelah makan siang aku lihat ada penjual telo godhog di pinggir jalan, aku beli beberapa potong untuk camilan. Hmm, ternyata telo godhog di Jakarta lumayan mahal, 500 rupiah/biji, padahal di jogja telo mentah sekitar 400-500 rupiah per-kg. Tapi harga telo di Jakarta masih kalah dibanding telo di puncak bogor, Ubi Cilembu, yang mahalnya minta ampun.

Saat ini, di tengah isu kelaparan, busung lapar, hilangnya BBM, kayaknya perlu juga untuk melongok lagi telo ini. Telo bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat yang cukup baik, disertai budidaya, dan pengolahan yang mudah. Telo kaspo, ditanam hanya dengan menancapkan batang pohonnya sepanjang 20-30 cm (panjang penggaris di SD), hal ini yang -mungkin- mengilhami lagu Koes Plus “Tongkat kayu jadi tanaman…”. Sedang telo rambat cukup ditanam dengan menanam potongan pohonnya atau cuilan umbinya. Indonesia punya ribuan hektar tanah yang masih kosong, halaman-halaman rumah, lahan-lahan tidur, yang bisa dimanfaatkan.

Selain umbinya, daun telo -yang berbentuk seperti daun ganja- bisa dimasak menjadi sayuran dan menjadi sumber gizi. Kalau tidak punya kompor, batang pohonnya bisa digunakan sebagai kayu bakar. Jika produksi terlalu banyak, bisa dibuat jadi makanan lain, gethuk, gaplek, tepung tapioka, makanan-makanan tradisional. Kalau masih ada banyak lagi, bisa diawetkan dengan cara sederhana, kripikization, dibuat kripik!. Siapa sih orang indonesia yang tidak doyan keripik, apalagi dibikin kripik balado.

Ayo, kita Masyarakat-kan Telo dan kita Telo-kan Masyarakat. Ini lebih dari sekedar telo, ini super telo!

14 July 2005

Pindah Blog

Filed under: Ragam — hericz @ 8:34 pm

Kodok Ngerock!
Aaahh.. akhirnya pindah juga.

Hari ini aku memindahkan blog-ku, mumpung masih sedikit, dari http://hericz.blogspot.com ke http://hericz.blogsome.com . Masih dengan tag yang sama, Kodok Ngerock! (sekarang dengan 1 tanda seru). Walaupun sama-sama gratisan, aku merasa, blogspot tidak memberi banyak kebebasan untuk nguthak-uthik blog sesuai yang aku inginkan.

Blogsome.com menggunakan engine wordpress yang cukup memberi kebebasan , walaupun tidak sepenuhnya, untuk melakukan kustomisasi pada blog. Kustomisasi yang diharapkan akan kulakukan dimasa-masa yang akan datang.

Mungkin nanti, suatu saat, aku punya kesempatan untuk beli domain sendiri. Tapi untuk saat ini kurasa belum saatnya, dan belum sepantasnya aku melakukannya. Bahkan, sebenarnya aku bisa saja bikin blog di www.daunbiru.com (aku kan adminnya huehue), tapi aku merasa terlalu berlebihan nge-blog pake hosting ‘negara’.

Semoga dengan blog yang baru bisa membuatku jadi tambah go-blog!, semakin bermutu, tajam, terpercaya, dan sesuai hati nurani rakyat. *halah*

Credits :
1. didats atas gravatar ideanya, serta panduan css-nya, dan golda atas ‘contoh’ blognya :D
2. id-gmail community
3. oy uyo, yang bilang gratisan itu.. ah sudahlah.

12 July 2005

Reportase dari Blog M

Filed under: Ragam — hericz @ 3:38 pm

Jakarta, 12 Juli 2005

Memiliki bakat menyanyi yang sudah tidak diragukan lagi, Azil selalu menunjukkan perasaannya dengan cara menyanyi.

Hal ini dapat dilihat dari kopdar (Kopdar Darat) yang dilakukan kemarin, 11 Juli 2005, di ayam bakar Ganthari Blog M. Dalam acara makan-makan dalam rangka syukuran jadiannya Fajri dan Febz ini, tampak Azil kembali menyanyikan lagu-lagu yang bertempo lambat dan berlirik penuh duka. Tentu saja masih diiringi oleh musisi lokal yang selalu menempel Azil kemanapun dia pergi. Sari, cintahnya azil, juga tampak tetap ceria dengan kondisi azil yang seperti ini. Sementara Fahmi, sebagai seorang homo yang berjiwa lembut, tampak terharu mendengar lagu-lagu Azil. Sambil memegang mic Fahmi tampak sedih dan berulang-ulang mengusap air mata dengan bajunya. Momen yang seharusnya bahagia ini ternyata membawa duka bagi Azil, tapi semoga membawa kebahagiaan bagi Fajri dan Febs.

Id-Gmailer yang lain tampak tidak peduli dan tetap makan-makan seolah tak tahu apa yang terjadi, semua bersenda gurau menikmati sajian ayam goreng yang nyusss ini. Bhagonk dan darkroom datang dengan sepeda sportnya, zekrup datang jauh-jauh dari cikarang, Febz dan dua temannya juga tampak asyik ngegosip kesana kemari. Faisal apalagi, untuk mempertahankan postur tubuhnya yang tinggi besar, dia memfokuskan diri pada makanan dan minuman yang ada di sekitarnya. Didatz ditemani cintahh (golda) dan kupluknya masih tetap ceria dan ketawa kian kemari, walaupun tanpa sadar, didatz mencoba mendekati tukang Ayam Bakar berseragam merah (foto tidak ditampilkan, tanpa paksaan apapun dalam bentuk sms, teguran langsung, ataupun ajakan traktiran makan).

Di sudut lain, pasangan cintah yang lain tampak menari mengelilingi sebuah tiang. Cowoknya tampak item dan kriting. Lho.. kuwi aku cah…

Keterangan foto :
1. Temen2nya febs
2. Bhaghonk dan darkroom
3. Sekrup dan faisal
4. Fajri dan febby
5. Azil dan cintah
6. ….
7. Tukang ayam yang gambarnya dipotong, padahal sebelahnya ada foto cowok lain.


Foto-foto lengkap ada di sini.

« Previous PageNext Page »