30 August 2005

Hias Situs: Another Learning by Teaching Experience

Filed under: Personal — hericz @ 6:14 pm

Seminggu yang lalu, didats menawari aku untuk menjadi asisten di acara hias situs yang dikoordinir KomputerAkt!f. Materinya CSS (Cascading Style Sheets) untuk mengatur layout halaman blog. Tentu saja, aku bilang OK, kan kesempatan bisa ketemu dengan banyak blogger-blogger Jakarta sekaligus. Padahal minggu kemarin (sampai sekarang) lagi sibuk pol ngotak-atik AD976A yang masih belum sempurna, ditambah PR-PR yang lain, dari bikin pamflet sampai belajar bikin operating sistem, ditambah lagi termasuk titipan dari temenku (maafkan daku kawanku, mudah-mudahan malam ini selesai deh).

Foto bareng setelah acara, the-diriku, golda, didatsBerangkatlah aku ke Plasa Semanggi di hari sabtu siang serta minggu siang. Didats dan golda selalu sampai duluan, tak lupa berusaha menyemangatiku dengan sms-smsnya: ‘BURUUAN!’. Dan hasilnya, aku gak pernah telat lho, eh, telat nggak sih? kalau telat, ya maaf. Eh, golda baru wisuda lho hari sabtunya :) , selamat yah, semoga menjadi Sarjana yang berguna bagi nusa dan bangsa *haiyah*.

Peserta
Memasuki Plasa Semanggi, bayanganku aku akan bertemu dengan banyak blogger-blogger yunior sampai senior yang antusias untuk memperbaiki blog-nya. Dan ternyata benar, aku bertemu seorang blogger yunior yang masih kelas 1 SMP, sampai ibu-ibu yang doyan nge-blog. Ada cewek yang imut-imut, sampai cowok-cowok gaul yang suka menyebut diri sendiri dengan ‘eike’.

Selain banyak peserta yang antusias untuk mengembangkan blog-nya, ternyata banyak peserta yang belum mempunyai blog sama sekali. Bahkan ada yang tidak pernah membuka blog sebelumnya. Its an irony, a nice irony. Tapi mereka tetap semangat mengikuti acara yang berlangsung 2 jam tersebut. Dan kamipun dengan sabar mengajarinya membuat account di blogspot.com, serta -dengan kesabaran lebih- memberi tahu bahwa nama account yang dimasukkan -berulang-ulang- sudah dipakai orang.

Foto bersama Om Nanda, perwakilan Mobile-8 yang garing abis!, minder aku dibuatnya. Halo om!Acara ini dikoordinir oleh komputer aktif, bekerja sama dengan Fren (mobile-8) sebagai penyedia layanan internet mobile, Manajemen Plasa Semanggi sebagai penyedia tempat, serta GroWell sebagai penyedia modem CDMA. Yang terakhir disebut ini alatnya keren lho, kenceng pula, kalau suatu saat butuh internet di rumah kayaknya aku bakal beli satu deh.

Its a Learning By Teaching Experience
Terang saja, aku tidak terlalu mahir bermain dengan CSS. Menurutku CSS ini berkaitan dengan seni. Menanyakan ‘apakah kamu bisa CSS?’ seperti halnya menanyakan ‘apakah kamu bisa melukis?’. Menuliskan tag-tag CSS sama halnya menggoreskan cat minyak ke atas kanvas putih.
Selain bakat seni, juga butuh pengalaman dan banyak referensi.

Tapi pada acara kemarin, aku melihat betapa piawainya didats menggoreskan tag-tag CSS tersebut dan menunjukkan kehebatan CSS sebagai sebuah alat penghias web masa depan (kayaknya kamu harus bayar mahal untuk pernyataanku ini dats). Tentu saja, aku sedikit banyak mendapat tips&trik baru. Selain sedikit-sedikit membimbing peserta, aku lumayan ikut belajar juga tuh. Makasih ya didats, akhirnya acara hias situs bagiku menjadi sebuah kegiatan learning by teaching.

Efek samping dari acara tersebut hanya aku jadi kurang tidur karena jadwal kerjaan sabtu siang dan minggu siang dipindahkan ke malam harinya. Tiba-tiba sudah senin, tiba-tiba sudah selasa, dan aku belum menulis laporannya.


buat cintah: maaf ya, jadi nggak bisa nemenin jalan-jalan, sabtu besok aja yuk ke pantai?

23 August 2005

Televisi : Dari VHS ke i-VHS

Filed under: Hiburan, Ngedumel — hericz @ 6:47 pm

*postingan SARA*

Aku jarang lihat televisi, maksudnya menonton acara secara intensif seperti dulu. Sekarang, aku lebih sering mendengarkan TV yang diputar di ruang depan hampir tanpa henti. Hanya beberapa menit aku melihat ke layar TV setiap harinya: saat ada berita yang seru, ada lagu yang bagus, acara humor yang lucu, atau menemani teman nonton TV. Yang terakhir ini yang kadang-kadang membuatku melihat acara-acara sinetron.

Dari beberapa menit sehari melihat TV tersebut, aku melihat ada pergeseran content acara TV di primetime, terutama sinetron. Pergeseran dari VHS ke i-VHS.

VHS : Violence, Horror, and Sex
Pada wawancara dengan Ishadi SK, direktur TransTV, beberapa bulan yang lalu, terungkap jelas betapa salah satu jaring pengaman kehidupan stasiun TV adalah eksploitasi VHS:
- Violence: kekerasan, pembunuhan, penyiksaan. Diwakili acara-acara liputan kriminal, dan sinetron.
- Horror: hantu-hantu, kekuatan gaib. Diwakili oleh acara ‘melihat ke dunia lain’, dan tentu saja sinetron bidadari cantik penolong sang lakon, yang sepaket dengan setan jahat pembela musuhnya. Sinetron yang benar-benar horror juga banyak ditemukan, walaupun saat melihat efek visual hantunya anda mungkin -kemungkinan besar- akan teringat dengan musuh-musuh Ultraman Taro.
- Sex: pertunjukan aurat wanita, diwakili acara-acara ‘tengah malam’, acara berkedok pemotretan, dan tentu saja : sinetron.

Tapi aku melihat betapa sinetron Indonesia sangat kreatif, dan menggabungkan ketiga unsur tersebut jadi satu. Plotnya kurang lebih sebagai berikut: Wanita cantik diperkosa dan dibunuh beramai-ramai, lalu jadi hantu gentayangan dan membunuh pelakunya satu-persatu. Three in One in single budget. Efektif, efisien, rating tinggi.

Di jaman e-commerce, e-gov, dan i-Pod ini, masyarakat sebagai penonton semakin cerdas, menjadikan model-model sinetron seperti itu tampak kuno (walaupun ratingnya tetap tinggi). Sekarang, VHS berevolusi menjadi bentuk yang lebih canggih: i-VHS.

Diagram Televisi

i-VHS : Islamic-VHS
Perlahan-lahan iklim berubah, televisi kini menggunakan agama sebagai latar belakang cerita. Sebutlah sinetron semacam ‘Insyaf’, ‘Taubat’, dan teman-temannya. Agama yang jadi latar belakang adalah, tentu saja disesuaikan dengan komposisi penonton, agama Islam. Jadilah i-VHS.

Sinetron model ini yang menceritakan tentang seseorang yang semasa hidupnya banyak maksiat, durhaka, dan sejenisnya, pada akhir hidupnya mati dengan sengsara, perutnya meletus, membusuk, tidak bisa dikubur dan lain-lainnya. Hebatnya, semuanya diklaim sebagai kisah nyata dan diharapkan agar menjadi petunjuk agar penonton bertobat dan insyaf.

Dalam sinetron-sinetron ini, sedikit banyak terkandung Violence, dan Horror. Unsur ‘Sex’ secara signifikan dikurangi, yah sepanjang pengamatanku sih, mungkin agar penonton segera insyaf dan tobat. Tapi jangan khawatir, setelah acara selesai artis-artis dangdut montough akan segera menghapus niat penonton untuk insyaf.

Dari majalah
Sedikit banyak, munculnya trend ini dipicu oleh larisnya majalah-majalah islam yang menceritakan kisah nyata yang mengerikan seperti diatas. Seperti halnya melihat novel ‘best seller’, televisi segera menjadikannya proyek untuk ditayangkan.

Aku tidak tahu apakah sinetron macam ini, yang biasanya diberi narasi oleh ustadz-ustadzah terkenal, merupakan cara yang efektif untuk membuat tobat para penontonnya dari berbuat maksiat. Semoga saja demikian, Wallahu alam bisshowab. Bagaimanapun ini tetap lebih baik daripada sinetron yang cuma pamer properti bernilai tinggi : rumah mewah, mobil sport, paha, dan belahan dada.

Hanya saja, sebagai seorang muslim, sejak kecil aku diajari ber-Islam secara baik, menjadi manusia dengan akhlak yang baik, surga-neraka, amal baik, amal buruk. Tetapi tidak pernah diajari hal-hal seperti ini kisah-kisah seperti diatas, dan tidak tinggal di lingkungan yang mempercayainya. Jadi sangat wajar kalau aku menonton sinetron tersebut dengan tatapan yang aneh.

Aah, aku belum pantas berbicara soal agama. Lagi-lagi tadi aku sholat Shubuh kesiangan. Semoga besok bisa bangun lebih pagi, paling tidak sebelum matahari naik tinggi. Amiin.


gambar asli dari sini

19 August 2005

Membuat Penerangan Darurat Saat Listrik Padam

Filed under: Tutorial — hericz @ 5:46 pm

Lampu darurat in actionSehari kemarin (18 Agustus 2005), Jakarta diributkan oleh padamnya aliran listrik dari PLN. Padamnya aliran listrik secara tiba-tiba pada pagi hari tersebut, sekitar jam 10 pagi, menciptakan kepanikan bagi sebagian besar masyarakat.

PLN segera bertindak. Untuk beberapa tempat, listrik sudah menyala kembali pada jam 14.00, tapi di sebagian besar tempat yang lain tetap belum menyala hingga matahari terbenam. Termasuk di tempatku.

Setelah cukup menyesuaikan diri sehari tanpa listrik, beralihnya siang ke malam membawa masalah baru: kegelapan. Hal ini sangat berpengaruh bagiku, mengingat dengan kondisi penerangan yang cukup-pun, orang-orang sering tidak menyadari kehadiranku. Persediaan lilin sangat membantu pada kondisi seperti ini. Tetapi pasti semua tahu, bahwa daya tahan lilin tidak cukup lama. Setelah satu atau dua jam, satu per satu lilin akan mulai habis dan padam. Saatnya memikirkan solusi yang lain.

Lampu berbahan bakar minyak goreng
Aku tumbuh besar di desa, dimana listrik padam sudah menjadi hal biasa. Saat lampu tiba-tiba mati dan keadaan menjadi gelap gulita, paling-paling cuma diberi sambutan ‘Huuu…’ dan misuh-misuh 1-2 menit, lalu kehidupan kembali berjalan normal. Pada saat seperti itu, Nenek-ku dengan sigap menyiapkan penerangan ala kadarnya dengan alat dan bahan seadanya. Penerangan yang cukup efektif dan cepat dibuat untuk keadaan darurat dengan bahan bakar minyak goreng. Senthir Lengo Klentik.

Alat dan Bahan
1. Bahan bakar, minyak goreng atau minyak kelapa, aku biasa menyebutnya ‘lengo klentik’. Jika ada, gunakan minyak jlantah (minyak yang sudah dipakai). Minyak goreng yang masih baru juga lebih mudah didapatkan dari pada lilin atau minyak tanah.
2. Kapas, kain, atau gombal, sebagai sumbu atau media difusi bahan bakar. Jika tidak ada, bisa juga menggunakan obat nyamuk bakar.
3. Tempat/wadah minyak, bisa menggunakan piring kecil (lepek), alas gelas, atau tutup botol selai. Usahakan yang bentuknya melebar. Sebaiknya gunakan bahan yang tahan panas, hindari bahan dari gelas/kaca karena cenderung mudah pecah jika terkena suhu tinggi, ini berkaitan dengan efek pemuaian yang mendadak.
4. Korek api.
5. Alat pemadam kebakaran.

Algoritma
1. Puntir-puntirkan kapas/kain agar berbentuk memanjang, kira-kira 10 cm. Buatlah 2-3 buah atau lebih, sesuai selera.
2. Tuangkan minyak goreng ke wadah, jangan terlalu penuh.
3. Celupkan kapas sampai terendam, dan biarkan ujungnya yang berada di pinggir tetap terangkat. Atur sumbu-sumbu tersebut agar tidak terlalu berdekatan.
4. Nyalakan ujung tersebut dengan korek api.
5. Letakkan lampu darurat ini di tempat yang aman, hindari meletakkan di tempat berbahaya seperti gudang amunisi, pabrik petasan, dan lemari pakaian Ibu. Sekali lagi, jangan!

Alat dan bahan tidak sempat didokumentasikan karena keadaan yang gelap. Sedangkan contoh senthir lengo klentik dalam keadaan run-time ditunjukkan pada gambar di atas.

Lampu darurat ini mampu bertahan cukup lama, untuk sebuah lepek berkapasitas 50ml, kurang lebih bisa bertahan 1 jam. Penambahan bahan bakar juga bisa dilakukan secara hot-plug/hot-swap, yaitu saat api tetap menyala.

Keunggulan senthir lengo klentik
1. Hemat biaya, menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di rumah tangga yang normal.
2. Bebas polusi, tidak menimbulkan asap yang menghitam seperti halnya lampu teplok/senthir berbahan bakar minyak tanah.
3. Hemat sumber daya alam, karena bisa menggunakan minyak bekas pakai yang biasanya langsung dibuang.
4. Praktis dan cepat saji, bisa disajikan dalam waktu kurang dari 5 menit. Tergantung ingatan lokasi bahan-bahan dan amal kebajikan yang sudah diperbuat.

Jadi, jika tiba-tiba listrik padam lagi, teriaklah ‘Huuu..’, berdoa sejenak atau misuh-misuh secukupnya (tergantung akhlak), buat teplok lengo klentik, dan kehidupan bisa berjalan normal kembali.

15 August 2005

Berpacaran dengan protokol miskol

Filed under: Personal, Teknologi — hericz @ 9:24 pm

Miskol ProtokolMenjadi mahasiswa, bagi anak orang kebanyakan (baca: orang kebanyakan anak) seperti aku , tak lepas dari masalah keuangan. Padahal saat masih mahasiswa dulu, aku sudah punya cintah, yang mau tidak mau harus sering berkomunikasi satu sama lain. Kata ‘berkomunikasi’ sengaja dipakai untuk menghindari penggunaan kata ‘berhubungan’.

Aturan 3 detik
Kebetulan saat itu kartu IM3 memberi kemudahan dengan feature-nya yang unik, yaitu gratis untuk 3 detik pertama panggilan (3 seconds rule). Waktu 3 detik tersebut tak hanya cukup jika untuk menanyakan, “Lagi nangendi?” (lagi dimana?), “Wis maem durung?”( Sudah makan belum?),atau pertanyaan singkat lainnya. Tapi 3 detik tersebut juga bisa digunakan untuk mengatakan kata-kata gombal, janjian ketemu, bahkan curhat. Feature ini sangat berguna ketika misalnya janjian di Pasar Simpang Dago, dimana aku pasti tidak sabar menunggu kedatangannya dan selalu ingin tahu dimana posisinya. Tolong jangan membayangkan situasi romantis, bayangkan orang marah-marah.

Suatu saat, kira-kira pada akhir 2003, IM3 memutuskan untuk menghentikan feature 3 detikan tersebut tanpa pemberitahuan kepada pelanggan. Terpaksa kami harus berkomunikasi melalui telpon atau SMS. Lambat laun mulai terasa pembengkakan anggaran pada pos pulsa. Kami pun mulai memikirkan solusinya.

Setelah berbagai macam ide dilontarkan, akhirnya untuk dapat menghemat pengeluaran pulsa, kamipun sepakat membuat sandi miskol, atau lebih enak disebut Protokol Miskolâ„¢.

Missed Call
Missed call, atau ‘panggilan yang terlewatkan’ sebenarnya adalah feature handphone yang bisa terjadi karena adanya feature Caller ID pada sistem komunikasi seluler, dimana pihak yang ditelpon dapat mengetahui dari siapa panggilan tersebut. Feature ini digunakan untuk memberitahukan pelanggan bahwa ada orang yang berusaha menghubunginya, tapi terlewatkan (missed) karena suatu hal. Tapi di Indonesia, miskol juga berkembang menjadi istilah untuk panggilan yang sengaja ditutup sebelum yang dituju mengangkat. Untuk kategori ini, jika tanpa persetujuan awal akan cenderung menyebalkan dan lebih cocok disebut ‘fakir miskol’.

Ide penggunaan miskol sebagai protokol ini didasarkan pada kenyataan bahwa miskol telah menjadi suatu alat komunikasi yang cukup efektif dan hemat biaya. Contoh :

- Mahasiswa: “Tolong kamu ke kelas dulu, nanti kalau ada dosennya, miskol aku yah, aku belum selesai menyalin PR-mu”
- Petak umpet beregu :”Kamu cari kekanan, aku cari ke kiri, nanti yang menemukan duluan miskol, terus ketemu lagi disini”
- Anak TK : “Bu gulu, udah waktunya makan siang”, “Lho, adik kok tahu? sudah lapar yah?”, “Nggak bu gulu, ini mama sudah miskol”.
- Pialang : “Aku akan mengawasi saham blue chip ini, kamu siap-siap!. Nanti kalau aku miskol, langsung Jual!”
- Bisnisman: “Bapak direktur, ini ada miskol dari direktur PT Happy”, “OK, terimakasih salma, kalau begitu segera siapkan ruangan meeting, mereka sudah ada di gedung parkir”.

Spesifikasi Protokol Miskol
t68iProtokol Miskol yang kami buat ini sangat sederhana. Alat yang digunakan adalah alat komunikasi yang miskol-kompatible, yaitu handphone. Tentu saja lengkap dengan pulsa minimum untuk dapat melakukan panggilan.

Pada protokol miskol, suatu panggilan disebut ‘miskol valid’ jika ditutup saat nada panggil kurang dari 5 detik. Jika lebih dari itu, maka harus diangkat.

Protokol hanya terdiri dari 3 bagian : Initiate (memulai), Response (menjawab), dan Error Control (pengendalian kesalahan) serta terdiri dari berbagai prosedur yang dibuat tergantung kebutuhan. Beberapa contoh prosedur yang sering digunakan adalah :

Prosedur 1. Location positioning, untuk menentukan lokasi pasangan.
Initiate :
1 x Miskol (satu kali miskol), artinya: Dimana kamu?
Response :
1 x : Di kos/di rumah
2 x : Di kampus, di jurusan, atau sedang kuliah
3 x : Di unit kegiatan/ di Lab
4 x : Di tempat lain

Prosedur 2. Welfare monitoring, kondisi kesejahteraan
Initiate :
2 x Miskol : Sudah makan belum?
Response :
1 x : Belum
2 x : Sudah

Masih ada prosedur lain, tetapi terlalu vulgar untuk ditulis disini, mengingat tidak ada batasan umur di internet *halah*.

Sedangkan Error Control dilakukan saat salah menjawab, atau salah pertanyaan. Prosedur ini biasa disebut dengan nama: kirim SMS.

Contoh penggunaan : aku lagi di kampus, terus ingin tahu lokasinya. Yang harus aku lakukan adalah melakukan panggilan ke nomernya, tunggu nada dering sampai kurang-lebih 4 detik, lalu tutup. Tunggu balasan miskol dari cintah. Jika dia membalas dengan 1 kali miskol, berarti dia sedang berada di kosnya.

Perkembangan terkini
Seiring dengan kemajuan jaman, protokol ini sekarang sudah dimodifikasi, dengan hasil yang lebih baik dan tetap hemat biaya. Aku initiate dengan nge-BUZZ di YahooMessenger, dan cintah merespon dengan telpon kantor.

Agustus 2005
Ditulis untuk cintahku yang selalu ada di saat susah maupun senang.

Next Page »