Membuat Penerangan Darurat Saat Listrik Padam
Sehari kemarin (18 Agustus 2005), Jakarta diributkan oleh padamnya aliran listrik dari PLN. Padamnya aliran listrik secara tiba-tiba pada pagi hari tersebut, sekitar jam 10 pagi, menciptakan kepanikan bagi sebagian besar masyarakat.
PLN segera bertindak. Untuk beberapa tempat, listrik sudah menyala kembali pada jam 14.00, tapi di sebagian besar tempat yang lain tetap belum menyala hingga matahari terbenam. Termasuk di tempatku.
Setelah cukup menyesuaikan diri sehari tanpa listrik, beralihnya siang ke malam membawa masalah baru: kegelapan. Hal ini sangat berpengaruh bagiku, mengingat dengan kondisi penerangan yang cukup-pun, orang-orang sering tidak menyadari kehadiranku. Persediaan lilin sangat membantu pada kondisi seperti ini. Tetapi pasti semua tahu, bahwa daya tahan lilin tidak cukup lama. Setelah satu atau dua jam, satu per satu lilin akan mulai habis dan padam. Saatnya memikirkan solusi yang lain.
Lampu berbahan bakar minyak goreng
Aku tumbuh besar di desa, dimana listrik padam sudah menjadi hal biasa. Saat lampu tiba-tiba mati dan keadaan menjadi gelap gulita, paling-paling cuma diberi sambutan ‘Huuu…’ dan misuh-misuh 1-2 menit, lalu kehidupan kembali berjalan normal. Pada saat seperti itu, Nenek-ku dengan sigap menyiapkan penerangan ala kadarnya dengan alat dan bahan seadanya. Penerangan yang cukup efektif dan cepat dibuat untuk keadaan darurat dengan bahan bakar minyak goreng. Senthir Lengo Klentik.
Alat dan Bahan
1. Bahan bakar, minyak goreng atau minyak kelapa, aku biasa menyebutnya ‘lengo klentik’. Jika ada, gunakan minyak jlantah (minyak yang sudah dipakai). Minyak goreng yang masih baru juga lebih mudah didapatkan dari pada lilin atau minyak tanah.
2. Kapas, kain, atau gombal, sebagai sumbu atau media difusi bahan bakar. Jika tidak ada, bisa juga menggunakan obat nyamuk bakar.
3. Tempat/wadah minyak, bisa menggunakan piring kecil (lepek), alas gelas, atau tutup botol selai. Usahakan yang bentuknya melebar. Sebaiknya gunakan bahan yang tahan panas, hindari bahan dari gelas/kaca karena cenderung mudah pecah jika terkena suhu tinggi, ini berkaitan dengan efek pemuaian yang mendadak.
4. Korek api.
5. Alat pemadam kebakaran.
Algoritma
1. Puntir-puntirkan kapas/kain agar berbentuk memanjang, kira-kira 10 cm. Buatlah 2-3 buah atau lebih, sesuai selera.
2. Tuangkan minyak goreng ke wadah, jangan terlalu penuh.
3. Celupkan kapas sampai terendam, dan biarkan ujungnya yang berada di pinggir tetap terangkat. Atur sumbu-sumbu tersebut agar tidak terlalu berdekatan.
4. Nyalakan ujung tersebut dengan korek api.
5. Letakkan lampu darurat ini di tempat yang aman, hindari meletakkan di tempat berbahaya seperti gudang amunisi, pabrik petasan, dan lemari pakaian Ibu. Sekali lagi, jangan!
Alat dan bahan tidak sempat didokumentasikan karena keadaan yang gelap. Sedangkan contoh senthir lengo klentik dalam keadaan run-time ditunjukkan pada gambar di atas.
Lampu darurat ini mampu bertahan cukup lama, untuk sebuah lepek berkapasitas 50ml, kurang lebih bisa bertahan 1 jam. Penambahan bahan bakar juga bisa dilakukan secara hot-plug/hot-swap, yaitu saat api tetap menyala.
Keunggulan senthir lengo klentik
1. Hemat biaya, menggunakan bahan-bahan yang sudah ada di rumah tangga yang normal.
2. Bebas polusi, tidak menimbulkan asap yang menghitam seperti halnya lampu teplok/senthir berbahan bakar minyak tanah.
3. Hemat sumber daya alam, karena bisa menggunakan minyak bekas pakai yang biasanya langsung dibuang.
4. Praktis dan cepat saji, bisa disajikan dalam waktu kurang dari 5 menit. Tergantung ingatan lokasi bahan-bahan dan amal kebajikan yang sudah diperbuat.
Jadi, jika tiba-tiba listrik padam lagi, teriaklah ‘Huuu..’, berdoa sejenak atau misuh-misuh secukupnya (tergantung akhlak), buat teplok lengo klentik, dan kehidupan bisa berjalan normal kembali.
August 19th, 2005 at 5:00 pm
sippp her,
alternatif darurat yang sudah banyak orang lupa
(walau aku juga dari desa, tapi nggak pernah pake cara beginian)
August 20th, 2005 at 1:44 am
boleh juga nih dijadiin bahan percobaan..
sayangnya. rumah gw dah nyala jam 2 siang.. jadi gak sempet pake2 lilin.
August 20th, 2005 at 2:21 am
#2 ya udah matiin aja listrik dirumah lu =))
August 20th, 2005 at 4:36 am
#2 golda jangan cemas, sebentar lagi listrik bakal mati lagi kok
siap-siap ajah..
hehehe
August 20th, 2005 at 9:36 am
#4 golda mestinya lebih cemas her, kalo listrik mati. masih bt kemaren listrik di tempatku baru nyala lagi jam 9 malam.
August 21st, 2005 at 1:14 am
#2 enakan juga mati lampu cintah… ;;)
=))
August 21st, 2005 at 9:05 am
#6 HAH didats… gelap gelap ngapain?
August 21st, 2005 at 2:43 pm
duh… gelap2an….
her… her… dmn lu…?
August 22nd, 2005 at 1:15 am
kalo bakar rumah kayaknya bakalan lebih terang gak her?
August 22nd, 2005 at 2:39 am
#9: Haha.. boleh boleh, asal jangan bakar pembangkit PLN ajah!
August 22nd, 2005 at 6:34 am
Bakar Kodok’s bisa yah pake SLK??..yah..yah
Wakakakakak..SEMOGA SLK BISA MENJADI UPS PC GW…hikshikshiks
August 22nd, 2005 at 6:50 am
#11 Haha, entar tak buatin desain UPSLK : UPS berbahan bakar Lengo Klentik deh
August 22nd, 2005 at 4:10 pm
yay ngga jadi mati hari ini..
August 23rd, 2005 at 9:51 am
her.. lengo klentik itu apa ?
August 23rd, 2005 at 10:05 am
#14: ya ya ya.. Reply First Read Later :p
Lengo klentik = minyak kelapa/minyak goreng
. Ada tuh, di bagian bahan-bahan..
*timpuk adhinug*
August 24th, 2005 at 3:02 pm
bentuk SLK-nya kaya lilin2 di meja cafe..
September 29th, 2005 at 9:18 pm
hemat lah listrik sedini mungkin hidup mahasiswa
December 12th, 2005 at 3:35 pm
her,gue mo tanya kampung lo dimana? lo jenius juga,artikel lo bolehkan gue contek for karya tulis bhs gw???thanks ya mudah2an ada erics2 berikutnya biar karya tulis bhs gue jadi yg terbaik
January 31st, 2006 at 10:12 am
Hi, salah satu cara untuk menghemat listrik adalah dengan menggunakan Automatic Time switch. Alat ini digunakan untuk mematikan dan menyalakan lampu dan alat listrik lainnya secara otomatis pada waktu tertentu. Automatic Time Switch dapat dilihat di http://www.customel.com atau hubungi 83703920
March 7th, 2006 at 10:59 am
makasih mas ya…. atas tips-nya. Kayaknya tu perlu dicoba?!@#
nanti tak ceritain sama kawan2koe pokoknya…
June 4th, 2007 at 2:08 pm
Luar biasa Mas: praktis, bermanfaat, murah, hemat, gampang, …. (waduh kehabisan kata-kata deh) dan menghibur
November 9th, 2007 at 12:10 pm
gak usah repot2. sekarang sy udah temukan solusinya bila listrik modar/mati. dengan P.E.L. (power emergency lamp) buatan sy, dan di konek ke spd motor anda, jadilah output listrik 220 volt. harganya murah lagi. lumayanlah bisa buat 5 lampu neon hemat energy. tertarik??
hub. sy : 0818.699.072 / 021.7312152
masih kurang? nih : 021.71270902
November 9th, 2007 at 1:03 pm
hmm….
boleh juga..
akan aku coba,,pasti..
coz buat lomba TTG..
selamat berkreasi aja
February 17th, 2008 at 2:47 pm
bagaimana kalau lilinnya dikumpulin&jadidech,,,,kompor jeni baru,,,hooh
July 6th, 2008 at 2:26 am
aq setuju nganggo sentir lengo jlantah kanggo emergency lamp utowo penerangan jalan mas, dari pd nunggu praktisi teknologi indonesia, para peneliti di lipi, bppt dlsb isone mung ngomong theory ditambah polecy pemerintah yang gak pernah dukung orang pinternya indonesia, mending dikorupsi aja dari pada buat pabrik cristal sel surya utawa generator tenaga angin dll, sebetulnya rakyat cilik wis podo pinter sederhana tapi kok uripe tansah direcoki para pemimpin sing pinter nipu.