12 August 2005

Optimis nasionalis berbasiskan Busway

Filed under: Ngedumel — hericz @ 5:11 pm

Jalan thamrin di hari libur. Jalur kosong yang tampak disebelah kiri adalah jalur Busway.Saat ini, banyak orang Indonesia meragukan bangsanya sendiri untuk maju. Mereka bilang orang indonesia tidak bisa diatur, tidak disiplin, buang sampah sembarangan, tidak patuh ,dan tidak suka bermusyawarah, pokoknya tidak sesuai dengan Dasadarma Pramuka.

Aku sendiri yakin kalau orang Indonesia baik-baik, bisa diatur, dan bisa disiplin. Tergantung seberapa besar kemauan pemerintah mengatur warganya.

Biasanya contoh andalanku adalah Singapura. Apakah orang Indonesia buang sampah sembarangan, atau nyerobot lampu merah saat jalan-jalan di fine city ini?.

Syukurlah sekarang ada contoh yang lebih dekat dan bisa dirasakan oleh banyak orang, terutama yang tinggal di Jakarta. Busway.

Terlepas dari isu korupsi dan manipulasi pada proyek busway, yang tentu saja aku tidak mau ambil pusing, aku melihat ada sisi positif yang bisa direnungkan.

1. Disiplin pengemudi mobil pribadi
Di jalan protokol Jakarta, jalur busway lebarnya setengah dari jalur cepat. Di pagi dan sore hari, jalur cepat ini lebih tepat disebut jalur macet. Sedangkan jalur merah busway akan tetap lengang, hanya dilalui bus merah yang lewat beberapa menit sekali. Tapi, tidak ada satu mobil pun yang menyerobot jalur Busway ini. Ini menunjukkan kalau pengemudi di Jakarta bisa disiplin.

2. Disiplin pengemudi angkutan umum

Bus hanya berhenti di halte yang disediakan. Mungkin ini karena bus yang digunakan dirancang dengan pintu yang tinggi, sekitar 70 cm, disesuaikan dengan tinggi lantai halte (aku kurang tahu duluan mana perancangan bis dan halte, seperti halnya duluan mana telur dan ayam). Bis juga tidak pakai acara ngetem karena ada jadwalnya. Yang jelas, ini menunjukkan kalau pengemudi bis juga bisa disiplin.

3. Disiplin penumpang
Tarif busway 2500 rupiah dan dibayarkan sebelum naik bis. Tidak bayar, tidak bisa masuk area halte, berarti tidak bisa naik busway. Hal ini mencegah naiknya pengamen, anak-anak jalanan, dan pedagang asongan. Penumpang tidak akan tawar-tawaran dengan kernet apalagi sengaja tidak bayar. Sumpah, ini bukan pengalaman pribadi.

Selain itu, karena bis hanya berhenti di halte, penumpang tidak bisa naik turun seenaknya. Ini menunjukkan kalau penumpang juga bisa diatur dan bisa disiplin.

Masih ada banyak hal lain yang bisa ditulis, tetapi nanti aku dikira Public Relation-nya Transjakarta.

Pesan moral dari postingan yang dangkal dan tidak bermutu ini adalah orang Indonesia juga bisa diatur dan bisa disiplin. Sama sekali tidak seburuk yang dibayangkan orang. Its not the people, its the system. Tinggal kita bertanya sekali lagi, seberapa besar kemauan pemerintah mengatur warganya? dan seberapa besar kita mau mengikuti aturan pemerintah?

Indonesia menuju usia 60 tahun. Gelas sudah terisi setengah penuh. Tinggal kita penuhi dengan karya kita.

Dirgahayu Indonesia. Selamat Ulang Tahun. Makan-makan!â„¢


ditulis 13 Aug 2005

26 Responses to “Optimis nasionalis berbasiskan Busway”

  1. gravatar didats Says:

    tapi cara masuknya ke baswei itu loh….
    masih berebutan…….

  2. gravatar hericz Says:

    Dulu ada petugas yang jagain pintu, sekarang pada kemana yah?

  3. gravatar golda Says:

    ah.. masa kalo mau masuk busaway dari terminal blok m sampe desek2an, berebut, kyk orang udik. memang sih mereka dah gak buang sampah sembarangan, tapi masih makan/minum di dalem busaway.

  4. gravatar iang Says:

    dulu waktu masih gratis, kalo yg gw liat di tipitipi, orang2 pada mau tu ngantri panjang banged..

  5. gravatar hericz Says:

    #2. Yah, itu karena tidak disiapkan sistem untuk menangani banyak orang yang ingin masuk bis bersama-sama.

    Coba kasih penjaga 1 atau 2, ajarin antri dulu beberapa bulan. Lama-lama kalau ada yang nyerobot pasti ditimpukin yang lain.

    Its about the system, not the peopleâ„¢

  6. gravatar dodi Says:

    penggunanya sih disiplin. yang bikin tendernya engga! hiihih. masih dugaan sih (dugaan korupsi busway).

    semoga koridor 2 dan 3 dst bisa cepat selesai.

  7. gravatar hericz Says:

    #6 : Iya nih, kalau koridor 2 beres, jadi lebih gampang ngapel ke tempat cintah…

    hihihi

  8. gravatar cintah-nya heri Says:

    ceneng juga klo koridor 2 beres :
    - bisa sering diapelin ma #7
    - bisa ke itc cempaka mas dengan mudah, bisa ke roxy juga
    - klo ke gambir sih tetep ok naek ojeg….

  9. gravatar andry Says:

    Dari penuturan temen di jkt, yang paling penting disiplin waktu kali ya..

    Disclaimer : Saya ndak tahu mana itu jakarta :D , jadi saya bisa salah.

  10. gravatar isni Says:

    mari kita abuse the system! hehehe..
    blom pernah n pengen banget naek busway..

  11. gravatar Dendy 'Ade' Says:

    Wah, postingnya Indonesia skali.. hehe.. Goodluck n Thanks dah visit.. Keep in touch ya..

  12. gravatar ivo Says:

    ini salah satu foto yang nggak ikut dipaksa-hapus oleh pak pulisi berkumis tebal itu ya?

  13. gravatar awan Says:

    maap gak bisa komen lebih. blom pernah naik busway :”>

  14. gravatar hericz Says:

    #12. Benar sekali om ivo!, polisi yang posting terdahulu itu yah?ini ngambil dari jembatan halte busway sarinah :D

    #13. makanya cobain sekali2 deh

  15. gravatar aldi Says:

    wah, situ PR-nya Transjakarta yah? *nuduh*

    Duh, pengen naek busway, tapi bingung mau ke mana :D

  16. gravatar rudy Says:

    optimis !!!
    menuju indonesia lebih baik

  17. gravatar linda Says:

    sampe sekarang blom pernah naek busway euy.

    kedisiplinan dan keteraturan serta hal positif lainnya bisa dimulai dari diri sendiri. prinsip 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yg kecil, Mulai dari sekarang)

  18. gravatar panitia lomba 17-an blogfam Says:

    Peserta, entry lomba di blog ini, panitia posting juga di blog khusus http://lomba-blogfam.blogspot.com untuk keperluan kemudahan member Blogfam dalam memilih ‘pemenang favorit lomba entry 17-an Blogfam’ yang akan dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2005 di Galery Kreasi Blogfam. Mengingat jumlah peserta lomba entry mencapai 61 peserta. Pesan ini sebagai pemberitahuan. Terima kasih atas partisipasi dan kesediaannya. Selamat Berlomba ;)

  19. gravatar hericz Says:

    #17, iya dong mbak linda, jelas itu! ini cuma buat mengingatkan aja. Banyak orang yang sudah melakukan 3M tetapi jadi merasa ’sendirian’ dalam usahanya, dan mulai berpikiran buruk tentang bangsanya sendiri.
    The people is All Right :)

  20. gravatar amril Says:

    Merdeka Bung Hericz! Saya juri lomba entry 17-an blogfam. Semoga menang ya ? Hidup Bus Way! hehehe…

  21. gravatar jellyjuice Says:

    sukses lombanya & met wiken yah :)

  22. gravatar JaF Says:

    permisi, ceritanya ini juri numpang lewat. hehe Makasih ya udah ikutan lomba..

  23. gravatar sa Says:

    wah aku ga berkesempatan nyoba busway pulkam kemarin. :)

    2 juri udah lewat toh hehe.. makasih udah ikutan lomba 17-an ya, her.

  24. gravatar Kodok Ngerock! » Mencoba Busway Koridor II Says:

    […] Masih Optimis dengan Busway? Aku dulu sangat optimis dengan busway, tapi melihat kondisi sekarang aku menjadi agak pesimis juga. Walaupun masih besar harapan agar busway menjadi sarana transportasi yang nyaman dan aman, sepertinya sebelum halte Harmoni siap digunakan aku tidak akan menggunakan Busway dulu. Bus Patas masih jauh lebih nyaman, lebih dingin, dan paling tidak aku bisa duduk selama 45 menit perjalanan. […]

  25. gravatar to2x Says:

    harga na tuuu boeat kantong kering…..
    emang shiiii nyaman n coooool
    kalo bisa sih jangan di jkt doang…kota2 besar d jawa juga n kalo bisa sihhh d sumatera juga

  26. gravatar adit Says:

    pemerintah harus bertindak tegas donk pada mobil2 pribadi yang selalu bikin macet jakarta.padahal kan dah ada bus way yang tidak akan membuat macet jalan,karena sudah mamiliki jalur sendiri. (kalo tidak bertindak tegas terhadap mobil pribadi berarti pemerintah pengecut)

Leave a Reply