Optimis nasionalis berbasiskan Busway
Saat ini, banyak orang Indonesia meragukan bangsanya sendiri untuk maju. Mereka bilang orang indonesia tidak bisa diatur, tidak disiplin, buang sampah sembarangan, tidak patuh ,dan tidak suka bermusyawarah, pokoknya tidak sesuai dengan Dasadarma Pramuka.
Aku sendiri yakin kalau orang Indonesia baik-baik, bisa diatur, dan bisa disiplin. Tergantung seberapa besar kemauan pemerintah mengatur warganya.
Biasanya contoh andalanku adalah Singapura. Apakah orang Indonesia buang sampah sembarangan, atau nyerobot lampu merah saat jalan-jalan di fine city ini?.
Syukurlah sekarang ada contoh yang lebih dekat dan bisa dirasakan oleh banyak orang, terutama yang tinggal di Jakarta. Busway.
Terlepas dari isu korupsi dan manipulasi pada proyek busway, yang tentu saja aku tidak mau ambil pusing, aku melihat ada sisi positif yang bisa direnungkan.
1. Disiplin pengemudi mobil pribadi
Di jalan protokol Jakarta, jalur busway lebarnya setengah dari jalur cepat. Di pagi dan sore hari, jalur cepat ini lebih tepat disebut jalur macet. Sedangkan jalur merah busway akan tetap lengang, hanya dilalui bus merah yang lewat beberapa menit sekali. Tapi, tidak ada satu mobil pun yang menyerobot jalur Busway ini. Ini menunjukkan kalau pengemudi di Jakarta bisa disiplin.
2. Disiplin pengemudi angkutan umum
Bus hanya berhenti di halte yang disediakan. Mungkin ini karena bus yang digunakan dirancang dengan pintu yang tinggi, sekitar 70 cm, disesuaikan dengan tinggi lantai halte (aku kurang tahu duluan mana perancangan bis dan halte, seperti halnya duluan mana telur dan ayam). Bis juga tidak pakai acara ngetem karena ada jadwalnya. Yang jelas, ini menunjukkan kalau pengemudi bis juga bisa disiplin.
3. Disiplin penumpang
Tarif busway 2500 rupiah dan dibayarkan sebelum naik bis. Tidak bayar, tidak bisa masuk area halte, berarti tidak bisa naik busway. Hal ini mencegah naiknya pengamen, anak-anak jalanan, dan pedagang asongan. Penumpang tidak akan tawar-tawaran dengan kernet apalagi sengaja tidak bayar. Sumpah, ini bukan pengalaman pribadi.
Selain itu, karena bis hanya berhenti di halte, penumpang tidak bisa naik turun seenaknya. Ini menunjukkan kalau penumpang juga bisa diatur dan bisa disiplin.
Masih ada banyak hal lain yang bisa ditulis, tetapi nanti aku dikira Public Relation-nya Transjakarta.
Pesan moral dari postingan yang dangkal dan tidak bermutu ini adalah orang Indonesia juga bisa diatur dan bisa disiplin. Sama sekali tidak seburuk yang dibayangkan orang. Its not the people, its the system. Tinggal kita bertanya sekali lagi, seberapa besar kemauan pemerintah mengatur warganya? dan seberapa besar kita mau mengikuti aturan pemerintah?
Indonesia menuju usia 60 tahun. Gelas sudah terisi setengah penuh. Tinggal kita penuhi dengan karya kita.
Dirgahayu Indonesia. Selamat Ulang Tahun. Makan-makan!â„¢
—
ditulis 13 Aug 2005
August 14th, 2005 at 1:03 am
tapi cara masuknya ke baswei itu loh….
masih berebutan…….
August 14th, 2005 at 1:08 am
Dulu ada petugas yang jagain pintu, sekarang pada kemana yah?
August 14th, 2005 at 1:59 am
ah.. masa kalo mau masuk busaway dari terminal blok m sampe desek2an, berebut, kyk orang udik. memang sih mereka dah gak buang sampah sembarangan, tapi masih makan/minum di dalem busaway.
August 14th, 2005 at 2:27 am
dulu waktu masih gratis, kalo yg gw liat di tipitipi, orang2 pada mau tu ngantri panjang banged..
August 14th, 2005 at 12:44 pm
#2. Yah, itu karena tidak disiapkan sistem untuk menangani banyak orang yang ingin masuk bis bersama-sama.
Coba kasih penjaga 1 atau 2, ajarin antri dulu beberapa bulan. Lama-lama kalau ada yang nyerobot pasti ditimpukin yang lain.
Its about the system, not the peopleâ„¢
August 14th, 2005 at 4:43 pm
penggunanya sih disiplin. yang bikin tendernya engga! hiihih. masih dugaan sih (dugaan korupsi busway).
semoga koridor 2 dan 3 dst bisa cepat selesai.
August 15th, 2005 at 4:49 am
#6 : Iya nih, kalau koridor 2 beres, jadi lebih gampang ngapel ke tempat cintah…
hihihi
August 15th, 2005 at 5:18 am
ceneng juga klo koridor 2 beres :
- bisa sering diapelin ma #7
- bisa ke itc cempaka mas dengan mudah, bisa ke roxy juga
- klo ke gambir sih tetep ok naek ojeg….
August 15th, 2005 at 5:30 am
Dari penuturan temen di jkt, yang paling penting disiplin waktu kali ya..
Disclaimer : Saya ndak tahu mana itu jakarta
, jadi saya bisa salah.
August 15th, 2005 at 7:52 am
mari kita abuse the system! hehehe..
blom pernah n pengen banget naek busway..
August 15th, 2005 at 9:50 am
Wah, postingnya Indonesia skali.. hehe.. Goodluck n Thanks dah visit.. Keep in touch ya..
August 16th, 2005 at 2:07 am
ini salah satu foto yang nggak ikut dipaksa-hapus oleh pak pulisi berkumis tebal itu ya?
August 16th, 2005 at 5:24 am
maap gak bisa komen lebih. blom pernah naik busway :”>
August 16th, 2005 at 5:27 am
#12. Benar sekali om ivo!, polisi yang posting terdahulu itu yah?ini ngambil dari jembatan halte busway sarinah
#13. makanya cobain sekali2 deh
August 18th, 2005 at 5:02 am
wah, situ PR-nya Transjakarta yah? *nuduh*
Duh, pengen naek busway, tapi bingung mau ke mana
August 19th, 2005 at 9:46 am
optimis !!!
menuju indonesia lebih baik
August 24th, 2005 at 1:08 pm
sampe sekarang blom pernah naek busway euy.
kedisiplinan dan keteraturan serta hal positif lainnya bisa dimulai dari diri sendiri. prinsip 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yg kecil, Mulai dari sekarang)
August 24th, 2005 at 3:41 pm
Peserta, entry lomba di blog ini, panitia posting juga di blog khusus http://lomba-blogfam.blogspot.com untuk keperluan kemudahan member Blogfam dalam memilih ‘pemenang favorit lomba entry 17-an Blogfam’ yang akan dilaksanakan pada 26-29 Agustus 2005 di Galery Kreasi Blogfam. Mengingat jumlah peserta lomba entry mencapai 61 peserta. Pesan ini sebagai pemberitahuan. Terima kasih atas partisipasi dan kesediaannya. Selamat Berlomba
August 24th, 2005 at 8:20 pm
#17, iya dong mbak linda, jelas itu! ini cuma buat mengingatkan aja. Banyak orang yang sudah melakukan 3M tetapi jadi merasa ’sendirian’ dalam usahanya, dan mulai berpikiran buruk tentang bangsanya sendiri.
The people is All Right
August 26th, 2005 at 7:57 am
Merdeka Bung Hericz! Saya juri lomba entry 17-an blogfam. Semoga menang ya ? Hidup Bus Way! hehehe…
August 26th, 2005 at 7:49 pm
sukses lombanya & met wiken yah
August 27th, 2005 at 9:55 am
permisi, ceritanya ini juri numpang lewat. hehe Makasih ya udah ikutan lomba..
August 28th, 2005 at 12:37 am
wah aku ga berkesempatan nyoba busway pulkam kemarin.
2 juri udah lewat toh hehe.. makasih udah ikutan lomba 17-an ya, her.
January 17th, 2006 at 1:06 am
[…] Masih Optimis dengan Busway? Aku dulu sangat optimis dengan busway, tapi melihat kondisi sekarang aku menjadi agak pesimis juga. Walaupun masih besar harapan agar busway menjadi sarana transportasi yang nyaman dan aman, sepertinya sebelum halte Harmoni siap digunakan aku tidak akan menggunakan Busway dulu. Bus Patas masih jauh lebih nyaman, lebih dingin, dan paling tidak aku bisa duduk selama 45 menit perjalanan. […]
March 2nd, 2006 at 12:26 pm
harga na tuuu boeat kantong kering…..
emang shiiii nyaman n coooool
kalo bisa sih jangan di jkt doang…kota2 besar d jawa juga n kalo bisa sihhh d sumatera juga
March 3rd, 2006 at 3:25 pm
pemerintah harus bertindak tegas donk pada mobil2 pribadi yang selalu bikin macet jakarta.padahal kan dah ada bus way yang tidak akan membuat macet jalan,karena sudah mamiliki jalur sendiri. (kalo tidak bertindak tegas terhadap mobil pribadi berarti pemerintah pengecut)