Seminggu di Samarinda
Meneruskan postingan sebelumnya.
Selama seminggu di Samarinda, aku lebih banyak berada di dalam ruangan. Pagi hari jam 8 udah siap-siap ke ruang pertemuan, jam 10 coffe break, jam 12 sholat dan makan siang, jam 3 coffe break, jam 5 bubar. Berulang setiap hari, kecuali kalau jadwalnya ke lapangan.Dengan kegiatan diatas, tidak banyak yang bisa kulihat di Samarinda. Bahkan Sungai Mahakam yang hanya berjarak 400 meter dari mess tidak sempat dikunjungi di siang hari, tapi untunglah sempat satu kali acara yang dilakukan di seberang sungai, jadi sempat melihat Mahakam yang diterangi matahari.
Pemandanganku tiap pagi dan sore hanyalah Islamic Center yang masih dalam tahap pembangunan. Islamic Center ini berjarak sekitar 500 meter dari mess, memiliki 4 buah tower yang tingginya kurang lebih 100 meter, kata orang setempat bangunan ini lebih besar dari masjid Istiqlal Jakarta.

Malam-malam dilewati dengan mencari makanan di luar, berhari-hari aku mencari menu Ikan Patin, tapi selalu kehabisan. baru pada hari kamis malam aku berhasil mendapatkan Patin pertamaku. Wuih, beneran enak nih ikan yang katanya khas kalimantan.
Malam sebelum balik ke Jakarta, Gempur, seorang warga kampung id-gmail, berbaik hati dengan mengajakku berjalan-jalan keliling Samarinda. Minum ronde di tepian mahakam, belanja souvenir, sholat maghrib di Masjid Agung Samarinda, belanja amplang, dan juga diajak ke kantornya untuk sekedar ngejunk sebentar. Terimakasih Oom Gempur, mudah-mudahan aku bisa reply kebaikanmu.
Selamat tinggal Samarinda
Sabtu pagi, akhirnya Mazda E2000 membawa kami meninggalkan kota Samarinda menuju Balikpapan. Jalan yang terlihat lurus ketika berangkat, ternyata terasa berbelok-belok pada kecepatan tinggi. Hal ini cukup menyiksa, apalagi dengan perut kosong karena semua -kebetulan- kesiangan. Kondisi perut yang tidak nyaman ini membuat dua orang meminta istirahat dulu untuk sarapan, termasuk aku.
Sekian lama mencari warung makan, akhirnya ketemu sebuah warung di tengah hutan Soeharto. Sebuah warung ditengah pepohonan tinggi dengan label ‘Warung Banyuwangi’, di tengah warung terdapat TV yang memutar VCD cewek-cewek berpakaian mini joget-joget gak jelas dengan irama dugem. Sebenarnya ingin nonton sih, tapi aku lebih memilih fokus ke Indomie goreng, telo goreng, dan teh hangat. Matahari sudah cukup tinggi.
Bandara Sepinggan Affair
Dari ‘Warung Banyuwangi’ perjalanan masih sekitar 1.5 jam ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Tapi kondisi perut yang telah terisi membuat suasana terasa nyaman. Tak terasa kamipun tiba, boarding, antri nitip bagasi, dan masuk ruang tunggu.
Saat menunggu keberangkatan, beberapa gadis cantik mengedarkan angket seputar kenaikan tarif layanan bandara Sepinggan dari 15 ribu ke 30 ribu. Setelah mengisi angket, aku dibujuk-bujuk oleh senior-senior untuk foto bersama gadis pengedar angket. Dengan ‘terpaksa’ akupun mengajaknya foto bersama. Sambil membayangkan hukuman yang akan diterima bila sampai di Jakarta nanti.
Take Off
Jam 11.25 pesawat meninggalkan bandara Sepinggan. Selamat tinggal Kalimantan. Pulau dengan limpahan rejeki yang tiada terkira. Di atas tanah dipenuhi kayu-kayu hutan, bawah tanah dipenuhi batubara, gas dan minyak, untuk mengangkut disediakan sungai-sungai yang lebar terbentang. Bersyukurlah kalian yang tinggal di kalimantan.
Pemandangan terakhir pulau kalimatan yang kulihat adalah garis pantai Kalimantan dengan perahu nelayan yang sendiri.
—
Keterangan :
gambar 1 : Awan di atas mahakam, diambil dari atas jembatan mahakam
gambar 2 : Islamic Centar yang baru dibangun, dari jendela kamar
gambar 3 : hericz dan Gempur, di toko souvenir
gambar 4 : Warung banyuwangi, di tengah hutan soeharto
gambar 5 : hericz dengan gadis pengedar angket yang cantik, bandara sepinggan
gambar 6 : nelayan di garis pantai, dari seat 15E, LionAir
August 9th, 2005 at 4:54 pm
pertama reply (ikut nge-junk di blog nya herry)
August 9th, 2005 at 4:56 pm
gambar 5.
(hayoooo herry, selingkuhhhhh, tak jewerrrrrr)
August 9th, 2005 at 5:31 pm
posting ini gak menarik! ga ada amplang nyasar ke jokja!!!
huh!!!
August 10th, 2005 at 12:51 am
Pito mau di kemplang … ?????
Her … kemplang Pito …
Hukuman yang kamu terima, tidak ada apa-apanya dibandingkan kesediaan Wanita itu untuk ber pose bersama … kesempatan langka itu …
August 10th, 2005 at 1:20 am
ternyata samarinda itu bagus banget yah, lebih bagus dari jakarta sepertinya….
August 10th, 2005 at 2:40 am
ikan patin! jadi kangen sama pindang patin di rumah.
August 10th, 2005 at 3:53 am
hhhmmm…..
August 10th, 2005 at 4:31 am
#3. Luncurkan kemplang intercontinental ke arah pito !
August 10th, 2005 at 6:30 am
udah dihukum blom? dijewer aja buka mulutnya gede banget sih
entar kemasukan laler loh…
kasihan nasib cewek yang bawa angket itu… sial amat dia hari itu 
August 10th, 2005 at 7:24 am
her, gw nunggu skrinsot hukumannye aje deh…
hahahaha
August 10th, 2005 at 8:38 am
lihat foto #5 ngakak abis!foto #6-nya mana?
August 10th, 2005 at 7:26 pm
pasti foto #5 itu sengaja dipersiapkan, trus pas dah pulang, minta foto bareng cintah-nya, disuruh beradegan begitu.. memangnya ekting???
August 10th, 2005 at 8:21 pm
hahaha, poto #5 lucu abis. saya menunggu tulisan2 berikutnya nih
August 10th, 2005 at 11:27 pm
#12. Golda : Itu foto dijewer arsip lamaaaa… dan itu emang lagi dijewer beneran
Wadooow
#13 : OK Om ! nanti tinggal saya kirim formulir berlangganan dan nomer rekening saya :p
August 11th, 2005 at 6:33 pm
=))
gak bisa nahan ketawa pas liat potonya
=))
:: nunggu episode 2 ::
August 12th, 2005 at 2:07 pm
Heri kok dijewer? Dicekokin aja mbak!
August 13th, 2005 at 3:28 am
Selingkuh dot com
August 17th, 2005 at 6:46 am
Gadis pengedar angketnya diancam pakai apaan nih?
August 22nd, 2005 at 5:50 pm
#18, angketnya gak dibalikin sebelum foto bersama.. huahahaha..