30 September 2005

Tutorial Menambal Ban Motor II (habis)

Filed under: Tutorial — hericz @ 12:48 am

Pada postingan sebelumnya sudah dibahas cara membuka dan memeriksa penampakan kebocoran. Bagian kedua ini akan membahas bagaimana menambal, menutup kembali ban, serta beberapa tips saat ban bocor.

IV. Menambal
- Lepaskan push pin, bagian ban dengan penampakan kebocoran yang kita lihat pada langkah diatas kita beri nama Area Penampakan Bocor Diatas(APBD). Apabila terdapat lebih dari satu, tinggal diberi nama APBD I, APBD II, dan seterusnya. Jangan sampai ada kebocoran yang terlupakan.
- Bersihkan APBD dengan lap.
- Lingkarkan bagian APBD pada potongan kayu, gunakan texturizer untuk menggosoknya hingga bagian ini tidak halus lagi (gambar 1). Tekstur kasar ini berguna agar lem bisa merekat lebih baik..

Bersihkan

- Siapkan potongan ban bekas, jangan lupa diberi tekstur kasar juga. Selanjutnya Ban Bekas untuk Menambal ini kita sebut BBM.
- Oleskan lem pada kedua bagian (APBD dan BBM) (gambar 2), angin-anginkan sebentar (10-15 detik/sesuai selera).
- Tempelkan BBM ke APBD, tekan dengan kuat, beri pukulan kecil-kecil menggunakan batang kayu agar menempel dengan rata.
- Siapkan alat pemanas+penjepitnya, beberapa pakar menggunakan api sebagai alat pemanas, sedang pada contoh ini digunakan pemanas listrik. Alat ini bisa dibuat dari setrika bekas, sebenarnya setrika baru juga boleh asal istri benar-benar mencintai kita.
- Pasang bagian APBD yang sudah ditempel BBM pada penjepit, jangan lupa lapisi dengan alumunium foil, lalu putar agar tertekan dengan rata. (gambar 3,4,5).
- Hidupkan pemanas

Proses pembakaran agar tambalan menempel

Fase ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk pemanas dengan api, dan sekitar 3 menit untuk pemanas listrik.

- Matikan pemanas, lalu lepaskan ban dari penjepit. Satu tambalan sudah selesai.

Apabila terdapat lebih dari satu APBD, lanjutkan langkah-langkah penambalan pada APBD berikutnya. Jika sudah, baru lanjutkan ke langkah berikut.

- Pompa lagi ban dalam dengan kompressor, tidak perlu terlalu keras, cukup 1-2 psi saja.
- Periksa lagi dalam ember berisi air, apakah masih terdapat kebocoran, jika masih, terpaksa harus ulangi lagi langkah II. Jika tidak, lanjutkan ke langkah berikut.

III. Memasang Ban
- Kempeskan ban dalam.
- Masukkan ban dalam secara perlahan-lahan ke dalam velg, seperti biasa, mulailah dari bagian dop. Ini perlu didahulukan supaya dop tidak miring saat ban sudah dipompa.
- Masukkan ban luar ke alur velg, sedikit demi sedikit. Saat 2/3 bagian sudah dimasukkan, proses ini akan semakin susah. Gunakan cungkilizer untuk membantu memasukkan ban.
- Pompa ban lagi hingga tekanan ban cukup keras, gunakan kompressor.

Nah, proses menambal ban sudah selesai. Cukup panjang dan melelahkan memang.

Dan untuk kerja keras seperti itu, tukang tambal ban hanya mendapat imbalan 3000 rupiah, dan dia tidak mengeluh. Mengingat kerja keras dan jasa mereka yang begitu besar untuk pengguna jalan, aku jadi heran kenapa ada saja orang-orang yang meremehkan keberadaannya.

Yah, mungkin karena mereka hanya mainan kompressor yang berwarna merah, bukan kompressor SLK 230. What a material world!.

Tips saat ban bocor:
- Tetap tenang, segera cari tempat yang aman untuk berhenti di pinggir jalan.
- Periksa apakah ada paku/benda tajam yang masih menancap,Pasang standar tegak untuk memudahkan. Paku ini dapat merobek ban dalam jika tetap digunakan untuk berjalan untuk mencari tukang tambal ban. Tentu saja, jika ban sudah robek maka tidak bisa ditambal lagi.
- Lupakan usaha membuka peta atau buku petunjuk belanja untuk mencari lokasi tambal ban terdekat. Sadarlah dan segera lanjutkan ke langkah berikut.
- Tanyakan pada orang sekitar letak pakar tambal ban terdekat, jangan sampai kita berjalan berlawanan arah dari pakar tambal ban.
- Jangan mengendarai motor dalam keadaan ban kempes, tindakan ini dapat merobek ban dalam dan ban luar, serta dapat merusak velg yang mahal. Seperti halnya memelihara anjing, sekali-sekali motor perlu dimanjakan. Motor lagi pengin juga diajak jalan-jalan.
- Hidupkan mesin saat menuntun motor, gunakan gigi 2 atau 3 agar lebih ringan.
- Pakar tambal ban biasanya memasang logo ban digantung dengan tulisan melingkar “Tambal Ban Tubeless”. Kadang ditulis Cubles, Tubles, cubless, tergantung selera dan tingkat pendidikan ;) . Tak lupa, pastikan terdapat kompressor di depan workshopnya (gambar 6 dan 7).

Ciri-ciri pakar tambal ban

- Tanyakan pada pakar tambal ban kondisi ban kita, usahakan kita tahu bagian mana yang bocor dan tingkat keparahannya agar kita bisa bersiap-siap jika terjadi kebocoran lagi.
- Jika ternyata ban sudah tidak bisa ditambal dan terpaksa beli ban dalam baru, perhatikan bahwa untuk sepeda motor harganya sekitar 17-25 ribu sudah termasuk biaya pasang.
- Satu lagi, ingatlah posisi tukang tambal ban disaat motor sehat, terutama di jalan yang sering dilalui.

29 September 2005

Tutorial Menambal Ban Motor I

Filed under: Tutorial — hericz @ 12:42 am

*oleh-oleh dari yogya*

Setiap orang yang sudah cukup lama mengendarai motor pasti pernah mengalami yang namanya ban bocor, atau di yogya disebut “ke-ban-an”. Tentu saja ini bukan pengalaman yang menyenangkan, tetapi harus dihadapi dan dijalani dengan tenang.

Kemarin saat di Yogya, sempat juga kena ban bocor. Untunglah tak jauh dari tempat ban diindikasikan bocor cukup dekat dari lokasi pakar tambal ban. Segera aku dan kakakku meluncur ketempat praktek tersebut, sebuah tambal ban workshop di sebelah utara kampus IKIP/UNY Yogyakarta. Daripada nongkrong di luar, aku masuk ke ruang periksa dan memperhatikan bagaimana sang pakar beraksi.

Alat dan Bahan
- Kunci pas (gambar 1), untuk membuka dop ban (apapun namanya, maksudnya tonjolan logam tempat memasukkan udara ke dalam ban). Siapkan bersama alat-alat bengkel lainnya.
- Jugilatorâ„¢/Cungkilizerâ„¢ (gambar 2): untuk membuka/mencungkil/menjugil ban luar motor. (gambar 2).
- Ember, untuk memeriksa kebocoran ban. Pilih ember dengan mulut yang lebar
- Texturizer: untuk membuat tekstur kasar pada ban sebelum dilem, bisa menggunakan gergaji besi bekas.
- Alat pemanas + penjepit (gambar 3).
- Lem karet
- Push pin dan kain lap
- Penambal, gunakan potongan ban bekas berukuran sekitar 7×7cm. Potong ujung-ujungnya supaya tidak meruncing. Bagian meruncing mudah mengelupas jika digunakan untuk menambal.
- Kompressor

Alat yang diperlukan

Algoritma Tambal Ban
I. Persiapan
- Pasang standar tegak pada motor
- Cari benda asing yang menyebabkan kebocoran, apabila ada paku atau benda tajam, segera singkirkan.
- Buka terlebih dahulu dop ban dalam. Gunakan kunci pas untuk membuka penguncinya (gambar 4).

Membuka ban

II. Membuka Ban
- Selipkan cungkilizer diantara ban luar dan velg (gambar 5).
- Tarik cungkilizer ke arah luar hingga ban luar keluar dari velg (gambar 6), tahan jangan sampai lepas.
- Selipkan cungkilizer ke dua sekitar 10 cm dari cungkilizer pertama, tarik keluar seperti langkah sebelumnya
- Teruskan sampai kira-kira setengah ban keluar dari jalur velg, pada keadaan ini ban luar sudah bisa dikeluarkan dari velg. Tarik dengan kuat! (gambar 7).
- Keluarkan ban dalam, mulai dari bagian dop terlebih dahulu. Biarkan ban dalam menggantung dan terjepit diantara ruji-ruji dan shock breaker.

III. Memeriksa kebocoran
- Periksa ban dalam tersebut, apakah terdapat lubang yang tampak jelas oleh mata. Jika sudah sobek atau pecah sebaiknya beli ban baru saja. Jika lubang masih seukuran jarum atau tidak tampak, teruskan pada langkah berikutnya.
- Gunakan kompressor untuk memompa udara ke dalam ban, tidak perlu terlalu keras kira-kira 1-2 Psi saja.
- Dekatkan ember berisi air ke ban motor, dan mulai periksa ban dalam tersebut dengan cara mencelupkannya (gambar 8) .

Memeriksa kebocoran

- Untuk memudahkan orientasi awal dan akhir, mulailah pada bagian dop.
- Tekan ban dalam air, jika terdapat bagian yang bocor akan muncul penampakan gelembung air, jika tidak lanjutkan bagian sebelahnya.
- Jika ditemukan gelembung udara pertanda kebocoran, gunakan push pin sebagai tanda (gambar 9). Cobloskan saja pada bagian yang berlubang. Hati-hati, jangan sampai tembus ke bagian sebaliknya.
- Jangan berhenti saat sudah menemukan satu kebocoran, teruskan saja siapa tahu terdapat multiple-leak-occurences.
- Setelah selesai memeriksa dan menemukan titik-titik kebocoran, angkat ban dan keringkan dengan lap. Apabila dirasa terlalu lama, cukup keringkan pada bagian yang bocor saja. Ingat jangan sampai Push Pin terlepas.
- Untuk selanjutnya, Area disekitar munculnya penampakan bocor diatas kita sebut dengan APBD (Area Penampakan Bocor Diatas).

…bersambung.
berikutnya : Menambal, Memasang ban, dan Tips saat ban bocor.

26 September 2005

Nonton Indocomtech 2005

Filed under: Ragam, Teknologi — hericz @ 9:01 am

Sepulang dari Jogja, setelah beristirahat 2-3 jam sambil nonton Sinchan di RCTI, aku beranjak ke JHCC Senayan untuk mengunjungi pameran IndoComtech 2005. Ini adalah pameran yang katanya terbesar di Indonesia, dengan slogan “The Benchmark of IT Industri in Indonesia”. Pameran ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 21 sampai 26 September 2005.

Baru sekali ini aku nonton pameran komputer/IT di Jakarta, yang ternyata sangat berbeda dengan pameran komputer di Bandung. Di Bandung pameran komputer didominasi oleh toko-toko komputer lokal, penjual CD-CD software bajakan dan MP3.

Di Indocomtech ini, pemeran didominasi oleh vendor-vendor besar dunia IT. Tampak merk-merk besar seperti HP, Samsung, Sony, MSI, dan Apple mendominasi space yang tersedia. Sedangkan toko-toko yang menjual komputer ‘jangkrikan’ ditempatkan berderet di sisi kanan Hall.

Selain terdapat panggung musik, ada juga kuis-kuis yang dilakukan di tiap stand. Berbagai diskon menarik diberikan, bahkan stand Olympus menawarkan lelang kamera digital 4Mpixel dimulai harga 250ribu rupiah.

SPG
Satu hal yang tak asing lagi di ajang pameran tingkat nasional, masing-masing stand dijaga oleh SPG-SPG yang -sebagian- cantik. Pengunjung dipersilahkan berkomunikasi dengan SPG tersebut, tapi saranku sih tidak usah menanyakan tentang feature produk yang ditungguinya.

Di salah satu stand ada yang tidak mempunyai SPG, tetapi mengundang biduan joget sebagai gantinya. Bahkan diadakan kuis yang tidak ada IT-nya babar blas, kayaknya sih nama kuisnya ‘mengikuti joget biduan’. Jadi ada sang biduan joget-joget, terus pengunjung naik panggung dan ikut megal-megol.

—-

Persija
Keluar dari ruang pameran, di depan JHCC sedang rame-rame rombongan fans Persija menuju GOR. Berdandan aneh-aneh, naik di atap bis, berteriak-teriak sepanjang jalan. Potret romantisme pecinta olahraga. Hmm, kayaknya seru juga tuh.

22 September 2005

Hei, Senang deh Kalian Menikah

Filed under: Personal — hericz @ 7:12 am

Yeah, akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga

rofiqfii.comGood luck my friend(s)
Eh, Friend atau friends?
Ah, sama saja, kalian berdua temanku
Dan kalian sekarang jadi satu

Semoga kebahagiaan mendominasi bentangan jalan panjang kalian
Semua kebaikan -sakinah, mawaddah warrahmah- sudah di hadapan
Katanya sih tentram melebihi browsing dengan bandwidth yang unlimited
Makanya, jangan lupa kirim skrin-syut ke emailku, eh masih punya atau udah di delete?

Satu yang pasti
Gak usah telnet ke s.ee.itb.ac.id lagi
Terus chatting pake write, uh basi!
Web-based chat lebih mendingan
Saat port YM diblok admin jaringan

Segera pindah ke rumah baru, buat anak tiga, dua, atau satu
(katanya buat anak lebih mudah dari buat puisi gitu?)
Perdengarkan pada mereka puisi-puisi indahmu
Kalau minggu pagi ajak jogging di Sabuga atau Gasibu

Latih tangan mereka, paling nggak ajari bikin sampul yang keren
Boleh juga lho sedari kecil diajari bikin business plan
Urusan masakan yang bergizi sudah bukan masalah lagi deh kayaknya
Tapi ingat, ngajarin Oracle, UML, dan 8051 entar aja kalau sudah SMP atau SMA

Maaf, aku bisa mendoakan doang
Bahkan mungkin aku gak bisa datang
Gak bisa kirim bunga, kado, amplop, apalagi fotokopi bukti transfer antar bank

Satu dari ribuan pesan yang tersisa (sebagian masukin sampah)
Doakan aku juga dong ah
*lirik cintah*

Diposting untuk sahabat2ku rofiq dan fii yang akan menikah 24 September ini.
Btw, selamat juga buat sherief id-gmail yang akan menikah 1 Oktober 2005 ini.

link terkait:
- rofiqfii.com
- blog fajri
- blog katy99

Next Page »