Tutorial Menambal Ban Motor II (habis)
Pada postingan sebelumnya sudah dibahas cara membuka dan memeriksa penampakan kebocoran. Bagian kedua ini akan membahas bagaimana menambal, menutup kembali ban, serta beberapa tips saat ban bocor.
IV. Menambal
- Lepaskan push pin, bagian ban dengan penampakan kebocoran yang kita lihat pada langkah diatas kita beri nama Area Penampakan Bocor Diatas(APBD). Apabila terdapat lebih dari satu, tinggal diberi nama APBD I, APBD II, dan seterusnya. Jangan sampai ada kebocoran yang terlupakan.
- Bersihkan APBD dengan lap.
- Lingkarkan bagian APBD pada potongan kayu, gunakan texturizer untuk menggosoknya hingga bagian ini tidak halus lagi (gambar 1). Tekstur kasar ini berguna agar lem bisa merekat lebih baik..
- Siapkan potongan ban bekas, jangan lupa diberi tekstur kasar juga. Selanjutnya Ban Bekas untuk Menambal ini kita sebut BBM.
- Oleskan lem pada kedua bagian (APBD dan BBM) (gambar 2), angin-anginkan sebentar (10-15 detik/sesuai selera).
- Tempelkan BBM ke APBD, tekan dengan kuat, beri pukulan kecil-kecil menggunakan batang kayu agar menempel dengan rata.
- Siapkan alat pemanas+penjepitnya, beberapa pakar menggunakan api sebagai alat pemanas, sedang pada contoh ini digunakan pemanas listrik. Alat ini bisa dibuat dari setrika bekas, sebenarnya setrika baru juga boleh asal istri benar-benar mencintai kita.
- Pasang bagian APBD yang sudah ditempel BBM pada penjepit, jangan lupa lapisi dengan alumunium foil, lalu putar agar tertekan dengan rata. (gambar 3,4,5).
- Hidupkan pemanas
Fase ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk pemanas dengan api, dan sekitar 3 menit untuk pemanas listrik.
- Matikan pemanas, lalu lepaskan ban dari penjepit. Satu tambalan sudah selesai.
Apabila terdapat lebih dari satu APBD, lanjutkan langkah-langkah penambalan pada APBD berikutnya. Jika sudah, baru lanjutkan ke langkah berikut.
- Pompa lagi ban dalam dengan kompressor, tidak perlu terlalu keras, cukup 1-2 psi saja.
- Periksa lagi dalam ember berisi air, apakah masih terdapat kebocoran, jika masih, terpaksa harus ulangi lagi langkah II. Jika tidak, lanjutkan ke langkah berikut.
III. Memasang Ban
- Kempeskan ban dalam.
- Masukkan ban dalam secara perlahan-lahan ke dalam velg, seperti biasa, mulailah dari bagian dop. Ini perlu didahulukan supaya dop tidak miring saat ban sudah dipompa.
- Masukkan ban luar ke alur velg, sedikit demi sedikit. Saat 2/3 bagian sudah dimasukkan, proses ini akan semakin susah. Gunakan cungkilizer untuk membantu memasukkan ban.
- Pompa ban lagi hingga tekanan ban cukup keras, gunakan kompressor.
Nah, proses menambal ban sudah selesai. Cukup panjang dan melelahkan memang.
Dan untuk kerja keras seperti itu, tukang tambal ban hanya mendapat imbalan 3000 rupiah, dan dia tidak mengeluh. Mengingat kerja keras dan jasa mereka yang begitu besar untuk pengguna jalan, aku jadi heran kenapa ada saja orang-orang yang meremehkan keberadaannya.
Yah, mungkin karena mereka hanya mainan kompressor yang berwarna merah, bukan kompressor SLK 230. What a material world!.
Tips saat ban bocor:
- Tetap tenang, segera cari tempat yang aman untuk berhenti di pinggir jalan.
- Periksa apakah ada paku/benda tajam yang masih menancap,Pasang standar tegak untuk memudahkan. Paku ini dapat merobek ban dalam jika tetap digunakan untuk berjalan untuk mencari tukang tambal ban. Tentu saja, jika ban sudah robek maka tidak bisa ditambal lagi.
- Lupakan usaha membuka peta atau buku petunjuk belanja untuk mencari lokasi tambal ban terdekat. Sadarlah dan segera lanjutkan ke langkah berikut.
- Tanyakan pada orang sekitar letak pakar tambal ban terdekat, jangan sampai kita berjalan berlawanan arah dari pakar tambal ban.
- Jangan mengendarai motor dalam keadaan ban kempes, tindakan ini dapat merobek ban dalam dan ban luar, serta dapat merusak velg yang mahal. Seperti halnya memelihara anjing, sekali-sekali motor perlu dimanjakan. Motor lagi pengin juga diajak jalan-jalan.
- Hidupkan mesin saat menuntun motor, gunakan gigi 2 atau 3 agar lebih ringan.
- Pakar tambal ban biasanya memasang logo ban digantung dengan tulisan melingkar “Tambal Ban Tubeless”. Kadang ditulis Cubles, Tubles, cubless, tergantung selera dan tingkat pendidikan
. Tak lupa, pastikan terdapat kompressor di depan workshopnya (gambar 6 dan 7).
- Tanyakan pada pakar tambal ban kondisi ban kita, usahakan kita tahu bagian mana yang bocor dan tingkat keparahannya agar kita bisa bersiap-siap jika terjadi kebocoran lagi.
- Jika ternyata ban sudah tidak bisa ditambal dan terpaksa beli ban dalam baru, perhatikan bahwa untuk sepeda motor harganya sekitar 17-25 ribu sudah termasuk biaya pasang.
- Satu lagi, ingatlah posisi tukang tambal ban disaat motor sehat, terutama di jalan yang sering dilalui.
Satu hal yang tak asing lagi di ajang pameran tingkat nasional, masing-masing stand dijaga oleh SPG-SPG yang -sebagian- cantik. Pengunjung dipersilahkan berkomunikasi dengan SPG tersebut, tapi saranku sih tidak usah menanyakan tentang feature produk yang ditungguinya.
Keluar dari ruang pameran, di depan JHCC sedang rame-rame rombongan fans Persija menuju GOR. Berdandan aneh-aneh, naik di atap bis, berteriak-teriak sepanjang jalan. Potret romantisme pecinta olahraga. Hmm, kayaknya seru juga tuh.
Good luck my friend(s)