Jalan-jalan ke Planetarium TIM
Barusan lihat-lihat foto hasil jepretan pas jalan-jalan minggu lalu dan jadi ingat kalau Sabtu kemarin aku pergi ke planetarium di Taman Ismail Marzuki. Iya iya, belum jadi ke pantai.
Singkat cerita kami pergi ber-empat: aku, cintah, adikku yang kebetulan lagi di Jakarta, dan teman kuliah/kos waktu di bandung, Bastian. Naik angkutan ke TIM cukup mudah, dari Kebon Sirih (ujung Jalan Sabang) naik 502, langsung turun di depan TIM.
Begitu masuk TIM, karena baru pertama kali, langsung mengikuti keramaian, ke bagian belakang dulu. Ternyata di belakang sedang ada lomba, aku tidak memperhatikan itu lomba apa. Terlanjur di belakang, kami terus lihat-lihat Galeri Deklamasi, isinya buku-buku lama, tapi bukunya bagus-bagus lho. Tapi mengingat di rumah masih bertumpuk buku yang belum terbaca, ya harus menahan diri.
Setelah bosan lihat-lihat buku, dan adikku juga mulai komplain”ngapain sih di sini?gak jelas”, hehe, aku memang ndak ngasih tahu dari awal kalau mau masuk planetarium. Ya sudah, langsung tak ajak masuk ke planetarium. Kebetulan jadwal pertunjukan tinggal beberapa menit lagi, aku langsung antri tiket, adikku tidur di kursi tunggu.
Hanya menungu beberapa saat setelah dapat tiket, pintu sudah dibuka, dan kami segera masuk ke ruang pertunjukan.
Kubah putih
Wow, sebuah ruangan berbentuk kubah besar, diameter kira-kira 30 meter, mungkin lebih. Atap ruangan tampak putih bersih, dengan garis-garis bujur dan lintang yang tampaknya cukup presisi. Di tengah ruangan teronggok sebuah proyektor berbentuk bola berwarna biru, berdiameter sekitar 1 meter, ada tulisan “Carl Zeiss” di bagian bawah, dengan banyak lensa-lensa di kulitnya. Kursi-kursi penonton, yang tampaknya didesain untuk posisi tidur, berjajar di seluruh ruangan. Dan yang cukup terasa adalah rasa dingin yang menusuk tulang (dalam arti yang sebenarnya), pertanda Air Conditioner diset tanpa mengindahkan aturan hemat energi.
Kursi-kursi segera penuh penonton tua dan muda, beberapa orang tampak foto-foto, beberapa yang lain mengacung-acungkan handycam, tapi tak lama. Lampu dimatikan, pertunjukan dimulai. Atap kubah menghilang, berubah menjadi langit malam yang penuh dengan bintang-bintang. Bulan purnama tampak baru terbit di sebelah kiri. Pembawa acara memberi narasi mengenai apa yang ada di ‘langit’ tersebut.
Ditunjukkan satu-persatu posisi rasi bintang, lengkap dengan simbol-simbolnya. Bahkan posisi bintang pun ikut bergerak perlahan seiring perjalanan waktu. Jadi ditunjukkan posisi bintang dari setelah matahari terbenam, sampai matahari terbit lagi. Tentu saja waktunya dipercepat karena waktu pertunjukan hanya 1 jam. Posisi matahari untuk berbagai posisi lintang, gerak semu harian bintang, dan gejala-gejala astronomi lainnya juga dijelaskan dengan animasi.
Sampai lampu dinyalakan lagi, aku benar-benar terhanyut, seperti halnya anak-anak kecil yang duduk mengelompok di bagian lain ruangan. Yah, bagaimanapun sebenarnya aku sudah tahu -hampir- semuanya, dari SMP dan SMA juga sudah diajarkan.
Kenangan Bersama Cintah
Satu hal yang paling mengesankan adalah pada saat bintang-bintang diproyeksikan ke langit-langit kubah. Mereka sungguh tampak begitu nyata, begitu cantik berkilauan di langit. Aku jadi teringat dulu waktu masih di Bandung, sekali-dua kali bersama cintah pergi ke suatu tempat di Dago untuk memandang langit malam. Berdua menikmati bulan purnama, bintang-bintang, night-landscape kota Bandung, dan angin malam yang dingin, ditemani roti bakar yang dibeli di Pasar Simpang.
September 9th, 2005 at 1:27 pm
duile….. kenangan bersama cintah memandang bintang-bintang… hehehe… romantis banget (bukan romantis = rokok makan gratisan)
eits,… saya mah cuman kenangan bersama cintah memandang misbar,… pas gerimis pas bubar… bhuahahahha
September 9th, 2005 at 1:45 pm
jadwal planetarium bisa liat di mana ya her?
September 9th, 2005 at 2:22 pm
mas..mas… mau beli teh botol?
September 9th, 2005 at 2:25 pm
1 okt ke planetarium yukkkkk….
iyo..iyo… pancen ndeso aku, aku durung tau mrono…hihihiih… podo wae aku yo durung tau neng puncak Monas….!!!
September 9th, 2005 at 3:17 pm
gelep-gelepan ya her?
September 9th, 2005 at 4:02 pm
MAU DONGG.. dari dulu gw pengen banget ke planetarium tapi sampe sekarang belom kesampean juga..
(
September 10th, 2005 at 11:00 am
#2. Jadwal planetarium ditempel di depan loketnya
, tiap hari ada 4-5 kali pertunjukan kok. Dateng aja om
September 10th, 2005 at 11:37 am
aku kon komentar opo nang kene her? ha? haa?? haa??? eh.. planetarium iku nonton wong-wong planet? kok gak ngoco wae? hihihihi *ngacir*
September 10th, 2005 at 2:42 pm
saya barusan dikirimi jadwalnya
bekal rekreasi nantik
auk ah, gelap
September 10th, 2005 at 3:48 pm
wah senengnya si kriwil.. wakakakkakaka
September 10th, 2005 at 10:51 pm
eh, didats belom kesana…
kapan yak..
nanti deh..
September 10th, 2005 at 11:10 pm
Her…Mo tanya ajah…pernah ke museum Fatahillah gak?
Kalo kau blompernah kesono,…banyak scene bagus buat moto-moto,…jangan lupa bawa tripod,next week gw mo poto ama CaIst gw buat undangan
September 11th, 2005 at 2:49 am
wahh, malu sayah, udah bertaun2 idup, tapi blm ke planetarium. haks haks, pengen ahhhh ^__^
September 11th, 2005 at 2:11 pm
wihhhhhhh jadi pengen ke planetarium juga neh…hmm asikkali yah, kalau camdig nya bisa buat jepret bintang-bintang di sana….aku pengeen venussss……
hehe her her….salah buat cintah :wink
September 11th, 2005 at 8:48 pm
bulan purnama? gag berubah jadi manusia serigala kan her?
September 12th, 2005 at 4:35 pm
ajak cintah kesana ah.. berdua (gak mau ber4)
September 12th, 2005 at 9:25 pm
dulu di tahun 92 pernah ke sana, dapat tugas sambil study tour. aseli bagus banget tempatnya! *mengenang saat sma*
September 13th, 2005 at 12:55 am
romantis bener ini orang
September 13th, 2005 at 8:34 am
hm…aku ngerti…aku ngerti… jadi inti postingan ini adalah.. “Roti bakar di pasar simpang”
September 13th, 2005 at 12:34 pm
waaaaaa, jadi pengen ngajak bini juga ke situ….
September 13th, 2005 at 6:51 pm
emang kenapa kalo ke pantai? mau ngikut2 didats & suster?\
btw di sini boleh ngejunk kan
September 13th, 2005 at 6:51 pm
pas section Adegan Bersama Cintah mirip di pelem Soe Hok Gie. plus diiringi simponi merdu nikmat dan getir cinta dari para kodok di sekitar situ…
May 8th, 2007 at 3:27 pm
Mas…mas…,planetarium toilet-nya jorok gak?(gak penting yah?)wekekkekek…
November 13th, 2008 at 10:23 am
otti2×0ljcdyk33l