Salmonella Typhi O: 1/320
Beberapa hari ini badanku terasa demam, terutama kalau malam sehabis buka puasa. Begitu demamnya, sampai-sampai badan terasa dingin sampai aku males mandi. Sebenarnya aku memang selalu males mandi nding.
Sabtu malam, sehabis pulang dari acara buka bersama (lagi?) iseng-iseng kuperiksa suhu tubuhku sendiri dengan menjepitkan termometer ke pangkal lengan. Ternyata suhu ketiakku, sebagai representatif suhu badan, terukur 38 derajat celsius, angka yang cukup tinggi. Pantesan badan kok rasanya menggigil, penginnya jaketan, krukup selimut, dan ngringkel di depan tivi.
Kondisi ini di perparah saat aku mencoba makan nasi, rasanya kok tidak enak dan agak-agak sakit di mulut dan tenggorokan. Di acara buka bersama, nasi dus dari rumah makan Sederhana (yang menu dan harganya nggak sederhana itu), hanya sekitar 68% yang berhasil di download ke jaringan ususku *halah*. Sudah ku paksa-paksa masuk ke mulut tetapi malah mual. Tanpa melupakan anak-anak yang kelaparan di Afrika, Timur Tengah, dan Sukabumi, dengan sadar aku buang sisa makananku.
Setelah konsultasi kesehatan dengan Wawan, temanku yang baru sembuh dari tipus, aku disarankan untuk periksa ke dokter sekaligus cek darah. Kebetulan rumah temenku ini dekat dengan Rumah Sakit.
Minggu pagi, seusai nonton sinchan tentunya, Wawan mengantarku ke Rumah Sakit. Setelah mendaftar dan menunggu beberapa lama, akhirnya tiba giliranku diperiksa Dokter.
Cek Darah
Seperti saran wawan, dokter menyarankan aku untuk cek darah. Kalau dihitung-hitung, sampai sekarang aku baru kali ini cek darah. Ketika jarum suntik menusuk lenganku dan darahku mulai masuk ke tabung suntik, diam-diam aku bersyukur. Ternyata darahku warnanya merah, bukan hitam seperti yang diperkirakan orang-orang. *fiuuh lega*
Rasa lega tidak berlangsung lama.
Lembar hasil tes darah sudah tidak asing bagiku, beberapa waktu lalu aku setiap hari menatap lembar yang sama saat menunggu Wawan yang opname karena tipus. Karena itu, aku langsung njujuk bagian bawah untuk melihat angka-angka penting.
Trombosit : 209 ribu/ul, normalnya 150-450 ribu/ul.
Salmonella Thypi 0 : 1/320
Salmonella Paratyphi AO : 1/160
Salmonella Paratyphi BO : 1/80
Masya Allah, kena tipus nih badanku.
Setelah mendiskusikannya dengan wawan, lembar ini segera ku serahkan ke dokter yang memeriksaku.
Hasil cek darah, analisa dokter, analisa Wawan, dan analisa cintah kurang lebih sebagai berikut:
- Positif kena tipus
- Trombosit masih normal, normal tapi rendah (209 ribu/ul)
- Yang bikin sakit saat makan itu sariawan alias lumpangen
- Rambutku sudah gondrong dan derajat kriwilitasnya sangat tinggi
Untuk tipusnya, dokter memberi pilihan rawat inap atau rawat jalan. Aku pilih rawat jalan-jalan.
Untuk sariawan atau lumpangen, kata orang jawa sih obatnya gampang, cukup ditutul pake alu. Tapi hari gini dimana nyari alu? Karena susah, aku pilih mengkonsumsi vitamin C saja.
Untuk rambut yang gondrong dan kriwil, aku disarankan potong rambut, atau rebonding. *duh*
Untuk itu, mungkin beberapa hari ini aku harus bersantai beristirahat dan nggak ngantor. Online masih bisa sedikit-sedikit pake IM3 walau agak mahal. Meskipun nggak ngantor, dan praktis nggak pergi kemana-mana, aku akan berusaha mandi teratur. Hal ini perlu supaya ketiakku tetap menjadi representatif suhu badan saja, tidak merangkap sebagai representatif bau badan.
Kalau ada yang kurang kerjaan dan baca tulisan ini, tolong doakan aku cepat sembuh yah.
Singkat cerita, kami berlima sudah berada di depan studio. Hampir saja gak jadi nonton karena TERNYATA gak ada yang punya tiket. Acara sudah dimulai sekitar 10 menit dan kita berlima masih berputar-putar di luar studio. Tapi syukurlah staff ANTV berbaik hati -mungkin iba- melihat kami berputar-putar gak jelas, dan mempersilahkan kami masuk, tanpa tiket.
Dibanding Dewa dalam Star on Stage bersama kemarin, Sheila on 7 kali ini tampak lebih mempersiapkan diri dalam segi skenario panggung. Di sela-sela lagu, satu demi satu mereka bercerita tentang kisah-kisah lucu, mengharukan, maupun menyedihkan yang -katanya- mereka alami sendiri. Duta yang menceritakan kepecundangannya saat masih kecil, adam yang bercerita tentang betapa dia mudah menangis kalau mendapat cerita sedih, dan seterusnya.
Saat melihat hasil foto yang tajam dari sebuah kamera digital, biasanya orang akan bertanya “Wah,berapa megapixel nih?”. Pertanyaan ini cenderung slaah kaprah karena ukuran sensor tidak memiliki relevansi yang erat dengan ketajaman gambar. Bagian kamera yang sangat berpengaruh pada ketajaman hasil adalah lensanya. Sekedar info, resolusi 


Ikatan yang terjalin saat kuliah adalah salah satu ikatan yang susah untuk dilupakan. Kita yang dulu sering berkumpul dalam satu
Dua hari setelah buka bersama teman kuliah, senin kemarin aku kembali
Lha yang terakhir ini, acara BuBar yang lumayan kelas berat. Bersama sekitar 400 alumni