Wanita, Kuis, dan Mawar
Lama kelamaan aku heran setelah menyadarinya. Setiap majalah wanita selalu menyediakan rubrik kuis kepribadian. Kuis-kuis ini dapat ditemukan di majalah Aneka, Kawanku, Femina, Cita&Cinta, tapi tidak ada di AutoBild, Chip Foto Video, PC-Media, ataupun majalah Bobo sekalipun.
Sepertinya feature ini adalah syarat wajib sebuah majalah wanita.
Apakah anda wanita introvert atau ekstovert?”
“Kamu mandiri, atau anak mami?”
“Hidupmu sehat atau tidak?”
“Anda tipe Inner beauty atau Outer beauty?”
Belasan pertanyaan, lengkap dengan pilihan ganda, biasanya pilihannya cuma 3. Di akhir kuis terdapat ‘kunci jawaban’, hasil penilaian atas jawaban kuis tersebut, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk kondisi kepribadian yang bersangkutan. Aneh menurutku.
Teka-teki Mawar
Berdasarkan studi literatur dan sejarah *halah*, wanita suka sekali diberi bunga, terutama mawar. Anehnya, mereka tidak suka diberi bunga plastik, yang tak kalah cantiknya, lebih mahal, dan awet luar biasa. Bunga kertas juga awet tidak seperti bunga mawar yang layu setelah 2 atau 3 hari saja.
Usut punya usut, -katanya sih- memang itu yang diinginkan wanita. Dengan mawar yang layu dalam waktu kurang dari satu minggu tersebut, sang pria mempunyai kewajiban untuk memberi lagi bunga mawar yang masih segar seminggu kemudian. Sekuntum mawar yang segar. Sekuntum bunga yang menyegarkan kembali rasa cinta. Refresh!.
Kuis harian
Kegemaran wanita akan kuis, rupanya membuat pria terkena dampaknya. Dari cerita teman-teman yang sudah punya pacar ataupun istri, ada keseragaman kuis-kuis harian yang didapatkan.
“Mas, kamu sayang nggak sama aku?”
“Kamu kangen nggak?”
“Kalau aku gendut, kamu masih cinta aku nggak?”
“Kalau si *nama-wanita* cerai, apa kamu bakal ninggalin aku dan ngejar dia?”
“Aku cantik nggak?”
Di akhir pertanyaan-pertanyaan tersebut, mungkin wanita menghitung skor pasangan dan membuat nilai kuis. Kalau skornya rendah, biasanya akan diberi ‘pertanyaan bonus’ : “Kalau begitu kita putus saja ya?”. Jawaban yang tepat sangat diperlukan di bagian ini. Serius!.
Pertanyaan-pertanyaan ini diulang-ulang terus. Setiap bulan, setiap minggu,atau bahkan setiap hari. Jawabannya tentu saja selalu sama. Harus sama kalau tidak ingin mendapat ‘pertanyaan bonus’. Katanya lagi, ini karena wanita suka menyegarkan kembali. Seperti halnya bunga mawar setiap minggu. Refresh!.
Kalau ada wanita yang membaca ini, ketahuilah bahwa kuis-kuis itu sungguh membosankan. Eh, tapi rasa bosanku hilang saat melihat wajahmu yang menjadi cerah, senyum yang mengembang saat kuberikan jawaban yang sama. Sama seperti jawabanku kemarin, minggu kemarin, tahun kemarin.
Pernah suatu kali -via telpon- iseng aku menjawab “Ingin jawaban jujur atau jawaban yang menyenangkan?”. Telpon langsung ditutup. Aku nggak nyobain lagi, mungkin kapan-kapan.
Tragedi kuis
Beberapa hari yang lalu, aku kembali mendapatkan ‘kuis mendadak’ seperti itu via telpon. Kali ini bukan berupa pertanyaan,tapi berupa ’soal cerita’ dimana aku harus bertindak atas soal tersebut. Karena pikiranku sedang memikirkan hal lain, aku gagal, termasuk di ‘pertanyaan bonus’. Kegagalan yang sungguh fatal, sampai-sampai the cintah membuat keputusan yang membuat sakit kepala, nyut-nyutan. Tapi namanya juga laki-laki, kalau ditanya “Kowe ra popo her?” pasti jawabku “Aah, nggak papa, santai sajah, paling gitu thok”. Padahal…
Mungkin hanya karena rasa cinta yang begitu dalam *gubrak*, akhirnya aku kembali bersamanya. Kemarin aku sudah bisa nonton pameran buku bareng lagi. Memilih dan menawar buku-buku Seno Gumira Ajidarma, bersahut-sahutan meminta bonus saat memborong Winnetou-nya Karl May 3 seri sekaligus, berdebat memutuskan buku Umar Kayam mana yang akan dibeli kali ini. Tak lupa kembali aku bilang “nggak papa” saat dia membawa sekantong kresek komik, isinya sekitar 10 biji, dan bilang “Aku borong komik lagi gak papa kan?”.
Eh, sepertinya pertanyaan terakhir ini juga sudah ditanyakan puluhan kali.
–
gambar diambil dari http://web.syr.edu/ without permission

