15 December 2005

Tidak Sempat atau Tidak Menyempatkan Diri?

Filed under: Personal — hericz @ 10:05 pm
Anggrek

Punya blog itu menyenangkan. Aku bisa tuliskan apa yang ingin kita tuliskan, entah itu benar atau salah menurut orang lain. Hal yang penting adalah, suatu saat nanti aku jadi tahu betapa bodohnya aku saat menulis tulisan ini, atau betapa briliannya aku pada tanggal ini. Sekaligus bisa mengingat bagaimana mood saat membuat tulisan ini, yang mungkin berbeda dengan beberapa jam setelah aku klik publish.

Sudah seminggu lebih aku nggak posting di blog, padahal aku sudah menulis banyak hal di teks editor kesayangan, UltraEdit. Dari catatan perjalanan ke Taman Anggrek Indonesia Permai di kawasan TMII yang lengkap dengan foto-foto anggreknya, sampai catatan perjalanan ke Bandung akhir pekan kemarin dimana aku sempat kopdar dengan sahabat-sahabat id-gmail, teman-teman kuliah, dan juga dengan anak-anak blogfam. Tentu saja, lengkap dengan skrinsyut. (Ingat, tanpa skrinsyut adalah basbang!).

Tulisan yang berkaitan dengan kejadian, seperti kopdar, sebaiknya dipublish secepat mungkin. Kalau sudah 2 hari terlewat maka akan sudah menjadi Basbang To The Maxâ„¢. Maka walaupun sudah tertulis rapi disertai skrinyut, kalau sudah lewat waktunya biasanya akan kusimpan dalam hardisk saja. Untuk tulisan tentang Taman Anggrek, aku rasa masih ngambang, nggak ada data-data yang valid, jadi males menyelesaikan. Bahkan nama anggrek pada gambar diatas pun aku nggak tahu namanya.

Selain itu, masih banyak hal lagi yang ingin dituliskan, mulai dari kasus pencokokan blogger yogya, kelaparan di Papua, Tol Cipularang yang baru sekali aku lewati, pameran buku, pembaca blog yang protes soal postingan jaman dulu, dan tentang rambutku yang sudah kriwil-kriwil tapi mesra ini.

Ada lagi tentang aggregator merdeka.or.id yang sekarang open subscription (ayo buruan submit!), tentang wikiGajah yang makin lengkap dan semakin teratur, halaman flickr-ku yang baru, dan lagi-lagi tentang rambutku yang kriwil-kriwil tapi kribo ini.

Semua itu masih melayang-layang di kepala, belum diketik. Tapi aku tidak punya cukup waktu, alias tidak sempat. Entah tidak sempat atau tidak menyempatkan diri.

Yang jelas, deadline harus ditepati, dengan atau tanpa hiatus.

12 Responses to “Tidak Sempat atau Tidak Menyempatkan Diri?”

  1. gravatar fahmi jelek Says:

    dan posting ini disempat2kan dipublish demi menjaga frekuensi ngeblog ya her? hehee

  2. gravatar kerispatih lover Says:

    oot : so udah apal lagunya kerispatih demi bisa romantis pak? huihihihi

  3. gravatar ti2n Says:

    baru seminggu lebih nggak update?
    *halah*
    aku aja yang udah setengah bulan lebih masih adem ayem aja..hihihihi :P

  4. gravatar didats Says:

    mesra katamu?
    hayah!

  5. gravatar doeljoni Says:

    deadline or die !

    ** do not hiatus, just hibernate mode **

    :D

  6. gravatar jesie Says:

    mana janji mu posting soal kamera? mana…mana???

  7. gravatar andry Says:

    kriwil mesra ?

    * HOAX *

  8. gravatar aldi Says:

    ya saya?™

  9. gravatar frozi Says:

    osama!

  10. gravatar Di Says:

    wis Her, ga usah men-ngenyek ngono to soal psotingan yang udah kelewat tanggal…wis rasa di bahas ngono to

    *jambakin rambut heri yang kriwil-kriwil* mesra ??? dihhh

    mesti ada kutunya nih

    mlayuuu ah

  11. gravatar hericz Says:

    Hihihi.. kayaknya ” kriwil tapi mesra” bukan kalimat yang sesuai EYD yah.

  12. gravatar 'ka Says:

    i always find it interesting to see someone who’s very into blogging… or anything to do with virtual world…

Leave a Reply