18 January 2006

Playboy Indonesia : Seni Berbisnis Barang Seni

Filed under: Ngedumel — hericz @ 5:32 am

Kelinci UculKatanya, tiap jenis bisnis itu ada seninya sendiri-sendiri. Bisnis komputer ada seninya sendiri, jual rumah ada seninya, apalagi jual barang seni. Beberapa orang mempermudah kata ’seni berbisnis’ ini dengan kata marketing.

Bisnis barang seni, kenapa tidak?
Jaman sekarang nilai pemahaman seni konsumen bergerak naik. Jual motor motor aja pake “Striping yang sporty!”, padahal nggak bikin tambah irit bensin.

Aku yakin semua laki-laki -termasuk aku- suka melihat wanita cantik, apalagi dengan pose yang ‘nyeni’. Hanya kepatuhan (dan pemahaman) pada nilai-nilai moral dan agama saja yang membuat reaksi masing-masing berbeda. Ada yang menikmati dan ada yang menjauhi. Ingat, menjauhi bukan berarti tidak suka. Laki-laki sepertinya ditakdirkan iri melihat tubuh wanita, kalau istilah psikolog ancur : Susu Envyâ„¢. (lihat juga penis envy).

Karena wanita memang makhluk yang indah dan nyeni, wanita dan ‘pose nyeni’-nya bisa ditempelkan pada produk-produk yang mau dijual. Apapun itu: mobil, kipas angin, kacang atom, motor, minuman vitamin C, oli, bahkan pompa air. Musik jaman sekarang pun, video klipnya nggak afdol kalo nggak pasang pose wanita ‘nyeni’. Apalagi video klip Hip Hop borjuis yang sering diputer di MTV.

Daripada Jual Roti Kacang, Mending Jual Kacang
Mungkin karena banyak produk-produk yang ditempeli ‘pose nyeni’ jadi tambah laris, banyak pengusaha yang berpikir “Ini jual roti ditambah kacang sedikit aja laris, gimana kalau aku jual kacang sekalian”.

Sejak SMA, aku memperhatikan banyak sekali majalah-majalah ‘Seni Kemolekan Tubuh Wanita” yang beredar di lapak-lapak koran dekat sekolahan. Ada banyak majalah, dari yang murahan sampai yang mahal, dari yang kertasnya burem sampai yang kertas glossy kinclong-kinclong. Jadi, pas lihat-lihat majalah komputer, kadang-kadang lirik-lirik sambil berbisik ke teman di sebelah “eh, itu memang bisa kayak gitu yah?” *sambil ngelap iler*.

Itu jaman ketika aku masih malu-malu kalau melihat cewek yang tali bra-nya kelihatan keluar dari krah kaosnya. Kalau lihat cewek pakai tanktop mungkin langsung pingsan dan mimisan.

Seni Berpolitik dan Menghadapi Massa
Coba kita lihat, berapa banyak persen pameran lukisan yang dikerumuni penonton (yang ada anjasmara dihitung juga boleh). Berapa majalah seni yang mati dua tahun terakhir ini, tapi lihat juga berapa banyak majalah ‘nyeni’ yang tumbuh subur. Ya ya ya, sex dan erotisme adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

Bulan Maret ini, direncanakan Playboy Indonesia akan terbit. Suka atau tidak, DPR tidak punya kewenangan untuk melarang penerbitannya, bahkan Dewan Pers aja gak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan penerbit sudah memiliki ijin penerbitan. “Masalah dosa kan urusan personal ama Tuhan”. Yoih, yang penting penjualan lancar. Jual beli VCD bokep di Glodok aja gak ada yang nangkep kok, lagipula ini kan “Majalah Gaya Hidup Lelaki Modern”.

Sementara itu, biarkan satu pihak mendebat pihak lain tentang batasan Pornografi dan pornoaksi, sambil kita tunggu mereka juga memberi batasan tentang batasan ‘nyeni’ dan ‘nggilani’. Tapi ingat saudara-saudara. Bagaimanapun, betapapun, indahnya kata-kata yang akan dilontarkan oleh pendukung penerbitan kontroversial ini, adalah kata-kata yang bertumpu pada bisnis. Kalau basa enggresnya “Nothing personal, just business”. Milyaran rupiah berputar disini.

Mendengar kata-kata indahnya aku sadar, tampaknya mereka para penerbit sudah jago betul seninya berjualan barang ‘nyeni’.

29 Responses to “Playboy Indonesia : Seni Berbisnis Barang Seni”

  1. gravatar lita Says:

    ya… dengan arti seni yang suka-suka mereka. huh! ngeles kok gak kreatip

  2. gravatar irayus Says:

    Klo aku sh nggak terlalu menyukai seni yang memakai tubuh manusia, apalagi tubuh cowok. Menurutku klo ada fotografer, pelukis dan artis (bukan selebritis) yang “hanya bisa laku” hanya dan hanya jika memakai tubuh manusia sebagai objeknya, maka itu sangatlah tidak kreatif.

    Cowok emang seharusnya iri pada semua yang dimiliki cewek, bukan hanya tubuhnya…*meletin herry*

  3. gravatar achedy Says:

    Ditengah kegoblogan saya itu saya berfikir :
    peminum miras ditangkepi, tapi pabriknya diizinin. Ustadz dan orang tua diminta memperhatikan pendidikan anak tapi majalah porno malah diizinin.

    Kalau ditanya apakah kau suka pornografi, tentu saja suka. Kalau nggak, masak sampai punya anak :). Lha agar semuanya berjalan sesuai orbitnya, maka sebenarnya dibuatlah norma dan aturan.

    Lalu ada yang ngatain, lha kalau u menolak u munafik. Lha kalau saya munafik maka yang ngatain saya itu lebih munafik lagi :)

  4. gravatar didats Says:

    her, jangan2 liat poto telanjang elu nangis… =))

    trus, kau ini termasuk pro atau kontra? :D

  5. gravatar dental Says:

    saya ingin menjadi “player” yang pro dan responsible tapi itu susah, perlu belajar, maka saya setuju saja klo majalah itu masuk kesini :mrgreen:

  6. gravatar inem Says:

    sebenarnya sih,playboy terbit atau gak terbit sama saja. toh tabloid yang ada gambarnya wanita “nyeni” juga banyak. hanya saja playboy dah punya nama internasional jadi perdebatannya semakin seru.

  7. gravatar ti2n Says:

    hhmm… jadi pengen liat, Playboy edisi Indonesia kayak apa sih? *gubrakk..!*

    majalah aslinya belom pernah liat sih…*jujur* tapi pernah buka websitenya, gara2 temenku yang dulu kerja di TRAX pindah ke Playboy-Indonesia :D

  8. gravatar frozi Says:

    halah! makin marak saja yang jualan atas nama seni. bla bla bla bla bla. kalo sudah urusan seni, seperti lingkaran setan *lah emang setan semua isinya*. huh! :evil:

  9. gravatar iang Says:

    siapa si yg mendefinisikan seni? semuanya juga bisa, termasuk setan.

  10. gravatar golda Says:

    aku mau menunggu Playgirlâ„¢ aja masuk..

  11. gravatar dian ina Says:

    *tersinggung*
    aku bekerja untuk seni. dan mengelola bisnis barang-barang seni juga.
    heri sindir aku yah???!

  12. gravatar momon Says:

    hei hei, blog walking neh, kopinya dunk:p

  13. gravatar rendy Says:

    her, pinjem ya kalo dah beli

  14. gravatar irayus Says:

    wah, heri mah gak mungkin beli, terlalu mahal, belinya yang di lampu merah ajah…*kabur*

  15. gravatar hericz Says:

    #dian ina : weleh, ada yang GR nih. Sini tak kasih permen biar gak ngambek
    #Rendy : pertanyaan sudah terjawab :p

  16. gravatar vnuzday Says:

    pantesan sekarang jadi cc envy..

    *gag nyambung*

  17. gravatar Oskar Syahbana Says:

    40 ribu bo! Ayo ayo dibeli… nanti bakalan jadi barang sejarah ;P

  18. gravatar doeljoni Says:

    :)) huahahhaha…
    selamat datang budaya global

  19. gravatar Riky Kurniawan Says:

    seni yang mengumbar nafsu..

  20. gravatar Deny Says:

    berantas pornografiâ„¢

  21. gravatar Di Says:

    kalau kamu beli ya her, nanti aku pinjem :))

    =))

  22. gravatar Azil Adi Permana Ph.D Says:

    gimana caranya install linux?

  23. gravatar lilis Says:

    seni itu indah
    asalkan ga terlalu berbeda arah dengan ajaran agama

    *nyeruput susu coklat anget*

  24. gravatar Merdeka Blog | Merdeka Blog » Rangkuman Januari 2006 Says:

    […] Hericz : Playboy Indonesia Seni Berbisnis Barang Seni […]

  25. gravatar viks Says:

    waaaaaaaaaaaah bahaya kalau seandainya majalah playboy bner2 terbit, gmn ntra anak cu2 guwa. kiamat neeeh kya yg g tau ajab aja…………..

  26. gravatar Iwan Hrp Says:

    emang itu sebuah seni, yang tidak baik. seni itu adalah sesuatu yang indah dan baik di pandang (dalam arti positif), Than’ks…..

  27. gravatar aji saputra Says:

    iya tuh!!! majalah play boy bikin negara kita rusak aja….. BTW gua ada barang antik nich… jam antik asli dari rusia di jual dengan harga nego 150 jt aja bo….kalo ada yang minat hub gua puguh_satrio1@yahoo.com
    thanks

  28. gravatar Armensius Purba Says:

    Armensius Purba

    Buat yang telah memberikan komentar pada blog ini, saya menawarkan kepada anda sebuah bisnis yang tidak memiliki resiko apapun(0% risk) dan akan memberikan keuntungan kepada anda berupa nilai $.Silahkan anda bergabung dengan AGLOCO.COM. Agloco ini adalah Revolution Internet Economic yang dikelola oleh para veteran dari perusahaan AGLOCO yang telah direkomendasikan oleh BILL GATES. Sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Afrid Y Fransisco yang pertama kali memperkenalkan program ini kepada saya.Terimakasih

  29. gravatar Rio Says:

    menurut gw soch santai - santai aja asal pada diri kitasendiri sudah memiliki iman yang kuat,,
    jangan samapai kita yang mengelarah egh malah kita yang kecanduan,,
    kita ambil aj positifnya,jangan ambil negatifnya terus,itu salah satu contoh kebiasaan buruk kita,,
    positifnya aja kita ambil,misalnya,,
    itu bisa jadi bahan perbandingan kita sebagai orang timur yang berbudaya serba indah dan baik,,dengan budaya modern yang menerapkan kebebasan berkreasi,,
    selama itu masih ada batasnya dan belum da peraturan2 yang melarangnya kita ga usah repot2 ngusik2 orang lain selama kita ga di usik, seperti prinsip “golden rule principle”

Leave a Reply