Menjaga Penampilan Saat Dilanda Pilek
*Jika mau baca, bacalah setelah makan*
Sudah hampir 1 minggu ini aku terkena pilek. Penyakit yang tidak masuk dalam kategori penyakit berbahaya untuk kita yang tinggal di daerah tropis sehingga tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak masuk kantor, apalagi sampai harus opname di rumah sakit. Manusia modern lebih suka menyebutnya dengan influenza, flu, atau selesma, tapi tetep penyakitnya sama saja. Mungkin beda sih, nanti coba tanya ke mbak Lita.
Bersin-bersin
Ini adalah gejala awal ketika mulai dilanda pilek. Ada 3 hal utama yang menyebabkan manusia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendiri, yaitu tidur, jatuh cinta, dan bersin.
Ketika bersin, tubuh bergerak sendiri menyemburkan cairan dan gas bermuatan negatif keluar dari tubuh melalui mulut dan hidung. Mungkin beberapa kali kita beruntung mendapat peringatan dini sekian milidetik (berupa hidung gatal-gatal mendadak) agar segera menutupkan tisu ke mulut dan hidung.
Tapi disaat yang lain, kita pun mengeluarkan tisu atau sapu tangan untuk mengelap monitor atau meja. Tampaknya tisu meja adalaha satu-satunya sahabat yang tersisa.
Saat seperti ini, bagaimana coba bisa menjaga penampilan?
Ingusan, Hidung merah dan kering
Ingus dalam berbagai kebudayaan tetap dianggap sesuatu yang menjijikkan. Tidak ada yang menganggapnya suci dan tidak ada yang menganggapnya barang seni sehingga bisa dikoleksi (untuk melukis misalnya). Oleh karena itu, aku cenderung berupaya membersihkannya saat ingus mulai mengisi lubang hidung.
Segala cara digunakan: tisu, sapu tangan, inhaler, mondar-mandir ke toilet (dan wastafel saat tidak ada orang). Melelahkan. Akibatnya, hidung menjadi tersiksa. Dipencet-pencet, digosok-gosok dengan tisu, dibasahi air, hidung menjadi kering dan merah.
Saat seperti ini, bagaimana coba bisa menjaga penampilan?
Males mandi
Biasanya pilek disertai badan yang dingin, agak demam, terutama saat bangun tidur di pagi hari. Ini adalah saatnya mandi, karena sudah dituliskan diatas, pilek tidak bisa dijadikan alasan tidak masuk kantor atau kuliah.
Mandipun dilakukan dengan mengambil paket paling sederhana. Yang penting muka sudah -agak- segar, badan sudah kena air dan sabun. Tetap saja, mandi model seperti ini hanya akan membuat badan segar 3-4 jam saja.
Bahkan, beberapa orang memilih tidak mandi saat pilek.
Saat seperti ini, bagaimana coba bisa menjaga penampilan?
Ngupil
Saat terkena pilek, kehadiran upil kuanggap sebagai suatu kabar gembira. Upil menandakan aliran ingus sudah melambat dan aku akan segera sembuh.
Tapi seperti halnya ingus, upil juga menjijikkan dan bukan barang koleksi seni. Upil harus disingkirkan dengan segala daya dan upaya.
Kegiatan menyingkirkan upil inilah yang akan menimbulkan pemandangan yang tidak menyenangkan bagi orang lain. Padahal ini kegiatan yang sangat menyenangkan dan memiliki sensasi yang tidak bisa dilukiskan.
Saat seperti ini, bagaimana coba bisa menjaga penampilan?
Seperti halnya menghilangkan perbudakan dan makanan bebas timbel dari tanah Sunda, menjaga penampilan saat dilanda pilek hanya akan menjadi sebuah retorika saja.