Jogja: Wahana Wisata Bencana
Beberapa waktu yang lalu, Pemda Sleman membuat iklan besar di koran-koran. Isinya kurang lebih “Ayo pada piknik ke Jogja, mumpung merapi lagi aktif tapi sudah menurun kok. Seru loh!”. Pakde KereKemplu bilang itu ide bagus. Sekarang iklan itu sudah tidak pernah ada lagi.
Beberapa hari yang lalu, di Milis Kampung Gajah Kang Rony mengusulkan :
WISATA GEMPA
Wilayah: sepanjang patahan opak di Yogyakarta dan Klaten. Rasakan sensasi 1 SR hingga 4 SR.
Bonus: Lelehan lahar merapi dan panasnya wedus gembel.
biaya: $10
Fenomena Wisata Bencana
Entah sejak kapan, manusia suka melihat bencana. Aku masih ingat saat ada jembatan roboh di desaku, orang-orang dari berbagai penjuru datang untuk melihat. “Waa.. waa.. kok bisa ambruk ya? yang mati berapa? semennya ngaduknya nggak rata…”
Aku juga masih ingat waktu masih SD beramai-ramai mengunjungi desa yang kena banjir sekedar untuk melihat sendiri dan agar bisa bercerita dengan teman-teman di kelas. Di Jakarta, jalan tol seringkali macet karena ada kecelakaan pada jalur yang berlawanan.
Bencana, dari yang individual (semacam kecelakaan, kesetrum pager, korban kriminal) sampai yang massal semacam bencana alam, selalu menjadi perhatian orang. Fenomena seperti ini bisa memunculkan ide bisnis, seperti yang dilakukan koran-koran ‘lusuh’ macam Poskota dan Lampu Merah.
Paket Wisata Bencana
Berdasarkan fakta ra nggenah diatas, kayaknya bagus juga ide Pemda Sleman. Mumpung Jogja lagi anget-angetnya, peluang besar di depan mata kalau bisa membuat paket-paket wisata bencana sesuai keinginan pasar. Mendatangkan devisa untuk membangun kembali daerah yang terkena bencana.
Dengan terlebih dahulu mematikan hati dan rasa, berikut paket yang bisa aku usulkan:
1. Paket Wisata Adrenalin
Adrenalin berarti kegilaan, kurang gaweyan, latihan keras, dan siap keluar duit banyak. Di seluruh penjuru dunia, anak-anak muda sedang gandrung dengan wisata jenis ini. Biasanya kegiatan pemicu adrenalin ini berkaitan dengan kecepatan, melawan rasa takut, keseimbangan, dan semacamnya.
Hari-hari ini, jogja sangat cocok untuk kegiatan ini.
Paket yang diusulkan :
Panjat tebing di Bukit-bukit batu daerah Parang Endog (sebelah parang tritis), beberapa km dari sesar opak yang rawan goncangan. Lalu malam harinya Camping di Kinah Rejo, menjadi fotografer lava pijar, dan tidur bersanding jip 4 Wheel Drive untuk balapan dengan wedus gembel yang bisa muncul sewaktu-waktu.
2. Paket Wisata Politik
Walaupun jika dihitung satuan uangnya tidak seberapa, tapi karena dihitung paket besar (Rombongan-rombongan) paket partai politik ini paling banyak uangnya.
Yang harus dilakukan dinas pariwisata adalah pembagian wilayah kerja untuk masing-masing partai politik sehingga kegiatan wisata mereka tidak saling mengganggu. Selain itu, perlu ada tarif yang berbeda berdasarkan tingkat keparahan korban.
Bonus untuk paket ini adalah foto bersama korban bencana dengan latar belakang rumah yang roboh dan spanduk partai sebagai latar depan.
3. Paket Wisata Proyek
Ini paket yang diperkirakan bakal paling laris 2-3 bulan mendatang. Paket yang disediakan adalah kunjungan ke sekolah-sekolah, jembatan-jembatan, dan infrastruktur pemerintahan yang rusak, menginap di hotel Ambarukmo. Bonusnya : golf di Merapi Golf Course untuk menikmati hujan abu sambil negosiasi harga.
Yah, aku yakin ini bakal jadi paket yang paling laris. Apalagi jika janji “30 Juta simalakama” itu beneran turun duitnya.
Ya, disebut simalakama karena kalau tidak ada dana bantuan pembangunan kembali desa akan sangat lambat. Sedangkan jika beneran turun, dimungkinkan akan banyak terjadi konflik. Lha wong yang 300 ribu saja rela mati kok.
4. Paket Wisata Bola
Sangat menyenangkan bisa menonton bola beramai-ramai, jauh lebih seru dibanding nonton sendiri. Saat ini puluhan ribu orang di Jogja dan Jateng tidak punya rumah, sebagian yang beruntung listriknya sudah menyala dan bisa menonton bola di tivi yang selamat dari musibah. Beramai-ramai tentu saja.
Kalau jaman orde baru ada namanya “Safari Tarawih Ramadhan”, kayaknya seru juga kalau sekarang dibikin “Safari Piala Dunia bersama Bencana Jogja”. Tiap malem muter dari satu desa ke desa lain. Sponsor rokok sangat diperlukan disini.
5. Paket Wisata Pendidikan dan Penelitian
UGM juga sungguh peka, terbukti dengan diadakan kegiatan yang namanya KKN program khusus Gempa. Jadi, program Kuliah Kerja Nyata di pindahkan ke kawasan korban gempa agar selain dapat membantu masyarakat, juga memberikan kredit nilai bagi mahasiswanya.
Tidak hanya untuk peneliti masalah geologi dan kegunung apian saja, peneliti tentang masalah sosial, arsitek, kehidupan sex di pengungsian, masalah ekonomi, hingga peneliti korupsi juga akan mendapat laboratorium maha besar di sini.
Tidak ada bonus untuk paket wisata ini, apalagi untuk yang mengusulkan “Cash For Work” untuk daerah Jogja. Kaliyan ilmuan gila yah? mau menghancurkan gotong royong?
6. Paket Wisata Sosial
Paket ini cukup sederhana: Berkunjung dari satu desa ke desa lain, sambil membagikan bantuan dan berdialog dengan korban gempa maupun pengungsi Merapi. Yang harus dilakukan Pemda hanyalah membuat data lengkap mengenai desa-desa yang terkena musibah, dan menjaga keamanan dari penjarahan.
Diperkirakan jumlah wisatawan sosial ini jumlahnya akan sangat tinggi di awal-awal bencana saja, selanjutnya akan menurun drastis sebelum korban bisa mandiri.
Oleh karena itu, sebaiknya wisata sosial ini -terutama yang gemar membagi nasi bungkus- diarahkan ke daerah-daerah yang memang membutuhkan bantuan walaupun tidak ada musibah sekalipun. Ini perlu diatur karena mereka tidak tahu kalau petani itu sawahnya tidak ikut ambruk, dan dapur masih bisa berfungsi walaupun rumah mereka ambruk. Maksudku, sumbangan bahan mentah lebih membantu sekaligus mempercepat mengembalikan fungsi keluarga dan masyarakat sebagaimana mestinya.
Duh, susah juga ya nyari orang yang mau ikhlas menolong orang lain. Atau memang begini jaman dimana segala sesuatu dinilai dengan uang?
—–
Oh iya, salut untuk rekan-rekan id-gmail dan lesehan.or.id, yang telah mengumpulkan selembar-dua lembar untuk membantu beberapa desa di daerah Klaten. Ternyata kalian tidak hanya bisa ngejunk dan buang-buang bandwidth saja.
June 12th, 2006 at 1:40 am
June 12th, 2006 at 2:51 am
Kreatif tenan…
June 12th, 2006 at 3:55 am
canggih!
June 12th, 2006 at 7:45 am
:), kang Hery, ni kalau mau ikutan daftarnya kemanakah? *ono2 wae…
June 12th, 2006 at 8:26 am
kelimax
June 12th, 2006 at 8:46 am
ke enam… di bawah si gendut andriansah
June 12th, 2006 at 9:02 am
kampoeng gajah study tour ke sono yo?
June 12th, 2006 at 9:33 am
trendnya lebih ke wisata adrenalin kali, soalnya Kompas pernah nulis wisatawan gunung berapi yg sedang aktif, gile
June 12th, 2006 at 9:58 am
tapi emang jogja asik, daerah tujuan wisata yang lengkap & relatif murah tuh
agen wisata ‘hericz ngorok’ dah punya paket wisata andalan belom?
June 12th, 2006 at 10:00 am
wah…her…jogja loh…
June 12th, 2006 at 10:14 am
ga pake poto2 her?
June 12th, 2006 at 10:21 am
Kalo paket wisata gosip ada gak?
*lirik liputan acara amal yang -herannya kok- ngomongin artis*
OOT: Her, kok gak konsisten tho. Mau pake h3 atau pake bold aja? Besar hurufnya kan beda.
June 12th, 2006 at 10:30 am
aha…!
akhirnya bisa komen lagi di blog ini.
pakabar her?
June 12th, 2006 at 11:12 am
#didats : ada poto-poto dikit doang. Hihi, males upload, fakir bandwidth
#ti2n : Alhamdulillah, baik-baik mbak.
June 12th, 2006 at 11:16 am
pulang ke jogjamu…
(lupa liriknya)
biaya 10 dolar bisa dicicil brapa bulan, her?
June 12th, 2006 at 11:18 am
sampai minggu kemarin masih ada loh warga yang belum kedaftar untuk terima uang lauk pauk,karena RTnya gak kooperatif.RT 1 RW 1 Gilang Harjo Pandak Bantul.
June 12th, 2006 at 1:00 pm
Klo nonton Merapi tu bukan wisata bencana kok. Coz Merapi bukan bencana .. itu biasa aja. Btw silahken berdatangan ke kampung halamanku Sleman. Pesona Merapi yang tidak bisa Anda dapatkan di belahan bumi lain.
Bekalnya cukup 3 :
1. Banyak berdoa
2. Banyak beribadah pada Tuhan dan Sesama
3. Pastikan Anda berada di luar batas 12 km dari Merapi
June 12th, 2006 at 1:02 pm
Merapi bukan Bencana … mohon diluruskan
June 12th, 2006 at 1:04 pm
Horee… klaten disebut-sebut lagi.
June 12th, 2006 at 5:10 pm
USUL : PAKET WISATA ZIARAH WALI

June 12th, 2006 at 6:01 pm
kalo aku pulang mudik bentar ke jogja, termasuk wisata bencana gak ya? coz kalo gak gempa kmrn aku gak akan mudik bentar lagi
June 12th, 2006 at 6:35 pm
@ardjoe: kalo gempa bumi, bencana toh?
June 12th, 2006 at 9:29 pm
hidop kampong gajah
June 12th, 2006 at 10:54 pm
Black jokes!
Sekalian aja jual ke luar negeri: Paket Indonesia Living Dangerously.
June 13th, 2006 at 6:29 pm
Ya, aku juga berharap ini cuma jokes.
Tapi kenyataannya hal-hal diatas -tidak semua tentu saja- terjadi di lapangan. Dan tentu saja tidak dalam bentuk paket wisata yang diatur pemda.
Dunia oh dunia
June 13th, 2006 at 6:57 pm
di surabaya juga ada ‘tujuan wisata’ baru, kawah lumpur Lapindo di sepanjang tol surabaya-gempol.
June 14th, 2006 at 1:23 am
Tul…sawah tidak akan ambruk, dan petani tidak akan kehilangan ide. Lha wong rakyat cilik iku wes biasa hidup dengan keterbatasan dan nrimo, makanya rakyat cilik Jogja akan cepat bangkit [hopefully].
Mungkin perlu juga diadakan wisata hidup sederhana, dimana para wisatawannya diajak mencicipi kesederhanaan dan rasa nrimo.
Siapa bilang to hidup sederhana itu tidak merdeka??
June 14th, 2006 at 3:22 pm
Trend nya wisata sekarang memang yang menantang-menantang. Timor Leste juga tempat wisata yang cukup menegangkan juga thoh ?
June 15th, 2006 at 7:08 am
mas/mbak phrostypoison,
He3…saya blom pernah nulis klo gempa bumi tu bencana.
tergantung tolok ukurnya, klo bagi saya…sesuatu hal ttg bumi ya biasa aja. Klo surface-nya dah tersiapkan dan telah bisa di-eliminasi dampak destruktifnya …ya biasa aja.
yang utama adalah keikhlasan hati tuk menerima, bahwa itu bukanlah suatu bencana
itu menurut saya loh
June 15th, 2006 at 5:53 pm
naluri bisnisnya ngalahain Kang Hermawan Kertajaya :))
June 16th, 2006 at 10:21 am
Saudara” sebangsa dan setanah air,
mari berdoa bersama agar hujan deras tidak turun di kawasan puncak Merapi … setidaknya hingga beberapa waktu ke depan.
Terima kasih
June 17th, 2006 at 4:49 am
sama-sama
June 18th, 2006 at 9:23 am
Her.. ga ada outbound yang pake acara dikejar2 lava Merapi ya? kan seru tuh..
June 19th, 2006 at 9:40 am
untuk para politikus hitama & koruptor disedikan tour “menginap di bunker gunung merapi”
July 19th, 2006 at 3:13 pm
ide yang menarik dan sedikit ‘unik’
dari pada menunggu bantuan, kalo bisa berdiri di kaki sendiri napa enggak
December 4th, 2006 at 11:26 am
jgj cintaku tak prnh mati….