30 July 2006

Durian, Duren, Si Raja Buah

Filed under: Ragam — hericz @ 11:29 pm

Walaupun berada di daerah tropis, Indonesia sering kuanggap sebagai negara 4 musim: musim kemarau, musim hujan, musim kawin, dan musim duren.

Bulan ini, setiap minggu ada saja teman yang menikah. Entah teman SMA, teman kuliah, temannya temenku, anaknya adiknya nenek, dan seterusnya. Siang tadi saja aku baru saja kondangan ke resepsi pernikahan teman kuliah. Minggu depan ada 2 undangan, minggu depannya ada lagi. Jelas, ini lagi musim kawin.

Duren sang Buah Emosional

Dilarang memabawa duren!Berbeda dengan semangka, ketimun, ataupun pisang yang dimakan karena kandungan gizi atau rasanya yang segar, duren dimakan karena rasa, aroma, dan emosinya. Duren adalah buah yang emosional, baunya membuat orang yang suka semakin mendekat, dan orang yang anti semakin menjauh. Orang-orang dewasa bisa berebut kalau makan buah ini.

Beberapa hari terakhir, buah duren sedang populer. Di beberapa ruas jalan tiba-tiba muncul penjual duren. Supermarket memajang duren di barisan depan dan memberi diskon duren besar-besaran.

Aku pun tak mau melewatkan kesempatan ini. Pergi ke luar kota, pulang mampir beli duren. Pergi ke supermarket, beli duren. Rame-rame lembur di kantor, beli duren. Dan sore tadi, kang Deni Tukang Kridit mengundang teman-teman id-gmail untuk merasakan duren asli Dumai.

Bayangkan saja, 20 buah (dua puluh) gelinding duren dipilih dengan seksama, dikupas dengan telaten, diambil isi buahnya, dibungkus ke dalam 12 kantong plastik kedap udara, dimasukkan ke dalam 3 buah kaleng roti Khong Guan, dimasukkan ke dalam sebuah kardus besar yang diselotip serapat mungkin, dibungkus koran, diterbangkan dari dumai ke Jakarta, lalu dibawa ke Atrium Senen lantai 4, hingga akhirnya menjadi bahan rebutan junker-junker ig-gmail.

Mewakili Lea ,Adis ,Indra ,Jefri eh, maksudnya Fajran *siul-siul*,Andri dan istrinya, aku cuma bisa bilang haturnuhun Om Deni si Tukang Kiridit.

Tips memilih Duren

Menurut Kang Deni, ada beberapa resep memilih duren:
1. Pilih yang bulat. Buah yang cekung menunjukkan kalau bagian tersebut tidak ada buahnya.
2. Pukul-pukul ujung bawah duren dengan pisau. Duren yang manis akan memberikan bunyi ‘beg-beg-beg’.
3. Cium ujung bawah duren, jika wangi tandanya duren layak dibeli.
4. Jangan pilih buah yang ujungnya sudah retak atau terbelah. Biasanya rasanya ‘anyep’ atau dingin.
5. Warna duren tidak berpengaruh pada rasa duren.

Haha, ternyata teorinya sederhana saja. Jika aku mendengar tips ini dari kemarin mungkin tidak perlu ada duren-agak-mentah-separuh-dibuka di dapur. Begitulah kalau mentang-mentang lagi diskon terus beli duren tanpa ilmu, di Supermarket. *tusuk-tusuk diri sendiri pake sedotan*

Sedangkan dari perburuan duren bersama rekan kerja beberapa hari kemarin, tips yang aku dapatkan adalah:
- Tawar habis dulu durennya, lalu beri kata-kata ajaib: “Aku icipi dulu, kalau tidak manis gak jadi ya bang!”, lalu biarkan penjual yang memilih.
- Icipi dengan obyektif, kalau tidak manis bilang saja tidak manis. Jangan sungkan-sungkan.
- Kalau semua duren sudah diicipi dan ternyata tidak ada yang manis, jangan sungkan-sungkan pindah ke pedagang lain. Siap-siap saja baju besi tahan bacok.

Musim Duren vs Musim Kawin

Musim duren kali ini kebetulan berbarengan dengan musim pernikahan. Berbahagialah mereka yang menikah di musim ini, dan berbahagialah mereka penikmat-penikmat duren.

Untuk yang menikah maupun yang suka makan duren, aku ucapkan: Selamat Belah Duren!.


- harap markum kalau ada salah ketik, soalnya sebagian diketik dengan tangan kiri. Tangan kanan blepotan duren.
- Gambar diambil dari wikipedia

12 July 2006

Manusia Cantik Hidupnya Lebih Mudah Ya?

Filed under: Ngedumel — hericz @ 11:42 pm

Beberapa tahun yang lalu aku membaca sebuah tulisan di Internet yang berjudul “Beutiful people earn more“. Setelah itu aku jadi memperhatikan hubungan antara kecantikan/kegantengan dan kehidupan sosial orang-orang di sekitarku. Aku ingin melihat apakah benar kalau orang cantik, ganteng, menarik, attractive itu hidupnya lebih mudah?

Ternyata sedikit banyak hal itu benar.

Berkah Sejak Lahir

Sejak bayi, anak yang ‘lucu’, ‘menggemaskan’, ‘imut’ lebih disukai oleh orang-orang. Hal ini mengakibatkan si anak menjadi lebih sering diperhatikan dan diajak berkomunikasi oleh orang dewasa. Dengan kondisi seperti ini, kemampuan sosial si bayi seharusnya akan lebih berkembang.

Ketika memasuki usia sekolah, si anak ‘imut’ akan lebih menarik perhatian teman-teman dan gurunya. Guru lebih mudah mengingat namanya, dan si anak akan sering mendapat pertanyaan, lebih banyak berinteraksi dengan guru. Seharusnya, dengan usaha yang sama dengan teman2 yang lain, si anak cantik akan mempunyai lebih banyak teman dan lebih menguasai pelajaran.

Usia remaja, adalah masa keemasan bagi manusia cantik atau ganteng. Gadis-gadis akan menerima puluhan surat cinta, antrian cowok-cowok yang siap mengantar kemana dia pergi, kakak kelas yang siap membantu bikin PR, bahkan tawaran main sinetron.

Kemudahan yang dialami orang cantik juga berpengaruh pada lingkungannya. Dulu saat praktikum, kalau dalam kelompok ada praktikan yang cantik kita bisa lebih tenang karena Asisten tiba-tiba menjadi manusia yang baik hati, penyabar, dan pendidik yang sempurna. Tugas-tugas pun jadi ringan. Padahal kalau satu kelompok laki-laki semua, asisten seperti makhluk jahat yang ingin membantai praktikan dengan memberi tugas-tugas yang aneh-aneh.

Saat mencari kerja, mereka secara default akan lolos lebih mudah. Kalaupun tidak bisa bekerja di tempat kerja ‘formal’, banyak lowongan pekerjaan yang sangat mendambakan kehadiran makhluk-makhluk cantik dan ganteng.

Setelah bekerja, para manusia cantik dan tampan ini juga mendapat kemudahan lagi. Hari pertama kerja langsung dikenal oleh seluruh kantor. Dengan usaha dan tingkah laku yang sama, orang akan lebih suka bekerja sama dengan mereka. Karir akan lebih cepat menanjak, pendapatan akan lebih besar.

Sama-sama hebatnya di lapangan bola, David beckham jauh lebih kaya dibanding Zainuddin Zidan.

Alam Bawah Sadar

Kemudahan yang diberikan masyarakat kepada golongan orang cantik dan ganteng ini kadang-kadang tidak disengaja, sepertinya memang sudah tertanam di alam bawah sadar. Seperti yang pernah digambarkan di Reality Show “Tolooong”, dimana orang akan dengan mudah menolong si gadis cantik, dibanding menolong ibu-ibu.

Pria yang gagah, ganteng, berpakaian rapi, dan perlente juga secara bawah sadar dianggap lebih ‘cerdas’ dan lebih dipercaya dibanding cowok lusuh, berbadan ceking, berambut kribo, berkulit item, yang kaosan dan sandalan kemana-mana.

Kecantikan Berbanding Terbalik dengan IQ?

Beauty and the BrainSeorang teman di internet berteori “Kecantikan berbanding terbalik dengan IQ”. “Bweh, teori apa lagi ini?” begitu pikirku pertama kali mendengar kalimatnya.

Dulu di kampusku, ada beberapa mahasiswi cantik, yang ternyata selalu jadi master ujian, master PR, maupun master praktikum. ‘Master’ maksudnya tempat mahasiswa lain bertanya, berdiskusi, atau bahkan menyontek.

Eh, tapi setelah aku coba mengingat-ingat, ternyata kejadian-kejadian seperti itu sangat jarang terjadi. Di kampusku dulu, jumlah wanita cantik relatif lebih sedikit -secara signifikan- dibanding kampus-kampus yang lain, *diedit karena bisa menyinggung perasaan orang lain*.

Bukannya sombong kalau aku menganggap mahasiswa di kampusku IQnya lebih tinggi dibanding di kampus swasta itu. Ah, kalaupun tidak, Mahasiswi di kampusku bisa lolos UMPTN sedang mereka tidak, berarti UQ-nya (UMPTN-Quotient) lebih tinggi.

Tapi aku masih belum percaya dengan teori temanku tersebut.

Sampai suatu hari aku melihat iklan di TV tentang produk minuman bervitamin C 1000 mg. Endorsernya adalah Natalie Glebova, miss Universe 2005. Dan aku tersadar, untuk mengiklankan produk bodoh perlu orang paling cantik sedunia.

Lalu, kemarin aku dapat lagi ada bukti baru yang cukup menyedihkan. Ketika aku melihat dan mendengar perwakilan Miss Universe 2006 dari Indonesia - Nadine Chandrawinata - berkata “Indonesia is a beautiful City…“. *aku bersyukur menemukan link ini sebelum posting karena tidak perlu lagi mengulang transkripsinya*

Mungkin orang yang cantik dan ganteng sudah tidak perlu belajar banyak agar bisa sukses. Ah, kalau begitu aku harus banyak belajar dan berjuang nih. Semangaaat!


- Video Wawancara bisa dilihat di Situs Miss Universe 2006
- Terimakasih pula untuk henny rolan yang sudah membuatkan transkrip
- MP3 dapat didownload di sini, terimakasih untuk om Husni

3 July 2006

Ketika SMS Diresmikan Menjadi Media Perjudian

Filed under: Hiburan, Ngedumel — hericz @ 1:52 am

Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Karena kalian artis, kalimat pertama surat ini haruslah berisi puji-pujian. Maka dari itu akan aku katakan betapa cantik dan gantengnya kalian. Bakat kalian di dunia entertainment sudah tidak diragukan lagi, dan tentu saja kesuksesan yang kalian dapatkan sekarang didapat melalui perjalanan yang panjang. Perjuangan hidup kalian patut dijadikan suri tauladan bagi jutaan pengangguran di Indonesia.

Aku bukan fans berat kalian, ya cuma sering lihat aja di TV. Tapi kayaknya banyak kok yang jadi fans kalian. Jadi tenang saja deh.

Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Kirim SMS yaah.. yuk ya..yuuukSudah beberapa minggu ini, kalau lihat tivi di dini hari, sekitar jam 12 malam sampai jam 3 pagi, aku selalu mendapati acara ‘kuis sms’ yang kalian pandu. Pada awalnya aku kagum pada acara tersebut karena aku kira “Wah, hebat betul ini televisi. Tengah malam begini bikin acara yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Yuuuk“.

Sekilas aku lihat pemenang berhak mendapat hadiah 5 juta rupiah.Eh, tunggu 5 menit, sudah jadi 10 juta. Dan sudah menjadi 18 juta sesaat sebelum ‘pengundian’.

Tapi setelah aku perhatikan, aku melihat betapa waktu diulur-ulur cukup lama sambil meminta penonton untuk mengirim jawaban kuis yang hanya orang buta-aksara saja yang tidak bisa menjawab. Aku jadi kecewa lho Mbak dan Mas. Itu kan jelas-jelas perjudian tho?

Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Media dengan mudah menyiarkan gosip hamilnya Cut Keke yang belum jelas, bahkan mengulang-ulang dari satu paket Infotainment ke Paket Infotainment yang lain. Seolah-olah kalau dia benar-benar hamil, akan terjadi perubahan besar di Indonesia: harga sembako turun, pipa bocor jadi rapet mendadak, atau bahkan mengurangi kemacetan di Jakarta. Tapi lak ya ndak tho.

Sementara itu, saat MUI membuat keputusan, sebut saja ‘Fatwa’, mengenai haramnya kuis SMS, media diam-diam saja. Beberapa koran besar memuatnya di halaman dalam di sebuah kolom yang kecil, di TV malah nggak kelihatan. Eh, atau aku saja yang ndak pernah nonton TV.

Aku pribadi masih memaklumi kalau pengiriman SMS sebagai media Voting pemilihan artis berbakat. Ini adalah bentuk baru komunikasi Media dan Pemirsa. Apalagi kalau menggunakan tarif SMS yang sekedar cukup untuk pengiriman SMS dari penonton dan SMS konfirmasi dari panitia. Lebih bagus lagi kalau setiap nomer HP hanya berhak mengirim satu vote saja. Tentu saja hal ini hanya terjadi di dunia yang sempurna.

Dan Indonesia masih jauh dari sempurna, itu jelas.

Sebenarnya ya memang bukan hanya kalian yang bikin-bikin acara perjudian terbuka seperti ini. Masih ada kuis bola, kuis tebak pemenang, dan kuis aneh-aneh lainnya. Cuma sayang aku nggak kenal siapa hostnya, soalnya nggak seterkenal kalian sih.

Aku nggak akan membahas masalah surga dan neraka akibat perjudian, lha wong aku sholat Shubuh saja masih sering kesiangan. Tapi yang namanya judi yang tidak bermutu kan membuat orang berpikiran instan, beda jauh dengan kalian yang berpikiran tangguh sehingga bisa menembus industri hiburan seperti sekarang.


Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Kayaknya lebih baik kalau kalian ajarkan perjuangan kalian saja daripada membuat orang-orang desa, para buruh-buruh rendahan, dan masyarakat ekonomi lemah yang lugu dan polos itu berpikir bisa mendapat uang 20 juta hanya dengan menjawab pertanyaan aneh dari kalian.

Kalau mau yang agak bermutu, ya bikin yang agak sulit dong kuisnya. Paling tidak setara dengan standar Ujian Akhir Nasional tingkat SMA. Setengah jam ngumpulin SMS, setengah jam pembahasan soal. Ah, tapi harus nunggu tahun depan pas mendekati UAN lagi nding. Tapi ya mungkin nggak laku lha wong sekarang anak-anak SMA lebih sibuk nyiapin gaun buat Prom Night daripada mengasah Pensil 2B buat ujian.

Oh iya, karena banyak kritikan, sebagai pelengkap aku minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung. Ah, tapi mosok gitu saja sudah tersinggung sih. Kritikan kayak begini yo ndak ada artinya dibanding kritikan yang sudah diterima sejak kalian masuk dunia hiburan.

Satu lagi, mas Ari masih VJ MTV nggak ya? Maaf, aku jarang nonton MTV soalnya, lha ini kerjaan pegawai kecil seperti saya ini seperti nggak ada habisnya je.

Terimakasih.