Nidji: Hapus Aku
Semua orang berkarya dengan terinspirasi karya sebelumnya. Jika ingin karya yang benar-benar original, cari saja manusia yang tinggal di hutan, di gua, atau di dasar laut seumur hidupnya untuk membuat lagu, membuat lukisan, atau membikin theme wordpress.
Breakthru
Sudah beberapa waktu belakangan, sepertinya nggak ada album musik yang cukup bagus dirilis di Indonesia. Album hebat terakhir yang aku dengarkan adalah Letto dengan TRUTH, CRY AND LIE. Luar biasa album Letto ini, sayang sepertinya tim promosinya kurang bergerak, atau kurang dana?
Kemudian muncul Nidji, yang juga tidak aku pedulikan sama sekali. Aku sudah lama melihat Nidji muncul di beberapa acara TV Swasta. Vokalis kriwil mirip Ronal Surapradja (dan tentu saja mirip aku pas rambutku masih seperti-sedia-kala) membawakan lagu ‘Sudah’ yang menurutku kedengaran ‘redundan’. Coba lihat:
Bila kita harus berpisah sudah
Biarkan ini semua berakhir sudah
Sebagai seorang programmer professional (walau berkelakuan amatir), pengulangan tidak perlu seperti itu merupakan bug dan perlu dihindari. Terus terang, gara-gara itu aku jadi males mendengarkan Nidji. *cuek*
Kemarin iseng-iseng aku mendengarkan lagu ‘Hapus aku’ dari Nidji, yang katanya lagi ngetren. Kebetulan MP3 yang kudapatkan berkualitas bagus, jadi telingaku nggak keberatan mendengarkan musik lembut dari Nidji ini. Maklum pakai speaker Altec Lansing AVS300, walaupun powernya kecil, tapi suaranya cukup jernih. Cukup jernih sampai bisa membuat beberapa CD MP3 langsung dibuang kalau suaranya distorsi.
Oalah, membajak kok minta bagus.
Ternyata ini album yang memang luar biasa. Jika dulu lagu-lagu Dewa sering disebut “Queen sekali”, maka sekarang kita bisa dengarkan Nidji yang “Coldplay banget”. Nidji cuma terinspirasi kok katanya. Selain Coldplay, kadang kadang terdengar juga suara Keane dan suara-suara band Inggris ikut main di album ini. Kalau aku boleh dibilang ini suatu terobosan, breakthru.
Lalu aku sadar bahwa selama ini aku menghindari mendengarkan album bagus hanya gara-gara kata sudah yang muncul 2 kali. Padahal dengan ribuan kata bang pada lagu ‘SMS siapa ini Bang” aku bisa mendengarkannya berhari-hari tanpa bosan.
Kekuatan Musik dan Lirik
Aku percaya bahwa musik bagus itu akan selalu bagus, walau diganti liriknya, didengarkan tahun ini, 10 tahun lagi, atau bahkan 100 tahun lagi.
Lagu-lagu Nidji menurutku cukup bagus. Mungkin beberapa diantaranya akan menjadi lagu yang dikenang bertahun-tahun, dinyanyikan ulang oleh penyanyi-penyanyi baru, dan dimainkan oleh band-band SMA saat acara bazaar di sekolah.
Dilihat dari musiknya memang cukup kuat. Selain itu liriknya itu kadang-kadang agak nylekit dan cukup bikin merinding juga. Aku sangat terkesan pada dua kalimat ini :
Bila aku jatuh cinta
Aku melihat sang bulan
Kan datang padaku dan menemani aku [Nidji-Bila Aku Jatuh Cinta]
Yakinkan aku Tuhan, Dia bukan milikku
Sadarkan aku Tuhan, Dia bukan milikku
Biarkan waktu, Hapus aku… [Nidji-Hapus Aku]
Duh, aku juga benci kalimat bersayap, apalagi postingan bersayap.