24 September 2006

Kancil, Cinderella Syndrome, dan Puasa

Filed under: Ragam, Personal — hericz @ 10:40 am

Mbak Lita sudah bilang selamat tinggal pada cerita si Kancil. Cerita yang sejak pertama kali kita bisa mendengar sudah diceritakan berulang-ulang. Dengan berbagai versi dan expansion set berupa macan, buaya, dan tak lupa benda-benda pusaka nabi sulaiman. Hebatnya, semua itu dimulai dengan intro sederhana “Si Kancil mencuri ketimun”.

Seperti kisah film-film Box-Office semacam Entrapment, Gone in 60 seconds, dan Ocean eleven, si Kancil menyuguhkan tokoh pencuri yang banyak akal. Maling itu jagoan, keren, cerdas, tahu teknologi tinggi, yang cowok ganteng, yang cewek cantik dan seksi. Sesuatu figur yang tidak pernah tampak di acara “sergap” di televisi.

Mbak Lita sudah bilang selamat tinggal pada cerita si Kancil. Semoga diikuti ibu-ibu muda yang lainnya.

Cinderella Syndrome

Ada lagi kisah yang populer luar biasa, yaitu kisah si gadis muda Cinderella. Yang sepanjang hidupnya selalu menderita karena mendapat perlakuan yang tidak adil dari ibu tirinya. Begitu menderitanya kisah Cinderella ini, sampai-sampai ada ilmuwan yang menyebut anak dengan gejala traumatis seperti ini dengan nama Cinderella syndrome.

Tapi aku punya definisi sendiri tentang Cinderella syndrome, definisi ngawur tentu saja.

Alkisah, hidup Cinderella yang menderita tiba-tiba berubah. Dengan bantuan Peri Biru, Cinderella diberi satu set Gaun buatan Versace, sepatu kaca, tiara berlian, dan voucher make-up artist. Tak lupa diberi pinjaman Kereta Limousine model terbaru lengkap dengan chauffeur (baca: Sopir). Oh tentu dia dipilih karena kebaikan hatinya.

Demikianlah, Sang Pangeran tampan jatuh cinta dan mereka hidup bahagia selamanya. Dan Cinderalla diselamatkan dengan cara diberi akses ke peralatan kecantikan.

Inilah Cinderella syndrome, ketika para gadis muda berlomba-lomba bersolek, mempercantik diri, memakai gaun terindah, dan sepatu terunik agar seorang pangeran tampan, berkedudukan tinggi, dan kaya -Mensekneg misalnya- hadir untuk menyelamatkan hidupnya. Oh iya, orang cantik kan hidupnya lebih mudah.

Enak lho, hidup bisa berubah menjadi jauh lebih baik hanya dalam waktu 1 malam.

Ramadhan

Perubahan instan memang sangat menyenangkan, terutama perubahan ke arah lebih baik. Dari kulit berwarna gelap menjadi kulit kuning bangsat langsat, dan dari rambut kribo menjadi rambut mudah diatur kadang-kadang aku harapkan juga. *menerawang ke dinding*.

Tapi ada hal yang lebih penting dari pada itu, masalah hati, jiwa, tingkah laku. Kalau dalam bahasa agama disebut Akhlak. Akhlak yang dibungkus Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Untuk itu ada Bulan Ramadhan, yang menurut petunjuk pemakaiannya sih untuk melakukan perubahan hati dan jiwa bertahap dari ulat menjadi kupu-kupu. Tidak 30 menit seperti janji Mak Erot, tidak 1 malam -sebelum jam 12- seperti Cinderella, tapi 30 hari. Sebulan penuh.

Tanpa pengawas yang terlihat sedang memonitor pelaksanaan puasa kita, tapi maaf, kita tidak bisa berulah seperti kancil yang mengakali peraturan. Ada Sang Maha Melihat, Sang Maha Mengetahui yang tidak bisa ditipu dengan trik Pusakane Nabi Sulaiman.

Tanpa peri biru yang mengayunkan tongkat kecilnya, tapi dengan fasilitas dan akses ke perpustakaan jiwa yang lebih besar, disertai bonus-bonus untuk setiap level yang dilewati.

Jadi, kita tinggal memilih. Mau jadi si Kancil, Cinderella, atau Kupu-kupu.

Selamat menikmati ibadah puasa dan rangkaian feature-nya.

2 September 2006

Setengah-Setengah

Filed under: Ragam — hericz @ 1:00 am

Di suatu kelas, saat mencocokkan hasil Quiz mingguan.

Dosen (agak berteriak): “Jawaban untuk nomer 7 adalah 45.2MHz”
Mahasiswa 1 (teriak) : “Kalau nggak ada satuannya Pak? cuma 45.2″
Dosen(bijaksana): “Nilainya setengah! ”
Mahasiswa 2(lugu): “Kalau satuan saja, dapat nilai setengah nggak?”
Dosen(jengkel) : *nimpuk kapur*

Beberapa orang bilang, bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang setengah-setengah. Modern belum, tapi tradisi sudah mulai hilang. Belum bisa makan keju, tapi cari ketela goreng sudah susah. Koar-koar berantas korupsi, tapi lebih suka ‘nembak’ kalau kena tilang di jalan.

Bahasa Menunjukkan Kasta

Ternyata kegiatan mengambil setengah-setengah ini juga merembet ke bidang lain. Bahasa misalnya. Ternyata ada beberapa kata-kata yang diambil dari bahasa asing, tetapi hanya diambil setengah saja. Lebih parah lagi, ternyata yang diambil hanya ’satuan’-nya saja.

Berbeda dengan Bahasa Indonesia, dalam tata bahasa inggris kata pemberi keterangan diletakkan di depan kata utama. “Blue Sky” jelas berbeda dengan “Sky Blue”.

Tapi kadang-kadang orang Indonesia itu setengah-setengah. Dengan tujuan menyingkat kata, artinya malah jadi berantakan. Berikut beberapa contoh yang sering bikin pusing saat mendengarkan maupun menjelaskan.

Corned beef
Kalau dalam bahasa Indonesia “Corned Beef” kurang lebih berarti “daging sapi yang diberi jagung”, walaupun sebenarnya kata ‘corned’ sendiri merujuk pada butir-butir garam yang secara fisik seperti jagung tumbuk yang dicampurkan.

Jadi seharusnya sudah jelas kalau kata utamanya adalah ‘Beef‘ dan kata bantunya adalah ‘Corned‘. Lah, kenapa disini malah terkenal dengan nama Kornet?

Remote Control
Nama bendanya adalah “Remote Controller” atau sering disebut juga “Remote Control“, artinya kurang lebih “Pengendali jarak jauh”. Kata utamanya adalah ‘Pengendali’, bukan “jarak jauh”.

Terus, kenapa orang teriak-teriak “Adiik, remotenya tadi ditaruh dimanaa?”.

Fitness Center
Dalam bahasa Indonesia berarti Pusat Kebugaran.
Tapi kenapa kalau ada cewek berkata “Aku mau ke fitnes dulu yah” yang artinya kurang lebih “Aku mau ke kebugaran dulu ya”, orang sudah maklum.

Sedangkan kalau aku bilang “Aku harus menjaga fitness nih”, harus ditanya dengan kalimat “emang sekarang kamu kerja di sana?”.

Adobe Photoshop
Editor gambar yang satu ini -hingga saat ini- memang tidak ada saingan yang sekelas. Hampir semua orang yang kenal komputer lebih dari 6 bulan mengenalnya.

Adobe adalah nama sebuah produsen software, sedangkan Photoshop adalah nama produknya. Saat merk sudah dikenal lebih baik sebut merknya saja, jangan nama produsennya. Seperti halnya Honda Jazz dan Toyota Kijang misalnya.

“Eh, babe gue beli Jazz baru nih” lebih menjelaskan daripada “Eh, tolong jemput aku pake honda yah”. Honda tidak hanya membuat Jazz, tapi juga Civic, Accord, Supra-X, Tiger, dan sang legenda Si Pitung (C70/C-Pitungpulung). Pakde Andry juga sudah bersabda duluan.

Jadi, kalau tanya “Her, kamu punya installer Photoshop nggak?” akan lebih menjelaskan daripada “Her, installer Adobe-ku kok error yah”.

USB Flash Disk
Flash memory adalah memory yang bisa menyimpan data dan menahannya saat tidak ada listrik lagi. Sejak dulu memori ini sudah digunakan untuk menyimpan BIOS di motherboard komputer. Karena harganya semakin murah, para insinyur membuatnya menjadi sistem penyimpan data portabel, mirip disket, maka sering disebut ‘Flash Disk’.

Kebetulan, karena protokol yang paling laris dan cocok untuk kecepatan tinggi adalah protokol USB, para insinyur menyambungkan Flash Disk ini dengan port USB. Maka disebutlah benda ini dengan nama “USB Flash Disk”. Pada sistem lain, Flash Disk ini juga dihubungkan secara langsung ke bus komputer. Ada juga yang dikemas dalam ukuran kecil menjadi CompactFlash, SD-Card, MMC, dan teman-temannya.

Jadi, benda kecil yang sering jadi liontin kalung ini adalah sebuah Flash Memory, bisa disebut Flash Disk atau Flash Drive. Tapi mohon, jangan lagi-lagi bilang “Eh, USB-ku tadi mana yah?”.

*nimpuk kapur*