Ira dan Heri
Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang aku akhirnya akan menjalani suatu awal. Ya, aku akan menikah.
Bersiap menjalani hari-hari yang berbeda, proses pengambilan keputusan yang berbeda. Bersiap untuk hidup lebih tenang, lebih tentram, lebih bahagia, dengan ridho Allah SWT.
Kami sudah menyadari, bahwa nantinya kami akan memiliki waktu bersama yang dihabiskan untuk bertengkar. Mungkin karena masalah sandal yang tidak ditaruh di raknya, rebutan remote control televisi, atau mungkin cuma karena masakan yang terlalu banyak garam. Tapi mungkin saja semua itu harus dilalui. Karena bertengkar adalah Feature, Agar menjadi Wise dan Mature.
Dengan impian bersama membentuk keluarga yang “sakinah mawaddah, warrahmah” seperti kisah Rasul atau “live happily ever after” seperti dalam dongeng, maka kami berjanji akan menjalani semua proses dengan sebaik-baiknya.
Menjalani semua proses: berdoa, bekerja, belajar, bercinta, berdiskusi, berbelanja, arisan, bayar listrik, bayar telpon, cuci baju, setrika, ngepel, beribadah, rekreasi, beli air minum galon, telpon, sms-an, nonton bioskop, kondangan, semua akan menjadi sesuatu yang berbeda dibandingkan sekarang.
Do’a dan nasehat para senior-senior dalam bidang pernikahan tentu akan menjadi sesuatu yang sangat berharga. Apalagi kado untuk mengisi rumah kontrakan yang masih kosong tanpa peralatan apa-apa ini, hihihi.

