19 April 2007

Dukungan Untuk Praja IPDN

Filed under: Ngedumel — hericz @ 2:58 am

Sudah jam 2 malam, aku sudah ngantuk banget, tapi aku ndak bisa tidur. Televisi yang biasanya membantuku terlelap malam ini malah membuatku semakin terjaga dan merasa sangat tersiksa. Setiap kali kupejamkan mata, terbayang wajah-wajah gelisah kalian sahabat-sahabatku Praja IPDN. Mahasiswa dan Mahasiswi dari sebuah kampus yang menjadi berita utama 2 minggu terakhir.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Terbayang di mataku betapa kalian berangkat ke Sumedang dengan semangat tinggi. Berapi-api keinginan kalian untuk membahagiakan orangtua, membanggakan nama keluarga, menyekolahkan adikmu yang pinter dan lucu ke sekolah terbaik. Lalu kalian sadar, bahwa ternyata perjalanan mulia kalian berujung pada sebuah neraka sistemik berkedok pendidikan negara.

Setiap kali aku menyentuh perutku, terasa sakitnya perutku dihantam oleh kakak kelas yang sepupunya keponakan mantunya pejabat. Dan sakitnya tidak seberapa dibanding remuknya hati kalian dianggap sebagai kaum hina, ‘bukan siapa-siapa’. Fakta bahwa kalian bukan anak komandan koramil, dan bukan keluarga staf di gubernuran, membuat nyawa kalian tidak lebih berharga dibanding bebek di kawasan berburu.

Saat mendengar suara musik di MTV, aku terbayang betapa kalian mati-matian -dalam arti harfiah- berusaha masuk klub drum band kampus. Hanya agar dianggap sedikit lebih berderajat dan pantas bersanding dengan mereka yang berkuasa di kampus karena keturunan. Mungkin mereka lupa, sekarang sudah tidak jaman kerajaan lagi. *sigh*

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Melihat para remaja cantik di TV membuatku membayangkan kalian, sahabat-sahabatku mahasiswi IPDN yang dihina, dilecehkan, diambil kehormatannya tanpa bisa sedikitpun mampu melawan sistem yang sedemikian kuatnya. Jangankan melawan, membuka mulutpun kalian sudah tidak punya sisa kekuatan lagi. Aku sungguh tidak bisa membayangkan betapa menderitanya kalian, trauma yang PASTI tidak akan terhapus seumur hidup kalian.

Aku bayangkan pula bagaimana kalian harus berbohong pada Ayah dan Ibu yang sangat kalian cintai dan hormati, “Ah ibu.. adek kan baik-baik saja nih, lihat! Ototku aja semakin besar kan? Di sana tuh aku hidup enak kok”, sambil menyembunyikan memar-memar di dada kalian atau nyeri di rahim setelah aborsi. Pasti sakiiit sekali.

Aku tidak tahu, doktrin dan ancaman apa yang dimuntahkan para senior, sehingga kalian bisa menganggap diri sendiri sudah tidak punya hak hidup lagi. Menjalani hari demi hari dengan doa “Ya Allah, kuatkanlah hambamu yang lemah ini..”, hanya agar kalian masih bisa memanjatkan doa yang sama di malam hari berikutnya.

Sekolah gratis yang ternyata membuat kalian harus membayar uang seragam, membeli diktat kuliah (yang tidak pernah sempat kalian baca), ataupun membayar ’setoran’ ke senior. Bahkan uang saku yang dikirimkan oleh Pemerintah Daerah kalian pun -yang biasanya kalian kirim kembali sebagian ke rumah untuk beli beras- tidak bisa kalian terima dengan utuh. Angka 60 juta pertahun memang angka yang menggiurkan banyak orang.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
mungkin aku hanya semalam ini tidak bisa tertidur pulas dengan raut muka penuh ketakutan. Besok pagi, atau paling lama minggu depan aku mungkin sudah lupa.

Tapi kalian harus mengalaminya setiap malam, selama 1,2,3 tahun selama di kampus? Oh, sepertinya tidak. Kalian pasti harus menahan ketakutan seumur hidup kalian, membayangkan teman sebarak, teman main, teman makan siang, teman berlari-lari saat mau ujian masuk IPDN, teman yang mengompres luka memar di jidatmu hasil penggulingan, yang MATI, MATI, MATI tanpa kau sempat memberikan bantuan saat dia dihajar bos-bos besar, senior, anak para ningrat di kantor kabupaten.

Dan kalian semakin pedih lagi saat melihat makam sahabatmu -yang dilaporkan hilang pada orang tuanya- itu dijadikan monumen agar adik-adik kelas kalian -si anak petani, anak tukang becak, anak buruh bangunan- yang didatangkan dari berbagai daerah menyadari bahwa mereka baru saja masuk ke sebuah neraka untuk orang miskin, surga untuk orang berkuasa, dan sumber kekayaan bagi dosen dan staf peminum darah. Neraka dimana jagoan beladiri pun tidak akan sanggup melawan.

Sedangkan kisah-kisah praja putri yang MATI dalam keadaan hamil, babak belur, terbuang di daerah terpencil menjadi sebuah dongeng turun temurun yang mengerikan. Mengingat kalian bisa menjadi tokoh pengganti dalam dongeng tersebut saat kalian membuka satu kalimat saja.

Lalu wajah-wajah ‘pembunuh’ yang masuk TV tanpa merasa malu, tanpa sedikitpun raut muka penyesalan, membuat kalian semakin tenggelam dalam ketakutan yang luar biasa.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Aku membayangkan betapa tanggung jawab kalian begitu besar. Menjaga nama baik Daerah, menjaga nama baik kontingen kalian harus kuat menjaga semua kepedihan itu sendiri. Betapa susahnya birokrasi jika ingin komplain.

Aku tahu, kalau seorang anak pejabat terlibat kasus pembunuhan, maka kasusnya tidak akan pernah sampai di pengadilan. Maka aku juga tahu betapa takutnya kalian, kalau pelaku pembunuhan bukan hanya satu, atau 10, tapi 100 atau 1000 anak pejabat. Karena kalian juga tahu, senior-senior miskin itu sepertinya hanya ikut-ikutan saja.

Aku sudah mulai sadar bahwa ternyata tendangan kungfu di dada hanyalah seujung kuku dibanding siksa batin dan jiwa yang kalian alami selama berada di sana.

Wahai sahabat-sahabatku Praja IPDN,
Tidakkah kalian lihat betapa luasnya dunia ini. Tukang jamu menggendong dagangannya keliling kampung, berangkat dengan wajah penuh harapan, pulang dengan hati gembira. Setiap 100 meter di pinggir jalan ada penjual voucher HP, es cendol, Mie Ayam, pisang kremes yang terkantuk-kantuk menunggu pembeli. Mereka berangkat dengan penuh harapan, dan pulang dengan bangga membawa rejeki halal sekedarnya untuk diberikan ke anak istrinya. Mereka bahagia, dan mereka bukan PNS.

Dunia tidak hanya menjadi pegawai negeri sipil. Sistem informasi belum secanggih dalam film-film Bioskop TransTV tadi malam. Kalian masih bisa keluar, menyelamatkan diri dari neraka sistemik itu dan menghilang tanpa diketahui siapapun.

Aku yakin, ayah ibu kalian lebih suka melihat kalian jadi nelayan yang HIDUP jujur di sebuah pulau terpencil daripada melihat makam PNS muda yang dimakamkan dengan penuh pengormatan dari rekan-rekan kuliahnya yang tidak bisa diajak ngobrol.

Tolong dipikirkan lagi, bedanya matinya seorang pejuang kemerdekaan, matinya seorang yang berjihad, dan mati konyol karena dihajar idiot berkuasa. Idiot yang hanya bisa masuk kampus megah itu karena pakde dan buliknya, bukan karena otaknya.

Itupun jika kalian tidak ingin mimpi buruk ini berlangsung seumur hidup kalian. Karena sekarang definisi PENGECUT, PEMBERANI, BERMARTABAT, DISIPLIN, KOMITMEN dan PENGKHIANAT sudah mempunyai arti yang berbeda di kampus jahannam itu. Ayo, jadilah PRAJA yang BERANI dan BERMARTABAT -dalam arti sebenarnya-. Kalo kata MTV, speak your mind, anggap saja ini sebuah acara Fear Factor berhadiah ketenangan jiwa.

Maaf, aku mulai ngantuk membayangkan bahwa semua ini ujung-ujungnya ternyata lagi-lagi masalah uang dan kekuasaan. Lagipula sudah hampir jam 3, biasanya jam segini kalian sudah selesai dihajar dan bersiap-siap tidur, mengumpulkan tenaga agar tetap hidup saat dihajar besok malam.

—-
Terimakasih buat seorang ibu yang sore tadi sudah menceritakan semua dengan berlinang air-mata.

337 Responses to “Dukungan Untuk Praja IPDN”

  1. gravatar aRdho Says:

    baru tau gw kalo ternyata ada pemerkosaan juga di ipdn.. :(

  2. gravatar Lita Says:

    Very touchy, Her.

    Sedih sekali, apalagi jika mereka sedang bicara untuk membela almamaternya sendiri, sementara cerita tragis terkuak satu-satu.

    Astaga… mahal sekali harga kuliah di sana, ya. Apakah harga itu yang harus dibayar saat mereka menjabat di tingkat pemerintahan (nyaris paling rendah sebelum tidak digaji)?

  3. gravatar acha Says:

    moga yang didukung dapat meningkatkan kinerja di pemerintahan menjadi lebih baik.

  4. gravatar adis Says:

    Dukungan dan doa buat para praja putri yang nasibnya mengenaskan….AYO KALIAN HARUS BERANI BICARA!!!

  5. gravatar dedenf Says:

    hiks..hiks… aku juga hanya bisa mengurut dada mendengar cerita itu.
    tidak rela pajak dipakai oleh bangsat2 ipdn
    tidak rela harga diri manusia dan nyawa semurah itu
    tidak rela dengan kehormatan yang diinjak-injak
    bangsat-bangsat diIPDN lebih rendah dari hewan. Terkutuklah kalian semua!

  6. gravatar henny Says:

    *ikutan nangis lagi*
    turut berduka cita :(

  7. gravatar andriansah Says:

    Jadi pengen tau lebih banyak

    turut berduka

  8. gravatar mBu Says:

    Pengen denger cerita bu**** langsung..

  9. gravatar wadehel Says:

    Jangan sampai ada lagi yang seperti itu. Kebusukan sudah berurat akar. Bubarkan IPDN.

  10. gravatar -peng Says:

    *spikles*

  11. gravatar manusiasuper Says:

    Mantabsss……

    Diliat dari sisi manapun, mudhoratnya banyak ya….

  12. gravatar dian ina Says:

    udah kehabisan komentar.
    sampai nggak tau lagi harus bilang apa.

    kenyataan yang terlalu mengerikan.
    hiks…

  13. gravatar Arip Says:

    Moga2 yang teraniaya dikasih kekuatan dan gak jadi kalap kayak si Cho Seung-Hui..

  14. gravatar Dody Rindra Says:

    Iya kang Hery…

    Harus dilakukan upaya pembenahan di IPDN agar sistem yang selama ini berlaku dan menguntungkan para oknum bertanggung jawab itu dapat menjadi lebih baik.Jangan lagi beri kesempatan buat para oknum itu untuk berbuat seenaknya.

    Kasihan sekali para mahasiswa/i calon pemimpin bangsa yang harus mengalami banyak ketidakadilan di sana.Lebih baik mereka dicarikan wahana lain yang dapat mengeluarkan mereka dari penderitaan yang terus2an mereka alami.Masih banyak tempat lain yang lebih sesuai dengan bakat & kemampuan mereka.

    Kenapa sih masih ada saja kasta-kasta di sebuah kampus pendidikan seperti di IPDN? Anak “pejabat” sebagai pihak yang untouchable” dan anak orang tidak mampu sebagai “korban”.

    Gemas sekali melihat mereka, oknum2 pengelola kampus, dosen, dan mahasiswa senior yang masih bisa menghirup udara bebas penuh canda tawa atas perbuatan-perbuatan yang pernah mereka lakukan.

    Selamatkan para Praja calon pemimpin bangsa korban ketidakadilan kampus IPDN !!
    Berikan hak dan perlindungan untuk berbicara & bersuara !!!

    Tindak para oknum tak bertanggung jawab kampus IPDN !!!

    Hapuskan sistem kasta, senioritas tak bertanggung jawab, dan tegakkan keadilan !!!

    Demi Bangsa yang Lebih Baik.
    Amin

  15. gravatar nYam Says:

    dan mereka kompakan tutup mulut? korsa kok ya buat bunuh orang…..ra mutu

  16. gravatar endhoot Says:

    duh…

  17. gravatar ryan Says:

    BUBARKAN AJAAAA…..

    dibenahi tetep aja ga bisa….
    diganti nama? bakal terulang lagi…

    sekolah PNS tapi sok militer…. BAH !!! yg AKABRI aja ga gitu2 amat…
    PNS yg sekarang aja masih tetep ga bener, KKN masih merajalera….

    gw BERSUMPAH ga akan keturunan2 gw masup sekolah model ginian !!!!!

    Mungkin yg bener2 mengabdi bisa 1:1000… memang tidak semuanya BURUK, tapi apakah untuk menyelamatkan IPDN demi hanya beberapa orang saja sementara 90% bakal jadi KORUPTOR ?????……

    BUBARRRRKANNNNNNNN……….

  18. gravatar didats Says:

    ih…
    pasti seru ceritanya…

    *pengen ikut kopdar*

  19. gravatar Setiawan Says:

    *jadi sedih baca post ini* Hiks.. :(

  20. gravatar Ben Says:

    duh… prihatin dgn para korban :(

    akankah semua pelakunya diusut tuntas?

    ya ya ya, saya hanya bisa bermimpi dan geram :(

  21. gravatar abe Says:

    Her,

    Seharusnya diberi tag “Surat Terbuka”, karena ini adalah… Ah, sudahlah.. hiks.. Sedih bacanya!

  22. gravatar althea Says:

    kalau membunuh aja sudah berjamaah dan tidak merasa salah apalagi kalau kelak mereka menipu atau korupsi ???

    tidak heran pns saat ini dikonotasikan dengan [ penghuni neraka selamanya ]

    wallauhalam

  23. gravatar bimoseptyop Says:

    kenapa agama ngga di jadiin landasan ya
    tes tes

    http://bimoseptyo.blogspot.com

  24. gravatar person who hate IPDN so much Says:

    Sklah ga jelas pemerintahan!! IPDN malah bikin negara kita malu! karena temen2 gw disini pada menanyakan hal yg memalukan setiap hari nya. Gw di luar negeri malu bgt ama yg terjadi di negara gw sendiri!! niat nya tulus pergi kesekolah pamit dgn orang tua, tp pas pulang bukan nya di sambut dgn tawa haru bangga orang tua,,melainkan tawa sedih orang tua melihat hanya foto anaknya beserta alamat makam!

    masya allah!!

  25. gravatar aria Says:

    apa lagi bisa diucap????? terima kasih bung heri, sungguh susah membayangkannya kali ini,,,, setelah pernah saya baca kisah perang vietnam yang sangat keji, lalu kisah kekejaman di bosnia, dan sekarang semua itu hanya bisa ditandingi oleh kesadisan di IPDN! masya Allah! dan mereka para terdakwa tampak tersenyum ringan di layar TV,,,,

  26. gravatar Kain Putih Says:

    Hidup memang pilihan, tapi mungkin bagi para praja hidup tidak ada pilihan kecuali diam memendam segala keluh kesah mereka, sampai datangnya kelulusan, bukan mereka yang salah, tapi sistem lah yang membuat mereka seperti itu, jangan bubarkan IPDN tetapi tunggulah hasil tim evaluasi bung ryas,Klo pun akhirnya nanti dibubarkan carilah solusi untuk ribuan praja yang masi aktif untuk dipindahkan ke institusi lain

  27. gravatar biasa saja Says:

    Bubarkan saja…untuk sekian ribu praja dialihkan ke D3 lain..saya pikir dana dari depdagri yang selama ini untuk membiayai mereka masih cukup berlimpah.

  28. gravatar sebisa mungkin Says:

    Data ulang untuk praja yunior yang kemungkinan masih belum terdoktrin serta dari ekonomi pas²an yang di prioritaskan,

    untuk praja “titipan” lacak terus sampai detail asal usul mereka dan track recordnya kalo buruk untuk mereka ini tidak perlu mendapat sumbangan sama sekali kalau perlu buang aja ke laut!

    dobrak dan hancurkan doktrin² yang telah membuat pikiran para praja ini menjadi bego, tolol, dan tak berperi kemanusiaan juga hancurkan doktrin yang membuat mereka bungkam terhadap sebuah kebenaran dan kejujuran!

  29. gravatar puty Says:

    waw… postingannya bagus dan menyentuh sekali…
    selama ini saya cuma liatnya, “ipdn? apaan sih? isinya orang gila semua..”
    :(

  30. gravatar hikmah Says:

    Sangat memilukan, memprihatinkan, dan menyedihkan,Baik senior dan Junior mereka adalah korban. Ya korban dari pd sistem. Sistem yang sesat sehingga menghasilkan pola kepemimpinan yang salah. dari sebuah sistem melahirkan doktrin2, yang menjadi sebuah kehidupan bahkan kebiasaan yang jauh dari kebenaran, percaya dan taat pada sebuah peraturan yang salah, menjadi pirinsip dan keyakinan dari masing praja. Jadi dasar dan landasan sistem nya lah yang harus dirubah, jika semuanya dapt berubah.

  31. gravatar ILHAM Says:

    sebenernya itu sekolahan apaan sih…
    MURIDNYA aja brutal2 apalagi gurunya.
    misal nanti jadi pegawai juga,paling2 KORUP uang RAKYAT…dari awalnya aja udah ga bener maksudnya didikanya apalagi nanti kalo udah jadi pegawai PNS/di instansi2 pemerintahan pasti KORUPSI yg ada….ga ada mutunya kalo tetep aja begitu… BUBARIN AJA !!!kat a yg paling pantas untuk IPDN

  32. gravatar Joan Says:

    Tulisan kamu membuka mataku tentang IPDN, Her. Dari dulu (pas nama masih STPDN) bayangan itu ya kekerasan terus. Aku lupa bahwa di mana ada kekerasan, di situ banyak korban (selain yang terekspos).

    Semoga IPDN akhirnya berubah, bukan hanya di nama, tapi juga di mental.

  33. gravatar martin chandra Says:

    sejauh ini yg saya tangkap dari media kok kesannya ipdn memang sengaja dipelihara dan dilembagakan. saya tunggu deh sejauh mana dekan & rektornya bisa diseret ke meja hukum.

  34. gravatar me Says:

    saya praja..
    praja putri
    masih jadi praja

    saya menangis membaca tulisan anda
    saya juga pilu mendapati kenyataan sisi kelam almamater yang saya cintai.

    nila setitik merusak susu sebelanga.
    hinaan, cacian untuk kami terasa ga ada habisnya. lalu dimana tempat bagi ribuan kami yang masih berjalan pada koridor yang baik. yang tidak ambil bagian dari tragedic menyeramkan itu..

    bagaimana kami menata hati orang tua dirumah. dan menyakinkan mereka bahwa kami baik-baik saja, tetap hidup normal sebagaimana manusia pada umumnya.

    bagaimana menyakinkan semua manusia bahwa kami masih perawan, suci dan terjaga kehormatan kami sebagai wanita saat dosen kami mengatakan kami perempuan BISPAK.

    bagaimana kami mengatakan bahwa tidak ada pemerkosaan di dalam kampus kami. bila kami boleh berkata mereka yang aborsi adalah mereka yang tidak bisa menjaga kehormatan mereka sendiri !!!
    tidak bisa memelihara nafsu mereka!sehingga kami semua harus menanggung aibnya juga.sementara yang bersangkutan telah dikeluarkan dengan tidak hormat dari kampus.dan mungkin sekarang tengah tersenyum2 di depan tv.

    tidak kah semua mau melihat dari sisi yang lain bahwa dalam hidup selalu ada hitam dan putih!!

  35. gravatar Bi[G] Says:

    [quote]bila kami boleh berkata mereka yang aborsi adalah mereka yang tidak bisa menjaga kehormatan mereka sendiri !!![/quote]

    berarti emang ada aborsi…

  36. gravatar hericz Says:

    buat mbak me dari IPDN, nah begitu dong.

    Tujuan saya nulis ini agar anda2 yang jadi korban berani ngomong kenyataan di lapangan tanpa takut tekanan dari pihak manapun, termasuk blogger.

    Aku ndak peduli dengan mereka yang sudah jadi pelaku. Cukup para korban saja yang merasa perlu diselamatkan, (termasuk korban media).

    Karena kita berdiri di negara yang sama, hukum yang berlaku juga sama.

    Kalau sampeyan mendiamkan orang lain melakukan kejahatan, berarti anda setuju.

    Semakin banyak informasi dari anda2 ini, semakin mudah pihak luar membantu mengatasi ‘nila setitik’ yang merusak nama besar kalian, semakin besar pula peluang kelak anak2mu sekolah di IPDN tanpa anda khawatir anakmu sedang dipukuli, atau dilecehkan orang lain.

    Informasi apapun sangat berharga, termasuk rasio ‘uang saku’ dari pemda yang anda dapatkan dibanding yang dianggarkan pemda kalian.

    Ayo, tetap semangat!. Aku mendukung kalian para praja IPDN! Be BRAVE!

  37. gravatar yudex Says:

    Allohu Akbar…
    ampuni kami Tuhan…

  38. gravatar Lusi Says:

    Cara paling tepat menyampaikan keprihatinan terhadap kasus “IPDN”. Very Well Said. Thanks.

  39. gravatar asti Says:

    bubar aja deh………kampus sih megah, tapi di dalemnya busuk semua…belom jadi pejabat aja udah pinter bohong n neken orang….gimana ntar udah jadi pejabat….

  40. gravatar wahyudhy Says:

    hiks… gak tau tuh

    udah tau mereka yang jadi korban
    masih aja keep silent, membela yang salah
    gimana kl udah jadi camat nanti ya

    sorrry… pokoknya say no to ipdn

  41. gravatar Gosib Pemula « A Journal of A Not-Superman Human Says:

    […] Hal ini diikuti dengan protes mengenai Gerakan Tutup Mulut yang dilakukan para Praja. Serta dukungan lainnya yang diutarakan oleh sang kodok dengan cara jenius. […]

  42. gravatar me 2 Says:

    me:
    “tidak kah semua mau melihat dari sisi yang lain bahwa dalam hidup selalu ada hitam dan putih”

    iya mbak, dalam hidup memang selalu ada item/putih. pake narkoba pun ada item/putihnya juga. mslhnya byk item/putihnya? kalo byk itemnya kan mending ditinggalin aja.

    yg bsangkutan dikeluarkan? itu kalo dia hamil. sedang yg cowok apa juga dikeluarin? bagi yg seks bebas tapi gak hamil, eh malah senyam-senyum di depan TV kampus ipdn, rombongan lagi.

    “dimana ada kekerasan, disitu ada seks bebas.”
    “power tends to corrupt. absolute power corrupts absolutely”

    bubarin aja ipdn. terlepas dari isu kekerasan, sbnrnya pendirian ipdn udah menyalahi aturan depdiknas. pddkan kedinasan seharusnya tanpa gelar. kalau pddkannya di deplu, orang hrs min. S1 dulu, diterima PNS, baru pendidikan kedinasan. kalau ipdn, dari konsep sekolahnya aja udah ga bener, masak mau ngelulusin yang bener? …yg bener aja. udah gitu pake duit negara 60 jt/th lagi. apa itu adil? praja ipdn sbnrnya tau kalo itu nggak adil, tapi mereka diem aja, wong diuntungkan kok. kelihatan kalo mentalnya dari awal udah manja & oportunis. bayangin sendiri kalau mereka udah jadi PNS. mana mungkin jadi pejuang bagi rakyat, wong mereka dididik utk jd robot kok.

    nb: tapi saya respek anda mau comment, meski kayaknya itu stlh didikte senior anda.

  43. gravatar riza Says:

    Untuk apa latihan disiplin habis2an kalo pada kenyataannya saat kerja gak pernah ada kedengeran pegawai pemda yang terkenal kedisiplinannya.
    Harusnya yang dilatih tuh otaknya bukan fisiknya, semua juga tau kalo pemda tuh (yang notabene pegawainya banya dari IPDN) gak kreatif selalu berharap limpahan dana dari pemerintah pusat, cuma sibuk mikirin gimana cara ngabisin anggaran APBD.

  44. gravatar Gus Brur Says:

    Saya kok jadi kasian dengan mbak Me di ipdn, siapa tau dia salah satu korban juga. Hanya saja blom ketiban sial, harus hamil, harus aborsi apalagi ditendang kluar ipdn secara tidak hormat. Bisa jadi mbak Me ini hanya mencoba tegar, karena mau apalagi jika semuanya sudah telanjur, telanjur hancur, kadung hilang harga diri kecuali trus mengejar mimpi.

    Ikutan nB: Saya kok jadi muak liat pegawai negeri, semuanya di mata saya jadi terlihat spt mantan pemerkosa, mantan wanita2 bispak murah pemuas nafsu kata mbak Me, pantes pegawai negeri hobynya selingkuh! Ato saya ngiri ya krn tidak mengalami jadi kK senior, kwak ka ka… amit2!

  45. gravatar ria Says:

    y ampn klo aq jd ortu dr praja yg daniyaya udah aq sbk2 tu plaku,ksl bgt lo mikirin gmna sktny dhina,dpkul,dan kkrasan yg lainny!!!!!!!!!!!!!!!!gmn sih pemerintah itu berfikir,dmana hti nurani mreka???ap mreka g prnh mkr gmn lo anak mreka yg daniyaya?hti mreka psti ancr lebur!!!!kdng aq mrasa bhwa g ad lg yg bsa aq bnggain lg dr ngri tercintaq ini!aneh d lo liat ortu dr pra praja yg udh brhasil jd pembunuh!mreka yg uda teu lo anak ny itu brsalah mlh belain!mlh mreka mnta agar status PNS anakny tdk dcbut moga mreka bsa bngga dngan anak mreka yg uda berhasil mnjdi pembunuh profesional,moga pembunuh2 ini dpt dbnggakan dmsa dpn sbagai teroris pling terkenal ddunia,yg uda brhasil menghancurkan ngarany sndiri!!!buat pemerintah yg mlh menutupi kjadian ini trimakasih krna ama az klian uda ngezamin gmn msa dpn dri ngara ini!!(menjadi negara pnh kpalsuan,kebohongan,kmunafikan&mnjdi ngara pnghasil pembunuh terbesar ddunia.trimakasih wahai pemerintah yg ad dlm negriku ini,karna kalian aq smakin ngga bangga pada negriq ini!!!!!!!!!!!!!!!

    PS:knpa y ngara lebh ngurusin hal2 yg g pntng dri pda ngurusin kesejahteraan rakyatny???
    mga prtanyaan ini dpt berubah sbelum “HUKUM RIMBA” yg udh mulai dterapkan bnr2 jd hukum yg lazim d INDONESIA

  46. gravatar nien Says:

    tidak semua praja itu buruk, saya yang pernah menuntut ilmu disana tidak pernah mempedulikan apa itu senior, apa itu yunior. bagi saya dan banyak yeman saya semua praja itu sama kedudukannya. saya, bahkan anda mungkin juga pernah berbuat kesalahan, sekarang bagaimana kita semua termasuk anda menginstropeksi diri apa kesalahan yang pernah kita perbuat dan bagaimana kita memperbaikinya. Saya hanyalah pns/abdi masyarakat biasa,dengan gaji yang hanya cukup untuk makan, tapi saya bahagia karena berkat almamater saya, saya bisa bertahan ditengah kerasnya hidup. Harapan saya, smoga sistem yang ada di kampus berubah sesuai dengan harap kita. amien. terima kasih atas kepedulian teman-teman semua..

  47. gravatar ree Says:

    semut di negeri seberang jelas terlihat tp gajah dipelupuk mata tak tampak…mgkn itu pribahasa yg tepat bagi kalian org2 yg bsx hanya mengkritik org tanpa bs introfeksi diri dl
    klo boleh sy katakan msh bnyk ayam kampus di univeritas2 luar yg bebas berkeliaran diluar sana
    yg bahkan mgkn dgn vulgarx memasang tarif u/ om-om
    kok mereka ga di publikkasikan ya..
    jgn2 di balik berita freesex di IPDN ada unsur politikx atw mgkn spy laris manis dibc pembaca…???
    itu patut dipertanyakan
    bahkan eorang dosen yg dgn semangat 45 berkoar-koar ttg keburukan IPDN, apakah kalian tdk merasa heran atw curiga motiv dibalik semua itu???
    yg klo boleh dikata, dosen tsb jg msk kdlm sistem IPDN…barti secara tdk langsung dia jg terlibat didlmx
    mengapa br di ungkap skrg???
    bknx dia sdh jd dosen bahkan pernah jd pengasuh sblm kasus wahyu hidayat..

  48. gravatar Heri juga Says:

    Klo gw mendingan tuh kampus di bubarin aja !
    masih banyak tempat belajar yang berkualitas dan murah misalkan di jogja

  49. gravatar rahman Says:

    Untung aja dulu setelah lulus SMA aku pernah ikut test STPDN/IPDN tapi tidak lolos. Kalau diterima bisa-bisa udah gak hidup lagi sekarang.

  50. gravatar Nieke,, Says:

    sampe skarang saya masih mencari2 mengenai kebenaran berita nasib praja2 putri IPDN. kok kaya’nya ga terlalu banyak di ekspose ya? apa saya yg ketinggalan berita?

    ada yg bisa kasih saya info yg lebih lengkap? bukan apa2 sih.. cuma penasaran aja. sebagai wanita, saya juga ingin mendengar “jeritan” mereka2 di balik kampus IPDN itu..

  51. gravatar praja putri Says:

    Gus Brur hati-hati kalo bicara!!
    Tidak tau apa-apa tolong jangan banyak bicara!
    Lembaga kami sudah jatuh tertimpa tangga.
    Tangganya adalah PERS
    Kalian semua jangan makan mentah-mentah pemberitaan pers. Kami masih suci, masih bersih dan selamanya akan menjaga kesucian kami. Kami yang hidup di dalam, kami yang lebih tau karena kami yang merasakan. Tidak ada pemerkosaan di ipdn. Sekali lagi TIDAK ADA PEMERKOSAAN!!

    Sulit kami bayangkan bagaimana kami harus meyakinkan kepada orang tua kami di daerah, bahwa kami tidak seburuk itu, kami masih suci. Kalian semua telah merusak masa depan kami.
    Hanya Allah yang tau. Cobaan ini akan menguatkan kami.

  52. gravatar ifan Says:

    assalamualaikum wr. wb.
    pertama-tama kami turut berbela sungkawa
    atas meninggalnya adik kami Cliff Muntu.
    semoga arwahnya diterima disisi-Nya.
    kami sungguh minta maaf atas kejadian
    tersebut dan sebenarnya kami juga tidak
    mengharapkan hal ini terjadi lagi.

    media bisa aja bikin berita macem2
    tentang IPDN.
    masyarakat pasti terpengaruh sama
    berita2 di media.
    tapi pertanyaannya, apa yg diberitakan
    oleh media itu udah 100% bener?

    kita sebagai manusia yg berpendidikan
    harusnya tidak menelan bulat2 apa2 yg
    diberitakan oleh media.

    sebenernya kami atas nama praja merasa
    sangat kecewa atas pemberitaan media.
    memang di IPDN telah terjadi tindak
    kekerasan yg dilakukan beberapa oknum
    praja rekan kami.
    tapi itu bukan budaya.tidak semua praja
    seperti itu.Sistem tidak salah.tapi
    hanya oknum2 yg melakukan penyimpangan.

    media benar2 sudah menghujat
    IPDN.seolah2 IPDN adalah kampus yg
    sangat bobrok.Seolah2 praja2nya adalah
    orang2 bobrok.Sungguh merupakan fitnah
    yg luar biasa kejamnya terhadap kami.

    video2 pemukulan yg sering ditayangkan
    di tv itu adalah video2 jaman dulu pas
    kasus wahyu hidayat dan pas masih
    bernama STPDN.
    tidak ada budaya narkoba apalagi freesex.
    IPDN sudah menghilangkan cara2 kekerasan
    dalam pembinaan.
    sanksi tegas sudah diterapkan bagi yg
    melanggar peraturan.
    tetapi yg namanya manusia pasti punya
    kesalahan.
    karena mungkin memang lemahnya
    pengawasan di IPDN, ada saja oknum2 yg
    bertindak menyimpang dari sistem yg ada.
    masih wajar ketika dalam dunia
    pendidikan ada satu/dua orang yg tidak
    patuh.
    di perguruan tinggi manapun/di instansi
    manapun/di lapisan masyarakat manapun
    pasti ada saja anggotanya yg berbuat
    tidak semestinya.betul?
    begitu halnya dgn IPDN.
    oleh sebab itu mari kita berfikir bijak
    tanpa menggunakan ego.
    jangan lantas gara2 ulah segelintir
    oknum praja, masyarakat dan media
    menilai & men-generalisasikan semua
    praja seperti itu.
    klo boleh membandingkan, polisi/TNI pun
    ada kan oknum yg berbuat
    kesalahan?(terlibat
    perampokan,pembunuhan,narkoba,dsb bahkan
    sampai menembak mati atasannya sendiri
    seperti kasus di Semarang).apa
    Kepolisian /TNI harus dibubarkan?

    kita boleh sebut oknum.
    tapi kenapa praja yg berbuat salah tidak
    disebut oknum di media?

    yg penting penjelasan dari saya:
    kami punya agama,moral,etika,sopan
    santun,tata krama dan hati nurani.
    masih sangat banyak praja2 yg baik yg
    menjadi harapan orang tuanya masing2,
    keluarga dan daerah2nya yg mau benar2
    menyelesaikan studinya di IPDN untuk
    kemudian terjun ke masyarakat dan
    mengabdi kepada Negara.
    apa mereka mau dikorbankan hanya gara2
    ulah oknum?

    semoga dengan penjelasan dari saya,
    masyarakat bisa memahami apa yg terjadi
    di IPDN. dan kemudian tidak menelan
    bulat2 informasi2 dari media yg belum
    tentu kebenarannya.
    klao anda mau sumber yg dapat dipercaya,
    tanyalah kami.karena kami-lah yg
    mengalami kehidupan di kampus IPDN ini.

    kami tidak tutup mulut.
    apapun yg ditanyakan oleh tim evaluasi
    telah kami jawab dgn sejujurnya.
    jikalau media membuat berita bahwa kami
    “BUNGKAM”, itu karena kami memang tidak
    bicara di depan media.
    karena media selalu saja memojokkan
    kami.media hanya mengharapkan berita2
    miring tentang kami agar laku dijual.
    banyak sekali kebaikan2 yg dilakukan
    oleh civitas akademika IPDN,tpi itu
    dianggap wajar oleh masyarakat.
    tapi secuil saja kesalahan yg dibuat,
    mendapat kecaman yg bertubi2.

    kami pun mendukung adanya perbaikan &
    perubahan di IPDN, karena memang sudah
    kodratnya kita senantiasa melakukan
    perubahan.
    IPDN adalah lembaga yg tentu saja harus
    senantiasa berubah ke arah yg lebih baik
    mengikuti perubahan zaman.

    untuk itu kami perlu masukan2 yg
    bersifat membangun dari berbagai
    kalangan demi perbaikan lembaga yg
    mencetak kader pamong ini.tidak perlu
    saling menyalahkan.
    Pembubaran tidak perlu dan jangan
    sampai, karena user kami(pemerintah2
    daerah) masih mengandalkan IPDN sbg
    pencetak pamong.
    mari kita bersama-sama membangun negara
    kita.

  53. gravatar PRAJA Says:

    bahwasannya, cerita diatas hanyalah sbuah fiktif yang di karang oleh seseorang yang memang terlalu peduli trhdp ipdn yang akhirnya menimbulkan suatu deskriptif yang fiktif ( diada-ada). suatu provokasi yang dilontarkan terhadap penulis kepada massa melalui website adalah suatu tindakan yang jauh dari nurani seorang manusia…..
    BHINEKA NARA EKA BHAKTI!!!!!!!!!!!
    HANCURKAN PARA PROVOKATOR PROVOKATOR KELAS TERI YANG MEMANG IRI TERHADAP PRAJA.
    PRAJA!!MARILAH KITA RAPATKAN BARISAN!!! JANGAN TERPENGARUH DAN TERPANCING TERHADAP SUARA SUARA SUMBANG TERHADAP IPDN!!! MEREKA TIDAK TAHU APA APA TENTANG KITA!!!!

  54. gravatar Re-and Says:

    Buat praja

    jangan biarkan arogansi terhadap almamater yang berlebihan menutupi mata kalian. Sudah jelas ada yang mati, sekali lagi, jangan ada lagi!!!. Jangan anggap remeh itu.. Jangan anggap itu berita bohong atau secuil kesalahan.

    Yah, memang sulit mengubah persepsi, dari “mati karena sakit liver” menjadi “mati karena dibunuh”

  55. gravatar Bejo Says:

    wahai kawan2ku….
    bangkitlah…bicaralah …
    fuck IPDN!!!
    bubaRKKKAAAAANNNNNN…….

  56. gravatar Re-and Says:

    Wacana pembubaran memang santer mengemuka, mengapa ?
    1. Karena banyaknya yang MATI
    2. Karena pembunuhan itu DIBIAYAI UANG RAKYAT, sehingga setiap rakyat yang masih memiliki hati nurani berkeinginan menghentikan sokongannya.
    3. Perubahan total yang diperlukan mulai dari penggantian pengajar, penundaan penerimaan hingga praja lulus semua, serta perubahan sistem pendidikan adalah sama dengan MEMBUBARKAN IPDN untuk kemudian membentuk Lembaga pendidikan sejenis TANPA KEKERASAN.

  57. gravatar hericz Says:

    #buat ifan: tulisan ini ditulis setelah mendengar langsung dari seorang petugas investigasi di IPDN. Dan memang benar, tidak semua yang ditulis media itu benar,tapi tidak semua salah juga kan?

    #buat PRAJA: IRI PADA STPDN? memang prestasi apa yang membuat kalian begitu yakin hingga aku iri pada kalian?

    Kalau cuma ‘tersebar hingga ke seluruh pelosok’ tukang pecel madiun, sate madura, bakso malang juga bisa. Dan ‘user’ mereka para rakyat yang butuh makan juga butuh mereka.

    Kalian nggak pernah belajar berdebat dengan logika ya? kalau kalah terus main pukul aja yah?

  58. gravatar poet Says:

    Bwt praja deh.. gw kasian ngedenger comment lo.. jadi kebayang bener orang2 seperti apa yg ada di IPDN, GA MUTU!!!!
    kasih argumen yg masuk akal donk..!!
    dah jelas beritanya ada dimana2, benerin diri jgn hanya mbela diri aja.. buka mata lo!!

  59. gravatar wul@nd Says:

    bubarkan saja.

    HIDUP PENDIDIKAN YANG SEHAT

  60. gravatar Prof SAdu Says:

    …bandingkan dengan Universitas selain IPDN…barangkali mereka lebih bobrok n bejat cuma mereka tidak ketahuan karena tidak ada seragam yang membatasi mereka. Apalagi klo ditanya tentang freesex,,,wah koleksi nya pasti lebih banyak…dari Nanda (FIKOM UNPAD) sampai anak Untar…coba mari kita berpikir apabila almamater kita seperti itu dan dibuka aibnya oleh Tuhan….kira2 akan seperti apa??lebih baik kta mengoreksi kedalam dulu daripada berkoceh tanpa kita mempunyai info yang valid…so klo kalian punya teman deket di IPDN barangkali bisa ditanya lebih jelas toh…mereka juga manusia..msh ad yang baik diantara mereka..kita jangan men_generalisir…karena kita juga bersaudara dengan mereka

  61. gravatar nuke Says:

    Jangan pernah merasa diri anda paling suci dan tidak pernah berbuat dosa.

    saya kasihan sekali dengan praja2, karena perbuatan dosa yang dilakukan segelintir oknum dari 4600an praja yang ada di IPDN mereka dihina habis2an.

    Apa kalian yakin di kampus-kampus ato institusi dimanapun tidak ada perzinahan, aborsi, ayam kampus, Bahkan Kos-kosan baik itu di Bandung ato Yogya saja disinyalir kasus2 freesex sudah membudaya. Mungkin saja orang terdekat anda juga pernah melakukannya. Anda mungkin tidak tahu. bukannya saya menganggap semua kejadian itu sebagai hal yg wajar. tapi liat saja kenyataan di Indonesia sekarang ini memang freesex, aborsi sudah jadi menu sehari-hari.

    Kasus pembunuhan di IPDN juga terjadi di Institusi2 lain contohnya di kepolisian, yang seharusnya mereka lebih aware terhadap hukum dibandingkan orang awam. Polisi yang menembak istri, Polisi yang menembak pacarnya ato bahkan polisi yang menembak dirinya sendiri. apa perlu kepolisian dibubarkan juga? ato sekalian Indonesia aja yang dibubarkan?

    Jangan terlalu naif dalam menghadapi masalah. Cari informasi lebih banyak sebelum kita mengemukakan pendapat agar tidak menimbulkan banyak fitnah. jangan menelan mentah2 apa yang disajikan oleh media massa. contohnya saja footage (video) pemukulan di lapangan IPDN yang jelas2 diambil sebelum 2003 (kematian Wahyu Hidayat)oleh SCTV ditulis 2007. Jelas2 kebohongan publik telah dilakukan dengan sengaja oleh sebuah media besar yang akunya media terpercaya. Saya tidak membela IPDN dan saya bukan seorang praja, saya hanya orang awam yang mengikuti perkembangan berita ttg IPDN.

    IPDN lebih disorot karena preseden buruk pernah terjadi. bukan berarti pembenahan tidak pernah dilakukan. buktinya yang tadinya pemukulan dilakukan di lapangan terbuka sekarang ditempat yang tertutup yang hanya diketahui oleh praja2 yg tinggal di barak DKI.

    para praja jangan berkecil hati. Semua perbaikan memerlukan proses, walaupun proses itu penuh dengan kerikil2 tajam yang cukup menyakitkan. semua kejadian pasti ada hikmahnya. semoga IPDN lebih baik dimasa yang akan datang.

  62. gravatar Munazz Says:

    buat praja!!
    anda mau bikin kontraisu ya… telat brur kita ga bodoh gw anak pejabat jd tau banyak gimana IPDN! kami jg mahasiswa punya kesempatan yg sama utk jd PNS bisa dengan rilek mengikuti palajaran akademik kenapa kalian di belahan bumi sono sebegitunya… kalian kehilangan identitas bung… buktinya udah jelas2 salah masih membela almamater! kalian pake kacamata kuda.. otak kalian sebegitu gampangnya dicuci!! TP KITA2 JUGA GA SETUJU IPDN DI BUBARIN.. KITA PERCAYA KALIAN KELAK BAKAL JADI SIPIR-SIPIR TERBAIK NEGERI INI!!! xixixixixixix……

  63. gravatar hericz Says:

    Tolong ya, kalau sudah ketahuan kalian ini harusnya ngaku, biar gampang mbenerinnya. Bukannya malah membanding2kan STPDN dengan universitas Swasta.

    Kalau kalian baca berita, ‘gaya ’seperti itu sudah dipakai sama Yusril Ihza Mahendra (jadi sudah BASI), selain itu mahasiswa swasta bayar kuliah pake duit sendiri.

    Kalian tahu nggak, setiap bulan gajiku dipotong 10% buat bayar pajak, makan ayam goreng harus lebih mahal 10% karena buat pajak, dan lain-lain.

    Itu duit yang dikumpulin dari keringat2 rakyat, dipake buat mendidik kalian.

    Dan hasilnya, kalian para praja yang merasa berkuasa malah main pukul. Dan yang lain, yang merasa “ih, guwe bersih nih, kan termasuk yang bukan pelaku”, malah tutup mulut nggak ada yang mau ngaku.

    Kembalikan duit pajakku yang kalian makan!

  64. gravatar Dayat Says:

    maaf saudara-saudaraku…
    bukan bermaksud membela,
    kita hanya perlu melihat permasalahan secara jernih manakala sebuah fenomena terpampang
    setuju untuk sebuah evaluasi komprehensif
    tapi, jangan lantas menjadi naif…
    di Indonesia ada beribu alumni, bahkan praja yang masih menjadi peserta didik
    yang bisa jadi potret yang terbingkai dalam sebuah ciri yang kalian sebut bejat, sadis, pemerkosa, dsb…

    Saya pikir bangsa tak lebih naif jika
    hanya berfikir BAKAR LUMBUNG UNTUK MEMBUNUH SEEKOR TIKUS…

    jangan-jangan…
    Ada upaya terselubung PEMBUNUHAN KARAKTER untuk memecah kepercayaan terhadap kepemimpinan sipil
    tujuan akhirnya menggoyang KEUTUHAN NKRI, yang masih ditopang integritas para birokrat yang kalian sebut NISTA…

    saya cuma bisa bilang
    lihat jernih permasalahannya
    tapi sebelumnya liat yang ada di sekeliling kita…
    Anda, Saya atau KITA semua barangkali…

  65. gravatar fikri Says:

    hmmmmmmmmmmm

    masih banyak komentar ipdn ya?
    stpdn?

    sulit ya untuk mengaku salah?
    jujur aja
    ga akan sulit kok

    gw tau pasti yg terjadi jaman stpdn, ga nyombong, kostan gw di ciseke, jatinangor sering jadi tempat sembunyi para muda praja pesiar (yang sedang tidak terkena bendera hitam dibarak)

    cerita wahyu hidayat bukan isapan jempol foto dan video bukan rekayasa.

    ipdn?
    belum jauh berbeda
    masih ada yang sembunyi ke tempatku
    (basecamp bayangan jatinangor untuk propinsi xxxxxx)

    dari seluruh praja, yang gila ada, yang jelek ada, yang baik ada.
    sekarang tinggal NIAT BAIK

    berubah atau tidak samasekali

  66. gravatar Chiwimudz Says:

    Numpang ya mas hericz….saya ikut gemes ini!
    FOR ALL PRAJA&PRAJI n SIAPAPUN, especially yang blogwalking n kasi2 komen, keberatan, or klarifikesyen…(terutama komen2 yang sensitip pake p)

    Pliz…temen - temen…pliz…
    Tunjukkan kalau kalian BERSIH, dengan cara yang kecil…aja.Pliz, kasih links web kalian, yah, minimal frensterLah…(hare ghenee ga punya frenster?hidup dimana kalian?) biar nunjukkin juga kalo kalian bertanggungjawab atas yang kalian ucapkan, serta siap menanggung segala bentuk hujatan, atau bahakn simpati dan salut dari teman-teman yang lain. Jangan denagn asal kasi komen lalu W.O alias Walk Out, akan semakin menunjukkan kekerdilan kalain, kepengecutan kalian.

    Ayo!Suarakan apa yang menurut kalian benar, dan apa yang kalian anggap tidak benar!(meskipun memang tidak benar) tapi tolonglah…tunjukkan tanggungjawab terkecilmu dengan membuka identitasmu…(ato mungkin yang nyembunyiin identitas itu emang udah ga virgin?para penjahat? ups…sorry…)

    tolong jangan bikin saya gemes lagi dengan ngasih link website ww.yahoo.com pada nama Anda.

    Think!
    thankz…

  67. gravatar Chiwimudz Says:

    Nambahi mas hericz…

    ato emang sampeyan si empunya Yahoo?
    (yang ini khusus untuk si PRAJA yang kasi komen pada 29 April 2007 pukul 05:29 sore hari)

    kalau emang anda BENER2 PRAJA IPDN,saya jadi tambah ragu, sistem apa coba, yang dipake nyeleksi sampeyan, kok ya bisa lolos seleksi…

    *sedih…*

  68. gravatar willy Says:

    Bhinneka Nara Eka Bhakti..
    salam persahabatan dari kami anak-anak negeri yang ada di indonesia mini. saya adalah anak negeri yang jauh di ujung sumatra n saya mempunyai ribuan teman yang gak mungkin kalian temui dimanapun kalian berada.
    sebelum kalian tahu,saya pernah satu tahun hidup di bangku perkuliahan,tapi setelah saya masuk IPDN saya menaruh harapan yang besar pada Diri saya,keluarga saya,bangsa dan agama saya.
    sahabatku,ajal bukan datang dari kita tapi telah digariskan oleh-Nya untuk kita mawas diri dan selalu bertafakur kepada-Nya.
    wahai sahabatku,seandainya dikampus kalian,sama seperti dikampus ku dulu,sahabat tercinta meninggal kaena mabuk dijalan ditabrak mobil diarea kampus ku dulu,apakah menurut kalian kampusnya perl dibubarka karena menghasilkan pemabuk2 yang merusak moral?sekarang juga kalian lihat kampus Universitas Islam Sumatera Utara apakah patut dibubarkan karena ego mereka sendiri?apakah AKPOL perlu ditutup karena adanya penganiayaan sahabat kami,rekan kerja kami?
    itu semua tergantung dari kalian,dari mana kalian melihatnya?
    pak Wapres pernah berkata ketika beliau datang kkampus kami”tikus yang ada di lumbung padi,bukan lumbungnya yang hrus dibakar untuk membasmi tikus tapi tikusnya yang dibunuh,,,begitu juga da perumpamaan jika kita sakit kepala bukan kepalakan yang harus dipotong?
    semoga dengan curhatn saya ini,dapat sedikit memberikan teman2 mahasisiwa untuk dapat menilai kami lebih manusiawi?wassalam…bravo IPDN

  69. gravatar laode muna Says:

    binatang saja kalau mau makan masih mau milih milih ***tidak langsung dimakan…hanya binatang goblok saja yg langsung makan .jadi kalau ada berita di media tentang ipdn TOLONG DIdipastikan dulu mana yg benar mana yang tidak karena hasil pengamatan saya berita yg disampaikan oleh media yg bener cuman 15% selebihnya berita profokator untuk memperumit masalah…Fitnah praja semuanya penguna narkoba dan pelaku seks bebas jujur saya masih bangga dengan praja di bandikan dg unversitas lainya yang lebih buruk… ayo praja ipdn tunjukan klo kamu tidak seperti yang diberitakan supaya mereka tau yang sebenarny…

  70. gravatar dipa Says:

    thank’s for all….
    viva IPDN!!!

  71. gravatar takur Says:

    hidup BLEWA!!!!!!!!!

  72. gravatar Alumni 07 Says:

    Aku sedih, sungguh merasa sangat sedih, sedih bukan karena almamaterku dihina, dihujat dan dicaci maki, namun aku sedih, melihat perdebatan yang berujung pada paradigma cul-de-sac, paradigma berpikir jalan buntu. Bicara tentang kekerasan, pendidikan mana di tanah air ini yang tidak mengadopsi budaya kekerasan? Buka mata kita, buka hati kita bagaimana pendidikan kita telah ditelikung kapitalisme, kapitalisme untuk kaum bourjuis yang hanya mampu menampilkan kita sebagai sosok ideot tanpa mampu berbuat apa-apa! Lihat anak bangsa yang harus mati hanya karena tidak mampu bayar uang sekolah sebesar Rp 15.000,- Aku mengemukakan ini bukan bermaksud membela almemater, aku hanya mau berpikir jernih!!!! Bicara seks bebas di almamterku, aku jadi ingin bertanya pada otak kecilku yang kalau dijual tidak akan lebih mahal dari otak kerbau!!, saat ini, dimana tidak ada seks bebas???? Sekali lagi aku tidak bermaksud membela almamaterku, aku hanya tidak ingin bangsa ini melakukan onani! Berlagak suci padahal tidak lebih hanya seorang pemimpi basah!! Masyarakat pantas menghujat almamaterku, karena mereka yang bayar pajak, dan akupun menyerukan pada mereka yang mengaku almamater, saatnya kalian membuang romantisme masa lalu kalian, yang merasa pemukulan adalah satu-satunya upaya membentuk disiplin, pada titik ini aku ingin bertanya pada kalian, apakah pegawai bank yang rajin kekantor, menunjukkan dedikasi kerjanya, tidak pernah absen, pernah dipukul????? Sadarlah kita semua, ribut-ribut ini tidak lebih hanyalah sebuah onani publik, yang tidak akan pernah menghasilkan apa-apa kecuali media yang akan tertawa mengangkangi kita!!!!

  73. gravatar paur Says:

    saya adalah purna praja
    purna wanita praja
    saya ingat betul beberapa tahun lalu, setelah lulus sma saya sangat ingin menjadi guru.dan saya hampir mencapainya karena umptn tembus di fakultas keguruan ternama yang saya idamkan meskipun hasil tes stpdn juga dinyatakan lulus.tapi atas nama ingin membahagiakan orang tua dan meringankan beban atas biaya pendidikan yang semakin mahal, saya melupakan cita-cita menjadi guru dan berangkat ke jatinangor untuk menjadi praja.disana saya menemui hal-hal yang tidak pernah saya temui sebelumnya.hidup diatur dengan jadwal. melihat banyak hal baru, yang baik dan yang buruk (tentu saja).dan sekarang ini, saya sedih, sangat sedih….karena media banyak memberitakan almamaterku.mengapa sepertinya kampusku hanya berisi orang-orang bengis tak berhati yang nantinya (pasti) akan jadi koruptor (komentar banyak orang).apakah ini kampus lain???kekerasan, freesex, aborsi…selalu itu!!!kemanakah hilangnya berita baik tentang kampus yang telah merubah jalan hidupku itu???seakan-akan sebagian besar suara berteriak BUBARKAN, KAMPUS PENCETAK KORUPTOR, NERAKA SISTEMATIS dan banyak lagi komentar yang membuat hatiku miris.saya tidak sedang mengarang hal fiktif, saya juga bukan anak pejabat.saya bukan si senior br****** ataupun yunior yang menjadi korban.kasus freesex, aborsi, narkoba, kekerasan memang pernah ada, tapi juga telah ditindak tegas oleh pihak depdagri, saya bicara karena saya juga pernah ikut apel/upacara penjatuhan hukuman disiplin bagi praja yang melakukan pelanggaran/tindakan indisipliner baik berupa pelanggaran berat atau ringan.untuk pelanggaran berat dikeluarkan dengan mengganti biaya pendidikan selama di kampus, untuk pelanggaran ringan yang masih dapat dilakukan pembinaan biasanya ditunda kenaikan tingkatnya.
    saya memaklumi tanggapan publik, karena mereka memang tidak mengerti apa yang terjadi sesungguhnya.karena media hanya mengekspos hal buruk dan diolah sehingga tampak menyeramkan.dimanakah berita baik yang harusnya juga mereka ekspos agar jadi bahan pertimbangan masyarakat untuk menilai??saya miris,dibilang lulusan stpdn/ipdn nantinya hanya akan menjadi koruptor…saudaraku,dimanapun kita menuntut ilmu, bayar mahal atau dibiayai pajak, bukankah semua itu tergantung bagaimana kita memegang teguh idealisme dan ajaran agama sebagai acuan kita bekerja.belum tentu lulusan sekolah yang bayar sendiri lebih baik dari yang dibiayai pajak, atau bahkan sebaliknya.semua kembali pada diri kita untuk dapat memilih dan memilah mana yang baik dan benar.
    setahu saya (termasuk saya),tidak semua praja berbuat menyimpang,bahkan lebih banyak diantaranya yang takut berbuat menyimpang karena masa depan yang telah dirintis ketika masih menjadi yunior termuda sampai senior tertinggi bisa hilang karena tindakan bodoh dalam satu hari.
    memang, pns bukan satu-satunya jalan hidup, tapi bagi kami inilah yang harus dijalani, dan entah saudaraku semua setuju atau tidak, saya selalu bangga menjadi lulusan stpdn/ipdn dengan mengedepankan pikiran jernih saya.oleh karena itu, saudaraku,mari kita pahami lebih jauh apa yang terjadi di ipdn dengan melihat apa yang sesungguhnya terjadi, dan bukan mengomentari berita media yang mengejar rating.karena praja ipdn juga mahasiswa, juga manusia yang mungkin berbuat salah..tapi fitnah…itu bukan hukuman yang benar bagi mereka yang alpa di sana…
    mari kita renungi dan cermati fenomena yang terjadi di negeri kita ini…
    adik-adik ku…BHINEKA NARA EKA BHAKTI!!!

  74. gravatar DPP Says:

    Kepada Semua Saudara2 q, Yang tak henti dan tak lelah menghujat,mencaci dan memaki IPDN…

    Yang Pertama,,,
    Maaf Kami dari seluruh bagian yang terintegrasi dgn IPDN kepada Masyarakat Indonesia atas kesalahan2 kami yang mungkin dianggap sebagai suatu NAJIS yang Menjijikan,,,

    Yang Kedua,,,
    Apa yang Telah terjadi Di IPDN memang suatu kesalahan yang terakmulasi,,kami telah mengakui,,dan sekali lagi KAMI TAK PERNAH BERMAKSUD TUK MEMBELA DIRI…

    Yang Ketiga,,,
    izinkan kami bertanya kepada saudara2 q,,,KENAPA IPDN?SELALU SAJA IPDN?FENOMENA APA INI?APA YANG DIINGINKAN DI BALIK SEMUA PUBLIKASI NEGATIF INI,,PEMFITNAHAN,,PENGHUJATAN KEPADA KAMI??PERUBAHAN KAH???MUDAH2AN IYA,,SEKALI LAGI MUDAH2AN IYA,,SEMOGA BUKAN IRI HATI YANG MENGATAS NAMAKAN SIMPATI,,,

    Yang Keempat,,,
    Kami berada di IPDN,,tidak pernah memproyeksikan diri akan menjadi PEJABAT nantinya,,,malah sebaliknya kami di ajarkan unuk menjadi abdi negara dan abdi masyarakat yang rendah diri,,,Dari Mana saudara q semua bisa berasumsi bahwa kami kelak akan menjadi birokrat2 kotor??!15000 orang alumni IPDN adakah yang saat ini menjadi koruptor kelas tinggi?adakah data2 otentik mengenai hal itu??terus darimana saudara berasumsi?? kalo saja saudara2 q semua mau membuka mata dan hati,,menjernihkan pikiran dan diri,,lebih dalam dan hati2 dalam berkata,,pasti saudara2 q semua tahu,,lulusan mana yang tak bermoral??lulusan mana yang koruptor??lulusan mana yang bejat???
    saudara 2 q sendiri yang mampu menjawab,,karena jujur,,keterbatasan pikiran q, dan ketakutan q yamg teramat sangat kepada sang pencipta,,membuat q takut berburuk sangka,,membuat q takut tuk memfitnah,,bahkan memebuat q takut tuk d puji,,,

    Yang Kelima,,,
    FREE SEKS,,,kami hanya mampu berdoa,, berdoa atas fitnah keji yang dialamatkan kepada kami,,TERIMA KASIH KEPADA SESEORANG AYAH YANG TELAH RELA DAN BERAPI2 MENGUPAS SELURUH KEHIDUPAN DAN ISU FIKSI,,SEMUANYA FITNAH KEJI,,,TERIMA KASIH ATAS KERINGAT MU YANG TELAH MENETES SELAMA INI,, TAHUKAH ENGKAU AYAH KU??? SEMUA KERINGAT YANG TELAH KAU TETESKAN ITU TELAH KAMI BAYAR DENGAN HARGA DIRI,,DAN AIR MATA…15000 ORANG AYAH,,15000 ORANG ANAK2 MU YANG ENGKAU BANGGAKAN MEMBAYAR SEMUA KERINGAT MU DNGAN DARAH DAN AIRMATA,,15000 ORANG ANAK2 MU KEHILANGAN HARGA DIRI,,,SEMUA ATAS FITNAH MU YANG KEJI,,,,TERIMA KASIH AYAH KU DARI SELURUH ANAK MU DI SELURUH NEGERI,,,INU KENCANA SYAFEI,,,

    Yang Keenam,,,
    Semoga tulisan ringkas dan tak bermakna ini sedikit bisa menjernihkan pola pandang saudara2 q semua terhadap IPDN,,,
    kepada selruh saudara2 q masyarakat praja,,mari qt berbenah diri,,mari qt berikan yang terbaik kepada masyarakat indonesia yang masih rela menghidupi q saat ini,,kepada seluruh kakak2 q purna praja,,bersama qt saling bahu membahu,,menunjukan apa itu dedikasi,,menunjukan apa itu intelektualitas,,menunjukan apa itu integritas,,dan apa itu loyalitas,,,walau semua kerja keras itu di bayar dengan caci dan maki,,bukan dengan rupiah yang tinggi,,,
    Terima Kasih kepada semua saudara2 q yang telah menyempatkan diri membaca tulisan ini…

  75. gravatar CLIFF Says:

    INGAT KATA SEORANG BIJAK, KITA HATUS MELIHAT DARI DUA SISI, MASALAH DAN KEBUTUHAN,

    PEMUKULAN ,KEKERASA ADALAH MASALAH PASTI ADA SOLUSINYA

    KALO KEBUTUHAN DIBERHENTIKAN, GIMANA DONK

  76. gravatar basibanget Says:

    BUBARKAN!!
    eh masih pada heboh gag sih?

  77. gravatar yOen Says:

    Subhalallah. . .
    betapa besar pengorbanan kalian terhadap negara ini. . .
    Semoga Allah memberikan kesabaran untuk kalian. ingatlah saudaraku, sesungguhnya Allah mencintai orang2 sabar, Dia pasti akan menolong kalian. Bersabarlah kalian dan tetap berusaha demi kemajuan bangsa ini.
    saya hanya bisa berdo’a semoga setiap langkah kalian dalam RidhoNya. .
    amin…

  78. gravatar ginz Says:

    4 Hericz…
    Gw dah liat dr massage U, emosi n marah2 yah? Demen ngebalez gt yah..
    Bkn na kalo slesein masalah n nanggepin harusna kan gak pake emosi n marah2 khan.. kalo dah marah n emosi Brarti logika dah ngga bekerja donkz, hayoo.. tuL ngga? (Rangga AADC tell)
    Gw mank kecewa banget ma mahasiswa IPDN yang dah buat kasus mpe ada yang KO tuh 2 orang ya..
    Seorang yg bijak seharusna ngga cuma menilai dari beberapa beberapa segi, tapi dari semua segi..
    Ngga cuma dari Wartawan, mass media, individu, bahkan selentingan kata..
    Coba deh misalna Qt dalam posisi Mahasiswa atw praja yg ada di dalam IPDN, gmn y?
    Mungkin gw yg sbg Mahasiswa Univ. Negeri yg bukan di dalam, pasti ngrasa tertekan banget..
    Khan mereka juga manusia (Macem Rocker tuh…) Inget ngga, kalo mereka tu sodara2 Qt juga.. Qt kan sama2 dalam Indonesia..
    Jd, mnurut gw klo mo slesein smuax ngga kudu pake dbubarin deh… Soalx yang bayar pajak bukan cuma LOE, gw juga, bahkan Mahasiswa IPDN juga..
    Sberapa besar seh pajak yang Loe Kasih Bwat IPDN? Gw ragu Loe bs jawab.. Khan…
    Coba deh kalo Loe jadi Mahasiswa dsitu? Pernah bayangin gmn prasaan Loe?

    From : Psychologist_Lover

  79. gravatar Supri Says:

    Saya prihatin. Karena dijaman ini hukum masih tebang pilih. Apalagi aparat ngga bisa dipercaya termasuk sekolah kepemimpinan yg mestinya menghasilkan pemimpin malah menghasilkan preman. Kalo pemimpin nya aja bobrok bagaimana bangsa ini bisa maju. Pertanyaannya masa pemerintah ngga tau masalah penting kaya gini. Saya bukan hanya prihatin tapi frustasi hampir tak ada harapan buat negara ini.

  80. gravatar hericz Says:

    #ginz: oh ya jelas aku memikirkan perasaan mereka, kalau nggak ngapain aku tulis panjang lebar?

    Makanya aku bilang ini dukungan buat mereka. Dukungan, bukan hujatan, bukan mau membubarkan.

    Tapi kalau mahasiswa yang didukung malah tutup mulut dan ’self defence’ ya gimana mau diperbaiki.

    Emang yang bayar pajak cuma aku? jutaan orang bayar pajak.

    Kalau aku nggak peduli, dan semuanya juga nggak peduli itu sama saja common mistake, seperti bilang ‘ah cuma buang satu kresek sampah ke sungai’ kalau jutaan orang yang buang sampah, jadi mampet juga sungainya.

  81. gravatar Mohammad Saefudin Says:

    Saya heran dengan pemerintah membuka program S1 jurusan Administrasi Negara di hampir semua universitas negeri tetapi menyia nyiakan lulusannya, malah bikin IPDN, yang hasilnya? :(

    Haree geneh gaya militer orba? capee deh!!! sekarang mah jaman supremasi sipil boo!!!

  82. gravatar moel Says:

    DI PEMERINTAHAN ALUMNI STPDN BAIK..BIAR GIMANAPUN ALUMNI STPDN JUGA MANUSIA PASTI ADA KEKURANGAN ITU WAJAR ..SAYA YAKIN KEJADIAN DI STPDN HANYA OKNUM YANG BERPERILAKU JELEK..MEREKA ITU UNGGULAN2 DARI DAERAH YANG DISELEKSI KETAT..KALI AJA OKNUM ITU MASUKNYA..MBAYAR…ANAK PEJABAT…DAN DARI DULU UDAH JADI PREMAN…SEHINGGA MENTERJEMAHKAN DISIPLIN DENGAN SALAH KAPRAH….STPDN TIDAK MUNGKIN BUBAR…SAYA YAKIN..PERUBAHAN PERLU….SAYA SETUJU JIKA OKNUM PRAJA YANG PUNYA LATARBELAKANG PREMAN DIKELUARKAN SAJA..SEHINGGA TINGGAL PRAJA2 BAIK YANG PUNYA INTELEKTUAL..INTEGRITAS..TINGGI MENTAL KUAT…INGAT PERJUANGAN KALIAN PRAJA MASIH JAUH…PENDIDIKAN STPDN HANYA AWAL UNTUK MENDIDIK ABDI NEGARA MEMBAWA DAN MERUBAH NEGERI KITA INI YANG SUDAH HANCUR SISTEMMYA..TANTANGAN UNTUK MERUBAH SISTEM DI NEGERI KITA INI LEBIH SUSAH KETIMBANG SALING MENGHUJAT..PEMUDA2 PEMUDI INDONESIA..MRI SAMA2 KITA RUBAH SISTEM BUDAYA KORUP DAN TELAH MENDARAH DAGING….SUNGGUH SULIT MERUBAH SISTEM YANG ADA DI PEMDA….BUKA MATA DAN HATI KALIAN..INSTROPEKSI DIRI SENDIRI…SUDAH BAIK BELUM….

  83. gravatar Kuswandi Says:

    .bosan dengar pembenahan - pembenahan melulu, awalnya APDN diganti jadi STPDN, kemudian IPDN, KEMUDIAN APALAGI………. bosan ah…. bila perlu bubarkan aja dan usut tuntas kasus - kasus yang pernah terjadi. Saya lihat di lapangan lulusannya juga tidak berkualitas banget…. biasa aja…..
    begitu juga waktu saya pendidika S2 di UGM. banyak alumninya yang menghalalkan sgl cara untuk menyelesaikan pendidikan….
    pada hal mereka dibiayai oleh PEMERINTAH DAERAH… MANA TANGGUNG JAWAB MORAL MEREKA…
    MAKA BUBARKAN SAJA daripada menghabiskan UANG NEGARA….
    Untuk menjadi CAMAT kan tidak harus dari IPDN aja……

  84. gravatar son of soldier Says:

    ass
    mengapa kalian menanggapi semuanya dg emosi dan kalian telan mentah2, tp rasakan juga jika kamu menjadi praja.
    meraka selalu di pojokan tanpa memperoleh kesempatan untuk mengatakan pendapat mereka, setiap mereka berpendapat kalian tanggapi dg “ah tipu” seakan-akan kalian tdk percaya dan mengatakan “la wong sudah ada buktinya kok”
    bukankah ini yg menyebabkan perpecahan krn tidak ada yg mau mengalah dan tidak akan pernah selesai. ini yg membuat Indonesia tidak maju2 krn sebagian penduduknya hnya suka berpendapat, dan hanya memperkeruh suasana
    praja yg masuk di IPDN di ibaratkan sebagai kertas putih dan bersih. tp sistem yg membuat mereka, yg mencoret2 kertas tersebut. praja hanyalah sebagai korban, ubahlah sistemny

  85. gravatar wanita praja Says:

    thanks to k’Herics….
    makacih atas commentx tmn2 di luar sono…,
    Saya sebagai wanita praja saat ini merasa sangat terpojokan ats pmbritaan media yg cm mlihat kami dr si2 negatifx!!!!tnpa mlihat si2 positif kami,,Mgkn apapun yang saya ktkan tdk akn bnyk mrubah opini saudara2Q skalian mngenai IPDN.Tapi,saya sebagai putri bangsa yg ada dsni merasa KEHORMATAN kmi sbg Seorang Wanita sangat DILECEHKAN!!!!dg adanya pemberitaan mngenai wanita praja “BISPAK”.
    Bwt AyahQ(Inu K) bserta kroni2nya..Smoga Allah SWT mngampuni klian!!!Amieen Ya Robbal Alamin…

  86. gravatar Azizka Says:

    Aku punya pacar di IPDN… skrang udah tingkat 3. yang aq tau selama dia kul di IPDN ada sebagian jati dirinya yang hilang.. Pola pikirnya, bodinya ikutan juga berubah juga. Inipun aq lagi digantungin.

    Apapun yang terjadi aq tetap bangga sama dia. Menurut aku, dia dan praja lainnya pasti juga bisa memilah-milah yang baik dan mana yang buruk.

    Aku yakin gak semua praja bermoral bejat… Alumni STPDN yang ada di daerah ku baek-baek semua kok

    Yang sabar ya Bang, God bless you…
    Selama ini saya berharap saya bisa menompang, tapi kalopun nanti kita jadi saingan juga gak pa-pa…
    Saya ikhlas dengan semua yang tjadi..
    InsyaAllah 2 tahun lagi ya Bang

  87. gravatar Unggulux Says:

    coba anda baca IPDN Undercover.. mungkin bisa menggugah hubungan Anda dan si abang.. :) piss en love.

  88. gravatar wili Says:

    hallo indonesia…
    inilah indonesia,kritik aja..seperti pengamat bola yang tahunya mengkritik dan memberikan masukan tapi apakah bisa membuat PEsepakbolaan indonesia maju???
    saya Praja,tertawa dan bahagia..tahu kenapa???
    kita selalu ikut campur masalah orang lain,tetapi ironis g,,masalah kita aja gak pernah selesai???
    kalau kita punya kaca,bercerminlah dulu apakah kita pantas untuk mengatakan kita “super”?bangga benar jadi komentator yang tiada pernah merasakan suka dan dukanya hidup dilembah maghlayang ini…anda siapa??masyarakat kah,pegawai kah,atau pengangguran kah???
    saya tertawa,semakin jauh saya berlayar,semakin kencang badai yang datang,semakin kuatlah nahkoda itu???
    Freesex,,,pernah anda lihat tayangannya di tv??pasti anda tahunya dari “kata orang”,apa buktinya??yahya zaini anda tahukan???
    narkoba…siapa bandarnya???ada g di tv praaja yang ditangkap jadi bandar narkoba???
    kekerasan…smua sekolah kedinasan merasakannya,,,pernah nonyon tv gak??(STTD,AKPOL,,,,)semua lebih mengerikan daripada kami,,,,anda hanya mengkambing hitamkan masalah,bukan mencari solusi???
    Rekan mahasiswa,atau apalah namanya yang ngisi artikel ini…mari berpikir pake otak bukan pakai lidah…sejrah pernah menulis..bangsa indonesia terkenal dengn musyawarahnya???tapi apa buktinya,,semua pihak menyalahkan satu dan menutup yang lainnya???
    aku cinta indonesia tapi sekarang aku tidak nyaman dengan bangsa ini yang katanya ramah dan sopan??
    rekan-rekan praja tenang ya semuanya ada saatnya,kita lihat sepuluh tahun yang akan datang..kita buktikan pamong akan menguasai seluruh sistem pemerintahan kita,,,kita pemimpin dan buktikan dengan perbuatan kita bukan dengan kata-kata lagi…
    BHINEKA NARA EKA BHAKTI..wassalam

  89. gravatar menyun Says:

    hehe, yang mo didukung & dibelain malah selalu bilang klo kita mojokin dan menfitnah mereka…(biar sampe mulut kita berbusa juga mereka pasti akan bilang klo kita asal ngomong, termakan isu media, gak ngaca) - padahal artikel ini dimuat based on kenyataan langsung di lapangan…
    mbok wis lah biar, toh nanti juga gak bakalan bisa bikin kerugian negara yang lebih besar, bisanya kan maen fisik doang, justru alumni kayak kita gini yang bisa bikin hancur negara dalam waktu sekejap :))

  90. gravatar casper Says:

    to.wili
    anda sendiri yang menciptakan ketidak nyamanan,kenapa ga koperativ.
    wajar aja kalo masyarakat belum lupa
    dengan kekerasan yang sampe merenggut
    jiwa dan anda menganggap hal yang biasa.ironisnya terjadi disekolah kepamongan lagi.
    para praja ga tahan kritik ya.
    gimana mau jadi pemimpin masa depan

  91. gravatar Lastak Says:

    Ah, gw cm bs ngomong n koment sembarangan. Tp gw ngga tau cara nylesein masalah IPDN. Gw kan cm masyarakat yang cuma tau sisi jelek IPDN, bukan positifnya. Coz tmn2 yang laennya juga ngga mau tau gimana keadaan sebenernya. CUma bisa bilang “BUBARIN” bukan THE BEST SOLUTION (Win Win Solution) Pernah Belajar ngga???
    TU baru bener…
    MAri Qt sumbangkan fikiran Qt buat negara ne….

  92. gravatar Unggulux Says:

    sisi positifnya gak ada. as simple as that. sisi positif yang mau ditonjokan IPDN -> Disiplin. Terbukti gagal.

  93. gravatar Unggulux Says:

    oops to wii, praja yang tertangkap narkoba.. sudah ada tuh beritanya. No Offense.

  94. gravatar Anglia Says:

    to unggulux, memang ada yang ketangkap, tapi kalo lu nyimak berita dengan baik bandarnya kan dari Universitas swasta bukan orang IPDN

    to all, yang main fisik bukan di IPDN doanggg, ada Akpol, Marinir, penjara di Tangerang, UISU, kepolisian, sma kanisius, SD di jakarta timur(anak SD yang mati), universitas swasta di makassar (kalo nyimak berita, mahasiswa di makassar paling sering bikin kerusuhan. no offense) dan blah…blah…blah
    masih panjang daftarnya kalo diterusin dan semua yang disebutkan kejadianya baru 2 bulan terakhir. jangan menutup mata atas semua kejadian ini. Premanisme memang sudah merajalela di Indonesia, bahkan anak SD ikut-ikutan jadi preman.

    keliatan dari semua kejadian di Indonesia ini kalo sistem yang ada yang salah. kenapa rakyat bangsa ini menjadi tidak berbudaya dan tidak beretika? mari kita harus pecahkan masalah bangsa ini bersama-sama bukan dengan caci maki diantara kita. Mengkritik boleh saja asal kasih pemecahannya, sumbang saran dan didiskusikan bersama-sama. Bagaimana Indonesia mau maju, kalo rakyatnya tidak bersatu dan saling menghargai.

    kalo saran gw bubarin aja Indonesia,bereskan. ato kalo nggak puas dengan sistem yang ada pindah aja kewarganegaraan kayak anak2nya Rokhmin Dahuri :)just kidding…

    menurut gw pribadi, opsi yg ke-3 ato ke-2 (lupa) yang diajukan oleh tim evaluasi bagus juga tuh. tentang penerimaan pelajar IPDN harus lulus S1 dulu bukan lulusan SMA. soalnya orang yang baru lulus SMA biasanya masih labil dan nafsu2 masih bergejolak(gw udah pernah ngalamin:))

    ato dibubarin aja asramanya nggak usah pake asrama/ barak segala. para praja kan bisa tinggal di kos2an. dan kalo berniat melakukan ’something stupid’ diluar kampus, institusi tidak bertanggung jawab. seperti halnya universitas swasta aja. kalo mereka melakukan sesuatu yang ilegal diluar kampus, kampus tidak bertanggung jawab. tinggal pertanggungjawaban mereka sama Allah. mohon tanggapannya para praja

  95. gravatar DRUMBAND GAP 16 Says:

    Yang bilang penerimaan Praja dari S1 seperti yang di ajukan oleh tim evaluasi itu sebenarnya sama saja dengan memundurkan kemajuan Indonesia. Klo bisa lebih awl kenapa harus menunggu lama. Pantas saja bangsa Indonesia ga maju-maju karena pemanfaatan SDMnya juga di tunda-tunda. Emosi boleh labil, hanya saja cara pembinaan untuk menuju dewasa itu yang perlu diperbaiki.

    Harusnya Indonesia melihat kemajuan negara tetangga yang mana putra terbaik mereka yang masih muda dididik lebih awal dan di pacu untuk berani gagal dalam mencapai sesuatu supaya makin tangguh.

    Negeri ini butuh pemimpin yang tangguh, berani mengambil resiko, cepat mengambil keputusan, tegas, dan multi terampil. Itulah sebabnya harus di didik dan bina KERAS tapi TIDAK KASAR. Klo pemimpinnya lembek, di teriakin dan didemo orang pasti lari duluan. Benar ga?

  96. gravatar DPP Says:

    dear anglia,,,,

    terima kasih,,,dah mau nyibukin diri,,mumetin pikiran mikirin IPDN,,bahkan mpe mau nyariin solusi,,,ckckckck…salute….

    iya c ndainya kami g di asramain maka pertanggung jawaban ada pada diri sendiri,,, tapi kenapa kami di asramakan selama ini,,
    alasannya..

    satu,,membentuk pola pikir nasionalis bukan kedaerahan,,,

    dua,,membentuk kpribadian,,,
    bagaimana kali bersosialilasi dengan seluruh penduduk indonesia,,,, dan itu bukan hal gampang lho, bagaimana kami semua menyatukan pola pikir dan budaya,,,

    thu alasan nya…

    saudara2 q,,,bukannya kmi tidak thn akan kritikan,, tapi kalo dah pake bahasa sarkasme siapa yang mau????? thu mah bukan kritik tapi iri hati,,, dan itu dosa lho,,,

    o iy,, tuk seluruh saudara2 q yang saat ini mash mau mumetin mikirin IPDN,,,jangan khwatir,, kami tahu saudara bebicara karena saudara peduli,,, terima kasih atas kepedulian itu,,,

  97. gravatar hardy Says:

    lo ga yang pada ngeHUJAT dsb tentang IPDN ga usah terlalu banyak bicara tentang IPDN karena lo ga pernah tau bgmn rasanya dari hidup yang bener2 bebas masuk ke dalam kampus yang banyak aturan. hidup di dalam sana sangat menuntut mental yang kuat. banyak kelebihan yang lo semua ga tau tentang IPDN, salah satunya sekolah ini didirikan sebagai perekat bangsa ditengah maraknya OTONOMI DAERAH yang bisa mengkotak2kan bangsa ini. menyiapkan para calon PNS dan KADER yang handal bukan calon PEJABAT karena kita lulus tidak langsung menjadi pejabat atau perwira di TNI dan POLRI, kami menjadi staf yang benar2 paling bawah yang merajut karir kami karena hasil kerja keras kami sendiri. kami disiapkan untuk ditempatkan didaerah2 terpencil yang tidak cengeng dalam melaksanakan tugasnya. itulah guna dalam pendidikan yang kami terima dan saya anggap semua ada manfaatnya. tetapi kami semua pasti akan terima semua perubahan karena sesuatu yang tidak berubah akan tereliminasi..BHINEKA NARA EKA BAKTI!!

  98. gravatar chicka Says:

    ayoo,,teman2..kalian harus berani mangungkap semua kebobrokan yang terjadi ddlam institusi kalian..
    kalian adalah calon pemimpin..
    kalian harus berani bertindak untuk kebenaran dan keadilan..

  99. gravatar kheynoveta Says:

    Aq adl slh satu fans berat IPDN..

    untuk semua Praja IPDN,,keep fight yah

    yakinlah akan datangnya pagi..memang

    1 kberhasilan harus di awali

    perjalanan

    malam..

    semangat yah…korsa ato apapun itu

    bentuknya,jadikan itu semangat

    kbersamaan kalian..ok!!

  100. gravatar johnny Says:

    kampus bejad

  101. gravatar casper Says:

    Sarkasme emang kadang2 diperlukan tapi itumah menurut saya bukan sarkasme tapi reaksi keras dari masyarakat yang kecewa terhadap ipdn yang katanya mau berubah dari sejak tewasnya WH sampe kejadian CM belum berubah (maklumlah mas petinggi kita kalo ga dikerasin adem ayem aja contohnya aza kasus WH dulu mental gitu aja karena masy.kurang vokal).

    Betul kata mas terlalu berlebihan juga ga baik bisa menimbulkan iri hati. Kalo udah gini sapa yang disalahin coba?

    Kalo soal dosa? lebih besar mana
    dosanya sama sekelompok orang yang menutupi kebobrokan didepan matanya atau masy.yang iri karena alasan tertentu.

    Buat P’Ryas opsinya udah bagus ko tiga2nya udah bagus. Kita bilang gitu karena kita juga cinta negri kita juga ipdn dong.

  102. gravatar ASEAN Says:

    jangan pernah mundur.
    terus berjuang!
    BRAVO IPDN!!!
    BHINEKA NARA EKA BHAKTI!!!

  103. gravatar blogster_newbies Says:

    praja putri Says:
    April 29th, 2007 at 3:00 pm

    Gus Brur hati-hati kalo bicara!!
    Tidak tau apa-apa tolong jangan banyak bicara!
    Lembaga kami sudah jatuh tertimpa tangga.
    Tangganya adalah PERS
    Kalian semua jangan makan mentah-mentah pemberitaan pers. Kami masih suci, masih bersih dan selamanya akan menjaga kesucian kami. Kami yang hidup di dalam, kami yang lebih tau karena kami yang merasakan. Tidak ada pemerkosaan di ipdn. Sekali lagi TIDAK ADA PEMERKOSAAN!!

    Sulit kami bayangkan bagaimana kami harus meyakinkan kepada orang tua kami di daerah, bahwa kami tidak seburuk itu, kami masih suci. Kalian semua telah merusak masa depan kami.
    Hanya Allah yang tau. Cobaan ini akan menguatkan kami.

    gampang banget kok,
    dokter aja bisa bedain yang mana perawan yang mana gak, so
    kedokter aja
    cek tu, kalo perlu semua praja putri IPDN berani gakkk???

  104. gravatar Doni Says:

    KNAPA JADI BODOH, GOBLOK EN TOLOL YAHH PRAJA ITU MAU AJA DISIKSA, DIPERAWANANINN , HARGA DIRI DIINJAK2 CUMA DEMI MENJADI PNS DOANKKK…..SKARANG GILIRAN ADA YG BUKA KEDOKNYA RIBUT2 GILIRAN TEMANNYA MATI DIEMM AJAA CUIHHH…PRAJA IPDN TDK PANTAS JD ABDI NEGARA PANTASNYA JADI ABDI SETANNN..SMOGA TUHAN MEMBALAS PRAJA IPDN YG TERKUTUK INI…

  105. gravatar comel Says:

    Para praja putri ipdn, kenapa cuman
    inu kencana doang yang dilaporin ke
    polisi. DOsen yang lain, para senior,
    para alumni yang membiarkan tindak
    kekerasan terjadi kenapa engga dilaporin kekomnas ham sekalian,biar
    adil. Supaya ada laporan yang berimbang.

  106. gravatar Unggulux Says:

    buat Anglia, gw kurang setuju klo padanannya di lembaga2 lain.. ya jelas ada lah.. masalahnya lembaga lain yang swasta ya sebodo amat.. gw gak bayarin mereka kok? yang gw ikut nyumbang adalah 150 milyar dana buat IPDN, bayar pajak buat menghasilkan pembunuh!

    masalah akabri, preman, kejahatan dst.. ya benar ada. Tapi at least, ga ada yang MATANYA DITUTUP dan digebukin. Sekalian aja ditembak en masukin di sumur. Persis kayak jaman PKI.

    Preman aja klo ngeroyok ato mukul orang, orangnya ga ditutup matanya hehe..jantan bro! gak pengecut kayak IPDN.. bahkan saking pengecutnya BUAH ZA**R Cliff ampe ancur gitu kan? moral penjahat mana yang membiarkan kelamin dipukul dan dirusak?

    Anyway, gw setuju sama opsi yang loe pilih loh (karena ga ada Opsi Bubar hehe klo ga ya gw pasti pilih bubar).

  107. gravatar Unggulux Says:

    Buat yang pro IPDN dan bilang nggak tahan kritikan kalo udah sarkasme.. kalian itu kelemahannya satu nggak ada OTOKRITIK! Defend terus! esprit de corps ya? Gimana mau cari jalan keluar ? Selalu dibilang “kalian nggak tau kondisi kami..” bla bla, dst.. yan ngemeng dong di media sayangku cintaku.. ini tutup muluuuut mulu.. bosen gw! right or wrong is my institution ya? basbang tau nggak?!

  108. gravatar BilaSuamiAlumnusIPDN Says:

    41.

    Bila Suami Alumni STPDN
    Rabu 2 Mei 2007, Jam: 9:33:00
    Makanya, jadi bini alumni STPDN Sumedang harus siap baju pengaman. Kalau tidak, nasibnya ya seperti Ny. Mulyati, 27, dari Semarang ini. Baru 3 tahun jadi bini Darmaji, 30, sudah kenyang gebuk dan pukul. Masalahnya, alumnus STPDN 2003 itu memang emosian, setiap dikritisi soal kegiatan selingkuhnya, langsung plag-pleg main tempeleng. Lama-lama tubuh Mulyati yang ayu itupun jadi momrot ora kalap (rusak).

    Alumni sekolah pamongpraja di Jatinangor satu ini memang bangor. Soalnya, meski Mulyati istrinya cukup cantik di kelasnya, masih juga dia suka menebar pesona. Matanya jelalatan mencari barang yang lebih bagus. Dan Darmaji sendiri memang cukup tampan, maka banyaklah gadis yang terlena oleh kerlingan matanya. “Jadi bini calon camat, kenapa tidak?” begitu sikap gadis yang dipacari Darmaji.

    Memang, karier camat sangat menjanjikan. Jika nasibnya bagus, dari camat bisa jadi gubernur. Di Jakarta misalnya, seorang lurah di Tanjungpriok, Harun Alrasyid, pada ujung kariernya bisa menjadi gubernur di NTB. Padahal kalau sudah kelas gubernur, bila presiden berkenan menjadi menteri tinggal selangkah saja. Itu bisa dilihat dari perjalanan karier Supardjo Rustam, dari Gubernur Jateng menanjak jadi Mendagri 2 kali dan akhirnya menjadi Menko Kesra.

    Apa lagi ketika camat masih diberi kewenangan menjadi PPAT (Pejabat Pembuat Akte Tanah), kantongnya tak pernah kering. Setiap ada orang jual beli tanah, termasuk pembebasan lahan berhektar-hektar, Pak Camat akan menjadi raja uang. Belum upeti-upeti dari lurah/kades bawahannya, semakin mempertebal kantong Pak Camat. Tinggalah Bu Camat-nya yang kemayu, ke sana-kemari shoping melulu.

    Kelebihan-kelebihan seperti ini yang membuat sejumlah wanita mau dipacari Darmaji. Padahal bagi calon camat ini, pacaran lagi setelah berkeluarga sekedar difersifikasi “menu” dalam rumahtangga. Kasarnya, sekedar membunuh kejenuhan. Setelah di rumah ketemu sayur “kencing kudak” (baca: sayur asem) melulu, di luar mencoba menu sambel goreng ati atau tengkleng Solo.

    Urusan beginilah yang tak disukai Mulyati selaku istri Darmaji. Jika sudah berumahtangga, apapun wujud istrinya, ya ke situlah segala cinta ditumpahkan. Jangan sampai mendua, apa lagi membagi-bagikan cintanya pada perempuan lain. Bukankah para orangtua selalu memberi petuah untuk anak cucunya sebelum menikah? “Yen wis duwe bojo, merema sing dipet (bila sudah punya istri, tutuplah matamu rapat-rapat),” begitu kata para leluhur.

    Rupanya Darmaji lupa kotbah nikahnya Pak Penghulu ketika menikah dulu. Buktinya ya itu tadi, meski Mulyati sendiri cantik dan berkulit putih bersih, masih juga lirak-lirik wanita lain. Setiap melihat barang mulus bebas dempul, jakunnya langsung turun naik bak bandul timba. Darmaji kemudian membayangkan betapa asyiknya kelon dengan perempuan itu. Dan berkat karier dan tampangnya yang kinclong, ada saja wanita yang bertekuk lutut dan berbuka paha untuknya.

    Istrinya tentu saja selalu makan hati, sampai badannya kurung kering memikirkan ulah suaminya. Kalau saja tak ingat pada si upik yang sudah usia 1,5 tahun, ingin rasanya Mulyati undur diri sebagai istri Darmaji. Tapi dia tak mau anak-anak jadi korban. Si upik tidak salah, dia lahir bukan kemauannya. Dia ada dunia ini hanya sekadar dampak ayah dan ibunya yang “iseng” karena tak tahan dingin di tengah malam.

    Namun Mulyati memang apes. Teguran halus atas kelakuan suaminya selama ini, tak pernah mempan. Tapi giliran istrinya berkata kasar sedikit, Darmaji langsung menunjukkan eksitensinya sebagai mantan praja di STPDN Sumedang itu. Wanita lemah itu ditempeleng, ditendang, macam Darmaji ketika memperlakukan adik kelasnya di STPDN dulu. “Bekas alumni STPDN kok dilawan,” begitu kira-kira kata Darmaji sambil mengamang-amangkan tinju macam Muhamad Ali di atas ring.

    Digebugi, ditendangi hampir setiap hari, mana Mulyati betah. Dia pun lalu mengadu ke Pengadilan Agama, Semarang. Tekadnya sudah bulat, pengin cerai saja dari suami yang cengkiling (suka main pukul) itu. Tapi ketika Darmaji diperiksa selaku tergugat, dia membantah telah menganiaya istrinya. Kalaupun ada pemukulan, itu sekadar usaha pendisiplinan diri, karena Mulyati sering lalai dalam menjalankan kewajiban rumahtangga.

    Uuuh, memang pintar Darmaji cari alasan. (sctv)

    http://www.poskota.co.id/redaksi_baca.asp?id=1327&ik=32

  109. gravatar DPP Says: