1 May 2007

Nonton Wayang Orang di Jakarta?

Filed under: Hiburan — hericz @ 10:20 pm

Memasuki usia kehamilan 5 bulan, kondisi istriku semakin membaik. Mual-mual bisa dikatakan tidak pernah lagi, gangguan pencernaan maupun kondisi tubuh yang mudah pusing juga sudah hilang. Sekarang kita bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa, nonton misalnya. Tempat tinggalku sekarang berada di pusat kota, bahkan kalau kita nonton ke BlitzMegaplex cukup jalan kaki saja 15menit, atau naik motor 5 menit (tambah nyari parkiran+parkir motor+ngunci helm kira-kira 10 menit).

Istriku sangat menyukai kebudayaan Jawa, baik gamelannya, wayang, maupun kesenian jawa lainnya. Sabtu kemarin, dia dan temennya (Lina) janjian untuk nonton Wayang orang di Gedung Bharata, Jl Pulolio/Jl Gunung Sahari, kawasan Senen, Jakarta Pusat. Sebuah Gedung kesenian Tradisional Jawa yang sampai sekarang masih eksis, bahkan mungkin melebihi yang ada di Yogyakarta.

Sesuai jadwal, lampu ruangan dimatikan tanda pentas dimulai tepat pukul 20.30. Malam itu, pentas yang dilakonkan adalah Palguna-Palgunadi, kisah dimana Palguna alias Arjuna alias Janoko alias Permadi, berkonflik dengan Palgunadi. Palgunadi adalah adik seperguruan Arjuna di padepokan Pendeta Durna.

Tata Panggung

Kemewahan Budaya

Seperti biasanya, gedung pertunjukkan yang mampu memuat sekitar 500 penonton tersebut berisi sekitar 3/4 penuh. Tempat duduk yang empuk dan nyaman, dan pengaturan AC yang tepat (bukan setelan freezer seperti di bioskop 21) , membuat penonton yang kebanyakan berusia 30 tahun keatas bisa merasa nyaman disana. Beberapa anak umur 10-an tahun juga tampak antusias melihat pentas sambil mendengar terjemahan dari ayahnya.

Beberapa speaker JBL ditata sesuai dengan akustik ruangan sehingga membuat seluruh penonton dapat merasakan hentakan suara kendang, dentuman gong, maupun suara berisik kecrek dengan loud and clear.

Berbeda dengan doktrinasi kapitalis yang kental saat memasuki kawasan Bioskop 21 “Dilarang membawa makanan/minuman dari luar area”, di Bharata penonton bebas keluar masuk membawa makanan dan minuman. Bahkan kita bisa pesan Indomie telor kornet + Teh botol dan diantar ke tempat duduk kita (ada nomernya kok). Uwenak polll!

Tari-tarian

Wayang orang dimulai dengan tarian-tarian, lalu muncul tokoh-tokohnya bergantian. Tokoh-tokoh wanita selalu b..e..r..b..i..c..a..r..a d..e..n..g..a..n p..e..l..a..n. Tokoh buto selalu pethakilan dan banyak bergerak, sementara itu tokoh bangsawan dan dewa-dewa tampil dengan anggun dan berbicara secukupnya dengan bahasa Jawa kromo inggil yang haluus banget.

Buto Pethakilan

Lha bicara secukupnya itu yang membuatku yang kurang mengerti kisah-kisah pewayangan jadi bingung mengikuti alur ceritanya. Sebentar-sebentar harus bertanya pada istriku, “Eh, kalau ini siapa? barusan ngomong apa ya? Oh, jadi itu Palgunadi…”

Walau kadang berharap di bawah panggung muncul subtitle berbahasa Indonesia, tapi pentas ini tetap sangat menarik. Ah, kalau aku nonton tari kecak di Bali juga nggak harus ngerti dialognya. Mungkin karena bawa kamera, aku jadi sibuk membidikkan kamera sepanjang pertunjukkan berlangsung. Lampu panggung yang cukup terang cocok untuk yang ingin mengambil gambar adegan demi adegan.

Gaya Pewayangan plus Gojek Kere

Di era Spiderman, Star Wars, dan Smack Down ini, pentas wayang orang bagi sebagian orang, terutama anak muda merupakan hal yang membosankan. Adegan-adengan memang lambat dan penuh seni, berjalan ada aturannya, berbicara juga ada aturannya, bahkan berkelahi juga ada pakemnya.

Tapi masalah berkelahi ini, pelakon-pelakon Bharata memang sangat mahir berakrobat salto, jungkir balik, lempar melempar senjata dan adegan menegangkan lainnya di atas panggung. Melihat adegan perang ataupun perkelahian antar jawara-jawara biasanya membuat penonton hanyut dalam ketegangan.

Arjuna Menghajar Buto-Buto

Di saat seperti itulah kemudian muncul adegan Goro-goro, yaitu munculnya tokoh Punokawan (Gareng, Petruk, Semar, dan Bagong) yang membawakan adegan-adegan yang lucunya ndeso, kampungan, tapi sangat mengena. Dan yang paling penting tetap membuat tertawa karena berdialog dengan bahasa Jawa ngoko (biasa) sehingga mudah dicerna.

Materi guyonan minggu kemarin bahkan sangat kuno: Bagong butuh pompa air, lalu Petruk menyanggupi membelikannya. Petruk lalu menyuruh Gareng berpura-pura menjadi Pompa Air dan tentu saja dengan cara berpose, dan tak lupa harus menyemburkan air saat ‘dipompa’. Wis jan, pokoke ndeso tenan. Tapi ya tetap saja aku kok tertawa terpingkal-pingkal yo.

Gareng Nyembur!

Dan tak lupa, adegan goro-goro ini ditutup dengan lemparan-lemparan rokok dari penonton. Rokok yang disertai dengan ucapan salam dan request lagu itulah yang membuat penonton dan pemain menyatu.

Jadwal Pentas

Nah, kalau misalnya Sabtu malam ini semua bioskop penuh karena semua anak SMA sampai pegawai kantoran junior memborong habis tiket Spiderman 3, Wayang Orang Bharata ini bisa menjadi Alternatif. Tontonan budaya ini juga cocok kalau misalnya orang tua kita dari Jawa pas berkunjung ‘nengok cucu’ dan kita perlu mengentertain mereka, hehehe. Cocok juga bagi mereka yang merindukan suasana kesenian jawa yang sederhana tapi penuh makna.

Dengan harga tiket yang cuma 20ribu, ini akan jadi pengalaman yang tak terlupakan untuk seluruh keluarga *halah emangnya Dufan*

5 Mei 2007 : Srikandi Jadi Ratu
12 Mei 2007 : Petruk Kelangan Pethel
19 Mei 2007 : Kumbokarno Gugur (Ramayana)
26 Mei 2007 : Gatotkaca Sungging
9 Juni 2007 : Setyaki Kromo
16 Juni 2007 : Gareng Kembar
23 Juni 2007 : Indrajit Gugur (Ramayana)
30 Juni 2007 : Srikandi Kembar Tiga

Karena biasanya tempat duduk bagian depan akan cepat habis, lebih baik hubungi dulu Bharata di 021-70642535 untuk memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Weh, malah ngiklan.

Tapi ternyata bisa kan, nonton wayang Orang di Jakarta.

52 Responses to “Nonton Wayang Orang di Jakarta?”

  1. gravatar vnz Says:

    Wah, Kalau Di Malang sih gag usah bayar alias Gratis.

  2. gravatar Dhika Says:

    jan canggih tenan pengelola gedung bharata, manfaatin reviewme buat direview disini. eh bener begitukan? ;)
    btw, gedung bharata itu yg depan menara era bukan ya?

  3. gravatar yanti Says:

    heheh aku sih bukan produk budaya dan ‘alam’ Jawa, krn walaupun keturunan Jawa, tapi besar di tempat lain.
    biar gimana, walaupun juga suka budaya impor, aku tetep suka banget sama budaya Jawa, dan budaya tradisional pada umumnya deh. nonton wayang, suka. pake kebaya, suka banget!!!!

  4. gravatar Luthfi Says:

    Kenapa gag nongton di tipi er i aja?
    murah meriah, gak perlu pergi2 dr rmh

  5. gravatar adi Says:

    wah, dadi pengin nonton her. tp lokasinya itu lho, syereeem…

  6. gravatar istri menyun Says:

    #4 : nyang di tepe-er-i dulu emang ada tiap hari minggu jam setengah sebelas malem tapi sekarang gak ada lagi kayaknya. Lagian si ganteng yang jadi arjuno di atas gak maen klo di tipi..
    #5 : ayo mas adi nonton bareng, ntar bareng ma vita + julian klo ke jakarta

  7. gravatar hericz Says:

    #dhika: err.. iya di seberang menara Era.

    #kang Adi: syerem gimana tho kang?kayaknya biasa aja. Jauuuh kok dari terminalnya :D aman dan damai.

  8. gravatar Markentir Says:

    Acung jempol untuk pekerja2 seni di gedung bharata.. !!

    (Mas, tolong dong kasi comment di blog saya, biar semangat, saya kan new blogger. Minta ijin nyomot alamat blog mas hericz juga ke daftar blogger saya yak, boleh gak?)

  9. gravatar Temen Nonton Says:

    Nonton Wayang Barata = nonton yang ndapuk Arjuno…Jaannn tambah ganteng saja, sampe ira tidak bisa komentar kalo aku sudah mulai muji-muji

  10. gravatar andriansah Says:

    pertamax

  11. gravatar Setiadji Says:

    Wah, rupanya WO Bharata sudah hebat sekarang. Syukur, apalagi kalau yang nonton bisa ratusan orang. Salut dan hormat utk para pekerja seni di WO Bharata. Yg punya blog, trims info jadwal main dan lakonnya. Sudah lama saya tidak nonton ke situ. Ayo sodara-sodari mari nonton wayang orang rame2…

  12. gravatar bimoseptyop Says:

    keep on try

    selamat kan warisan indonesia

  13. gravatar [BY]onicS Says:

    Hmm, bokap gw pasti suka banget baca blog ini… ;)

  14. gravatar dodi Says:

    doktrinasi kapitalis yang lo bilang itu rasanya lebih parah di Blitz Megaplex deh. idih. bener2 gak bisa beli makanan/minuman laen. di 21 (Plaza Semanggi, misalnya) kan masih bisa beli dari tempat lain. selundupin aja ke bioskop. huxhuxxhu

  15. gravatar fisto Says:

    wawawawaw…
    pengen nonton juga nih jadinya her….

  16. gravatar Ardjoe Says:

    Muanteb..kueren. Salut atas kinerja para lakon dan niyaga beserta menejemen. Semoga Pakdhe ga bosen nontonnya … kapan aku diajak nonton Pakdhe ?

  17. gravatar Vitta Maniez Says:

    Vitta ikutan ya nanti! Jangan ditinggal lho…hehe… Tapi ga tau kapan ke jakarta..hik..hik….
    Btw pemeran butone karo aku syerem sapa?

  18. gravatar yustin Says:

    Petruk kok ga mancung yo ri?

  19. gravatar nia Says:

    hayuuuuu nonton wayang orang,,,, yg dateng juga lucu2 kok,,bukan cm yg main

  20. gravatar nia Says:

    termasuk saya juga paling lucu loohhhh

  21. gravatar AbNon DKI Says:

    tadi nya gak ngerti,,,
    tadi nya gak suka,,
    tadi nya bnr2 bikin ngantuk,,,
    tadi nya bete,,

    tapi krn ajakan nyokap gw yg super duper jawaisme itu….

    akhirnya gw suka,,
    akhirnya keren juga bisa beranteem sama raksasa,,,( look so real mannn,,,)
    akhir nya setelah gw liat2 gak norak juga,,,
    akhir nya gw rasa ternyata nonton wayang itu gak kalah gaul jga kok sama nonton 21 ato just have fun di kebayoran ato cm nongkrong di menteng,,,

    nonton wayang orang itu byk pelajaran yg bermanfaat bgt,,,,!!

    selain harjuna juga lucu hihihiiii

  22. gravatar ghif Says:

    aaaa.. sayang jakarta jaoh..
    tapi di bandung ada loedroek mo maen gede..
    nonton aaahhh… :)

  23. gravatar haris Says:

    Woalah Mas…. ternyata bener lho, bisa nonton wayang orang di Jakarta. bahkan bisa ketemu sama ketua groupnya segala.

    Eh ngomong-ngomong mereka ini sekarang lagi kesusahan lagi lho. Dapet Subsidi dari Pemda tapi nggak nyampe ke para senimannya. Lumayan kan 5 juta buat tiap kali mentas dibagi sekitar 90 orang, dipotong sewa kostum sama transport antar jemput. hehehehehe

  24. gravatar ario dipoyono Says:

    selamat ya kang… eh, ngomong2 jadwal tayangnya Spiderman VS Gatot Koco kapan ????

  25. gravatar hericz Says:

    #pak Haris, aku malah nggak pernah ngobrol sama orang-orang hebat di bharata. Isin mas :D

    Yah, semoga kalau banyak yang nonton, Bharata bisa hidup abadi. Mulai kampanye saja dari lingkungan terkecil.

  26. gravatar nYam Says:

    jadi pengen. seumur-umur blom perna nonton wayang orang…tengkiu jadwalnya yaa

    btw, di situ dilarang ngerokok dalam ruangan kan?

    *masih suka eneg kalo cium bau rokok*

  27. gravatar hericz Says:

    #buat nYam: oh tenang saja, di sono bebas asap rokok. Yang ngerokok paling cuma yang nggamel aja hehehe

  28. gravatar puput Says:

    wayangnya mana dalangnya

  29. gravatar bambang Says:

    salam,
    bagaimana kalau saya mau lihat vcd/dvd-nya?????
    saya tinggal di belanda.
    terimakasih,
    bambang

  30. gravatar mita Says:

    mas Bambang, kalau WO Bharata belum pernah mengeluarkan VCD tapi kalau WO Sekar Budaya Nusantara ada VCD nya. . WO Sekar Budaya Nusantara ini juga terdiri dari orang-orang WO Bharata

    mas Hericz…kapan sowan lagi ke WO Bharata? terima kasih liputannya. .bagus sekali. . nanti aku berikan kepada teman2 di Bharata

    salam,
    mita

  31. gravatar bambang Says:

    matur nuwun mas,

    saya mohon alamat(e-mail)nya.

    salam,
    bambang.

  32. gravatar Jani Janoko Says:

    Mas Dimana saya bisa dapatkan VCD Wayang Orang Sekar Budaya Nusantara
    Panjenengan Punya Ndak?

    Matur nuwon nggeh

  33. gravatar wiewiet Says:

    aq suka banget yang namanya budaya apapun..apalagi budaya jawa yang syarat akan adat istiadat banyak cerita yang bisa diambil hikmah na…aq ngerasa terbawa banget saat nonton wayang orang di bharata…rasanya pengen bgt ikutan juga untuk berperan didalam na….
    sukses untuk kebudayaan indonesia especially java culture…

  34. gravatar inna Says:

    bole ngopy foto2nya gak? buat pamer ke temen2 bule dsini, kikikik..

  35. gravatar dhika Says:

    Ya mereka perlu diacungi jempol 4 krn mereka konsisten mempertahankan seni budaya yg sdh hampir punah, pdhl merekalah para pekerja seni yg dgn tanpa pamrih setiap saat hrs pentas dgn honor yg sangat minim

  36. gravatar AmA Says:

    sekilas info–

    Paguyuban Sekar Budaya Nusantara masih tetap konsisten dalam melestarikan dan mengembangkan warisan budaya nusantara.

    Dan sekarang Paguyuban punya situs baru, coba cek ke
    www.sekarbudayanusantara.com

  37. gravatar bondan Says:

    bos aku mau minta foto2 yang laennya bs ga di share?butuh foto2 tokoh pewayangan ni.aku jg dah email kok ke hericz@yahoo.com dan hericz@gmail.com,
    thx banyak ya…

  38. gravatar ardjoe Says:

    Pakdhe … klo mau mementaskan wayang orang di Sangubanyuseputaran Sleman-Jogja-Bantul, kontak saya njih, nanti saya bantu. Beres wis.. lg butuh t4 manggung ni

  39. gravatar dJawa.toElen Says:

    wOw,, kuL.. kuL..
    faLL in tResNo wiTh dJawa,, T.T

    huEEEbbbaaaTTT!!!

  40. gravatar bambang Says:

    Mas-2 Bagus,

    Lakonnya di bulan nopember itu apa??

    Matur nuwun,

    Bambang

  41. gravatar bayu Says:

    klo bulan mei s/d nevember ditempatku hampir setiap hari selalu ada pagelaran wayang kulit, musiknya rame dan yang paling enak gratis lo!!! malah biasanya dapat senek dari yang punya hajat,

  42. gravatar kukuh Says:

    Syukur kalo di Jakarta masih ada wayang orang. Saya juga pemain wayang orang di Blitar (jatim), semoga saja budaya khususnya budaya jawa tidak lekang di terjang jaman.
    Sansaya suwe tansah ngrembaka ing sakindhenging buwana.
    Nuwun.

  43. gravatar Sony Pawoko Says:

    Wah Saya baru tahu, kalau di jakarta ada gedung yang secara rutin menampilkan wayang…..jadi ingin kesana untuk ngunduh kawruh, tanggal 13 sept ‘07 kemarin saya berusaha menampilkan wayang orang di UI, diluar dugaan ternyata banyak yang antusias, walaupun pementasannya sangat sederhana

  44. gravatar Yuna Lee Says:

    Wah apik tenan.. mas
    sampeyan patut dilestarikan. Eh maap maksude budayanya dan unggah-ungguh harus dilestarikan. Wong jowo wis ilang unggah-ungguhe. Salah sijine lewat materi seni.

  45. gravatar yulia Says:

    lha…aku yang 19 tahun hidup di purwokerto aja belum pernah nonton wayang orang. lom pernah denger digelar di sini. jadi ngiri nih…

  46. gravatar Endang Says:

    Bagaimana ya? Aku ini pindah ke USA, di Houston Texas sejak 1975. Bisa nggak beli dvd nya? Apa mereka bikin DVD wayang orang? Adiku pulang ke Indonesia bulan yl, dia beli buku komik buatku. Kalau ada info alamat/website utk beli DVD. Trim’s ya.

  47. gravatar bambang Says:

    aku ingin nonton!!!

    bambang

  48. gravatar ahmad Says:

    wayang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ingatkah/taukah kita siapa pertama kali yang menciptakan wayang?
    wayang pertama kali diciptakan oleh kanjeng sunan kalijaga

  49. gravatar yoyok Says:

    hidup wayang,lama gue g” nonton wayang

  50. gravatar ranids Says:

    wah wayang :) mas boleh refer fotonya ya, buat promosi budaya indonesia :)

  51. gravatar arie Says:

    sbenarnya para pekerja seni di bharata harus diperhatikan
    walau bharata masih eksis
    sbenarnya mereka masih susah bernafas
    karena kurang perhatian dari pemerintah dan masyarakat serta pihak swasta

    bayangkan dengan 2,5 juta
    harus bisa ngbayarin 100 personilnya

  52. gravatar Anto' Gendhut Says:

    bumi gonjang-ganjing langit kelap-kelap… dogg derodoggg dogg

    sansaya dalu araras… abyur kang lintang gumerlap… dogg derodogg dogg

    Kocap kacarita, sewaktu kecil pernah diajak bokap (yang asli Yogya) nonton wayang kulit or wayang orang pas liburan sekolah or malem mingguan di kampung yang lagi hajatan atau di alun-alun kalo pas 17-an…
    atau cuma paling ndengerin di Radio (semalem suntuk) bareng bapak sambil cerita kalo ndak tahu ceritanya…
    Kalo pas mudik ke Bantul, Yogya sering juga diajakin kakek nonton wayang dikampung-nya yang seringkali ada…

    Skarang dah ndak pernah lagi. Pengin skali-kali kalo ntar anak2 gue dah bisa jalan & boleh melek malem ama bunda-nya, ngajakin nonton wayang (nerusin apa yang pernah diajarkan ama kakek2nya)… Atau Les/Kursus nari Bambangan Cakil (kakaknya Cowok jadi Cakil adiknya yang cewek kadi Janaka)… Tapi masih ada nggak ya 5-10 Th kedepan… Kok gue jadi terharu ama nangis sich… (inget Almarhum Kakek yang seneng ama tokoh Semar ama Anoman)

    Sukses selalu saja Bharata, moga kalo ke Jakarta ama keluarga mo nonton kesana….

Leave a Reply