Bayi, ASI, dan Laktasi
Awal bulan November 2007 nanti, Ibunya Fatih sudah harus masuk kerja lagi. Karena sudah bertekad untuk memberikan ASI ekslusif selama sedikitnya 6 bulan, maka jauh-jauh hari Ibunya Fatih sudah mempersiapkan dirinya dan tentu Fatih sebagai inti dari semua kegembiraan ini.
Persiapan yang dilakukan adalah:
1. Melakukan laktasi (memeras ASI)
Aku nggak tahu istilah resminya apa, tapi katanya sih kegiatan memeras ASI ini dinamakan laktasi. Aku juga baru tahu ada kegiatan seperti ini baru 1-2 tahun ini, dan sejak tahu ada metode ini jadi bertekad untuk mendukung Istri untuk melakukannya.
Ada beberapa cara untuk melakukan Laktasi:
- Dengan tangan, ini adalah cara paling sederhana yang bisa dilakukan. Ada banyak metode yang bisa dicari di internet.
- Dengan pompa (Breast Pump)
Pompa yang tersedia di pasaran secara umum dibagi menjadi 2: Pompa manual, dan pompa elektrik. Pompa elektrik menggunakan daya listrik untuk menggerakkan pompa hisap mini, sedangkan pompa manual menggunakan tangan untuk melakukannya.
Semua cara diatas sudah dilakukan oleh Mamanya Fatih.
- Dengan tangan: Murah karena tidak perlu beli alat bantu. ASI banyak berceceran kemana-mana, perlu berlatih teknik-teknik memeras yang efektif.
- Dengan pompa manual: Ibu susah berkonsentrasi karena selain harus memperhatikan kekuatan pemompaan, juga harus memperhatikan jangan sampai bocor dan menetes kemana-mana. Pompa manual ini harganya berkisar 80ribu hingga 200 ribu.
Mamanya Fatih punya merk Camera yang dibeli seharga kurang dari 100 ribu. Sedangkan Mamanya Sarah pake merk Avent yang harganya sekitar 200-300ribu. Katanya sih terbaik di kelas manual, hehe.


- Dengan pompa elektrik: Tinggal mengatur level penyedotan yang nyaman, pompa akan bekerja dengan stabil, berbeda dengan pompa tangan yang kadang kuat kadang lemah tergantung mood dari tangan yang memegang pompa. Hasil terakhir hari ini, dalam 5 menit bisa didapatkan 100ml.

Sayangnya harga pompa elektrik relatif agak mahal. Pompa yang digunakan sekarang adalah Medela Mini Electric, beli di ITC Kuningan seharga 590ribu. Sekilas memang terasa mahal, tapi coba bandingkan dengan harga Susu Formula yang berkisar 60 ribu - 150ribu/kgnya, dan hanya bisa dipakai untuk beberapa hari saja.
Akan tetapi perbandingan diatas hanya berlaku untuk Mamanya Fatih, mungkin bagi ibu-ibu yang lain memeras dengan tangan akan lebih cepat dan efisien.
2. Menyimpan ASI
Menurut beberapa literatur, ASI yang disimpan di suhu kamar dapat bertahan hingga 24 6-8 jam. Sedangkan ASI dapat bertahan hingga 1-2 bulan jika disimpan dalam keadaan beku. Akan tetapi untuk amannya, sebaiknya ASI beku ini dikonsumsi sebelum 2 minggu, apalagi kalau cuma pakai kulkas 1 pintu yang suhu freezernya cuma -4 hingga 0 C.
Soal wadah, dibutuhkan botol yang mampu memuat sekitar 100-150ml. Botol ukuran ini sebenarnya tersedia di klinik-klinik laktasi seharga sekitar Rp 2000-3000/botol. Tapi karena tidak menyempatkan diri ke klinik laktasi, dan sayang beli botol kosong kok terasa mahal, makanya kami nyari botol yang isinya bisa diminum.
Tengak-tengok di Supermarket, botol yang paling cocok untuk keperluan ini adalah botol UC-1000 (yang dari dulu aku paling anti beli). Sayangnya, UC-1000 menggunakan tutup seng yang dikhawatirkan dapat bereaksi dengan susu atau berkarat saat disimpan di kulkas. Akhirnya dilakukan pencarian tutup botol yang pas untuk botol UC-1000 ini.
Setelah mencoba berbagai macam minuman botol plastik, dari air mineral, minuman kesehatan, teh, jus buah, dan lain-lain, akhirnya didapatkan bahwa tutup botol yang compatible dengan botol UC-1000 adalah:Frestea, Zestea, Zporto, dan Fruittea. Sayang sekali, tutup botol Nu Green Tea tidak bisa digunakan, padahal itu merk favorit, hehehe.

Lha, karena kebutuhan botol sangat banyak, maka jadilah kulkas kecil kami dipenuhi dengan beberapa pak UC-1000 dan setumpuk minuman siap minum kemasan botol. Sekarang sih di kulkas tinggal tersisa 3 botol minuman botol plastik dan setengah pak uc-1000. Setelah dihitung-hitung, biaya per botolnya jadi lebih mahal dibanding beli botol kosong. Hue hue hue
Setelah botol dan tutup dikosongkan isinya (dari semua proses, hanya di bagian ini aku paling berperan), lalu dicuci dan disterilkan air panas, baru diisi ASI peras dan diberi label nomer dan tanggal dengan sticker label.
Kalau sudah pernah menikah dan mengirim undangan sendiri, pasti sudah tidak asing lagi dengan sticker label merk Tom & Jerry.

3. Memberikan ASI ke Bayi
Tahap berikutnya adalah memberikan ASI simpanan ke Kakak. Setelah memastikan bahwa yang diambil adalah nomer yang paling kecil, ASI dalam botol yang sudah menjadi es ini perlu dicairkan terlebih dahulu.
Kalau sabar dan menginginkan hasil terbaik, cairkan pada suhu ruangan, jika sudah cair baru dimasukkan ke penghangat susu. Tapi karena terburu-buru, biasanya cuma sebentar botol dikeluarkan dari freezer langsung dimasukkan ke Baby Food Warmer ini. Atur ke suhu sekitar 40-45 derajat C.
Setelah menjadi hangat, ASI sudah siap diberikan.
Pada saat nenen ke ibunya, bayi harus menekan daerah areola, menyedot, sekaligus memijat puting ibunya dengan lidahnya dengan gerakan peristaltik. Sedangkan, dot bayi yang banyak beredar berbentuk puting memanjang, dimana hanya dengan memencet puting tersebut susu dari botol akan mengalir ke mulut bayi.
Menurut berbagai informasi, bayi dibawah 6 bulan yang meminum susu dengan menggunakan dot akan cenderung mengalami gejala ‘bingung puting‘ atau ‘Nipple Confussion‘. Karena terbiasa menggunakan dot, maka saat kembali nenen akan melakukan gerakan yang sama dengan saat ngedot, akibatnya alih-alih ASI bisa keluar, ibunya yang kesakitan.
Untuk itu, aku cari-cari lagi di toko peralatan bayi dot bayi yang meminimalkan hal ini, yang aku dapatkan adalah Dot bayi merk Pigeon, Peristaltic Nipple dengan Leher lebar, harganya sekitar 40 ribu. Kemarin pas jalan-jalan di ITC Kuningan, sempat lihat ada bule memberi minum bayinya dengan dot jenis ini tapi dengan merk Avent.
Foto berikut adalah perbandingan Dot peristaltic dengan dot biasa.

Pada percobaan pertama memberikan ASI dengan dot jenis ini, ternyata kakak langsung bisa meminumnya dengan gerakan, suara, dan nafas yang mirip dengan saat minum langsung dari sumbernya. Yang terpenting, saat kembali nenen, Fatih kembali melakukannya seperti biasa. Percobaan menggunakan dot ini sudah dilakukan beberapa kali, terutama saat pergi keluar rumah.
4. Mempersiapkan Stok ASI Tersimpan
Sebagai perkiraan, bayi usia dibawah 6 bulan akan memerlukan ASI antara 500ml-1000ml per harinya. Fatih sendiri kurang lebih menghabiskan sekitar 600 ml setiap harinya.
Jika nantinya akan ditinggal ke kantor dari jam 7.30 pagi sampai jam 5 sore, maka diperkirakan akan memerlukan 4-5botol ASI beku setiap harinya (asumsi 1 botol 100-130 ml), dengan catatan di pagi dan malam hari masih harus diberikan ASI fresh dari ibunya.
Nantinya, Ibunya Fatih harus melakukan laktasi di kantornya setiap hari.
—
Kalau lihat perjuangan seorang ibu untuk bayinya, jadi terasa benar bahwa Ibu memang harus dihormati sedikitnya 3 kali lipat dibanding hormat dan bakti kita kepada ayah.

–
Referensi:
- Serba-serbi menyusui, WRM Publishing.
- Kiat sukses menyusui, Seri AyahBunda
October 24th, 2007 at 6:23 am
Kereeeeeeeeennnn
Bisa jadi rujukan baru buat para ibu neh. Gue aja blon pernah bikin posting kaya gini. Makasih ya Her, sudah meringankan tugasku hehehehe…
*Mwah mwah buat Fatih*
October 24th, 2007 at 6:28 am
Oh iya lupa. Koreksi sedikit.
Laktasi adalah proses memproduksi ASI. Apakah nantinya ASI akan diberikan langsung (breastfeeding) atau diperah dahulu, judulnya tetap laktasi, karena yang diacu oleh istilah ini adalah si ibu: produsen ASI
October 24th, 2007 at 6:48 am
langsung tangging di delicious, buat persiapan
ternuwun kangmas…
October 24th, 2007 at 8:05 am
thnx om, nanti kalo dah gag kepake kasih ke gw ya
* foto paling bawah item, berarti valid *
October 24th, 2007 at 10:35 am
@mbak Lita: oh gitu ya mbak. Makasih ya.
Jadi kapan mampir?
@paydjo: Sesama bapak baru harus saling tolong menolong ya, hehehe
October 24th, 2007 at 11:15 am
wahahahha sama banget, di kulkas gw juga isinya ASI.
tutup botol yg kompatibel dengan botol uc-1000 adalah frestea, zestea, fruittea dan artea *abis nengok ke kulkas*
October 24th, 2007 at 11:17 am
wah her
ga jadi deh mo ngasih nu grinti sekardus hueheuhauheauheauhea
October 24th, 2007 at 11:27 am
Uhm, inilah yang aku suka dari Hericz. Tips dan Triknya berisi banget. Aku tinggal ngekot..
Makasih banyak Her, ntar mamanya si Athallah tak suruh baca thread ini.
October 24th, 2007 at 12:44 pm
Fuaah, Fatih sudah chubby. Gemmess, gemmess…
October 24th, 2007 at 1:10 pm
nice thread
sangat berguna untuk calon ibu, dan ibu/ayah baru..
.: varo :.
October 24th, 2007 at 1:31 pm
wah… wes mulai ketok irenge her.. lego yo? hahahahahaha….
October 24th, 2007 at 2:02 pm
*plok-plok* salut ada bapak2 yg nulis ttg ASI sampai ke pompa, cara merah ASI lagi. Sipp..sipp..
Happy breastfeeding buat mamanya Fatih…
October 24th, 2007 at 4:02 pm
jadi pengin mik cucu juga
October 24th, 2007 at 6:36 pm
terima kasih her…mudah2an berguna buat aku dalam mempersiapkan sumber ASI-nya agar tetap kenyal dan nyaman ketika diminum sang bayi nanti…
October 27th, 2007 at 3:34 am
‘Mampir’ dari Kalimalang ke Tanah Abang itu kalau mau pergi ke mana ya, Her? Ntar dipikiri dulu, yo. Kami juga pengen liat kodok ngerock junior
Sip banget deh pokoke tulisanmu *aku muji dua kali lho ini hihihihi*
October 28th, 2007 at 9:23 pm
wah, keren2
October 29th, 2007 at 11:17 am
gileee…
harus di bookmark neh, suatu saat gw memerlukan!
October 29th, 2007 at 11:44 am
sangat informatif, cuma sayangnya saya sudah nggak mau punya momongan lagi…kasihan ibunya cape
October 29th, 2007 at 12:03 pm
breastfeeding father yg baik..
November 6th, 2007 at 12:37 am
Medela ada lho pompa yang manual. Murah juga kok, sekitar 100rb (saya ngebeliin buat kakak kemaren). Tapi katanya pompa pake tangan lebih banyak dapet ASI nya daripada yg manual. ^_^
BlogWalker
November 10th, 2007 at 7:12 pm
Fatih’s Ayah & Bunda rajin banget deh.
Waktu adikku melahirkan juga begitu tuh. Tapi nggak lama karena keponakanku trus dikasih susu botol.
Thank’s to a great Father & Mother…Cepet gedee yaa Fatih.. ^_^
November 13th, 2007 at 2:46 pm
Selamat ya jadi breastfeeding father. Salut buat anda.
November 17th, 2007 at 1:05 pm
juk laktasi disimpan dalam kulkas yang tidak beku, berapa jam bisa diminum oleh si bayi, karena dikantor saya ada kulkas tapi tidak ada freezernya, hanya dingin doang, karena chess freezer
November 19th, 2007 at 11:09 pm
Yang meras… eheum eheum…
December 1st, 2007 at 2:31 pm
waduh, abis dari blog si rony, cerita bab anak.
ini cerita bab ASI..
lagi musim punya bayi yah..
December 5th, 2007 at 1:25 am
salam kenal, informasi yang menarik, Trims.
December 8th, 2007 at 5:14 pm
titpytesyseky…
exwohazaxine…
December 12th, 2007 at 10:17 am
hmm….apa aku kudu coba pake dot ya?
hari pertama aku tinggal ngantor, Ankaa mogok mimik. cuma mau 80 ml, pake sendok+sloki. abis dulu dia sempet bingung puting gara2 di RS kecolongan 30 ml *dendam kesumat sama perawat*
yang jelas, sekarang bawaan ke kantor nambah. cooler bag segede gaban he he he
thanks tipsnya ya
December 12th, 2007 at 11:28 am
Cobain aja deh Nyam pake dot, yang pigeon premium itu, semoga membantu sih..
klo kakak soalnya gak bisa pake sendok, pake dot aja kepalanya sekarang gelang geleng kemana2, lagi seneng2nya gerakin kepala kayaknya
Ayo semangat semangat
Btw, selamat ya buat kelahiran babynya.
December 14th, 2007 at 12:32 pm
coba pake dot Avent, sampe siang ini abis 200 ml. ta coba cari ah wiken ini.
December 17th, 2007 at 2:04 am
Wah..Evan gak lama dapet ASI ekslusif.
Soalnya mau punya adik.
December 21st, 2007 at 12:15 pm
info yang lEngkap
bagus uNtuk bekal ntar klo uDah jAdi ibu
December 24th, 2007 at 12:48 pm
wah..bagus nih…yg nulis seorang ayah lagi. jadi “breast feeding father”. Anakku 3 orang,dan aku selalu bawa peralatan perang ke kantor demi anak2ku. alhamdulillah, semua dapet asi eksklusif.
biasanya aku mompa di kantor pake medela, sampe umur stahun. stelah itu, ga mompa lagi karena makin dikit dan anaknya makan makin banyak, tapi masih nenen. sekarang sih cuma nenen malem aja. Di kantorku, bikin ASI perah udah kayak wabah. jadi kita janjian mompa jam berapa dan berlomba untuk dapet lebih banyak dari yg lain. Asiknya, semua jadi semangat.
mestinya blog ini dikasih tag :
“proudly support breast feeding”
January 16th, 2008 at 12:43 pm
wah klo junior ku mah langsung dari sumbernya.. lebih dari eksklusip
dah 3 tahun belum lepas dari ASI
January 23rd, 2008 at 4:33 pm
wah.. pada salut2 deh bisa sukses ngasih asi, anakku udah 7 bulan udah malas kita ngasih langsung, sukanya diperas dikasi pake botol, tapi aku gak kepikiran simpan ASI berbotol2 dikulkas, paling cuma 1 botol buat 1 x minum trs, siangnya aku plg kantor peras lagi dpt 1 botol lg.. klo kurang, anakku minum Sufor deh…
February 6th, 2008 at 12:14 pm
pak…
Memanaskannya gak boleh dengan cara direndam pake air panas, ya ? Harus dibiarkan begitu saja di suhu ruangan ?
Wah..pak hericz, jago, nih buat prosedur memeras susu….
Itu gambar pompanya sesuai dengan yang ada di pasaran, ya , pak ?
March 12th, 2008 at 1:25 pm
Hebat .. informasi yang sangat membantu. Sempet bingung cari botol apa .. ternyata terbantu karena informasi anda.Thanx. GBU
April 2nd, 2008 at 12:25 am
Kereeeen *baru nyadar ternyata mang pengorbanan ibu tuh berat banget ya…soalnya dari cerita ibu saya ternyata dulu diperasnya gak pake pompa tapi pake tangan, sakitnya minta ampun T_T
April 5th, 2008 at 2:04 pm
napa ga disuruh papa nya aja yang merah? pasti seneng sih.
April 16th, 2008 at 10:55 am
T O P BGT buat ayah kayak gini….
dulu juga ampe susah payah nih mompa asi buat si ‘ade’, pi alhamdulillah berhasil jg. trims tips nya ya…. sapa tau buat ‘ade’ yang kedua nanti berguna.
April 17th, 2008 at 12:04 pm
Ada yang bisa kasih masukan ga yah, kenapa ASI ku kok jadi makin sedikit setelah kembali kerja. Biasanya dua kali perah (pagi jam 10an dan siang jam 3 an) aku bisa dapat kurang lebih 300ml. setelah dua minggu kerja kok jadi makin sedikit yah?? punya resep tertentu?? makasiy..
April 18th, 2008 at 9:12 am
Terima kasih atas informasinya. Keren
April 23rd, 2008 at 2:30 pm
to mama Jasmine :
- persering aja frekuensi meresnya, misal jadi 3 kali di kantor
- trus tenangkan pikiran hehe, yang ini biasanya agak susah, pikirin aja anaknya klo pas lagi lucu2nya
semoga membantu
May 8th, 2008 at 6:59 pm
assalamu’alaikum… salam kenal. masih baru nih di dunia blogging