Lebaran dan 4 Pertanyaan Sepanjang Masa
Siap atau tidak, sebentar lagi Idul Fitri akan tiba. Saatnya meranyakan hari-hari setelah puasa, lebar poso, Lebaran.
Siap atau tidak, sebentar lagi akan tiba saat dimana jutaan orang pulang ke kampung masing-masing. Mudik.
Mudik ini merupakan saat yang penting dimana kita akan bertemu keluarga, tetangga, temen SD, temen nyolong jambu di rumah Pak Haji, bahkan mungkin juga janjian sama teman sekelas untuk silaturahiim ke rumah Pak Guru.
Seperti halnya anti virus yang mendownload update virus terbaru setiap 3-7 hari sekali, mudik memberi kita kesempatan setahun sekali untuk melakukan update informasi. Pertemuan yang cuma 15 menit, 30 menit atau paling lama 1 minggu ini merupakan momen dimana kita saling meng-update kondisi satu sama lain.
4 Pertanyaan Sepanjang Masa
Walaupun sebenarnya pertanyaan update informasi kebanyakan hanya sekedar basa-basi, dan kalimat pembuka percakapan yang canggung karena jarang ketemu, dan bersifat pertanyaan ‘duniawi’, tapi kebanyakan pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat menyayat hati pemilik hak jawab.
Berikut adalah daftar pertanyaan tersebut:
1. Kapan Lulus?
Kata orang, takdir manusia yang sudah ditetapkan dan tetap misterius sampai tiba waktunya ada 3: Rejeki, Jodoh, dan Ajal. Tapi bagi yang pernah merasakan bangku kuliah, ada satu hal tambahan lagi yaitu trilogi Skripsi, Sidang, dan Wisuda.
Sejak tetangga, Pakde, Budhe, Wak Haji tahu bahwa kita sudah kuliah, maka setiap lebaran pertanyaan yang diajukan adalah:
- “Sudah semester berapa sekarang” yang dilanjutkan dengan “Kapan lulus?”,
- “Sudah skripsi belom?”, atau
- “Itu si Wati anaknya Pak Bejo udah jadi apoteker sekarang, kamu kapan wisuda?”.
Padahal bagi seorang mahasiswa ’semester akhir’, ada 4 ‘TA’ yang menjadi siksa dan nikmat dunia: harTA, tahTA, waniTA, dan TA (tugas akhir). Mendapat pertanyaan “Kapan lulus?” akan membuat hati pilu bagai teriris sembilu.
Kita harus cerdas memberikan jawaban untuk pertanyaan ini karena pertanyaan diatas akan terus diulang-ulang sampai kita punya jawaban semacam “InsyaAllah bulan depan saya sidang Pakde”, atau “Tinggal nunggu wisuda saja kok Bulik”. Tapi musti diingat bahwa jawaban “Sekarang sudah semester akhir Paklik” jika digunakan 3 tahun berturut-turut juga bisa menimbulkan kecurigaan.
2. Kerja Dimana?
Statistik di kampus dulu menunjukkan rata-rata seorang sarjana butuh 6 bulan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya. Ada yang belum wisuda sudah dapat kerja, ada pula yang sampai 2 tahun nganggur lontang-lantung nunggu kerjaan posisi wenak, gaji besar, plus asuransi kesehatan, dan tunjangan kehamilan. Ada yang sabar menunggu, ada yang kemudian menjadi entrepreneur, dan ada juga yang akhirnya memutuskan untuk kembali menjadi mahasiswa S2 karena terpaksa (adik-adik yang masih kuliah jangan seperti ini ya, S2 harus dari hati dengan perencanaan yang matang).
Katakanlah tahun ini kita sudah berhasil lulus, semuanya berjalan lancar, dan kita sudah bisa menjawab pertanyaan tahun kemarin (nomer 1). Tapi kemudian pertanyaan berikutnya, question of the year, yang akan berseliweran di hadapan kita, “Wah syukur ya udah lulus. Sekarang kerja dimana?”.
Jika kita mudik dalam kondisi ‘vacuum of power‘ seperti ini, kita akan merasakan kondisi yang tidak mengenakkan selama di kampung halaman. Misalnya:
- “Eh, Pakdemu kerja di pabrik sepatu bayi lho, kayaknya lagi butuh tester produk kalau kamu lagi berminat? nanti coba kamu mampir ke tempatnya”.
- “Dosen di Unipersitas kota sebelah pernah hutang budi sama bapakmu ini, pasti beliau mau kalau tak titipin kamu agar bisa jadi dosen disana”.
Jika salah jawab, situasi bisa bertambah rumit.
Apabila setelah lulus kita mengambil pilihan untuk kembali menjadi mahasiswa, maka maaf-maaf saja mudik tahun ini harus kembali menjawab fase nomer 1 lagi, dengan pertanyaan-pertanyaan yang lebih komplek.
3. Kapan Kawin?
Setelah setahun berlalu, syukurlah apabila saat mudik kita sudah dapat kerja. Ada yang di sebuah perusahaan yang bonafid, sering pasang iklan di tivi sehingga keluarga dari simbah sampai cucu termuda kenal dengan perusahaan tersebut. Yang lain kerja di sebuah perusahaan multinasional tapi tidak ada yang kenal. Ataupun kerja di sebuah konsultan kecil, dimana tetangga sebelah kantor saja nggak tahu kalau itu kantor. Semua harus kita syukuri.
Dengan kondisi demikian, kita sudah berharap bisa mudik dengan muka terangkat, penuh percaya diri. Karena sebelum mudik sempat sibuk menukarkan uang pecahan 5ribuan ke bank di dekat kantor, kita bisa keliling dari rumah Pakde yang satu ke Pakde yang lain sambil bagi-bagi angpaw ke sepupu dan keponakan. Sampai kita ketemu teman kita sambil gendong bayi bertanya, “Wah sudah sukses ya sekarang, jadi orang di kota. Terus kapan kawin?” *jleb*
Tak lupa saat sungkem di lutut orang tua, diberi wejangan “Jadi orang yang jujur, bekerja yang giat, bersyukur atas rejeki yang kita terima, *dehem* dan jangan lupa cari jodoh ya nak”.
Bahkan bila hari kedua atau ketiga lebaran ’sang calon’ kita sudah berkunjung ke rumah, tetap saja ada pertanyaan “kapan kalian mau diresmikan?”. Emangnya jembatan ya.
Pertanyaan ini bisa berlangsung selama 2 atau 3 lebaran, bahkan lebih. Tergantung nasib, usaha, dan keberanian kita. Dan tentu saja penampilan dan kharisma kita dilihat dari sudut pandang lawan jenis. *uhuk uhuk*
Walaupun pertanyaan ini sudah dipakai untuk iklan rokok, dan juga sudah jadi internal-joke di milis id-gmail, tapi jika kita mudik dan dapat ribuan pertanyaan seperti ini tetep saja nggondok.
4. Mana momongannya?
Alhamdulillah, akhirnya kita pulang mudik dengan membawa istri/suami. Tapi yang namanya anak kan tergolong rejeki yang misterius. Tak jarang ada pasangan pasutri suami istri yang pulang mudik belum membawa momongan, entah memang karena belum dikasih, perencanaan jangka panjang, atau karena belum boleh sama kantor *sigh*.
Pertanyaan “kapan nih punya momongan?” terasa ringan saat diucapkan, tapi akan terasa berat bagi yang menerima pertanyaan tersebut. Apalagi jika harus bertemu 35 orang di hari pertama Idul Fitri dan mendapat 35 pertanyaan yang sama, lalu bertemu 40 orang di hari kedua, lalu 60 orang di reuni SMA bertema halal bihalal.
Kemampuan berlapang dada dan menjawab dengan sabar untuk setiap pertanyaan diatas merupakan bukti otentik akan latihan kesabaran yang sudah kita lakukan sebulan penuh selama bulan puasa.
Apalagi setelah 4 pertanyaan?
Dari dulu, aku selalu berpikir jika mudik dalam kondisi lulus sudah, kerja sudah, kawin sudah, bawa bayi sudah, maka kita akan bisa pulang dengan nyaman.
Itulah saat yang kutunggu-tunggu, hari yang indah, hari yang tepat bagiku untuk keliling kampung dengan bangga, sambil mencari mangsa sepupu, tetangga, atau famili jauh yang masih kuliah untuk sekedar bertanya “Kapan lulus?“.
Ternyata, ketika sudah punya momongan seperti inipun, aku masih dapat pertanyaan lagi yang tak ada habisnya. Padahal tahun ini memutuskan untuk tidak mudik.
Q: “Eh, si kecil Fatih udah bisa apa sekarang?”
A: *jawaban standar* “Oh, sekarang Fatih sudah bisa aljabar linear orde 2, tapi baru persamaan-persamaan yang sederhana”.
Selamat berpuasa dengan segala feature-nya, untuk persiapan menjawab pertanyaan setelah 4 diatas tidak ada artinya lagi.
October 1st, 2007 at 6:55 am
wah, saya sudah sampai pada pertanyaan ketiga
selamat untuk kelahiran putra sulung pertama
semoga menjadi anak terbaik
October 1st, 2007 at 9:58 am
Begitulah hidup,
setelah pertanyaan itu dapat terjawab,
terus mau apa?
hanya begitu-kah hidup ini?
terus kalau kita sudah tidak di dunia ini, apa yang kita tinggalkan di dunia ini?
dan yang lebih penting lagi,apa yang sudah kita persiapkan untuk kehidupan setelah di dunia ini?
salam
October 1st, 2007 at 10:07 am
October 1st, 2007 at 11:50 am
bwahahaha aljabar linear orde 2 bwahahahaha
October 1st, 2007 at 1:40 pm
“Oh, sekarang Fatih sudah bisa aljabar linear orde 2, tapi baru persamaan-persamaan yang sederhana”.
Wekekek. jangan-jangan bapaknya disalip si bayi. hehehe
October 1st, 2007 at 8:50 pm
Pertanyaan ke-5 :
Kapan Fatih punya adik cewek?
October 1st, 2007 at 9:48 pm
wah empat2nya bener banget, her…aku udah melewati yg pertama dan kedua, tinggal ketiga dan keempat yg masih harus aku lewati dengan hati yg lapang
October 2nd, 2007 at 8:02 am
Kereen! Pertanyaan yang standar dan ironis. btw, saya bakalan harus cari jawaban dari pertanyaan ketiga neh!
October 2nd, 2007 at 10:16 am
kalo koe mestinya pertanyaan ini her :
fatih mirip siapa yahh …. wah untung deh gak mirip bapaknya ….:D
October 2nd, 2007 at 10:34 am
Mirip2 dulu ga sengaja baca di majalahnya:
http://www.thejakartapost.com/weekender/said.asp
October 2nd, 2007 at 11:04 am
ke 5 : kapan anak nya lulus?
ke 6 :anaknya kerja dimana?
ke 7 : kapan mantu . .. ?
ke 8 : kapan punya cucu ?
October 2nd, 2007 at 3:01 pm
vote : “Kapan fatih punya adik cewek?”
October 2nd, 2007 at 3:40 pm
2 tahun ini gw ga mudik her, jadi ya.. pertanyaan2 itu belum sempat mampir ke telinga
October 2nd, 2007 at 4:23 pm
huehue.. gw sampai pertanyaan ketiga.. Dan pertanyaan ketiga ini udah ditanyain mulu dari lebih 5 tahun lalu.. Mudah2an eyang gw kali ini lupa, n nggak nanyain lagi.:P
October 2nd, 2007 at 9:35 pm
Mudik aja.. makanya nanya dulu sebelum ditanya. Jika keduluan, ngeles aja. Hwakakak..
Salam kenal mas..
October 3rd, 2007 at 4:31 pm
si kecil kapan lulus?
anakmu kerja di mana?
kapan mantu?
udah ada cucu?
October 4th, 2007 at 2:54 pm
SELAMAT!
einiperayaanapabukansiy
October 4th, 2007 at 5:06 pm
#5: kapan rekaman?
ato
#5: kapan manggung?
hihihihihi
October 5th, 2007 at 7:08 am
Kapan Fatih nikah Her? *kabur*
October 5th, 2007 at 9:56 am
“Oh, sekarang Fatih sudah bisa aljabar linear orde 2, tapi baru persamaan-persamaan yang sederhana”.
-> hahahaha… boleh jugaa…
October 9th, 2007 at 11:19 am
hahaha…
kurang itu pertanyaannya
skarang masih mahasiswa, kalo pulang ditanyain: ‘pacarnya orang mana?’
*sigh*
October 9th, 2007 at 12:52 pm
dah berani pacaran blum? *sambil masang wajah garang*
October 9th, 2007 at 8:52 pm
tugas manusia (kemudian jadi orangtua):
* reproduksi (misi suci manusia)
* mendidik anak titipan Tuhan
* menikahkan
Kalo 3 misi ini belum tercapai, maka setidaknya sampai pada checkpoin tertentu. Untuk pindah ke iterasi berikutnya.
October 10th, 2007 at 10:13 am
adiknya fatih kapan her *hihihi* pertanyaan pertama begitu fatih nongol
October 10th, 2007 at 10:49 am
pertanyaan ke 6, kapan punya istri ke dua (halah)
October 10th, 2007 at 2:08 pm
Kakak ikut mudik? Salam buat keluarga her..
October 11th, 2007 at 1:46 pm
ada yang punya ide ga,,, buat pertanyaan orang yang lagi lebaran di kamung??
jadi kita tanya apa ya kbwt orang itu???
October 12th, 2007 at 6:15 pm
pertanyaan ke 3 itu yg selalu Abe kasih ke ak. Mentang²…
October 18th, 2007 at 6:07 am
Bikin FAQ aja her… diupdate tiap tahun.. jadiin kaos… jadi sebelom nanya suruh baca kaos….
October 18th, 2007 at 10:40 pm
jawab aja semua dengan senyuman…
October 19th, 2007 at 2:27 pm
mohon maaf lahir dan batin ,
jnrit bener banget gw masih kuliah di tanyain kapan lulus,?
October 20th, 2007 at 12:15 pm
wahahaa.. iya banget…
bener-bener tuh.. sampe bosen ditanyain kapan lulus dan kapan merit hihihi..
btw, met kenal ya.. ^_^
October 20th, 2007 at 2:38 pm
Met Idul Fitri mohon maaf lahir dan bathin dan selamat atas kelahiran anak pertamanya, semoga kelak jadi anak yg berbakti kepada orang tua, agama dan nusa bangsa. aminn
October 21st, 2007 at 6:21 pm
Mohon maaf lahir batin. Dan berhubung lebaran..
“gimana kakak? Sudah bisa apa aja?”
October 23rd, 2007 at 5:34 am
wah, kalo sy baru ‘nyangkut’ di pertanyaan yg pertama nih …
3 pertanyaan selanjutnya kapan ya ?
October 24th, 2007 at 8:16 am
ikut vote : “Kapan fatih punya adik cewek?”
November 12th, 2007 at 2:21 pm
radz : acara nikahan yang “ENGGA” resmi nya kapan ya?? he he he..
salute bwat kemampuan merangkai verbal ente.. jadi pengen tahu blajarnya dimana???
November 21st, 2007 at 4:02 pm
salam kenal boss..
alhamdulillah 2 pertanyaan awal, udah bisa gw jawab, tinggal 2 pertanyaan lagi.. hehehehe
December 14th, 2007 at 12:26 pm
iya tuh, kenapa ya selalu ada pertanyaan “si kecil dah bisa apa?”
biasanya aku jawab dengan: udah pinter ngisengin abi-umminya, dah pinter pose depan kamera, dah bisa akting nangis+menguap, dah bisa nendang bola, dah ngabisin Harry Potter+khatam Al Quran. paling bentar lagi dah belajar slam dunk+baca hanacaraka he he he
December 22nd, 2007 at 12:54 pm
[…] ini buntutnya nggak selalu asik. sering kali dg sok friendly ditambahi basa basi universal ato 4 pertanyaan sepanjang masa yg sebenernya justru bikin […]
January 14th, 2008 at 11:27 pm
aduuuhhh….jadi malu dech, nyindir yahhhhhh !!!!! btw makasih ketang.
April 6th, 2008 at 5:55 am
haha.. this posting really kick ass! Sialnya gw masih di pertanyaan ‘maut’ pertama. Baru aja kelar sidang PKL. Masih harus FOKUS (capslock!) ngerjain skripsi, bimbingan dosen (semoga gak sering2 revisiannya), sidang skripsi (profesor+ penguji), baru akhirnya bisa wisuda pake toga dan menyandang gelar S. Ikom! Hhuhuhu.. soakan Juli ini saya menyusul teman2 yg sudah lulus! :p
Jadi sepertinya perjalanan gw masih panjang untuk berhadapan langsung dengan pertanyaan2 maut berikutnya! Siapa takut! Hihihi