Susahnya Langganan Majalah Kontan
Saat jalan-jalan ke PRJ (Pekan Raya Jakarta) beberapa minggu yang lalu (22 Juni 2008), aku sempat mampir ke booth Kompas/Gramedia. Di sana ada tawaran paket-paket berlangganan dengan harga yang menarik.
Setelah melihat-lihat, maka aku dan Istri memutuskan untuk berlangganan Paket Kontan lengkap plus National Geografik Indonesia. Aku bayar tunai saat itu, 95 ribu rupiah dengan janji kontan harian akan mulai diantar 2-3 hari berikutnya. Bonusnya juga asyik, dapat 2 voucher tiket nonton di 21cineplex (masing2 senilai Rp 15 ribu) dan sebuah topi The Jakarta Post yang keren banget.
Sekedar diketahui, Paket Kontan Lengkap itu terdiri dari Harian Kontan, Tabloid Kontan Mingguan dan Tabloid Kontan edisi khusus, dengan tambahan Majalah National Geografik Indonesia.
Aku sendiri kurang begitu ngerti apa isi tabloid Kontan ini, itu lho ibunya Fatih yang demen banget baca-baca artikel yang membahas uang dan perbankan. Terus terang, aku pernah mantengin sebuah Kontan edisi khusus (Investasi Derivatif kalau ndak salah) selama 2 hari 2 malam, dan tetep nggak ngerti apa yang dibahas di situ. Aku mendukung langganan paket ini soalnya juga ada National Geografik Indonesia.
Tapi impian dapat paket murah rupanya tak semudah yang diharapkan. Pepatah “Murah kok njaluk slamet” rupanya belum kadal-uarsa.
Tanggal 26 Juni, kontan belum datang, aku telpon ke nomer kontak yang diberikan (021-70640142) dan katanya masih dicarikan agen yang bisa mengantar ke rumahku.
Tanggal 28, belum datang juga, aku telpon lagi ke nomer tersebut, dan katanya agen yang terdekat sedang libur, jadi akan dicarikan agen yang lain. (agen koran kok liburan?).
Seminggu kemudian, tanggal 5 juli, aku telpon lagi, katanya agennya bingung dengan alamatnya, heh?, tempat tinggalku ini di dekat jalan besar, dan tiap pagi dilewati banyak sekali loper koran lho.
Tanggal 6 aku telpon lagi, katanya masih akan segera diproses.
Kemarin pagi, tiba-tiba ada koran yang ditlesepkan dibawah pintu. Wah, sudah datang rupanya (hati lumayan berbunga-bunga dong), penantian sekian lama akhirnya terjawab sudah.
Kudekati lembaran koran itu, karena ruangan yang agak gelap, aku ambil dan kubaca tulisan besar nama koran tersebut :
“KOMPAS”
*asah pisau*