25 April 2006

Anggun C Sasmi dan Agnes Monica

Filed under: Hiburan, Ragam — hericz @ 8:13 pm

Ini adalah sebuah bualan tentang marketing. Pura-puranya melakukan analisis pemasaran padahal nggak tahu apa-apa.

Gara-garanya, hari minggu kemarin seharian diajak pak Rudy untuk berbicara soal marketing dengan salah satu rekan bisnis. Perusahaanku dan perusahaan rekan bisnisku itu memiliki cara marketing yang berbeda. Perusahaanku menggunakan metode atas ke bawah, ambil yang besar-besar (profit margin lebar, kesulitan tinggi, resiko besar), baru yang kecil-kecil belakangan. Sedangkan perusahaan rekan bisnisku itu menggunakan cara dari bawah ke atas, ambil yang kecil-kecil (tapi lebih mudah didapat) baru raih yang besar-besar.

Berjam-jam kami muter-muter berdiskusi, adu argumen mana yang lebih bagus dan efektif. Tentu saja tidak ada yang mau mengalah. Pusing aku!

Tiba-tiba aku teringat dengan Anggun C Sasmi dan Agnes Monica, dua wanita cantik yang kini berkibar di dunia hibur menghibur. Mereka kujadikan model untuk menerangkan dan menyatukan pandangan. Walaupun jelas-jelas ngawur dan agak ngibul, tapi diskusi bisnis jadi terarah dan bisa segera selesai.

Hal penting yang perlu diingat dari Anggun dan Agnes, visi mereka berdua kurang lebih sama : Go International!

Anggun C Sasmi

Anggun c SasmiAdalah Anggun C Sasmi, wanita yang dulunya tumbuh besar di Jogja (sama denganku), dan berparas hitam manis (sama juga denganku). Pada usia muda sudah meraih kesuksesan , mendapat berbagai award, serta popularitas di Indonesia.

Setelah yakin dengan kemampuannya, pada usia 19 tahun Anggun meninggalkan Indonesia yang otomatis meninggalkan pula segala kesuksesan, popularitas, perpanjangan kontrak, dan juga teman-temannya, untuk meraih dunia Internasional sebagai target marketnya. Anggun muda pun bergerak ke London, ke Amsterdam, dan akhirnya Paris yang dijadikan rumah barunya. Rumah bagi Anggun yang tidak dikenal siapapun. Anggun kembali menjadi orang asing yang bahkan tidak bisa bahasa Prancis.

Lalu Anggun mulai merintis karirnya disana, dan menghilang dari radio, televisi, dan media Indonesia.

Enam tahun kemudian, Anggun kembali muncul di media lokal. Ikut terbawa berita tentang single-nya yang menduduki top-sepuluh tangga lagu di seluruh dunia. Snow On The Sahara memang lagu yang sangat mengesankan. Tahun-tahun berikutnya, Anggun kembali menerbitkan lagu-lagu bernuansa etnis -aku pikir itu suara Bali- dan lagi-lagi menjadi lagu pilihan untuk para penyanyi kamar mandi.

Hebatnya, semua itu dilakukan Anggun dengan tetap tampil seperti orang Asia : berrambut hitam panjang, dan lagu-lagu dengan unsur etnis khas Asia. Ditambah lagi dengan goyangannya yang mirip tari bali. Bangga deh pokoknya.

Tetapi, pakaiannya memang selalu membuat orang menahan nafas dan menahan pandangan. Seronok, kalau kata orang Asia. Padahal, tanpa pakaian yang mini, tipis, dan kliwir-kliwir itupun Anggun sudah sangat memukau penonton. Senyumnya itu lho, bikin penonton klepek-klepek.

Setelah sukses Go International, Anggun kini sedang promo ke Indonesia. Marketing dari atas ke bawah. Sama denganku.

Agnes Monica

Agnes MonicaAku masih ingat ketika jaman-jaman ikut bimbingan belajar untuk ikut UMPTN. Di saat istirahat, aku bersama teman-teman selalu berusaha menyempatkan diri nonton acara “Tralala-Trilili” di RCTI. Acara dimana Agnes Monica kecil menjadi bintang baru. Saat itu semua orang suka Agnes Monica, termasuk aku yang jelas-jelas bukan termasuk cowok philadelphia.

Pernikahan Dini dan diikuti sederet sinetron lainnya membawa Agnes menjadi pemain sinetron. Mulai dari yang akting yang bagus hingga akting yang hanya perlu membelalakkan mata dan berteriak untuk menggambarkan orang marah dilakoninya. Yah, memang gambaran marah tradisional seperti ini yang mudah dipahami pemirsa. Intinya, Agnes berhasil membuktikan diri mampu menjadi aktris.

Beberapa album Agnes juga mampu diterima masyarakat. Laris manis. Suaranya semakin mantap, dance-nya semakin canggih dan inovatif, dan wajahnya semakin cantik dan dewasa. Dan yang paling menjadi sorotan, gaya berpakaiannya yang ke-britney-britney-an. Seksi sih, tapi mmm, kelihatan agak-agak Penuaan Dini kayaknya.

Lalu tiba-tiba Agnes berteriak lantang “Aku mau Go International!”. Wow, ternyata ini gadis yang berwawasan luas! Seseorang dengan visi, bukan hanya sekedar mengikuti aliran nasib, seperti pada percakapan berikut :

WartawanGosip: “Bagaimana anda bisa main sinetron ini?”
Artis (bukan Agnes): “eh, kalau saya kebetulan pas jadi model tiba-tiba dijawil sutradara dan diajakin untuk main sinetron ini”
WartawanGosip: “Bagaimana rencana anda berikutnya?”
Artis (bukan Agnes): “besok-besok lihat saja mudah-mudahan saya masih diterima oleh pemirsa”.

Jadilah Agnes muda yang berpikiran dewasa. Berusaha keras menggapai mimpinya, berlatih dengan keras siang dan malam sampai pelatihnya kewalahan, hingga sekarang aksi panggungnya sangat sempurna. Sudah sangat mirip Britney Spears dan dance team-nya. Agnes lalu main sinetron di Taiwan.

Setelah sukses menaklukan Indonesia, Agnes Monica melebarkan sayap ke Asia, lalu sebentar lagi ke dunia. Dari Bawah ke Atas.

Anggun dan Agnes, Semuanya Sukses

Akhirnya diskusi siang itu diakhiri dengan kata-kata klise: “Tidak ada teori marketing yang sempurna. Semua produk mempunyai cara marketing sendiri-sendiri, dan cara yang sukses untuk produk ini tidak selalu sukses saat diterapkan di produk lain.”

Berkat Analogi Nggedabyahâ„¢ dan Teorematika Nggladrahâ„¢ diatas, akhirnya aku bisa keluar dari ruangan untuk makan siang. Terima kasih Anggun dan Agnes, kalian menyelamatkan hariku.


Anggun picture from Anggun Officiel Site, without permission.
Foto Agnes dari fans Agnes, tanpa ijin.

17 March 2006

Simple ABG Text Generator

Filed under: Hiburan, Teknologi — hericz @ 2:09 am

Seperti halnya di dunia nyata, ABG di internet pada umumnya sangat mudah dilihat dari cara mereka berkomunikasi. Ada ciri khusus yang begitu jelas yang membedakan tulisan orang biasa dengan tulisan ABG. Orang-orang yang sering menghabiskan bandwidth dengan nongkrong di friendster pasti hapal.

Cara ABG Beda!
Berbeda dengan generasi sebelumnya yang berkomunikasi bahasa tulisan melalui surat pada masa muda-nya, ABG jaman sekarang belajar berkomunikasi bahasa tulis dengan SMS. Terbatasnya jumlah karakter di SMS mengakibatkan bahasa tulis yang unik, yaitu penyingkatan yang kadang-kadang terasa berlebihan bagi orang lain.

Seperti halnya para Geek tempoe doeloe, ABG juga suka mengganti huruf dengan angka. Seperti ‘telo’ menjadi ‘t3lo’, ‘heri’ menjadi ‘h3r1′, dan seterusnya.

Satu lagi yang membuat mata pegal saat membaca tulisan ABG adalah penggunaan huruf kapital secara acak dalam tulisan. Berbeda dengan mbak lilis yang mempunyai pola tetap dan bisa di-decode dengan mudah, penggunaan huruf kapital pada tulisan ABG sungguh tidak bisa kumengerti.

Bergaul dengan Bahasa Mereka?
Ketika tiba-tiba ada yang menyapa di Yahoo Messenger atau di email dengan bahasa ABG, orang-orang segenerasi denganku akan puyeng mendadak untuk menerjemahkan susunan huruf tersebut. Dan masalah akan bertambah ketika tiba waktunya membalas sapaan mereka. Ternyata memencet Shift secara acak bukan masalah gampang, apalagi m3ngg4nti dengan 4ngk4-4ngk4. 4duuh, jari ter4sa pegaaal mendadak.

Untuk itu aku coba membuat Simple ABG Text Generator untuk membantu orang-orang yang tangannya sudah tidak selincah ABG dalam membuat susunan huruf aneh. Coba saja deh, mohon kripik pedasnya.

Untuk menggunakan Simple ABG Text Generator ini tidaklah sulit, tinggal kopi paste saja teks yang ingin di-ABG-kan ke kotak sebelah kiri, pilih level ABG yang anda kehendaki, dan klik ‘Go ABG Go!’. Jika bukan karena FMCOPD ,di sebelah kanan akan muncul teks ABG sederhana.

Contoh:
Input : (Tao of id-gmail)

Input : The Tao of id-gmail


Output :

Output

Keterangan :
- URL : Simple ABG Text Generator
- Kebutuhan : browser yang mendukung javascript.

20 February 2006

Jomblo, Sebuah Film Tentang Mahasiswa?

Filed under: Hiburan — hericz @ 8:03 am

Jomblo PosterAdalah Agus, seorang mahasiswa Universitas Negeri Bandung yang terjebak dalam lingkaran kenikmatan selingkuh. Sudah memiliki pacar yang sesuai kriterianya, keibuan dan baik, tetapi malah memilih selingkuh dengan seorang mahasiswi Teknik Lingkungan, lebih cantik tentu saja. Kalau nggak, ngapain selingkuh.

Agus berteman dengan Bimo, seorang mahasiswa asal jogja yang selalu ditolak cewek. Selalu. Mereka bersahabat dengan Olip dan Doni. Olip adalah mahasiswa Teknik Sipil asal Aceh yang 3 tahun memendam cinta pada seorang mahasiswi Teknik Industri bernama Asri. Sementara itu Doni, seorang mahasiswa yang digambarkan ganteng dan kaya, memiliki hobi ML dengan cewek-cewek yang berhasil didekatinya.

Tentang Percintaan, bukan Tentang kejombloan
Baru tadi malam aku sempat nonton JOMBLO, sebuah film yang diadaptasi dari novel populer karya Adhitya Mulya. Sejak awal, film dialirkan dengan adegan yang mengundang tawa. Humor cerdas Adhitya yang digambarkan dengan cerdas pula oleh sutradara, Hanung Bramantyo.

JOMBLO banyak bercerita tentang cinta. Cinta yang absurd, cinta yang membingungkan. Sama sekali tidak digambarkan lika-liku kehidupan mahasiswa. Mahasiswa cuma memikirkan dan membicarakan cewek, wanita, teknik mendekati wanita, serta bagaimana menghadapi wanita. Sementara yang cewek juga ribut terus masalah cowok. Ada ya mahasiswa yang mikir seperti itu terus, dan terus, dan terus, dan lulus?

Dari sisi teknis, film ini menurutku cukup bagus. Aku selalu kagum pada sutradara yang berani mengambil gambar dengan pencahayaan yang rendah dan dramatis, terang gelap. Gambar dengan cahaya terang yang datar sudah biasa dilihat di sinetron. Asal punya banyak lampu gampang buatnya, sepertinya sih begitu. Oh iya satu lagi, penggunaan cahaya biru yang kuat untuk menggambarkan suasana malam itu sangat jelek, seperti sinetron pocong.

Adegan melihat matahari terbit sepertinya tidak dikerjakan dengan baik, banyak kabut membuat adegan seolah-olah hanya kegiatan naik gunung biasa. Mungkin sudah dikejar waktu jadi tidak sempat mengambil adegan di pagi hari yang cerah. Lagipula kelihatan jelas kalau warna pagi itu nggak seperti itu. Olah digital seharusnya bisa membantu membangun suasana fajar.

Dan lagi-lagi, tata suara agak jelek. Mungkin karena aku nonton di bioskop yang studionya sempit. Lagu Serieus yang jadi soundtrack terdengar kasar dan memekakkan telinga.

Penggunaan adegan-adegan animasi sangat membantu penonton dalam menikmati kesegaran film ini. Perpaduan film-komik ini juga membuat menonton film ini menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain itu, narator yang kocak juga menjadi nilai tambah.

Lokasi
Ayam nyasar di LFMTampak jelas, film ini mengambil setting di kampus ITB dan Unpad. ITB menjadi UNB (Universitas Negeri Bandung), sarang cowok jomblo. Sedangkan Unpad menjadi Unjat (Universitas Negeri Jatinangor), sarang cewek cantik.

Di ITB, sebagian besar adegan dilakukan di kawasan depan, di daerah Teknik Sipil, Fisika, Aula Barat, dan gedung LFM. Beberapa adegan diambil di Student Center (yang baru jadi tahun kemarin), serta pintu terowongan kampus ke Sabuga.

Tampaknya kawasan Teknik Elektro tidak cukup menarik minat sutradara. Huh, padahal keren lho. Lebih dari itu, di sana memang gudangnya jomblo, dalam arti harfiah.

Kesimpulan daripada
Tidak membaca bukunya terlebih dahulu membuatku merasa nyaman karena tidak harus membanding-bandingkan. Menurutku film ini cukup layak ditonton. Tapi sekali lagi, jangan membayangkan kalau akan melihat kehidupan seorang mahasiswa jomblo, karena lebih banyak tentang konflik cinta dan persahabatan.

Perlu diingat bahwa film ini tidak sedangkal kelihatannya. Cukup dalam, banyak pesan moral, serta banyak cewek cantik. Serius! Mosok ada kampus isinya cewek cantik semua, sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi, apalagi di MIT (Mbandung Institute of Technology). Kalo di Ponds Institute sih mungkin saja.

————–
“Kenapa kamu milih kostum ayam?”
“Sebenarnya kostum nanas lebih sederhana, tapi mobilitasnya kurang”


gambar-gambar diambil dari sinemaart , tanpa ijin.

22 October 2005

Nonton Sheila on 7 di Studio AnTV

Filed under: Hiburan — hericz @ 6:34 am

Hmm, sudah 2 hari yang lalu tapi gak papa deh. Tanggung jawab moral buat yang udah pada ngajakin nonton.

Yah, setelah nonton Dewa beberapa waktu yang lalu, kemaren aku ke studio AnTV lagi. Kali ini band yang tampil, yang juga membuatku gak ikut tarawih, adalah Sheila on 7. Sebuah band Yogya yang merangkak dari bawah hingga menjadi band papan atas Indonesia.

Beberapa hari yang lalu aku menghubungi bhagonk untuk menanyakan keberadaan tiket gratisan nonton di ANTV, tapi katanya sudah nggak dijatah lagi. Yo uwis, gak nonton sheila on 7 juga nggak papa kok *berlinang air mata*.

Hari kamis malam, setelah berbuka puasa, tiba-tiba didats menghubungiku, katanya temennya punya tiket masuk ANTV dan masih ada satu tiket nganggur, makanya dia ngajakin aku (ini bukan flirting kan dats?).

Para narsis yang ngajakin nonton :DSingkat cerita, kami berlima sudah berada di depan studio. Hampir saja gak jadi nonton karena TERNYATA gak ada yang punya tiket. Acara sudah dimulai sekitar 10 menit dan kita berlima masih berputar-putar di luar studio. Tapi syukurlah staff ANTV berbaik hati -mungkin iba- melihat kami berputar-putar gak jelas, dan mempersilahkan kami masuk, tanpa tiket.

Di dalam Studio
Waduh, seperti yang sudah dibayangkan, penonton di dominasi oleh kaum ABG. Perkiraanku sih kebanyakan masih anak SMP dan SMA.

Hmm, lihat ke panggung, ada Duta, Erros, Sakti, Adam, dan eh, itu drummer barunya yah?baru lihat sekali secara langsung.

Duta on StageDibanding Dewa dalam Star on Stage bersama kemarin, Sheila on 7 kali ini tampak lebih mempersiapkan diri dalam segi skenario panggung. Di sela-sela lagu, satu demi satu mereka bercerita tentang kisah-kisah lucu, mengharukan, maupun menyedihkan yang -katanya- mereka alami sendiri. Duta yang menceritakan kepecundangannya saat masih kecil, adam yang bercerita tentang betapa dia mudah menangis kalau mendapat cerita sedih, dan seterusnya.

Aksi panggung juga tak kalah asyiknya. Seperti yang pernah ditampilkan sebelumnya, Sheila menampilkan gaya gitar berantai (atau apapun deh namanya), dimana 4 orang memainkan 3 gitar, terus.. wah susah njelasinnya. Lihat gambarnya aja deh.

Gitar foursome

Kesimpulan setelah acara berakhir adalah : gebukan drum Brian Kresno Putra mantap dan cukup menyatu dengan musik sheila on 7, pantesan menurut polling di website resmi Sheila dianggap pantas menggantikan Anton.

Menurutku suara Duta masih cukup kuat dan bersih, tapi sampai rumah kok temanku bilang “Her, suarane Duta kok elek men!, nek band lokal mesti wis dibalangi watu kuwi”. Aku nyengir aja dengernya.

Sheila dan masa-masa SMA
Terus terang, Sheila on 7 adalah salah satu band yang harus melalui masa perjuangan berat. Masih ingat dulu waktu SMA-ku bikin acara Tutup Buka Tahun, kalo gak salah tahun 1998, Sheila termasuk band tamu yang dijadwalkan manggung terakhir (haha, beberapa band setelah band-ku yang ancurrr karena gak pernah latihan).

Waktu itu Sheila (nama dulu) belum terkenal seperti sekarang, bahkan belum mengeluarkan album pertamanya. Walau demikian, Sheila sudah cukup dikenal anak muda di yogyakarta karena lagu-lagunya sering diputar di radio Geronimo. Di acara SMA tersebut, pas waktunya tampil, Sheila mutung dan batal manggung karena suatu hal. Beberapa bulan kemudian, muncul album Sheila on 7 yang pertama.

Setahun setelah kejadian itu, giliran jikustik (G-coustic) yang diundang sebagai bintang tamu untuk acara yang sama. Seperti halnya Sheila, waktu itu jikustik juga belum terkenal -seperti sekarang-, dan lagi-lagi terjadi kasus di panggung yang mengakibatkan seluruh pemain mutung dan turun panggung sebelum waktunya. Beberapa bulan kemudian, muncul jikustik dengan albumnya yang pertama.

Kayaknya acara Tutup Buka Tahun SMA-ku bawa hoki, tapi syaratnya harus ada kasus dulu di panggung hehehe.

Sheila di tengah kemunculan Band baru
Meskipun sekarang muncul band-band baru, Sheila tetap punya tempat di hatiku *halah*. Terus terang, album Peterpan yang baru keren juga, gak sendu mendayu-dayu seperti Keris Patih. Duh, aku setuju sama roni, seharusnya namanya Selendang Selir. Lho, kok malah ngomongin band lain.

Mengingat fans Sheila On 7 tumbuh dewasa, alangkah sebaiknya musik Sheila juga ikut mendewasakan diri. Tumbuh berkembang seiring waktu. Lebih baik memanjakan telinga fans lama, dari pada mencari fans baru tho?.

Btw, ini postingan panjang amat yah?

« Previous PageNext Page »