MTV WeekEnd: Kenapa Loe Nge-Blog?
Duh, bingung juga waktu ditanyain gitu. Bukan karena aku gak punya alasan kenapa aku ngeblog, tapi karena semakin lama aku melakukannya, semakin banyak alasan mengapa aku ngeblog. Maaf ya, aku gak biasa banget bilang ‘Loe dan Gue’, maklum dong, orang jogja asli.
Pada awalnya memang aku ngeblog karena sering kali aku termenung sendiri, memikirkan sesuatu hal, tapi susah ngomongin ke orang lain. Kalau cerita ke orang lain pun aku pikir tidak akan efektif kalau kita mengulang-ulang cerita yang sama ke 10 orang yang berbeda. Tak hanya brainstorming, kadang-kadang kita juga punya pengalaman seru yang ingin kita ceritakan ke orang lain. Dengan Blog masalah itu terpecahkan. Tulis sekali, puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang bisa ikut ‘mendengarkan’. Masalah orang yang membaca paham atau tidak, itu urusan belakang. Hehehe…
Lama-kelamaan, makin banyak hal-hal mengasyikkan yang dapat dirasakan dari kegiatan ngeblog ini: dapat teman-teman baru, pengalaman baru, serta berpikir lebih terfokus terhadap sesuatu. Kalau tiba-tiba ada cewek yang nge-Buzz Yahoo Messenger sih, anggap saja itu efek samping
.
MTV-WeekEnd
Pertanyan diatas ditanyakan kepadaku siang tadi, saat aku menemani sang Playboy CSS, Didats untuk shooting acara MTV-Weekend di studionya di daerah Pancoran. Yah, lagi-lagi tadi kita bertiga: aku, Didats, dan Goldah. Duh, lagi-lagi aku jadi nyamuk! *injek-injek didats, katanya berlima!*
Dalam acara ini, Didats menjadi Co-VJ beradu panggung dengan VJ-ku Daniel (eh, atau VJ Daniel-ku). Sebenarnya aku yakin acara ini lebih menarik kalau yang memandu acara adalah VJ yang menggunakan studio sebelumnya. Kalo nggak salah itu acaranya Nivea. Hihi, VJ-nya putih dan imut banget. Sebenarnya pengin nyamperin, nanya bagaimana cara mutihin kulit, tapi ah, sudahlah… (maaf kawan-kawan, tidak ada skrinsyut). Tapi VJ Daniel boleh juga kok, paling nggak dia cukup nyambung diajakin ngomong masalah blog.
Didats ditanyain masalah-masalah seputar blog dan perkembangannya. Selain itu juga bagaimana dia berkenalan dengan Goldah, dan proses jadiannya. Lah, jadi infotainment gini?
Sedangkan aku dan Goldah ditanyain di luar studio. Hanya sebentar banget, jadi jawabannya hanya sepatah dua patah kata. Salah satunya “Kenapa loe ngeblog?”, jawaban versi panjangnya ada di paragraf awal diatas.
Kalau mau adegan selengkapnya, lihat aja sendiri di acara MTV-Weekend, 16 Oktober 2005, jam 08.00. Tentu saja beberapa kali take yang diulang gara-gara aku ngomong ‘aku’, gak bakalan ditayangin, katanya Nabil Taufik (produsernya) sih harus pake ‘gue’. Jadi kalau penasaran bagaimana bentuk dan rupa didats, “jAnGan aMpE keTinGgalan yAAAh!” (kata didats ini tulisan versi ABG).
Kado tak terduga
Sebelum acara shooting, tiba-tiba Didats dan Goldah memberi kado yang tak terduga, sebuah tripod buat kamera. Katanya sih kado Ultah, hehehe. Wah, senangnya, jadi bisa buat foto-foto bareng nih. Padahal kemarin kirain bercanda lho waktu didats nanya lewat YM “her, minta kado apa?”, langsung aja kujawab “tripod!”. Terimakasih ya, didats & goldah.
Hmm.. kalau dipikir-pikir, ini tripod hasil dari ngeblog juga lho.
Jadi, kenapa loe nge-blog?
Sesuai perjanjian, kita ketemuan di Carrefour Cawang jam 8 malam. Bhagonk, Alex, Didats, dan Golda datang beberapa saat setelah aku memesan ayam goreng di food court. Setelah terburu-buru menghabiskan teh hangat, aku keluar dan mendapati mereka berempat dengan 2 motor, langsung foto-foto.
Seperti biasa, DEWA tampil mengagumkan di atas panggung, dan NO-LIPSYNC. Tata panggung yang melingkar membuat Once sering berkeliling di antara penonton yang meng-elu-elukan dirinya. Ada 12 lagu yang dibawakan Dewa pada acara ini, antara lain Pangeran Cinta, Arjuna mencari Cinta, Satu, dan tentu saja Kangen.
Dhani dan Once bergantian menyanyi dan memegang keyboard set di kiri panggung. Andra (hail master andra), berada 3 meter di depanku, meraung-raungkan gitarnya. Tio dengan drumnya berada jauh di belakang, dan tidak sekalipun maju ke depan panggung. Yuke dengan bass berada di sisi kanan, agak jauh dari tempatku. Di ujung paling kanan ada additional player memegang gitar, aku lupa siapa namanya. Tak lupa, 2 backing vokal cewek di belakang Dhani, jauh juga di belakang.
Secara mengejutkan, di panggung muncul 2 cewek dengan pakaian ‘aneh’: rok mini, dan stocking bolong-bolong. Sempat aku bertanya “siapa tuh?”. Penonton di depanku bilang, “Ratu!, itu Mulan personel baru” ooh, ratu. Gila, roknya mini bener, kaos singlet merah mini dipakai di luar, dan kacamata gede tahun 70-an. Kalau tidak melihat Dhani dan Andra di panggung yang sama, aku pasti langsung berpikir ini pentas dangdut.
Bintang tamu yang kedua aku tidak kenal, tapi membuatku terpana dengan permainan bass-nya. Konon, kalau aku tidak salah dengar, adalah bassist grup
Barusan lihat-lihat foto hasil jepretan pas jalan-jalan minggu lalu dan jadi ingat kalau Sabtu kemarin aku pergi ke planetarium di Taman Ismail Marzuki. Iya iya, belum jadi ke pantai.
Wow, sebuah ruangan berbentuk kubah besar, diameter kira-kira 30 meter, mungkin lebih. Atap ruangan tampak putih bersih, dengan garis-garis bujur dan lintang yang tampaknya cukup presisi. Di tengah ruangan teronggok sebuah proyektor berbentuk bola berwarna biru, berdiameter sekitar 1 meter, ada tulisan “Carl Zeiss” di bagian bawah, dengan banyak lensa-lensa di kulitnya. Kursi-kursi penonton, yang tampaknya didesain untuk posisi tidur, berjajar di seluruh ruangan. Dan yang cukup terasa adalah rasa dingin yang menusuk tulang (dalam arti yang sebenarnya), pertanda Air Conditioner diset tanpa mengindahkan aturan hemat energi.
Setiap benda di dunia ini mempunyai frekuensi natural sendiri. Frekuensi natural adalah frekuensi, atau satu set frekuensi, dimana benda tersebut bergetar atau ikut ber-resonansi saat ada benda lain yang bergetar pada frekuensi tersebut. Jika kita belajar mekanika, maka kita mungkin masih ingat bagaimana menghitung frekuensi natural pegas atau ayunan.