Manusia Cantik Hidupnya Lebih Mudah Ya?
Beberapa tahun yang lalu aku membaca sebuah tulisan di Internet yang berjudul “Beutiful people earn more“. Setelah itu aku jadi memperhatikan hubungan antara kecantikan/kegantengan dan kehidupan sosial orang-orang di sekitarku. Aku ingin melihat apakah benar kalau orang cantik, ganteng, menarik, attractive itu hidupnya lebih mudah?
Ternyata sedikit banyak hal itu benar.
Berkah Sejak Lahir
Sejak bayi, anak yang ‘lucu’, ‘menggemaskan’, ‘imut’ lebih disukai oleh orang-orang. Hal ini mengakibatkan si anak menjadi lebih sering diperhatikan dan diajak berkomunikasi oleh orang dewasa. Dengan kondisi seperti ini, kemampuan sosial si bayi seharusnya akan lebih berkembang.
Ketika memasuki usia sekolah, si anak ‘imut’ akan lebih menarik perhatian teman-teman dan gurunya. Guru lebih mudah mengingat namanya, dan si anak akan sering mendapat pertanyaan, lebih banyak berinteraksi dengan guru. Seharusnya, dengan usaha yang sama dengan teman2 yang lain, si anak cantik akan mempunyai lebih banyak teman dan lebih menguasai pelajaran.
Usia remaja, adalah masa keemasan bagi manusia cantik atau ganteng. Gadis-gadis akan menerima puluhan surat cinta, antrian cowok-cowok yang siap mengantar kemana dia pergi, kakak kelas yang siap membantu bikin PR, bahkan tawaran main sinetron.
Kemudahan yang dialami orang cantik juga berpengaruh pada lingkungannya. Dulu saat praktikum, kalau dalam kelompok ada praktikan yang cantik kita bisa lebih tenang karena Asisten tiba-tiba menjadi manusia yang baik hati, penyabar, dan pendidik yang sempurna. Tugas-tugas pun jadi ringan. Padahal kalau satu kelompok laki-laki semua, asisten seperti makhluk jahat yang ingin membantai praktikan dengan memberi tugas-tugas yang aneh-aneh.
Saat mencari kerja, mereka secara default akan lolos lebih mudah. Kalaupun tidak bisa bekerja di tempat kerja ‘formal’, banyak lowongan pekerjaan yang sangat mendambakan kehadiran makhluk-makhluk cantik dan ganteng.
Setelah bekerja, para manusia cantik dan tampan ini juga mendapat kemudahan lagi. Hari pertama kerja langsung dikenal oleh seluruh kantor. Dengan usaha dan tingkah laku yang sama, orang akan lebih suka bekerja sama dengan mereka. Karir akan lebih cepat menanjak, pendapatan akan lebih besar.
Sama-sama hebatnya di lapangan bola, David beckham jauh lebih kaya dibanding Zainuddin Zidan.
Alam Bawah Sadar
Kemudahan yang diberikan masyarakat kepada golongan orang cantik dan ganteng ini kadang-kadang tidak disengaja, sepertinya memang sudah tertanam di alam bawah sadar. Seperti yang pernah digambarkan di Reality Show “Tolooong”, dimana orang akan dengan mudah menolong si gadis cantik, dibanding menolong ibu-ibu.
Pria yang gagah, ganteng, berpakaian rapi, dan perlente juga secara bawah sadar dianggap lebih ‘cerdas’ dan lebih dipercaya dibanding cowok lusuh, berbadan ceking, berambut kribo, berkulit item, yang kaosan dan sandalan kemana-mana.
Kecantikan Berbanding Terbalik dengan IQ?
Seorang teman di internet berteori “Kecantikan berbanding terbalik dengan IQ”. “Bweh, teori apa lagi ini?” begitu pikirku pertama kali mendengar kalimatnya.
Dulu di kampusku, ada beberapa mahasiswi cantik, yang ternyata selalu jadi master ujian, master PR, maupun master praktikum. ‘Master’ maksudnya tempat mahasiswa lain bertanya, berdiskusi, atau bahkan menyontek.
Eh, tapi setelah aku coba mengingat-ingat, ternyata kejadian-kejadian seperti itu sangat jarang terjadi. Di kampusku dulu, jumlah wanita cantik relatif lebih sedikit -secara signifikan- dibanding kampus-kampus yang lain, *diedit karena bisa menyinggung perasaan orang lain*.
Bukannya sombong kalau aku menganggap mahasiswa di kampusku IQnya lebih tinggi dibanding di kampus swasta itu. Ah, kalaupun tidak, Mahasiswi di kampusku bisa lolos UMPTN sedang mereka tidak, berarti UQ-nya (UMPTN-Quotient) lebih tinggi.
Tapi aku masih belum percaya dengan teori temanku tersebut.
Sampai suatu hari aku melihat iklan di TV tentang produk minuman bervitamin C 1000 mg. Endorsernya adalah Natalie Glebova, miss Universe 2005. Dan aku tersadar, untuk mengiklankan produk bodoh perlu orang paling cantik sedunia.
Lalu, kemarin aku dapat lagi ada bukti baru yang cukup menyedihkan. Ketika aku melihat dan mendengar perwakilan Miss Universe 2006 dari Indonesia - Nadine Chandrawinata - berkata “Indonesia is a beautiful City…“. *aku bersyukur menemukan link ini sebelum posting karena tidak perlu lagi mengulang transkripsinya*
Mungkin orang yang cantik dan ganteng sudah tidak perlu belajar banyak agar bisa sukses. Ah, kalau begitu aku harus banyak belajar dan berjuang nih. Semangaaat!
–
- Video Wawancara bisa dilihat di Situs Miss Universe 2006
- Terimakasih pula untuk henny rolan yang sudah membuatkan transkrip
- MP3 dapat didownload di sini, terimakasih untuk om Husni
Sudah beberapa minggu ini, kalau lihat tivi di dini hari, sekitar jam 12 malam sampai jam 3 pagi, aku selalu mendapati acara ‘kuis sms’ yang kalian pandu. Pada awalnya aku kagum pada acara tersebut karena aku kira “Wah, hebat betul ini televisi. Tengah malam begini bikin acara yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Yuuuk“.
Entah sejak kapan, manusia suka melihat bencana. Aku masih ingat saat ada jembatan roboh di desaku, orang-orang dari berbagai penjuru datang untuk melihat. “Waa.. waa.. kok bisa ambruk ya? yang mati berapa? semennya ngaduknya nggak rata…” 