12 July 2006

Manusia Cantik Hidupnya Lebih Mudah Ya?

Filed under: Ngedumel — hericz @ 11:42 pm

Beberapa tahun yang lalu aku membaca sebuah tulisan di Internet yang berjudul “Beutiful people earn more“. Setelah itu aku jadi memperhatikan hubungan antara kecantikan/kegantengan dan kehidupan sosial orang-orang di sekitarku. Aku ingin melihat apakah benar kalau orang cantik, ganteng, menarik, attractive itu hidupnya lebih mudah?

Ternyata sedikit banyak hal itu benar.

Berkah Sejak Lahir

Sejak bayi, anak yang ‘lucu’, ‘menggemaskan’, ‘imut’ lebih disukai oleh orang-orang. Hal ini mengakibatkan si anak menjadi lebih sering diperhatikan dan diajak berkomunikasi oleh orang dewasa. Dengan kondisi seperti ini, kemampuan sosial si bayi seharusnya akan lebih berkembang.

Ketika memasuki usia sekolah, si anak ‘imut’ akan lebih menarik perhatian teman-teman dan gurunya. Guru lebih mudah mengingat namanya, dan si anak akan sering mendapat pertanyaan, lebih banyak berinteraksi dengan guru. Seharusnya, dengan usaha yang sama dengan teman2 yang lain, si anak cantik akan mempunyai lebih banyak teman dan lebih menguasai pelajaran.

Usia remaja, adalah masa keemasan bagi manusia cantik atau ganteng. Gadis-gadis akan menerima puluhan surat cinta, antrian cowok-cowok yang siap mengantar kemana dia pergi, kakak kelas yang siap membantu bikin PR, bahkan tawaran main sinetron.

Kemudahan yang dialami orang cantik juga berpengaruh pada lingkungannya. Dulu saat praktikum, kalau dalam kelompok ada praktikan yang cantik kita bisa lebih tenang karena Asisten tiba-tiba menjadi manusia yang baik hati, penyabar, dan pendidik yang sempurna. Tugas-tugas pun jadi ringan. Padahal kalau satu kelompok laki-laki semua, asisten seperti makhluk jahat yang ingin membantai praktikan dengan memberi tugas-tugas yang aneh-aneh.

Saat mencari kerja, mereka secara default akan lolos lebih mudah. Kalaupun tidak bisa bekerja di tempat kerja ‘formal’, banyak lowongan pekerjaan yang sangat mendambakan kehadiran makhluk-makhluk cantik dan ganteng.

Setelah bekerja, para manusia cantik dan tampan ini juga mendapat kemudahan lagi. Hari pertama kerja langsung dikenal oleh seluruh kantor. Dengan usaha dan tingkah laku yang sama, orang akan lebih suka bekerja sama dengan mereka. Karir akan lebih cepat menanjak, pendapatan akan lebih besar.

Sama-sama hebatnya di lapangan bola, David beckham jauh lebih kaya dibanding Zainuddin Zidan.

Alam Bawah Sadar

Kemudahan yang diberikan masyarakat kepada golongan orang cantik dan ganteng ini kadang-kadang tidak disengaja, sepertinya memang sudah tertanam di alam bawah sadar. Seperti yang pernah digambarkan di Reality Show “Tolooong”, dimana orang akan dengan mudah menolong si gadis cantik, dibanding menolong ibu-ibu.

Pria yang gagah, ganteng, berpakaian rapi, dan perlente juga secara bawah sadar dianggap lebih ‘cerdas’ dan lebih dipercaya dibanding cowok lusuh, berbadan ceking, berambut kribo, berkulit item, yang kaosan dan sandalan kemana-mana.

Kecantikan Berbanding Terbalik dengan IQ?

Beauty and the BrainSeorang teman di internet berteori “Kecantikan berbanding terbalik dengan IQ”. “Bweh, teori apa lagi ini?” begitu pikirku pertama kali mendengar kalimatnya.

Dulu di kampusku, ada beberapa mahasiswi cantik, yang ternyata selalu jadi master ujian, master PR, maupun master praktikum. ‘Master’ maksudnya tempat mahasiswa lain bertanya, berdiskusi, atau bahkan menyontek.

Eh, tapi setelah aku coba mengingat-ingat, ternyata kejadian-kejadian seperti itu sangat jarang terjadi. Di kampusku dulu, jumlah wanita cantik relatif lebih sedikit -secara signifikan- dibanding kampus-kampus yang lain, *diedit karena bisa menyinggung perasaan orang lain*.

Bukannya sombong kalau aku menganggap mahasiswa di kampusku IQnya lebih tinggi dibanding di kampus swasta itu. Ah, kalaupun tidak, Mahasiswi di kampusku bisa lolos UMPTN sedang mereka tidak, berarti UQ-nya (UMPTN-Quotient) lebih tinggi.

Tapi aku masih belum percaya dengan teori temanku tersebut.

Sampai suatu hari aku melihat iklan di TV tentang produk minuman bervitamin C 1000 mg. Endorsernya adalah Natalie Glebova, miss Universe 2005. Dan aku tersadar, untuk mengiklankan produk bodoh perlu orang paling cantik sedunia.

Lalu, kemarin aku dapat lagi ada bukti baru yang cukup menyedihkan. Ketika aku melihat dan mendengar perwakilan Miss Universe 2006 dari Indonesia - Nadine Chandrawinata - berkata “Indonesia is a beautiful City…“. *aku bersyukur menemukan link ini sebelum posting karena tidak perlu lagi mengulang transkripsinya*

Mungkin orang yang cantik dan ganteng sudah tidak perlu belajar banyak agar bisa sukses. Ah, kalau begitu aku harus banyak belajar dan berjuang nih. Semangaaat!


- Video Wawancara bisa dilihat di Situs Miss Universe 2006
- Terimakasih pula untuk henny rolan yang sudah membuatkan transkrip
- MP3 dapat didownload di sini, terimakasih untuk om Husni

3 July 2006

Ketika SMS Diresmikan Menjadi Media Perjudian

Filed under: Hiburan, Ngedumel — hericz @ 1:52 am

Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Karena kalian artis, kalimat pertama surat ini haruslah berisi puji-pujian. Maka dari itu akan aku katakan betapa cantik dan gantengnya kalian. Bakat kalian di dunia entertainment sudah tidak diragukan lagi, dan tentu saja kesuksesan yang kalian dapatkan sekarang didapat melalui perjalanan yang panjang. Perjuangan hidup kalian patut dijadikan suri tauladan bagi jutaan pengangguran di Indonesia.

Aku bukan fans berat kalian, ya cuma sering lihat aja di TV. Tapi kayaknya banyak kok yang jadi fans kalian. Jadi tenang saja deh.

Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Kirim SMS yaah.. yuk ya..yuuukSudah beberapa minggu ini, kalau lihat tivi di dini hari, sekitar jam 12 malam sampai jam 3 pagi, aku selalu mendapati acara ‘kuis sms’ yang kalian pandu. Pada awalnya aku kagum pada acara tersebut karena aku kira “Wah, hebat betul ini televisi. Tengah malam begini bikin acara yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Yuuuk“.

Sekilas aku lihat pemenang berhak mendapat hadiah 5 juta rupiah.Eh, tunggu 5 menit, sudah jadi 10 juta. Dan sudah menjadi 18 juta sesaat sebelum ‘pengundian’.

Tapi setelah aku perhatikan, aku melihat betapa waktu diulur-ulur cukup lama sambil meminta penonton untuk mengirim jawaban kuis yang hanya orang buta-aksara saja yang tidak bisa menjawab. Aku jadi kecewa lho Mbak dan Mas. Itu kan jelas-jelas perjudian tho?

Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Media dengan mudah menyiarkan gosip hamilnya Cut Keke yang belum jelas, bahkan mengulang-ulang dari satu paket Infotainment ke Paket Infotainment yang lain. Seolah-olah kalau dia benar-benar hamil, akan terjadi perubahan besar di Indonesia: harga sembako turun, pipa bocor jadi rapet mendadak, atau bahkan mengurangi kemacetan di Jakarta. Tapi lak ya ndak tho.

Sementara itu, saat MUI membuat keputusan, sebut saja ‘Fatwa’, mengenai haramnya kuis SMS, media diam-diam saja. Beberapa koran besar memuatnya di halaman dalam di sebuah kolom yang kecil, di TV malah nggak kelihatan. Eh, atau aku saja yang ndak pernah nonton TV.

Aku pribadi masih memaklumi kalau pengiriman SMS sebagai media Voting pemilihan artis berbakat. Ini adalah bentuk baru komunikasi Media dan Pemirsa. Apalagi kalau menggunakan tarif SMS yang sekedar cukup untuk pengiriman SMS dari penonton dan SMS konfirmasi dari panitia. Lebih bagus lagi kalau setiap nomer HP hanya berhak mengirim satu vote saja. Tentu saja hal ini hanya terjadi di dunia yang sempurna.

Dan Indonesia masih jauh dari sempurna, itu jelas.

Sebenarnya ya memang bukan hanya kalian yang bikin-bikin acara perjudian terbuka seperti ini. Masih ada kuis bola, kuis tebak pemenang, dan kuis aneh-aneh lainnya. Cuma sayang aku nggak kenal siapa hostnya, soalnya nggak seterkenal kalian sih.

Aku nggak akan membahas masalah surga dan neraka akibat perjudian, lha wong aku sholat Shubuh saja masih sering kesiangan. Tapi yang namanya judi yang tidak bermutu kan membuat orang berpikiran instan, beda jauh dengan kalian yang berpikiran tangguh sehingga bisa menembus industri hiburan seperti sekarang.


Dear Mbak Tessa Kaunang, Mbak Peggy Melati Sukma, Mas Ari (yg dulu VJ MTV), dan artis-artis tidak terkenal lainnya yang menjaga acara kuis SMS di Televisi,

Kayaknya lebih baik kalau kalian ajarkan perjuangan kalian saja daripada membuat orang-orang desa, para buruh-buruh rendahan, dan masyarakat ekonomi lemah yang lugu dan polos itu berpikir bisa mendapat uang 20 juta hanya dengan menjawab pertanyaan aneh dari kalian.

Kalau mau yang agak bermutu, ya bikin yang agak sulit dong kuisnya. Paling tidak setara dengan standar Ujian Akhir Nasional tingkat SMA. Setengah jam ngumpulin SMS, setengah jam pembahasan soal. Ah, tapi harus nunggu tahun depan pas mendekati UAN lagi nding. Tapi ya mungkin nggak laku lha wong sekarang anak-anak SMA lebih sibuk nyiapin gaun buat Prom Night daripada mengasah Pensil 2B buat ujian.

Oh iya, karena banyak kritikan, sebagai pelengkap aku minta maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung. Ah, tapi mosok gitu saja sudah tersinggung sih. Kritikan kayak begini yo ndak ada artinya dibanding kritikan yang sudah diterima sejak kalian masuk dunia hiburan.

Satu lagi, mas Ari masih VJ MTV nggak ya? Maaf, aku jarang nonton MTV soalnya, lha ini kerjaan pegawai kecil seperti saya ini seperti nggak ada habisnya je.

Terimakasih.

12 June 2006

Jogja: Wahana Wisata Bencana

Filed under: Ngedumel, Personal — hericz @ 1:10 am

Beberapa waktu yang lalu, Pemda Sleman membuat iklan besar di koran-koran. Isinya kurang lebih “Ayo pada piknik ke Jogja, mumpung merapi lagi aktif tapi sudah menurun kok. Seru loh!”. Pakde KereKemplu bilang itu ide bagus. Sekarang iklan itu sudah tidak pernah ada lagi.

Beberapa hari yang lalu, di Milis Kampung Gajah Kang Rony mengusulkan :

WISATA GEMPA
Wilayah: sepanjang patahan opak di Yogyakarta dan Klaten. Rasakan sensasi 1 SR hingga 4 SR.
Bonus: Lelehan lahar merapi dan panasnya wedus gembel.
biaya: $10

Fenomena Wisata Bencana

Mari berwisata di daerah bencanaEntah sejak kapan, manusia suka melihat bencana. Aku masih ingat saat ada jembatan roboh di desaku, orang-orang dari berbagai penjuru datang untuk melihat. “Waa.. waa.. kok bisa ambruk ya? yang mati berapa? semennya ngaduknya nggak rata…”

Aku juga masih ingat waktu masih SD beramai-ramai mengunjungi desa yang kena banjir sekedar untuk melihat sendiri dan agar bisa bercerita dengan teman-teman di kelas. Di Jakarta, jalan tol seringkali macet karena ada kecelakaan pada jalur yang berlawanan.

Bencana, dari yang individual (semacam kecelakaan, kesetrum pager, korban kriminal) sampai yang massal semacam bencana alam, selalu menjadi perhatian orang. Fenomena seperti ini bisa memunculkan ide bisnis, seperti yang dilakukan koran-koran ‘lusuh’ macam Poskota dan Lampu Merah.

Paket Wisata Bencana

Berdasarkan fakta ra nggenah diatas, kayaknya bagus juga ide Pemda Sleman. Mumpung Jogja lagi anget-angetnya, peluang besar di depan mata kalau bisa membuat paket-paket wisata bencana sesuai keinginan pasar. Mendatangkan devisa untuk membangun kembali daerah yang terkena bencana.

Dengan terlebih dahulu mematikan hati dan rasa, berikut paket yang bisa aku usulkan:

1. Paket Wisata Adrenalin
Adrenalin berarti kegilaan, kurang gaweyan, latihan keras, dan siap keluar duit banyak. Di seluruh penjuru dunia, anak-anak muda sedang gandrung dengan wisata jenis ini. Biasanya kegiatan pemicu adrenalin ini berkaitan dengan kecepatan, melawan rasa takut, keseimbangan, dan semacamnya.

Hari-hari ini, jogja sangat cocok untuk kegiatan ini.

Paket yang diusulkan :
Panjat tebing di Bukit-bukit batu daerah Parang Endog (sebelah parang tritis), beberapa km dari sesar opak yang rawan goncangan. Lalu malam harinya Camping di Kinah Rejo, menjadi fotografer lava pijar, dan tidur bersanding jip 4 Wheel Drive untuk balapan dengan wedus gembel yang bisa muncul sewaktu-waktu.

2. Paket Wisata Politik
Walaupun jika dihitung satuan uangnya tidak seberapa, tapi karena dihitung paket besar (Rombongan-rombongan) paket partai politik ini paling banyak uangnya.

Yang harus dilakukan dinas pariwisata adalah pembagian wilayah kerja untuk masing-masing partai politik sehingga kegiatan wisata mereka tidak saling mengganggu. Selain itu, perlu ada tarif yang berbeda berdasarkan tingkat keparahan korban.

Bonus untuk paket ini adalah foto bersama korban bencana dengan latar belakang rumah yang roboh dan spanduk partai sebagai latar depan.

3. Paket Wisata Proyek
Ini paket yang diperkirakan bakal paling laris 2-3 bulan mendatang. Paket yang disediakan adalah kunjungan ke sekolah-sekolah, jembatan-jembatan, dan infrastruktur pemerintahan yang rusak, menginap di hotel Ambarukmo. Bonusnya : golf di Merapi Golf Course untuk menikmati hujan abu sambil negosiasi harga.

Yah, aku yakin ini bakal jadi paket yang paling laris. Apalagi jika janji “30 Juta simalakama” itu beneran turun duitnya.

Ya, disebut simalakama karena kalau tidak ada dana bantuan pembangunan kembali desa akan sangat lambat. Sedangkan jika beneran turun, dimungkinkan akan banyak terjadi konflik. Lha wong yang 300 ribu saja rela mati kok.

4. Paket Wisata Bola
Sangat menyenangkan bisa menonton bola beramai-ramai, jauh lebih seru dibanding nonton sendiri. Saat ini puluhan ribu orang di Jogja dan Jateng tidak punya rumah, sebagian yang beruntung listriknya sudah menyala dan bisa menonton bola di tivi yang selamat dari musibah. Beramai-ramai tentu saja.

Kalau jaman orde baru ada namanya “Safari Tarawih Ramadhan”, kayaknya seru juga kalau sekarang dibikin “Safari Piala Dunia bersama Bencana Jogja”. Tiap malem muter dari satu desa ke desa lain. Sponsor rokok sangat diperlukan disini.

5. Paket Wisata Pendidikan dan Penelitian
UGM juga sungguh peka, terbukti dengan diadakan kegiatan yang namanya KKN program khusus Gempa. Jadi, program Kuliah Kerja Nyata di pindahkan ke kawasan korban gempa agar selain dapat membantu masyarakat, juga memberikan kredit nilai bagi mahasiswanya.

Tidak hanya untuk peneliti masalah geologi dan kegunung apian saja, peneliti tentang masalah sosial, arsitek, kehidupan sex di pengungsian, masalah ekonomi, hingga peneliti korupsi juga akan mendapat laboratorium maha besar di sini.

Tidak ada bonus untuk paket wisata ini, apalagi untuk yang mengusulkan “Cash For Work” untuk daerah Jogja. Kaliyan ilmuan gila yah? mau menghancurkan gotong royong?

6. Paket Wisata Sosial
Paket ini cukup sederhana: Berkunjung dari satu desa ke desa lain, sambil membagikan bantuan dan berdialog dengan korban gempa maupun pengungsi Merapi. Yang harus dilakukan Pemda hanyalah membuat data lengkap mengenai desa-desa yang terkena musibah, dan menjaga keamanan dari penjarahan.

Diperkirakan jumlah wisatawan sosial ini jumlahnya akan sangat tinggi di awal-awal bencana saja, selanjutnya akan menurun drastis sebelum korban bisa mandiri.

Oleh karena itu, sebaiknya wisata sosial ini -terutama yang gemar membagi nasi bungkus- diarahkan ke daerah-daerah yang memang membutuhkan bantuan walaupun tidak ada musibah sekalipun. Ini perlu diatur karena mereka tidak tahu kalau petani itu sawahnya tidak ikut ambruk, dan dapur masih bisa berfungsi walaupun rumah mereka ambruk. Maksudku, sumbangan bahan mentah lebih membantu sekaligus mempercepat mengembalikan fungsi keluarga dan masyarakat sebagaimana mestinya.

Duh, susah juga ya nyari orang yang mau ikhlas menolong orang lain. Atau memang begini jaman dimana segala sesuatu dinilai dengan uang?

—–
Oh iya, salut untuk rekan-rekan id-gmail dan lesehan.or.id, yang telah mengumpulkan selembar-dua lembar untuk membantu beberapa desa di daerah Klaten. Ternyata kalian tidak hanya bisa ngejunk dan buang-buang bandwidth saja.

25 May 2006

Catatan Seorang Harian Almamater

Filed under: Ngedumel, Personal — hericz @ 12:14 am

1998

Teman sekolah: “Kamu mau kuliah di mana her?”
Aku : “ITB”
Teman sekolah: “Eh, anu apa nggak sebaiknya kamu ngambil tempat lain yang lebih ‘mudah’? Kamu kan rangking 25 di kelas”
Aku : “Aku bisa kok!” *semangat membara*

1999

Adik kelas: “Mas her, diterima di mana?”
Aku : “ITB”
Adik kelas: “Wah, hebaat”
Aku : *du du du, syalalala*

2000

Pakde Jo tetangga di desa: “Sekarang kuliah dimana her?”
Aku : “ITB”
Pakde Jo tetangga di desa: “Oh, sekolahnya pak Habibie yah? Calon presiden dong!”
Aku : “Uhuk uhuk” *bangga setengah mati*

2001

Tetangganya teman SMA: “Sekarang kuliah dimana?”
Temenku menjawabkan: “ITB”
Tetangganya temen SMA: “Owalah gak bisa masuk UGM ya? sing sabar le, ITB juga bagus kok”
Aku : *menelan ludah*

2001

Pakde saudara jauh: “Sekarang kuliah di mana nak?”
Aku : “ITB”
Pakde saudara jauh: “Wah, calon sarjana pertanian yah?”
Aku : “eh.. itu IPB Pakde.”
*ah bapak ini kurang gaul*

2002

Seseorang di KA Jogja-Bandung: “Sekarang sekolah dimana dik?”
Aku: “ITB”
Seseorang di KA Jogja-Bandung: “Oh, yang di depannya banyak kotoran kuda itu yah?”
Aku: “euh.. anu..”

2003

Mahasiswi UGM ketemu di KA: “Eh.. kalau kamu kuliah dimana”?
Aku : ” ITB”
Mahasiswi UGM ketemu di KA: “Oh, di Bogor yah?”
Aku : “Eh, itu IPB”
*gila, mahasiswa aja gak tau?*

2004

Senior di kampus yang sudah lulus duluan: “Eh her, kamu sudah lulus kan?”
Aku : “belum”
Senior di kampus yang sudah lulus duluan: “Wah, sekarang susah reputasi alumni ITB sudah kotor. Sudah di-blacklist dari beberapa perusahaan. Karena kalau diterima paling cuma jadi bajing loncat, 6 bulan pindah”.
Aku : “Oh, begitu ya..”

April - 2006

Orang : “Dulu kuliah di ITB kan?”
Aku : “iya”
Orang : “Tuh, alumni-alumnimu didakwa korupsi! pada dimasukin penjara! pinter-pinter kok pada korupsi, jadi sampah masyarakat (.. berlanjut sampai kira-kira 400 kata)
Aku : ..??

Mei - 2006

Orang : “Eh, kamu dulu ITB kan?”
Aku : “iya”
Orang : “Kok sekarang di Bandung penuh sampah dimana-mana sih? Emang ITB gak bisa ngurusin?”
Aku : …

Please recycle, we have the technology don't we?
Orang iseng : “Eh, kamu dulu ITB kan?”
Aku : “iya”
Orang iseng : “Kok nulis judul saja salah?”
Aku : “Masak sih?”

Ah, menulis kisah nyata itu memang pedih.

« Previous PageNext Page »