15 August 2005

Berpacaran dengan protokol miskol

Filed under: Personal, Teknologi — hericz @ 9:24 pm

Miskol ProtokolMenjadi mahasiswa, bagi anak orang kebanyakan (baca: orang kebanyakan anak) seperti aku , tak lepas dari masalah keuangan. Padahal saat masih mahasiswa dulu, aku sudah punya cintah, yang mau tidak mau harus sering berkomunikasi satu sama lain. Kata ‘berkomunikasi’ sengaja dipakai untuk menghindari penggunaan kata ‘berhubungan’.

Aturan 3 detik
Kebetulan saat itu kartu IM3 memberi kemudahan dengan feature-nya yang unik, yaitu gratis untuk 3 detik pertama panggilan (3 seconds rule). Waktu 3 detik tersebut tak hanya cukup jika untuk menanyakan, “Lagi nangendi?” (lagi dimana?), “Wis maem durung?”( Sudah makan belum?),atau pertanyaan singkat lainnya. Tapi 3 detik tersebut juga bisa digunakan untuk mengatakan kata-kata gombal, janjian ketemu, bahkan curhat. Feature ini sangat berguna ketika misalnya janjian di Pasar Simpang Dago, dimana aku pasti tidak sabar menunggu kedatangannya dan selalu ingin tahu dimana posisinya. Tolong jangan membayangkan situasi romantis, bayangkan orang marah-marah.

Suatu saat, kira-kira pada akhir 2003, IM3 memutuskan untuk menghentikan feature 3 detikan tersebut tanpa pemberitahuan kepada pelanggan. Terpaksa kami harus berkomunikasi melalui telpon atau SMS. Lambat laun mulai terasa pembengkakan anggaran pada pos pulsa. Kami pun mulai memikirkan solusinya.

Setelah berbagai macam ide dilontarkan, akhirnya untuk dapat menghemat pengeluaran pulsa, kamipun sepakat membuat sandi miskol, atau lebih enak disebut Protokol Miskolâ„¢.

Missed Call
Missed call, atau ‘panggilan yang terlewatkan’ sebenarnya adalah feature handphone yang bisa terjadi karena adanya feature Caller ID pada sistem komunikasi seluler, dimana pihak yang ditelpon dapat mengetahui dari siapa panggilan tersebut. Feature ini digunakan untuk memberitahukan pelanggan bahwa ada orang yang berusaha menghubunginya, tapi terlewatkan (missed) karena suatu hal. Tapi di Indonesia, miskol juga berkembang menjadi istilah untuk panggilan yang sengaja ditutup sebelum yang dituju mengangkat. Untuk kategori ini, jika tanpa persetujuan awal akan cenderung menyebalkan dan lebih cocok disebut ‘fakir miskol’.

Ide penggunaan miskol sebagai protokol ini didasarkan pada kenyataan bahwa miskol telah menjadi suatu alat komunikasi yang cukup efektif dan hemat biaya. Contoh :

- Mahasiswa: “Tolong kamu ke kelas dulu, nanti kalau ada dosennya, miskol aku yah, aku belum selesai menyalin PR-mu”
- Petak umpet beregu :”Kamu cari kekanan, aku cari ke kiri, nanti yang menemukan duluan miskol, terus ketemu lagi disini”
- Anak TK : “Bu gulu, udah waktunya makan siang”, “Lho, adik kok tahu? sudah lapar yah?”, “Nggak bu gulu, ini mama sudah miskol”.
- Pialang : “Aku akan mengawasi saham blue chip ini, kamu siap-siap!. Nanti kalau aku miskol, langsung Jual!”
- Bisnisman: “Bapak direktur, ini ada miskol dari direktur PT Happy”, “OK, terimakasih salma, kalau begitu segera siapkan ruangan meeting, mereka sudah ada di gedung parkir”.

Spesifikasi Protokol Miskol
t68iProtokol Miskol yang kami buat ini sangat sederhana. Alat yang digunakan adalah alat komunikasi yang miskol-kompatible, yaitu handphone. Tentu saja lengkap dengan pulsa minimum untuk dapat melakukan panggilan.

Pada protokol miskol, suatu panggilan disebut ‘miskol valid’ jika ditutup saat nada panggil kurang dari 5 detik. Jika lebih dari itu, maka harus diangkat.

Protokol hanya terdiri dari 3 bagian : Initiate (memulai), Response (menjawab), dan Error Control (pengendalian kesalahan) serta terdiri dari berbagai prosedur yang dibuat tergantung kebutuhan. Beberapa contoh prosedur yang sering digunakan adalah :

Prosedur 1. Location positioning, untuk menentukan lokasi pasangan.
Initiate :
1 x Miskol (satu kali miskol), artinya: Dimana kamu?
Response :
1 x : Di kos/di rumah
2 x : Di kampus, di jurusan, atau sedang kuliah
3 x : Di unit kegiatan/ di Lab
4 x : Di tempat lain

Prosedur 2. Welfare monitoring, kondisi kesejahteraan
Initiate :
2 x Miskol : Sudah makan belum?
Response :
1 x : Belum
2 x : Sudah

Masih ada prosedur lain, tetapi terlalu vulgar untuk ditulis disini, mengingat tidak ada batasan umur di internet *halah*.

Sedangkan Error Control dilakukan saat salah menjawab, atau salah pertanyaan. Prosedur ini biasa disebut dengan nama: kirim SMS.

Contoh penggunaan : aku lagi di kampus, terus ingin tahu lokasinya. Yang harus aku lakukan adalah melakukan panggilan ke nomernya, tunggu nada dering sampai kurang-lebih 4 detik, lalu tutup. Tunggu balasan miskol dari cintah. Jika dia membalas dengan 1 kali miskol, berarti dia sedang berada di kosnya.

Perkembangan terkini
Seiring dengan kemajuan jaman, protokol ini sekarang sudah dimodifikasi, dengan hasil yang lebih baik dan tetap hemat biaya. Aku initiate dengan nge-BUZZ di YahooMessenger, dan cintah merespon dengan telpon kantor.

Agustus 2005
Ditulis untuk cintahku yang selalu ada di saat susah maupun senang.

22 July 2005

Dicari : Energi alternatif pengganti BBM !

Filed under: Ngedumel, Teknologi — hericz @ 1:33 am

“Pada jaman Orba, orang Indonesia berdo’a semoga harga minyak dunia naik. Karena kenaikan $1 per barrel akan berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, saat ini, orang Indonesia berdo’a semoga harga minyak turun. Karena penurunan $1 per barrel akan berdampak positif bagi kesejahteraan rakyat. Ketika bertemu dengan pemuka agama, saya katakan hal itu. Mereka bilang bahwa Tuhan tidak menjawab do’a ummatnya secara instan. Mungkin tidak dikabulkan, mungkin dikabulkan tapi entah sekarang, entah kapan. Mungkin saja, harga minyak naik saat ini adalah hasil do’a saat orde baru”.

Name Tag SeminarDemikian joke pembuka yang dilontarkan Menristek Kusmayanto Kadiman pada seminar kemarin. Seminar yang ‘terpaksa’ aku ikuti tersebut adalah seminar “Pemanfaatan bahan bakar dan Arah Teknologi Pembangkit masa depan di Indonesia”, hasil kerjasama BPPT dan PLN, yang dilaksanakan di gedung BPPT Thamrin. Seminar ini membahas berbagai solusi yang ditawarkan kalangan ABG untuk mengatasi krisis energi di Indonesia, terutama untuk pembangkitan listrik. Ya, krisis energi yang membuat pemerintah mati-matian melakukan kampanye hemat energi, yang mengakibatkan lampu-lampu jalan dimatikan, kantor-kantor menjadi gelap, AC ‘dihangatkan’, kampanye hemat 17-22, dan -yang paling parah- kita tidak bisa nonton TV di malam hari.

PLN menjelaskan Roadmap kebijakan sumber energi bagi pembangkitannya, terutama pengurangan pembangkit yang menggunakan BBM, dan peralihan ke bahan bakar non-fosil atau bahan bakar renewable. Bahan bakar yang dimaksud seperti gas alam, panas bumi, batu-bara, energi alam, bahan bakar dari tumbuh-tumbuhan, bahkan nuklir. Diharapkan energy-source-mix yang cukup ideal dapat dicapai tahun 2025 yang akan datang. PLN juga memaparkan perubahan perilaku kalangan industri dan bisnis yang mematikan generator mereka sendiri dan ikut menyedot energi dari PLN saat kenaikan harga BBM. Tindakan yang mengakibatkan beban puncak yang semakin tinggi dan membengkaknya subsidi BBM untuk listrik.

Dari kalangan akademisi muncul solusi Minyak Jarak, yang dilontarkan oleh peneliti dari ITB, Robert Manurung, bekerja sama dengan kalangan swasta dan luar negri (jepang). Beliau dan tim mengklaim telah berhasil melakukan ekstrak biji jarak menjadi sumber bahan-bakar alternatif yang memiliki performa SERUPA dengan minyak solar. Solusi sedemikian lengkap, bahkan sampai mekanisme pengentasan kemiskinan petani dengan menanam tanaman jarak ini, mengingat harga bahan pangan yang terus menurun dan harga energi yang terus naik. Diharapkan petani menjadi ‘raja-raja minyak’ Indonesia. Tampaknya Pak Robert ini adalah orang yang tergila-gila, terobsesi dengan minyak jarak. Salam hormat, sekali lagi salam hormat buat pak Robert Manurung beserte tim.

Seperti telah diketahui, Indonesia memiliki sumber panas bumi yang sangat besar, bahkan -kalau tidak salah- terbesar di dunia. Untuk itu ditampilkan pula dari swasta asing, “ORMAT”, perusahaan yang bergerak di bidang desain dan konstruksi PLTU. Andalan mereka adalah sistem pembangkit binary cycle yang cost-effective dan environment-friendly. Saat presentasi, beliau sempat curhat mengenai tender yang sudah disetujui pemerintah, tiba-tiba dibatalkan dan dilakukan tender ulang. Aduh, salah audience mister. Banyak peserta yang tertidur -bahkan keluar ruangan- pada sesi ini, maklum, sesi setelah makan siang dan berbahasa inggris.

Ada lagi dari dosen ITB, Dr. Ir. Ary Pasek, yang mengajukan solusi Biomassa. Yaitu pembangkit berbahan bakar sampah, sisa-sisa produksi, gambut, dan semacamnya. Lengkap dengan hasil survey mengenai keberadaan ‘bahan bakar’ tersebut.

Sisi Government diwakili oleh Menristek Kusmayanto Kadiman, yang setahun lalu mewisuda sarjana-ku (narsis euy!). Beliau memaparkan betapa banyak sumber energi yang bisa digunakan, tapi sungguh tidak sebanding dengan kemampuan pemerintah untuk melakukannya (baca: mendanai). Selain itu, ternyata sumber energi alam kita (sungai, angin, ombak) sangat spesifik dan tidak bisa disamakan dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, sehingga memerlukan riset yang lebih mendalam agar tidak menjadi museum energi semata.

Ada lagi, yang menurutku sesi paling tidak menarik, adalah tentang CDM. CDM adalah salah metode yang disetujui untuk memenuhi protokol Kyoto. Sebenarnya bagus dan menarik, tapi terkesan ‘di awang-awang’ kalau melihat kondisi energi Indonesia yang ada sekarang. Kondisi dimana pembangkitan masih terfokus di JAMALI, dimana baru -kurang dari- 70% rakyat mendapat manfaat aliran listrik. Tapi salut juga buat mereka-mereka yang telah memikirkan hal ini.

Hal beberapa hal yang cukup menggelitik dari seminar ini, antara lain :

1. Ternyata terdapat inkonsistensi antara perencanaan PLN dengan pelaksanaanya. Tampak dari roadmap energy-mix yang dipresentasikan, dan pola penggunaan energi yang dilakukan. Diharapkan penggunaan BBM menurun, dan Gas naik, tapi ternyata Gas tetap dan BBM naik. Hal ini dijawab dengan alasan sumur Gas sulit diketahui isinya, sehingga susah mendapatkan aliran stok yang tetap, untuk menutupi kekurangannya digunakan BBM lagi. Hmm… ah, sudahlah

2. Ternyata, belum ada mekanisme subsidi untuk pengadaan bahan bakar alternatif, baik untuk penelitian maupun untuk produksi. Padahal subsidi untuk BBM amat sangat besar, jika diambilkan 1-2 persen saja, sudah cukup banyak yang bisa dilakukan. Jika tidak, bahan bakar alternatif, termasuk minyak jarak, akan tetap menjadi oil of distance yang terlalu jauh untuk dijangkau masyarakat.

3. Belum adanya regulasi mengenai mekanisme penjualan batubara yang melindungi bangsa sendiri, hal ini yang mengakibatkan banyak batubara tidak dikirim ke pembangkit listrik, alih-alih malah di ekspor untuk mengejar harga pasar yang lebih tinggi. Akibatnya, terjadilah apa yang orang jawa bilang oglangan.

4. Banyaknya keluhan dari daerah, mengenai lambatnya respon pemerintah dalam mewujudkan pembangkit tenaga sumber daya alam, misal Maluku yang telah melakukan riset dan mengajukan proposal sejak 1983 tapi belum ada tindakan dari pemerintah. Hanya dijawab, “maaf, list pekerjaan masih panjang.. bla bla bla”, dan kudengar sang wakil daerah menggerutu di belakangku. Aku jadi ingat, ketika setahun lalu di Lombok, disana listrik mati adalah hal wajar yang sudah tidak lagi mengerutkan dahi orang-orang.

5. Ternyata, pemda DKI jakarta malah membuat kebijakan aneh : Jika sampah DKI mau dijadikan listrik, pengelola pembangkit harus membeli sampahnya. Padahal, saat ini Pemda DKI ‘menyewa’ bekasi untuk membuang sampahnya. WTF !

Dan jika aku lebih kritis, lebih mempersiapkan diri ikut seminar, dan tidur lebih awal malam hari sebelumnya, aku yakin lebih banyak yang hal yang bisa menggelitikku. Tapi bagaimanapun, ini adalah seminar yang sangat baik, yang akan beribu-ribu lebih baik jika dilakukan follow-up yang sesuai.

Aku setuju dengan hemat energi, tanggalkan jas dan gunakan baju yang nyaman agar AC yang tidak terlalu dingin. Tapi tolong jangan matikan TV kami, dalam jangka pendek menyiksa kami-kami yang insomnia, lebih jauh lagi melanggar UU penyiaran, dan dalam jangka panjang bisa merusak struktur piramida penduduk.

3 May 2005

Gmail lagi!

Filed under: Teknologi — hericz @ 1:39 am

Hari-hari belakangan ini, yahoo mail mengeluarkan aksinya dengan meng-upgrade kapasitas email gratisannya dari 250MB menjadi 1Giga. Upgrade kapasitas ini tidak dilakukan secara serentak, tetapi bertahap dari sekelompok user ke user yg lain.

Apakah ini membuat gmail diam saja dan kehilangan daya tariknya sebagai penyedia kapasitas terbesar? tentu tidak, Google tidak tanggung-tanggung dalam persaingan ini. Menurut berita dari CNET, Google sekurang-kurangnya akan menggandakan kapasitas emailnya. Dan itu terbukti dengan kapasitas email yg bertambah setiap detik (counting-up). Pada saat tulisan ini dibuat, kapasitas gmail adalah 2157.306675 MB !!, 2 Giga lebih.

====
Don’t throw anything away 2157.306675 MB megabytes (and counting) of free storage so you’ll never need to delete another message

====

Kita lihat bagaimana dunia IT telah berlomba2 memanjakan user, bersaing secara sehat. Perang telah dimulai. Apakah kita akan tetap menjadi penonton perang ini, sambil mengelu- elukan pahlawan kita 1, 2, 5, 10 tahun lagi? Ayo, mulai dari sekarang, lakukan apa yg kita bisa!!

21 April 2005

Website elektronika

Filed under: Teknologi — hericz @ 1:36 am

- http://home.planet.nl/~heuve345/electronics/course/course.html atau www.HobbyElectronics.info

Berisi tutorial elektronika mulai dari pengertian sumber arus, sumber tegangan, transistor, mikrokontroller, etc.. disertai banyak contoh2 dan gambar yg mudah dipahami.

- EDABoard.com
Forum-nya pakar2 elektronika, design, komputer, programming, jadi satu. Juga terdapat banyak ebook untuk didownload.

- http://www.hobbyengineering.com/DeptRB.html?src=overture
Web bikin robot

- maxim-ic.com
Pabrik ic yg kalau kamu lagi beruntung bisa dapet sampel produk (setelah pabrik2 yg lain pada gondok ngirim sampel ke indonesia, ST electronics, Analog devices, national, dll, tinggal maxim-ic yg tersisa)

masih banyak lagi deh, entar kapan2 tak tambahin.

« Previous PageNext Page »