3 February 2006

Belajar Membuat Hoax Sendiri

Filed under: Tutorial — hericz @ 8:13 am

Beberapa orang masih bingung membedakan antara spam dan hoax. Gampangnya, spam adalah email yang berisi iklan suatu produk/website tertentu dimana kita tidak menginginkan menerima email tersebut, keterangan lengkap bisa dilihat di wiki. Sementara itu, hoax adalah berita bohong atau berita palsu.

Hoax beredar di mana saja: email, bulettin friendster, Yahoo Messenger, bahkan SMS. Sebelum dapat membedakan hoax dan bukan, mari kita belajar membuat hoax.

Langkah-langkah membuat hoax.
- Pilih topik yang unik
Tidak harus berhubungan dengan dunia komputer, boleh kesehatan, keuangan, kemanusiaan, atau bahkan tentang cuaca. Coba yang sepele dulu, tapi setiap hari digunakan orang, misalnya “mouse”.

- Cari ‘masalah’
Carilah yang kira-kira akan membuat orang mengernyitkan dahi dan berupaya untuk memberitahukan teman-temannya. Misalnya:

“Penggunaan optical mouse dapat menimbulkan Kanker”

- Gunakan istilah-istilah ilmiah
Usahakan yang sudah diketahui oleh banyak orang. Jangan lupa berikan data-data berupa angka.

“Kenyamanan optical mouse ternyata mempunyai efek samping yang berbahaya. Tiga tahun semenjak peluncuran pertama optical mouse oleh microsoft, telah ditemukan ribuan kasus kelainan pada jaringan tangan akibat radiasi yang dipancarkan mouse. Optical mouse bekerja dengan memancarkan gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi ke permukaan di bawahnya. Frekuensi yang digunakan jauh lebih tinggi dari pada pada handphone.

Telah diketahui secara luas bahwa telapak tangan dan kaki merupakan pusat ujung-ujung syaraf tubuh. Radiasi yang dirasakan oleh telapak tangan bisa berpengaruh fatal pada kesehatan, karena menurut laporan WHO radiasi dari mouse setara 5 kali radiasi handphone. Akan tetapi radiasi mouse menjadi berbahaya karena dipegang terus menerus oleh pemakai komputer.

Pengaruh radiasi dari mouse lebih terasa pada produk-produk berkualitas rendah, karena produk-produk yang bagus memiliki shield (pelindung) untuk melindungi pergelangan tangan. “

- Tambahkan alamat kantor berita di internet

“WHO, GreenPeace, dan CNN sudah menghentikan penggunaan optical mouse untuk seluruh kegiatan di kantornya, sementara Microsoft dan IBM mengucurkan dana sekitar 2milyar dolar untuk kerjasama pembuatan pointing device yang lebih aman.

Industri-industri hardware terbesar di cina dan taiwan berusaha menutup-nutupi hal ini. Jika diperhatikan, mouse-mouse optical yang beredar di pasaran saat ini diproduksi oleh merk-merk yang tidak terkenal, padahal itu hanyalah sisa produksi industri besar yang sudah menghentikan penjualan.”

- Berikan solusi yang tidak kalah gebleknya

“Untuk itu, cobalah memegang mouse hanya di saat diperlukan saja. Berlatihlah menggunakan Hotkey (Ctrl-C, Ctrl-V untuk kopi paste). Kembalilah menggunakan mouse model lama (bola)”.


- Tambahkan kata-kata ajaib

“Sekedar untuk berjaga-jaga, seorang temanku sudah kena 2 hari yang lalu. Tolong teruskan ke orang-orang yang anda sayangi”.

*hihihi*

- Berikan efek forward.
Agar seolah-olah email ini didapat dari kalangan eksklusif, atau dari milis yang berkaitan, beri efek forward pada judul email

“Fwd:[milis-kesehatan]Mouse Optical dapat menyebabkan kanker (PENTING!!!)”.

Gampang? Tentu Saja
Dari uraian diatas semoga bisa terlihat betapa mudahnya orang membuat hoax di internet. Oleh karena itu, setelah dapat membuat hoax sendiri seperti di atas, kita dapat membedakan mana berita hoax dan mana berita yang benar. Semakin banyak orang yang bisa mengerti ciri-ciri hoax, semakin sedikit sampah yang akan beredar di internet.

Bagaimana memeriksa apakah suatu berita itu Hoax atau bukan?

1. Gunakan logika saja. misalnya “forward berita ini sebagai tanda bahwa account anda aktif, karena friendster terlalu penuh dan akan menutup account yang tidak aktif”. Yang benar saja gitu loh, dengan satu query di database saja sudah kelihatan kapan suatu account terakhir login, lagipula mana ada online industry yang menutup kliennya dengan semena-mena.
2. Jika ada link, coba cari di link tersebut
3. Tanyakan pada rekan yang lebih memahami hal ini
4. Tanya paman google

Dalam urutan ‘penyampah internet’, menurutku hoax berada setingkat lebih tinggi daripada spam. Orang membuat spam untuk sekedar mencari makan, mungkin untuk anak-anaknya atau istri-istrinya. Sedangkan orang membuat hoax tak lain hanyalah untuk kepuasan pribadi : berhasil membohongi orang banyak. (Junk mail tergolong sampah jinak)

Membuat hoax tidak menjadikan seseorang mendapatkan keuntungan apapun, kecuali kesenangan semu karena ‘hasil karya’nya beredar luas di internet. Sementara itu, ribuan bahkan jutaan orang yang bekerja pada industri yang berkaitan mengalami kerugian karena produknya tiba-tiba saja tidak laku. Sementara ribuan orang yang lain mengalami kecemasan (fraud) akibat membaca hoax tersebut.

Ketahuilah, hanya ciken yang membuat hoax dan menyebarkannya, dan hanya idiot yang memforwardnya. Selamatkan internet dari sampah berbahaya, sebarkan informasi ini pada teman-teman yang anda sayangi. *halah*

link terkait :


update : Saya sangat menyesalkan adanya pihak-pihak yang mengkopi-paste contoh hoax di tulisan ini dan diedarkan ke milis-milis. Walaupun pada akhirnya ada beberapa yang mengetahui sumber aslinya, tapi mungkin saja banyak yang tidak mengetahuinya.

Ketahuilah, bahwa tindakan pelaku itu sangatlah PENGECUT dan tidak tahu malu.

2 January 2006

Mengenal Sensor Kamera Digital

Filed under: Tutorial, Teknologi — hericz @ 7:12 pm
Lepas Landas

*sekedar meneruskan yang dulu*

Awas basbang: Mengenal Pixel dan Resolusi
Semua orang (terutama yang ganteng) tahu, pixel adalah titik penyusun terkecil dalam sebuah gambar digital. Setiap pixel memiliki informasi warna, dalam kasus ini aku anggap ini tentang gambar berwarna atau full color.

Megapixel: Ukuran File dan Ukuran Cetak
Sebuah kamdig dengan sensor 2 MegaPixels, menghasilkan file berukuran 1800×1200 pixel (2.16MP), berapa ukuran filenya, serta berapa ukuran cetak maksimumnya?

Pada gambar digital -untuk keperluan sehari-hari-, setiap pixel disimpan dalam bentuk data RGB(Red Green Blue), dimana masing-masing warna diberi jatah 8 bit sehingga untuk 3 warna memerlukan 24bit atau 3 byte. Jika menggunakan format bitmap (*.bmp), dimana tiap pixel disimpan secara utuh 24 bit, maka kamera 2MP akan menghasilkan file berukuran sebagai berikut:

Ukuran file = Jumlah Pixel x 3 byte
Ukuran file = 2.160.000 x 3
Ukuran file = 6.480.000 byte = 6.17 MB

Jadi sekali jepretan, kamera digital 2MP menghasilkan gambar sebesar 6.17MB. Walaupun byte metadata (EXIF) bisa diabaikan karena ukurannya cukup kecil, hasilnya ternyata masih sangat besar.

Syukurlah ada teknik kompresi bernama JPEG, yang mampu membuat penyimpanan file grafik menjadi jauh lebih kecil. Untuk kompresi dengan kualitas yang bagus, faktor kompresi JPEG kurang lebih 20% dari ukuran asli, dan lebih kecil lagi untuk kualitas yang lebih rendah. Dengan kualitas sedang, ukuran file diatas bisa menurun drastis menjadi sekitar 600 KB saja atau 10 persen dari ukuran asli. Hasil kompresi ini juga dipengaruhi oleh kompleksitas warna dari gambar asli.

Berdasar keterangan diatas, ukuran file JPEG kualitas tinggi bisa diperkirakan/dihitung dengan rumus: Megapixel kali 3 dibagi 10. Atau MP dibagi 3 untuk kualitas tinggi dan MP dibagi 4 untuk kualitas sedang.

Sensor 4MP -> 1.3MB per file
Sensor 5MP -> 1.7MB per file, dan seterusnya

Dengan cara ini bisa diperkirakan berapa file yang bisa ditampung dalam memory card yang dimiliki.

dasar-pixel

Ukuran Cetak
Untuk mencetak sebuah gambar dengan kualitas foto, diperlukan printer yang mampu mencetak dengan ketelitian setidaknya 300dpi. Kalau tidak salah, ini adalah standar minimum pada printer Fuji Digital Frontier yang digunakan di studio foto digital Fuji. Angka 300 dpi berarti untuk setiap inch hasil cetak terdiri dari 300 titik warna. Tiap titik warna ini analog dengan data pixel diatas.

Dengan demikian, ukuran gambar digital bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan cetak yang diinginkan. Untuk membuat foto ukuran 4R (kurang lebih 4×6 inch) ukuran gambar yang diperlukan adalah
Lebar : 4 x 300 = 1200 pixel
Tinggi : 6 x 300 = 1800 pixel

Ini adalah ukuran file yang didapat dari sensor 2MP. Pada prakteknya, gambar ukuran ini masih bisa dicetak hingga 8R dengan hasil yang masih cukup baik untuk foto yang ditempel di dinding kamar.

ISO dan Noise
Selain ukuran megapixel, sensor juga berkaitan erat dengan ISO yaitu bilangan yang menunjukkan kepekaan sensor terhadap cahaya. ISO yang kecil (50-100)berarti kurang sensitif, cocok digunakan di tempat yang terang. ISO besar berarti lebih sensitif, cocok digunakan di tempat yang lebih gelap. Semakin besar ISO makin sensitif pula suatu sensor dan pada umumnya akan menimbulkan lebih banyak noise (gangguan warna).
Noise
Bilangan ISO ini ekuivalen dengan bilangan ASA pada kamera film. Jika pada film hanya bisa menggunakan satu jenis ASA untuk satu roll, pada kamera digital ISO bisa diatur sekehendak hati sesuai dengan keperluan.

Saat ini dipasaran kamera kelas konsumen, kepekaan sensor pada umumnya hanya mencapai ISO400, itupun sudah memberikan noise yang cukup mengganggu. Semakin besar ISO yang mampu dilakukan suatu sensor yang mustinya diimbangi dengan semakin kecilnya noise, semakin mahal pula suatu kamera digital. Jika tertulis ISO mencapai 800 tetapi noise yang dihasilkan sangat besar, sama saja bohong.

Pada kamera kelas low-end, menggunakan ISO 50-pun noise sudah tampak, walaupun tidak mengganggu. Sedangkan pada kamera yang lebih mahal seperti Canon 350D atau Nikon D70, noise belum cukup mengganggu meskipun di ISO yang cukup tinggi (ISO800-1600). Oh iya, kata ‘mengganggu’ sendiri masih cukup subyektif tergantung seberapa narsis pengamat foto.

Beberapa orang juga mengatakan bahwa noise ini berkaitan dengan ukuran fisik sensor, lihat artikel sebelumnya. Semakin besar sensor, semakin kecil noise yang dihasilkan.

Sengaja tidak membandingkan kamera handphone disini, karena hasil pemotretan selalu penuh dengan noise yang amat-sangat mengganggu, kecuali buat ABG tentu saja. Bahkan noise tetap saja muncul dengan sangat jelas pada handphone yang high-end sekalipun.

Keterangan: Handphone high-end = handphone yang paling banyak ditemui di high-school kota besar.

Dynamic Range
Dua buah televisi yang menayangkan acara tivi yang sama, seringkali memberikan warna yang berbeda. Televisi yang mahal akan memberikan kontras warna yang lebih baik, gambar terasa cerah dan penuh warna, sedangkan tivi yang lebih murah akan memberikan gambar yang tidak terlalu indah. Perbedaan warnanya seperti melihat baju baru dan baju lama pada iklan sabun cuci.

Kurang lebih itulah yang menggambarkan istilah dynamic range. Semakin bagus (lebar) dynamic range suatu kamera, semakin indah hasilnya, dan semakin mahal pula harganya.

Kalau pada sistem audio, sensor dengan dynamic range tinggi mungkin setara dengan sistem HiFi (High Fidelity).

Bagaimana Memilih Kamera Digital Berdasarkan Sensornya?
Secara umum, perbedaan pada sensor yang membedakah harga kamera digital adalah:
1. Ukuran Megapixel
Seperti sudah ditulis diatas, kamera dengan sensor 2MP sudah bisa dihasilkan gambar cetak ukuran 4R, yang merupakan ukuran standar pencetakan foto. Bahkan aku sudah menguji-coba dengan mencetak hingga ukuran 8R dan ternyata hasilnya masih cukup baik.

Jadi kalau cuma buat foto-foto saat piknik, motret boneka baru, dan hanya untuk dicetak di kertas 4R, kamera 3MP sudah lebih dari cukup. Apalagi ‘cuma’ buat ngeblog/prenster, 1MP juga sudah kelewatan gedenya. Tapi jika berniat jadi juragan poster, atau suka mengedit gambar sebelum dicetak (di crop misalnya) pertimbangkan beli kamera dengan resolusi yang besar.

2. ISO dan Noise
Kamera dengan kepekaan tinggi (ISO besar) harganya lebih mahal. Tapi jika sering diperlukan untuk memotret konser, pameran fashion, atau kegiatan indoor lain tanpa flash, ISO tinggi sangat diperlukan.

3. dynamic range
Jika tergolong manusia yang “ah, kalo gambarku sudah masuk komputer itu sudah bagus”, berarti dynamic range rendah tidak masalah. Tapi kalau termasuk “Lho, hidungku kok hitam pucat begini yah?”, membeli kamera dengan dynamic range tinggi bisa dipertimbangkan. Masalahnya tidak ada kamera yang memberi keterangan mengenai hal ini. Sehingga perlu melihat-lihat ke situs-situs review kamera digital serta melihat sendiri contoh hasil pemotretan dari masing-masing kamera.


Kalau ada yg salah tolong segera di komen, sebelum dibaca orang yang bener-bener nggak tahu. Tapi santai saja, tulisannya panjang banget gini, pasti orang males baca.

17 October 2005

Mengenal Lensa Kamera Digital

Filed under: Tutorial, Teknologi — hericz @ 12:26 am

*learning by writing*

Lensa Kamera DigitalSaat melihat hasil foto yang tajam dari sebuah kamera digital, biasanya orang akan bertanya “Wah,berapa megapixel nih?”. Pertanyaan ini cenderung slaah kaprah karena ukuran sensor tidak memiliki relevansi yang erat dengan ketajaman gambar. Bagian kamera yang sangat berpengaruh pada ketajaman hasil adalah lensanya. Sekedar info, resolusi televisi VCD hanya 320×240pixel (tepatnya 352×240 (NTSC) or 352×288 (PAL)), dan gambarnya bisa tajam bukan?.

Pada prinsipnya, lensa pada kamera digital dan kamera film sama saja. Hanya saja aku pengin menulis tentang kamera digital, lagipula kalau di judul ada kata ‘digital’ kesannya lebih keren gitu.

Panjang fokus

Lensa kamera digital

Tugas lensa adalah memproyeksikan obyek di depan lensa ke sensor pada kamera (pelajaran SMP), lha jarak dari pusat lensa ke titik fokusnya itu yang dimaksud panjang fokus, jarak fokus, atau focal length.

Terdapat 2 jenis panjang fokal lensa pada kamera digital: lensa tetap (fixed length), dan lensa zoom.
- Lensa tetap hanya memiliki satu panjang fokus, biasanya sekitar 6-7mm. Untuk mengenali kamera ini, biasanya tidak ada keterangan ‘optical zoom’.
- Lensa zoom memiliki mekanisme yang memungkinkan panjang fokusnya berubah-ubah. Pada umumnya panjang fokus berkisar dari 6-7mm sampai 18-28mm (yang lebih besar juga banyak).

Panjang fokal yang bisa berubah-ubah ini bisa diperoleh dengan menggunakan susunan lensa yang rumit. Pada kamera digital kelas konsumer, perubahan susunan lensa ini digerakkan oleh motor. Sedangkan pada kamera DSLR yang digunakan profesional, BISA digerakkan secara manual.

Susunan lensa ini akan memakan tempat yang cukup besar, oleh karena itu kamera digital dengan lensa zoom pada umumnya memiliki lensa yang menjulur kedepan. Semakin besar focal-length terbesarnya, semakin panjang pula moncong lensa. Moncong ini semakin panjang lagi jika kamera memiliki feature ‘Optical Image stabilizer’, dimana terdapat lensa tambahan yang dirancang untuk mengurangi efek akibat goncangan. Contoh kamera jenis ini adalah Canon PowerShot S2 IS (akhiran IS berarti Image Stabilizer).

Akan tetapi, beberapa model kamera digital dirancang stylish tipish dengan menyusun lensa ini secara vertikal, sejajar badan kamera. Cahaya masuk dibelokkan dengan prisma, dilewatkan susunan lensa yang berjajar vertikal, menuju sensor yang terdapat di dasar badan kamera. Dengan cara ini, kamera bisa begitu tipis, hingga cuma 1 cm saja. Walaupun berakibat terjadinya sedikit distorsi cahaya, kamera jenis ini cukup larish Manish. Contoh kamera ini adalah Sony seri T (T3, T5), dan Pentax WP5.

Sudut gambar?
Penggunaan panjang fokus yang berbeda menimbulkan efek sudut pandang yang berbeda terhadap suatu obyek.

Sudut gambar

Lensa dengan fokus yang pendek sering disebut lensa lebar (wide lens), digunakan untuk pemotretan obyek yang luas. Sedangkan lensa panjang digunakan untuk memotret obyek yang lebih sempit, atau obyek yang jaraknya lebih jauh.

35mm Ekuivalen?
Di majalah atau situs panduan belanja seringkali dituliskan bilangan panjang fokus 35-105mm ekuivalen, padahal ketika dilihat pada spesifikasinya kamera cuma tertulis 6-18mm. Begini ceritanya:

Sudah bertahun-tahun lamanya orang menggunakan kamera film, ukuran film ada bermacam-macam, tapi yang paling dominan adalah film ukuran 35mm. Sehingga para tukang poto sudah terbiasa dengan efek yang dihasilkan untuk tiap-tiap panjang fokus. Misalnya, untuk memotret close-up digunakan panjang fokus 80-100mm,untuk mengambil gambar pemandangan dengan lensa lebar 28mm, dan seterusnya.

Sedangkan sekarang, ukuran sensor kamera digital (fisik, bukan megapixelnya) yang diproduksi berbeda-beda. Pada umumnya kamera kelas konsumer memiliki sensor yang lebih kecil (1/1.8 inch-1/2.5 inchi) dibanding kamera kelas prosumer, apalagi dibanding kamera profesional. Sensor berukuran sama dengan film 35mm disebut juga Full Frame Sensor, kamera model ini harganya bisa mencapai 80juta rupiah.

Perbandingan sensor

Perbedaan ukuran sensor ini menimbulkan perbedaan sudut gambar yang dihasilkan, walaupun dengan lensa dengan panjang fokus yang sama.

Untuk memudahkan konsumen membayangkan bagaimana sudut gambar yang bisa dihasilkan, produsen biasanya menyertakan bilangan ekuivalen jika dibandingkan dengan kamera 35mm.

Jadi jangan heran kalau ada kamera dengan tulisan pada lensa :6-18mm, tapi dituliskan 36-108mm, ini maksudnya angka ekivalensi dibanding lensa 35mm.

Optical Zoom
Selain ukuran megapixel sensor, optical zoom paling sering muncul di spek kamera digital. Optical zoom adalah perbandingan antara panjang fokus terjauh dibanding panjang fokus terdekat. Misal, lensa 35-105mm (ekv) berarti memiliki 3x (105/35) optical zoom.

Faktor lain
Selain lensa, faktor yang mempengaruhi kualitas hasi pemotretan adalah kualitas sensor, dan tentu saja the man behind the lens yang memegang kendali atas pengaturan diafragma (aperture), pencahayaan, kecepatan rana (shutter speed), dan komposisi. Perlu ditulis di sini juga nggak ya?


thanks to mbah baskara atas koreksinya :D

30 September 2005

Tutorial Menambal Ban Motor II (habis)

Filed under: Tutorial — hericz @ 12:48 am

Pada postingan sebelumnya sudah dibahas cara membuka dan memeriksa penampakan kebocoran. Bagian kedua ini akan membahas bagaimana menambal, menutup kembali ban, serta beberapa tips saat ban bocor.

IV. Menambal
- Lepaskan push pin, bagian ban dengan penampakan kebocoran yang kita lihat pada langkah diatas kita beri nama Area Penampakan Bocor Diatas(APBD). Apabila terdapat lebih dari satu, tinggal diberi nama APBD I, APBD II, dan seterusnya. Jangan sampai ada kebocoran yang terlupakan.
- Bersihkan APBD dengan lap.
- Lingkarkan bagian APBD pada potongan kayu, gunakan texturizer untuk menggosoknya hingga bagian ini tidak halus lagi (gambar 1). Tekstur kasar ini berguna agar lem bisa merekat lebih baik..

Bersihkan

- Siapkan potongan ban bekas, jangan lupa diberi tekstur kasar juga. Selanjutnya Ban Bekas untuk Menambal ini kita sebut BBM.
- Oleskan lem pada kedua bagian (APBD dan BBM) (gambar 2), angin-anginkan sebentar (10-15 detik/sesuai selera).
- Tempelkan BBM ke APBD, tekan dengan kuat, beri pukulan kecil-kecil menggunakan batang kayu agar menempel dengan rata.
- Siapkan alat pemanas+penjepitnya, beberapa pakar menggunakan api sebagai alat pemanas, sedang pada contoh ini digunakan pemanas listrik. Alat ini bisa dibuat dari setrika bekas, sebenarnya setrika baru juga boleh asal istri benar-benar mencintai kita.
- Pasang bagian APBD yang sudah ditempel BBM pada penjepit, jangan lupa lapisi dengan alumunium foil, lalu putar agar tertekan dengan rata. (gambar 3,4,5).
- Hidupkan pemanas

Proses pembakaran agar tambalan menempel

Fase ini membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk pemanas dengan api, dan sekitar 3 menit untuk pemanas listrik.

- Matikan pemanas, lalu lepaskan ban dari penjepit. Satu tambalan sudah selesai.

Apabila terdapat lebih dari satu APBD, lanjutkan langkah-langkah penambalan pada APBD berikutnya. Jika sudah, baru lanjutkan ke langkah berikut.

- Pompa lagi ban dalam dengan kompressor, tidak perlu terlalu keras, cukup 1-2 psi saja.
- Periksa lagi dalam ember berisi air, apakah masih terdapat kebocoran, jika masih, terpaksa harus ulangi lagi langkah II. Jika tidak, lanjutkan ke langkah berikut.

III. Memasang Ban
- Kempeskan ban dalam.
- Masukkan ban dalam secara perlahan-lahan ke dalam velg, seperti biasa, mulailah dari bagian dop. Ini perlu didahulukan supaya dop tidak miring saat ban sudah dipompa.
- Masukkan ban luar ke alur velg, sedikit demi sedikit. Saat 2/3 bagian sudah dimasukkan, proses ini akan semakin susah. Gunakan cungkilizer untuk membantu memasukkan ban.
- Pompa ban lagi hingga tekanan ban cukup keras, gunakan kompressor.

Nah, proses menambal ban sudah selesai. Cukup panjang dan melelahkan memang.

Dan untuk kerja keras seperti itu, tukang tambal ban hanya mendapat imbalan 3000 rupiah, dan dia tidak mengeluh. Mengingat kerja keras dan jasa mereka yang begitu besar untuk pengguna jalan, aku jadi heran kenapa ada saja orang-orang yang meremehkan keberadaannya.

Yah, mungkin karena mereka hanya mainan kompressor yang berwarna merah, bukan kompressor SLK 230. What a material world!.

Tips saat ban bocor:
- Tetap tenang, segera cari tempat yang aman untuk berhenti di pinggir jalan.
- Periksa apakah ada paku/benda tajam yang masih menancap,Pasang standar tegak untuk memudahkan. Paku ini dapat merobek ban dalam jika tetap digunakan untuk berjalan untuk mencari tukang tambal ban. Tentu saja, jika ban sudah robek maka tidak bisa ditambal lagi.
- Lupakan usaha membuka peta atau buku petunjuk belanja untuk mencari lokasi tambal ban terdekat. Sadarlah dan segera lanjutkan ke langkah berikut.
- Tanyakan pada orang sekitar letak pakar tambal ban terdekat, jangan sampai kita berjalan berlawanan arah dari pakar tambal ban.
- Jangan mengendarai motor dalam keadaan ban kempes, tindakan ini dapat merobek ban dalam dan ban luar, serta dapat merusak velg yang mahal. Seperti halnya memelihara anjing, sekali-sekali motor perlu dimanjakan. Motor lagi pengin juga diajak jalan-jalan.
- Hidupkan mesin saat menuntun motor, gunakan gigi 2 atau 3 agar lebih ringan.
- Pakar tambal ban biasanya memasang logo ban digantung dengan tulisan melingkar “Tambal Ban Tubeless”. Kadang ditulis Cubles, Tubles, cubless, tergantung selera dan tingkat pendidikan ;) . Tak lupa, pastikan terdapat kompressor di depan workshopnya (gambar 6 dan 7).

Ciri-ciri pakar tambal ban

- Tanyakan pada pakar tambal ban kondisi ban kita, usahakan kita tahu bagian mana yang bocor dan tingkat keparahannya agar kita bisa bersiap-siap jika terjadi kebocoran lagi.
- Jika ternyata ban sudah tidak bisa ditambal dan terpaksa beli ban dalam baru, perhatikan bahwa untuk sepeda motor harganya sekitar 17-25 ribu sudah termasuk biaya pasang.
- Satu lagi, ingatlah posisi tukang tambal ban disaat motor sehat, terutama di jalan yang sering dilalui.

« Previous PageNext Page »