6 December 2006

Gusti Allah Tidak Sedang Bermain Dadu

Filed under: Ngedumel — hericz @ 5:28 pm

Sebulan lebih aku nggak nulis, sudah begitu banyak hal yang terjadi di dunia ini. Kantorku sudah pindah, aku juga pindah rumah (tapi tetep ngontrak), aku sudah beli sepeda motor, Bush datang ke Bogor, dan sebuah pelajaran bahwa hujan durian di negeri tetangga yang tak seindah hujan air di negeri sendiri.

Tapi aku lagi tertarik sama kisah yang sinetron banget di negara alfabet.

Negara Alfabet

Kalau ini adalah negara Alfabet, maka mari kita sebut tokoh bernama A. Yang serba baik, pinter, alim, mampu menciptakan keluarga yang sakinah dengan 7 orang anak, menginspirasi semua orang untuk menjadi lebih baik, pengusaha sukses pula. Pokoknya nilainya serba A. Makanya dia disebut AA.

Di ujung negara yang lain, tentu saja namanya Z, ada orang yang juga pinter, baik hati, aktif di kegiatan kemahasiswaan hingga jadi ketua Umum organisasi mahasiswa islam. Sampai akhirnya beliau bisa memanjat pohon beringin yang mendudukkannya di kursi Senayan, naik motor 20 menit dari kontrakanku. Jadi posisiku dan dia bedanya nggak jauh-jauh amat sih. Pak Z ini sangat Yahud, maka diberi julukan YZ. *halah maksa*

AA ke YZ

Dunia tiba-tiba gempar. Mas AA menikah lagi, secara resmi di depan saksi. Istrinya yang baik, ramah, subur (lha anaknya 7 je), merelakan suaminya menikah lagi dengan seorang mantan model, cantik tinggi semampai.

Kemudian, Ibu-ibu demo, menteri ikut bikin pres rilis, pejabat lain mengajukan amandemen pengubahan undang-undang, presiden angkat bicara, infotainment dapat topik bahasan, tabloid-tabloid dapet berita.

Mas AA kembali menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Di ujung dunia lain, video klip amatir mas YZ beredar cepat dari HP ke HP, lewat mahasiswa, karyawan kantor, tukang ojek, anak SMA, lewat milis-milis, sampai akhirnya masuk ke media massa.

Penasaran juga, memang sutradaranya siapa sih kok peredaran filmnya ngalahin gegap gempitanya Jiffest? Owalah, ternyata adegan mas YZ sedang ‘ihik-ihik’ dengan mbak ME, seorang penyanyi dangdut yang memang sudah malang melintang di pentas panggung politik -dalam arti harfiah-. (Eh, tapi walau sudah nikah,nonton begituan tetep dosa ya?)

Kemudian, gedung Senayan geger lagi. Om Permadi malah bilang “ah, lagi sial aja itu si YZ, sudah biasa di sini”. Hwarakadah, ini lagi ngomongin dewan yang terhormat lho, bukan ngomongin komplek prostitusi. Waktu bergerak cepat, lalu mbak ME masuk TV, infotainment dapat topik bahasan, tabloid-tabloid dapat berita.

Tapi untuk kasus ini, mas YZ tidak menginspirasi banyak orang. Lagipula, waktu itu beliau sedang ke luar negeri.

Poligami dan Selingkuh

Jadi begitulah, di satu sisi dunia ada manusia yang menyalurkan sifat manusianya dengan cara yang berbeda. Satu dengan jalan yang memang diajarkan dalam agama -yang entah kondisinya sesuai atau tidak di jaman sekarang-. Satunya lagi dengan jalan yang selalu hina di jaman dan kebudayaan manapun.

Anak SD: “Kenapa acara Smack Down nggak ada lagi di TV ?”
Bapak : “Karena anak-anak suka meniru gerakannya, jadi berbahaya”
Anak SD: “Lho, kalau James Bond yang suka berzina itu kenapa tetap diputer di TV dan Bioskop? Bukannya Bapak-bapak juga suka meniru? Wakil rakyat saja sampai ikut meniru”
Bapak : “Oh kalau itu tidak bisa dihapus, karena nanti ramai orang demo lagi di bunderan HI, kan mengganggu anak-anak yang mau sekolah”

***

Sementara itu, di sebuah blok di Rumah Susun Tanah Abang, sepasang suami istri yang baru sebulan menikah ngobrol santai sambil nonton TV.

Istri Menyun: “Wah, AA Gym kawin kok negara sampai mau mengubah undang-undang sih? Reaktif, kaya infotainment saja”
Suami Geblek: “Ya begitulah. Eh, kalo aku kawin lagi gimana ya?”
Istri Menyun: “Emang mau punya istri berapa?”
Suami Geblek: “Delapan belas?”
Istri Menyun: “Lah, istri satu saja njemput di kantor terlambat terus kok. Kalau istrimu 18 nanti apa nggak susah antar jemputnya?”

Lalu aku bersyukur punya istri yang bisa mengingatkan keterbatasan kemampuanku.

Main dadu aja yuks

Dan karena Einstein saja bilang kalau “God doesn’t play dice”, “Gusti Allah mboten dolanan dadu”, aku yakin dua kejadian yang terjadi bersamaan ini tidak terjadi tanpa hikmah buat umat manusia. Paling tidak untuk manusia yang masih sempat lihat infotainment dan baca tabloid gosip.


Ket: Penggunaan Mas AA adalah redundan.

20 October 2006

Ira dan Heri

Filed under: Personal — hericz @ 5:33 pm

Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang aku akhirnya akan menjalani suatu awal. Ya, aku akan menikah.

Bersiap menjalani hari-hari yang berbeda, proses pengambilan keputusan yang berbeda. Bersiap untuk hidup lebih tenang, lebih tentram, lebih bahagia, dengan ridho Allah SWT.

Kami sudah menyadari, bahwa nantinya kami akan memiliki waktu bersama yang dihabiskan untuk bertengkar. Mungkin karena masalah sandal yang tidak ditaruh di raknya, rebutan remote control televisi, atau mungkin cuma karena masakan yang terlalu banyak garam. Tapi mungkin saja semua itu harus dilalui. Karena bertengkar adalah Feature, Agar menjadi Wise dan Mature.

Dengan impian bersama membentuk keluarga yang “sakinah mawaddah, warrahmah” seperti kisah Rasul atau “live happily ever after” seperti dalam dongeng, maka kami berjanji akan menjalani semua proses dengan sebaik-baiknya.

Menjalani semua proses: berdoa, bekerja, belajar, bercinta, berdiskusi, berbelanja, arisan, bayar listrik, bayar telpon, cuci baju, setrika, ngepel, beribadah, rekreasi, beli air minum galon, telpon, sms-an, nonton bioskop, kondangan, semua akan menjadi sesuatu yang berbeda dibandingkan sekarang.

Do’a dan nasehat para senior-senior dalam bidang pernikahan tentu akan menjadi sesuatu yang sangat berharga. Apalagi kado untuk mengisi rumah kontrakan yang masih kosong tanpa peralatan apa-apa ini, hihihi.

Undangan depan

Undangan belakang

24 September 2006

Kancil, Cinderella Syndrome, dan Puasa

Filed under: Ragam, Personal — hericz @ 10:40 am

Mbak Lita sudah bilang selamat tinggal pada cerita si Kancil. Cerita yang sejak pertama kali kita bisa mendengar sudah diceritakan berulang-ulang. Dengan berbagai versi dan expansion set berupa macan, buaya, dan tak lupa benda-benda pusaka nabi sulaiman. Hebatnya, semua itu dimulai dengan intro sederhana “Si Kancil mencuri ketimun”.

Seperti kisah film-film Box-Office semacam Entrapment, Gone in 60 seconds, dan Ocean eleven, si Kancil menyuguhkan tokoh pencuri yang banyak akal. Maling itu jagoan, keren, cerdas, tahu teknologi tinggi, yang cowok ganteng, yang cewek cantik dan seksi. Sesuatu figur yang tidak pernah tampak di acara “sergap” di televisi.

Mbak Lita sudah bilang selamat tinggal pada cerita si Kancil. Semoga diikuti ibu-ibu muda yang lainnya.

Cinderella Syndrome

Ada lagi kisah yang populer luar biasa, yaitu kisah si gadis muda Cinderella. Yang sepanjang hidupnya selalu menderita karena mendapat perlakuan yang tidak adil dari ibu tirinya. Begitu menderitanya kisah Cinderella ini, sampai-sampai ada ilmuwan yang menyebut anak dengan gejala traumatis seperti ini dengan nama Cinderella syndrome.

Tapi aku punya definisi sendiri tentang Cinderella syndrome, definisi ngawur tentu saja.

Alkisah, hidup Cinderella yang menderita tiba-tiba berubah. Dengan bantuan Peri Biru, Cinderella diberi satu set Gaun buatan Versace, sepatu kaca, tiara berlian, dan voucher make-up artist. Tak lupa diberi pinjaman Kereta Limousine model terbaru lengkap dengan chauffeur (baca: Sopir). Oh tentu dia dipilih karena kebaikan hatinya.

Demikianlah, Sang Pangeran tampan jatuh cinta dan mereka hidup bahagia selamanya. Dan Cinderalla diselamatkan dengan cara diberi akses ke peralatan kecantikan.

Inilah Cinderella syndrome, ketika para gadis muda berlomba-lomba bersolek, mempercantik diri, memakai gaun terindah, dan sepatu terunik agar seorang pangeran tampan, berkedudukan tinggi, dan kaya -Mensekneg misalnya- hadir untuk menyelamatkan hidupnya. Oh iya, orang cantik kan hidupnya lebih mudah.

Enak lho, hidup bisa berubah menjadi jauh lebih baik hanya dalam waktu 1 malam.

Ramadhan

Perubahan instan memang sangat menyenangkan, terutama perubahan ke arah lebih baik. Dari kulit berwarna gelap menjadi kulit kuning bangsat langsat, dan dari rambut kribo menjadi rambut mudah diatur kadang-kadang aku harapkan juga. *menerawang ke dinding*.

Tapi ada hal yang lebih penting dari pada itu, masalah hati, jiwa, tingkah laku. Kalau dalam bahasa agama disebut Akhlak. Akhlak yang dibungkus Iman dan Taqwa kepada Allah SWT.

Untuk itu ada Bulan Ramadhan, yang menurut petunjuk pemakaiannya sih untuk melakukan perubahan hati dan jiwa bertahap dari ulat menjadi kupu-kupu. Tidak 30 menit seperti janji Mak Erot, tidak 1 malam -sebelum jam 12- seperti Cinderella, tapi 30 hari. Sebulan penuh.

Tanpa pengawas yang terlihat sedang memonitor pelaksanaan puasa kita, tapi maaf, kita tidak bisa berulah seperti kancil yang mengakali peraturan. Ada Sang Maha Melihat, Sang Maha Mengetahui yang tidak bisa ditipu dengan trik Pusakane Nabi Sulaiman.

Tanpa peri biru yang mengayunkan tongkat kecilnya, tapi dengan fasilitas dan akses ke perpustakaan jiwa yang lebih besar, disertai bonus-bonus untuk setiap level yang dilewati.

Jadi, kita tinggal memilih. Mau jadi si Kancil, Cinderella, atau Kupu-kupu.

Selamat menikmati ibadah puasa dan rangkaian feature-nya.

2 September 2006

Setengah-Setengah

Filed under: Ragam — hericz @ 1:00 am

Di suatu kelas, saat mencocokkan hasil Quiz mingguan.

Dosen (agak berteriak): “Jawaban untuk nomer 7 adalah 45.2MHz”
Mahasiswa 1 (teriak) : “Kalau nggak ada satuannya Pak? cuma 45.2″
Dosen(bijaksana): “Nilainya setengah! ”
Mahasiswa 2(lugu): “Kalau satuan saja, dapat nilai setengah nggak?”
Dosen(jengkel) : *nimpuk kapur*

Beberapa orang bilang, bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang setengah-setengah. Modern belum, tapi tradisi sudah mulai hilang. Belum bisa makan keju, tapi cari ketela goreng sudah susah. Koar-koar berantas korupsi, tapi lebih suka ‘nembak’ kalau kena tilang di jalan.

Bahasa Menunjukkan Kasta

Ternyata kegiatan mengambil setengah-setengah ini juga merembet ke bidang lain. Bahasa misalnya. Ternyata ada beberapa kata-kata yang diambil dari bahasa asing, tetapi hanya diambil setengah saja. Lebih parah lagi, ternyata yang diambil hanya ’satuan’-nya saja.

Berbeda dengan Bahasa Indonesia, dalam tata bahasa inggris kata pemberi keterangan diletakkan di depan kata utama. “Blue Sky” jelas berbeda dengan “Sky Blue”.

Tapi kadang-kadang orang Indonesia itu setengah-setengah. Dengan tujuan menyingkat kata, artinya malah jadi berantakan. Berikut beberapa contoh yang sering bikin pusing saat mendengarkan maupun menjelaskan.

Corned beef
Kalau dalam bahasa Indonesia “Corned Beef” kurang lebih berarti “daging sapi yang diberi jagung”, walaupun sebenarnya kata ‘corned’ sendiri merujuk pada butir-butir garam yang secara fisik seperti jagung tumbuk yang dicampurkan.

Jadi seharusnya sudah jelas kalau kata utamanya adalah ‘Beef‘ dan kata bantunya adalah ‘Corned‘. Lah, kenapa disini malah terkenal dengan nama Kornet?

Remote Control
Nama bendanya adalah “Remote Controller” atau sering disebut juga “Remote Control“, artinya kurang lebih “Pengendali jarak jauh”. Kata utamanya adalah ‘Pengendali’, bukan “jarak jauh”.

Terus, kenapa orang teriak-teriak “Adiik, remotenya tadi ditaruh dimanaa?”.

Fitness Center
Dalam bahasa Indonesia berarti Pusat Kebugaran.
Tapi kenapa kalau ada cewek berkata “Aku mau ke fitnes dulu yah” yang artinya kurang lebih “Aku mau ke kebugaran dulu ya”, orang sudah maklum.

Sedangkan kalau aku bilang “Aku harus menjaga fitness nih”, harus ditanya dengan kalimat “emang sekarang kamu kerja di sana?”.

Adobe Photoshop
Editor gambar yang satu ini -hingga saat ini- memang tidak ada saingan yang sekelas. Hampir semua orang yang kenal komputer lebih dari 6 bulan mengenalnya.

Adobe adalah nama sebuah produsen software, sedangkan Photoshop adalah nama produknya. Saat merk sudah dikenal lebih baik sebut merknya saja, jangan nama produsennya. Seperti halnya Honda Jazz dan Toyota Kijang misalnya.

“Eh, babe gue beli Jazz baru nih” lebih menjelaskan daripada “Eh, tolong jemput aku pake honda yah”. Honda tidak hanya membuat Jazz, tapi juga Civic, Accord, Supra-X, Tiger, dan sang legenda Si Pitung (C70/C-Pitungpulung). Pakde Andry juga sudah bersabda duluan.

Jadi, kalau tanya “Her, kamu punya installer Photoshop nggak?” akan lebih menjelaskan daripada “Her, installer Adobe-ku kok error yah”.

USB Flash Disk
Flash memory adalah memory yang bisa menyimpan data dan menahannya saat tidak ada listrik lagi. Sejak dulu memori ini sudah digunakan untuk menyimpan BIOS di motherboard komputer. Karena harganya semakin murah, para insinyur membuatnya menjadi sistem penyimpan data portabel, mirip disket, maka sering disebut ‘Flash Disk’.

Kebetulan, karena protokol yang paling laris dan cocok untuk kecepatan tinggi adalah protokol USB, para insinyur menyambungkan Flash Disk ini dengan port USB. Maka disebutlah benda ini dengan nama “USB Flash Disk”. Pada sistem lain, Flash Disk ini juga dihubungkan secara langsung ke bus komputer. Ada juga yang dikemas dalam ukuran kecil menjadi CompactFlash, SD-Card, MMC, dan teman-temannya.

Jadi, benda kecil yang sering jadi liontin kalung ini adalah sebuah Flash Memory, bisa disebut Flash Disk atau Flash Drive. Tapi mohon, jangan lagi-lagi bilang “Eh, USB-ku tadi mana yah?”.

*nimpuk kapur*

« Previous PageNext Page »